Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 bulan yang lalu
Pemerintah tengah menyiapkan strategi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan melalui pemanfaatan etanol dari singkong, jagung, dan tebu. Langkah ini bukan hanya bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, pemerintah akan mulai mendorong program campuran etanol pada bensin secara bertahap. Targetnya, Indonesia akan memasuki fase E10 (10% etanol) pada 2027, dan berlanjut hingga E20 (20% etanol).


Pro TV - Televisi Digital Berjaringan

Pro TV (@protv_id) bagian dari ekosistem Promedia Teknologi Indonesia (@promediateknologi)
-
SUBSCRIBE OFFICIAL CHANNEL YOUTUBE :
@protv_official | PROMEDIA TV
www.protv.id

Transkrip
00:00Di dunia, untuk Brazil, ini mereka sudah mencapai sampai ke E30.
00:10Anletori, bahkan di beberapa negara, bagi yang sudah mencapai E30.
00:14Nah, ke depan kita akan mendorong ini menjadi E20, tapi bertahap E10 dulu.
00:202027, 2028 sudah kita lakukan.
00:23Selain untuk meningkatkan energi yang bersih, kita juga untuk mengurangi impor.
00:28Ke suksesan kita dalam melakukan transformasi B10 sampai dengan B40 yang B50,
00:36kita juga ingin ini terjadi di sektor bensin.
00:40Kalau di biodiesel itu CPO yang dipakai, maka di bensin itu adalah etanol.
00:47Di mana etanol ini sumbernya dari jagung, kemudian dari singkong, kemudian dari tebu.
00:55Dan ini sebagai strategi untuk meningkatkan pendapatan petani,
01:01hilirisasi di sektor pergabunan,
01:03dan juga menciptakan kawasan pertumbuhan ekonomi dan perputaran ekonomi di daerah.
01:07Karena ini pasti akan terjadi di daerah-daerah, tidak terjadi di Jakarta.
01:13Supaya apa? Kita mengurangi impor.
01:15Pendapatan rakyat dapat,
01:16kemudian polusi pun bisa kita turunkan dengan kualitas minyak yang baik.
Komentar

Dianjurkan