Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf buka suara terkait polemik anggaran sepatu sekolah raykat Rp700.000 per pasang.

Mensos Gus Ipul menyebutkan bahwa anggaran yang beredar tersebut masih perencanaan awal, dan bukan angka sebenarnya.

Nantinya akan ada proses lelang pengadaan barang. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf saat mendatangi kantor KPK, Jumat (8/5/2026).

Mensos Saifullah didampingi oleh Wakil Mensos Agus Jabo Priyono serta jajaran Kemensos mendatangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta.

Baca Juga [FULL] Mensos-Wamensos Datangi KPK, Bahas Polemik Pengadaan Sepatu Pogram Sekolah Rakyat di https://www.kompas.tv/nasional/667703/full-mensos-wamensos-datangi-kpk-bahas-polemik-pengadaan-sepatu-pogram-sekolah-rakyat

#mensos #gusipul #kpk #sekolahrayat

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/667707/mensos-klarifikasi-soal-anggaran-sepatu-sekolah-rakyat-rp700-000-itu-masih-perencanaan-awal
Transkrip
00:00Pak, pengadaan sepatu yang mungkin sudah diberedar ya, itu kan ada pengadaan sepatu tahun 2025.
00:25Sementara yang tahun 2006 ini masih dalam perencanaan, itu dulu yang pertama itu.
00:31Yang kedua, saya untuk merek terus terang saya gak hafal, tetapi saya ingin menyampaikan sepatu yang ada dalam foto saya
00:43bersama Ibu Gubernur Jawa Timur,
00:45itu adalah sepatu pemberian Ibu Gubernur Jawa Timur untuk siswa sekolah rakyat yang ada di Jawa Timur.
00:55Jadi itu adalah pemberian khusus dari Ibu Gubernur dan itu bukan bagian dari pengadaan yang ada di Kementerian Sosial.
01:04Untuk yang di Kementerian Sosial, tadi sudah semua kami laporkan pada saat pertemuan dengan pimpinan KPK,
01:11ada beberapa jenis, ada yang untuk BDL, itu untuk SMP, SMA, tapi juga untuk yang harian dan ada sepatu olahraga.
01:23Jadi ada beberapa jenis, untuk mereknya saya terus terang gak ingat, gak ingat sama sekali,
01:32nanti bisa diklarifikasi lebih lanjut atau diinformasikan lebih lanjut.
01:43Yang diboto lho ya, yang diboto saya yang sebenarnya.
01:52Angka?
01:55Angka ya biasa di dalam proses pengadaan ini kan diawali dengan penganggaran ya.
02:00Pada saat penganggaran ada mekanisme, ada melihat harga pasar, ada konsultasi ke ahli dan lain sebagainya
02:08dalam rangka untuk menentukan harga perencanaan atau namanya menentukan paku.
02:16Nah setelah itu baru menjelang lelang, nanti ada HPS, harga perkiraan sendiri, itu pun juga ada mekanismenya.
02:26Setelah itu proses lelang dan biasanya, biasanya ini gak selalu saya gak tahu detilnya,
02:33biasanya itu harganya lebih murah daripada harga perkiraan sendiri.
02:39Dan tentu pada saat menentukan harga perkiraan sendiri, itu ada survei di lapangan meskipun melihat e-katalog,
02:48melihat e-commerce, juga meminta pendapat ahli.
02:52Itu nanti bisa dijelaskan lah oleh Panitia Pengadaan Barang dan Jasa.
02:56Saya dan Pak Wamen tentu mengerti mekanisme, proses, dan hal-hal yang terkait dengan kebijakan umumnya.
Komentar