Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Aksi sidak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di pabrik air mineral Aqua di Subang memicu kehebohan publik setelah ia menemukan bahwa sumber air baku perusahaan tersebut berasal dari sumur bor, bukan mata air alami seperti yang diyakini banyak orang

Dalam video yang viral di media sosial, Dedi terlihat terkejut saat mendengar penjelasan dari pekerja pabrik bahwa air diambil dari bawah tanah.

Temuan ini sontak memunculkan perdebatan mengenai transparansi sumber air dan keaslian yang mengklaim “air pegunungan” pada produk air mineral tersebut.

Pro TV - Televisi Digital Berjaringan

Pro TV (@protv_id) bagian dari ekosistem Promedia Teknologi Indonesia (@promediateknologi)
-
SUBSCRIBE OFFICIAL CHANNEL YOUTUBE :
@protv_official | PROMEDIA TV
www.protv.id

#aqua #airminum #pabrikaqua #dedimulyadi #subang #viral #fyp #berita

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Aksi sidah Gubernur Jawa Barat Deddy Mulyadi di pabrik air mineral aqua di Subang
00:09memicu kehebohan publik setelah ia menemukan bahwa sumber air baku perusahaan tersebut berasal dari sumur bor
00:15bukan mata air alami seperti yang diakini banyak orang
00:19dalam video yang viral di media sosial
00:21Deddy terlihat terkejut saat mendengar penjelasan dari pekerja pabrik
00:24bahwa air diambil dari bawah tanah
00:27temuan ini sontak memunculkan perdebatan mengenai transparansi sumber air
00:31dan keaslian yang mengklaim air, pegunungan pada produk air mineral tersebut
00:36disini sumber airnya dimana?
00:40di belakang
00:40ini sehari berapa meter publik airnya?
00:47tahun tutup per hari itu kan Rp150.000
00:50kalau galon itu kan Rp19.000 ya?
00:54Rp92.850.000
00:56seharian Rp2.850.000
01:01yang diperoleh dengan gratis
01:03kita bayar pajak
01:06ya bayar pajak aja tapi kan gratis
01:08beda dengan perusahaan lain
01:10kalau perusahaan lain bahan baku harus beli
01:13jadi sumber air pengambilannya dimana?
01:17ini yang bangunan sana?
01:20ini bangunan sana?
01:21ini bangunan sana?
01:22ini bangunan sana?
01:27sumber utamanya di sana?
01:28apa jauh?
01:29ini bangunan apa itu?
01:31sumber ada dua
01:33sumber ini sumber apa?
01:34sumber ini produksi
01:37Produksi, ngambil airnya dari sungai?
01:40Airnya dari bawah tanah, Pak
01:42Oh, airnya dari bawah tanah
01:44Bukan air permukaan?
01:47Bukan, bukan sipa, Pak
01:48Oke, air bawah tanahnya ngambil sumbernya dari?
01:52Dari dalam
01:53Dibor, Pak
01:54Ini dibor ngambil airnya
01:55Ini dibor
02:00Enggak akan ngepek pada pergeseran tanah
02:07Diarehan dari sipa kita
02:10Terus dari penawasnya
02:12Enggak, enggak, enggak
02:13Makanya saya hitungan ini saya
02:14Ini kan airnya dibor
02:15Dikira oleh saya air permukaan
02:17Air permukaan itu air sungai
02:18Atau air dari mata air
02:21Oh, jadi ini bukan air mata air ya?
02:24Tanah dalam
02:25Tanah dalam
02:25Berarti kategorinya sumur pompa dalam
02:30Ya kan?
02:32Berarti izinnya provinsi dong
02:33Kalau air bawah tanah
02:35Berapa kedalamannya?
02:38Seratus di
02:39Itu sudah duduk
02:40Oh, sudah duduk dalam
02:41Kalau yang sumur empat ya?
02:42Seratus dua
02:43Ini seratus dua
02:45Terus satu lagi?
02:47Iya
02:47Sumur dua
02:47Karena enam permukaan
02:48Enam
02:49Oh, dikira air permukaan
02:52Kalau yang sumur dua, Pak
02:53Itu saya peluang ya?
02:55Jadi kita hanya memasih cover pipa
02:57Untuk dia bisa peluang
02:58Artinya di dalam pikiran saya
03:00Bahwa ini dikira oleh saya
03:02Airnya adalah air mata air
03:06Kemudian dimanfaatkan
03:08Kan namanya air pegunungan kan?
03:09Tidak
03:10Oh, yang satu air mata air bukan?
03:13Bukan
03:13Yang sama
03:14Yang 60 juga air bawah tanah
03:17Berarti dibor
03:18Cuma itu saya ploy 100% ya
03:20Kalau ini kita bantu
03:22Dia saya ploy juga
03:23Cuma karena kecil kita
03:26Bantu dengan rumah
03:27Ditarik
03:28Nah
03:29Ngepek gak sih pada lingkungan?
03:33Sejauh ini masalah air ya, Pak?
03:35Bukan
03:35Oh, dengan
03:36Geser tanah
03:37Sejauh ini sih tidak ada
03:39Ini apa?
03:39Tidak ada peluang atau
03:41Kelihatan
03:41Atau nunggu longsor?
03:42Sampai jumpa
Komentar

Dianjurkan