00:00Menteri Keuangan Purbaya Yudhisa Dewa gemar melontarkan gurawan kepada menteri-menteri lain.
00:05Namun, di balik gurawan itu tersirat sindiran yang cukup pedas.
00:10Simak informasi selengkapnya di follow hari ini.
00:16Menteri Keuangan Purbaya Yudhisa Dewa mengunjungi kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di Wisma Mandiri, Jakarta, selasa 14 Oktober.
00:25Tujuan kunjungan itu adalah mengecek serapan APBN 2025 di Kementerian PKP.
00:31Namun, kunjungan ini diwarnai gurawan dari Purbaya.
00:34Saat mendengarkan pemaparan program dari Menteri PKP Maru Arar Sirait atau Menteri Ara, Purbaya tiba-tiba salvok dengan luasnya ruang kerja Menteri Ara.
00:45Menurutnya, Menteri Ara tidak adil karena ruang kerjanya luas, namun rumah yang dibangun untuk dijual dan ditempati rakyat ukurannya kecil.
00:55Purbaya mengusulkan agar luasan rumah subsidi idealnya menjadi 45 meter persegi.
01:01Yang dinilai lebih manusiawi dan nyaman dibandingkan tipe 36 meter persegi.
01:07Ini ruang kerja Anda?
01:09Ya, ruang kerja, ruang rapat, ruang nerima aspirasi, kemarin ratusan orang gigi.
01:14Ya, ruang kerja gini Anda kasih apaturnya berapa?
01:17Tentu-tentu.
01:18Tentu-tentu.
01:19Tentu-tentu.
01:19Tentu-tentu.
01:19Tentu-tentu.
01:20Tentu-tentu.
01:20Tentu-tentu.
01:22Tentu-tentu.
01:22Tentu-tentu.
01:23Tapi ini multifungsi, Pak.
01:25Jadi multifungsi, satu ruang.
01:27Tentu-tentu.
01:28Tentu-tentu.
01:29Tentu-tentu.
01:30Tentu-tentu.
01:31Tentu-tentu.
01:32Tentu-tentu.
01:33Tentu-tentu.
01:33Purbaya lantas mengatakan kepada awak media bahwa ia hanya bercanda atau main-main saja.
01:39Dalam pertemuan itu, Purbaya juga menyentil isu perumahan yang jadi perhatian publik, yakni proyek Meikarta.
01:45Menteri Ara kemudian menjelaskan bahwa Meikarta bukanlah proyek mangkak.
01:50Ia mengapresiasi bos Lipo Group, James Riyadi, yang telah menunjukkan itikat baik dengan melakukan refund kepada konsumen yang belum mendapat unit pada tahap 1 dan 2.
02:00Dalam hasil evaluasinya, Menteri Purbaya menemukan penyerapan anggaran kementerian PKP yang belum maksimal.
02:06Ia pun meminta Menteri Ara segera mendorong penyerapan anggaran tersebut.
02:10Terutama terkait KPR subsidi atau FLPP 350.000 unit.
02:15Purbaya tak segan mengancam akan menarik anggaran tersebut jika tidak terserap hingga akhir bulan.
02:21Saya ingin lihat akhir bulan seperti apa.
02:23Nanti kalau bagus, ya kita nggak pindahin uangnya.
02:26Tapi kalau ada masalah, ya kita pindahin tempat lain dulu.
02:30Kata Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa.
02:33Purbaya memprediksiki jika sektor properti dapat berkembang, pertumbuhan ekonomi RI bisa menyentuh 5,6 sampai 5,7 persen.
02:42Dia bahkan bergurau, jika target di atas 5 persen itu tercapai, ia akan mendapat hadiah dari Presiden Prabowo.
02:49Gaya Menteri Koboy yang menyindir ruang kerja Maruak Sirait ini menimbulkan pertanyaan.
02:54Apa arti dibalik candaan Purbaya? Apakah sindiran ini adalah teknik komunikasi cerdas untuk mengingatkan tanggung jawab Menteri lain terhadap anggaran publik?
03:04Atau pure hanya gurauan saja?
03:06Jadi sebetulnya tidak ada sifatnya yang sifatnya mendek atau apa enggak, bercanda.
03:11Memang gayanya gaya bercanda dan itu kelihatan dari ke semua orang kalau lagi suasana bicara, ke semua kesempatan bila dia bicara selalu ada gurauannya gitu.
03:26Jadi memang orang itu bergurau itu. Orang itu memang bergurau.
03:29Jadi nggak usah baper juga yang diajak ngobrol. Itu model-model yang memang memilih keterbukaan, pergaulan gitu.
03:50Kalau beliau masih ada yang sifatnya mengganjal gitu, mungkin cara dia breaking ice-nya gitu.
04:01Bercanda aja gitu. Bercanda itu kan kalau dalam jurnalistik kan. Kalau sebuah tulisan jurnalistik, bercanda itu kan ibarat tulisan kita dilempari berlian gitu.
04:17Itu juga sesendok berlian.
04:24Beliau bayangkan. Berlian lho?
04:26Dia sebuah tulisan kita itulah yang namanya bercanda. Jadi memang berharga gitu.
04:30Bercanda itu maksudnya gitu.
04:32Kalau dalam ilmu-ilmu kuno, jurnalistik, gitu mbak.
04:36Jadi nggak apa-apa. Itu memang juga memperlihatkan sesuatu yang baru di kalangan kabinet.
04:46Ya Pak Prabowo itu.
04:50Dan gitu. Nggak apa-apa juga itu.
04:53Bercandaan tapi kan kalau lihat cerita, kalau lihat pidatonya dan sebagainya, dia kan serius orangnya.
05:00Serius orangnya.
05:02Bercandaan tapi serius.
05:04Jadi kalau dia bilang sama Menteri Perumahan, dia bilang,
05:08ini kok uang kerja kok gede banget sih kalau dibikin buat rumah.
05:14Banyak banget ini gitu kan.
05:16Itu kan sebetulnya kan bercanda.
05:18Walaupun bercandanya di, ya ada sesuatu yang ada sentilan dikit lah.
05:24Sentilan namanya kan. Sentilan dikit lah gitu.
05:27Kira-kira itu kan gaya-gaya orang Bogor mbak.
05:30Sama seperti dengan orang Betawi kalau ngomongan gitu kan.
05:33Tadisi dia.
05:35Kan selama ini pemerintah mengatakan keterbukaan publik harus dikedepankan.
05:42Tapi selama ini juga kita lihat bahwa semuanya serius.
05:47Orang semua serius.
05:49Cuma beliau yang enggak.
05:51Kita semua tahu.
05:53Sampai dengan hal-hal kecil yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan.
06:00Dia buka tuh.
06:02Dia buka.
06:03Gak apa-apa.
06:04Itu teknik komunikasi kok.
06:06Oke tuh.
06:07Oke banget mbak itu.
06:09Jadi kembali ke cerita tadi, saya setuju.
06:11Saya dukung deh bapak itu.
06:13Gitu.
06:15Masa jangan...
06:20Gimana ya kalau menghadapi orang?
06:22Yang tidak boleh baper menengahkan beliau.
06:26Dengerin aja.
06:27Gitu.
06:28Gitu mbak.
06:30Jadi gak apa-apa teknik komunikasi itu kan.
06:32Komunikasi begitu.
06:33Antara lainnya gitu.
06:34Jadi tadi saya ibaratkan kan.
06:37Humor itu ibarat.
06:39Kita menyebar pergelian satu sendok.
06:42Mbak.
06:43Lalu di jumlah pergelian satu.
06:45Mengeri.
06:46Jadi.
06:47Kalau di Jurnalistik.
06:48Kedalam tulisan kita.
06:49Kan indah banget tuh.
06:51Jadi.
06:52Pendok pergelian banyak lho mbak.
06:53Itu.
06:54Tapi orang gak tahu.
06:55Gitu.
06:56Gitu.
06:57Menyotuk.
06:59Bolehnya gak boleh.
07:00Anti baper.
07:01Jangan baper.
07:02Ngadang cowboy.
07:03Sebenarnya kalau saya bukan menteri cowboy itu bilang.
07:04Jangan bilang menteri cowboy harusnya ya.
07:06Menteri jawara boleh lah gitu.
07:08Don't go away to best run.
07:10Don't.
07:11I mean, that's all.
07:12When I was with a point of view,
07:17I was trying to give credit point to the head of the BPS
07:23that was in the corner of the corner.
07:26He said that he was able to receive five more points.
07:30That's why it's a more value.
07:32No!
07:33That's one thing.
07:35Now, when we see, when I talk about the problem,
07:39Pak Purbaya didn't impress.
07:42They didn't confirm.
07:44Why?
07:45He didn't capture the other topic.
07:47He didn't impress on the other things.
07:51He didn't focus on other things.
07:54He was so upset.
07:57like, I feel like I'm like,
08:02I said, what should I say?
08:05Then she said, it's a place at home,
08:10so it's a place for people,
08:12so we're in the midst,
08:15we're in the midst of the call.
08:17Then we're out of stressā¦
08:19and people are out thereā¦
08:22At the end,
08:24then we're out for the right to play,
08:26Then, his hand is like this.
08:31The nostril is sentient by someone when he is nervous.
08:37Usually, when someone asks a question that he doesn't have to answer,
08:43or when he says something,
08:45he says,
08:46this doesn't mean that from the beginning,
08:49he goes back to the beginning.
08:52But it's not.
08:53This is the beginning of the beginning.
08:56Then, he says,
08:58this is the beginning of the beginning.
09:01What do you mean?
09:03Why do you need to be nervous for something that is angry?
09:06If we are angry, we are nervous.
09:08If we are angry, we are not angry.
09:10We are not angry.
09:11We are not angry.
09:12What do you mean?
09:15What do you mean?
09:16It's not angry.
09:18It's true, sir.
09:19I think,
09:21I am angry.
09:22I, the conclusion that he has to be angry with,
09:25but he is scared.
09:26That's clear.
09:27That's obvious.
09:28It's clear.
09:29And,
09:30can you pay attention to that?
09:31We ask that
09:32the response?
09:33It must be replied.
09:36But, this is multi-functions and everything.
09:38If you are angry,
09:40yang tidak
09:41you think that it was a huge one, why did you give the explanation?
09:47Just, just.
09:48He said and he said, he said, he said, I don't know what he's talking about and he said,
09:52but he said, and this is for it, he said, this is for the aircraft and all kinds of fun.
09:57It's like that.
09:58It's about it.
10:00It's about it.
10:01It's about it.
10:02It's about it.
10:04And it's not easy.
10:07It's only one who feels wrong, it's not normal.
10:09According to Mirsa Foyi, what kind of Purbaya is effective to protect the use of the government?
Comments