00:00Saudara di tengah harga bahan pokok yang mahal di jagad media sosial
00:03ramai tren 10 ribu di tangan istri yang tepat.
00:08Meski dikemas dengan gaya hiburan dan tantangan,
00:10namun tren ini justru menuai pro kontra dan dianggap menormalisasi keterbatasan ekonomi.
00:16Menurut data resmi garis kemiskinan badan pusat statistik,
00:19pada Maret 2025 adalah sebesar Rp609.000 per kapita
00:23atau per kepala tiap bulan atau sekitar Rp20.000 per hari.
00:29Berikut liputannya untuk Anda.
00:32Dikasih uang belanja Rp10.000 per hari tapi masih bisa ditabung.
00:36Kira-kira ini termasuk istri yang tepat belum ya?
00:40Gimana saudara? Familiar ya ungkapan tadi.
00:42Jadi memang kalau di Medsos ini lagi viral.
00:46Tren Rp10.000 di tangan istri yang tepat.
00:49Ada sih beberapa netizen yang ikutan tren ini dan menunjukkan uang Rp10.000 bisa dibelanjakan
00:54untuk beli kangkung, tempe, dan bahkan ada sisanya untuk ditabung.
00:58Tapi di sisi lain netizen juga ini ada yang kontra.
01:01Mereka menyoroti soal nilai gisi dan juga sisi tanggung jawab seorang suami sebagai pencari nafkah.
01:10Tren Rp10.000 di tangan istri yang tepat memantik polemik di media sosial.
01:14Ada yang menjadikan ini lelucon,
01:15namun banyak yang mengakui ini bisa menjadi rendungan sosial di tengah ekonomi sulit.
01:20Menurut Anda uang Rp10.000 untuk belanja harian istri ini make sense nggak?
01:28Atau justru ini sudah mengarah ke kekerasan finansial, bahkan toxic positivity?
01:34Coba deh, kita gali dulu dari perspektif perempuan.
01:37Suaminya harusnya punya effort lebih sih, masa Rp10.000 ya, itu toxic positivity banget.
01:43Apalagi kalau dipuji-puji ya, istrinya Rp10.000 harusnya sih.
01:47Ya suaminya sih yang merasa malu nggak sih harusnya?
01:51Iya sih, toxic positivity banget.
01:54Sebenarnya istri yang tepat itu apa gitu kan?
01:57Standarnya seperti apa? Idealnya bagaimana gitu?
01:59Dan itu tertulis di mana gitu?
02:02Di tangan istri yang tepat gitu.
02:04Jadi nggak usah lah pakai kata-kata istri yang tepat itu.
02:07Karena kata tepat di setiap orang itu beda.
02:11Kalau memang kamu tidak bisa memberikan lebih dari Rp10.000 ya,
02:20kayaknya kamu bukan orang yang tepat.
02:22Nah itu dia kalau dari sisi perempuan.
02:24Gimana kalau perspektif laki-laki?
02:26Kira-kira Rp10.000 ini cukup nggak sih untuk belanja istri sehari?
02:31Sebagai istri yang, sebagai suaminya baik itu harus mencukupi segala kebutuhan istri.
02:37Kalau Rp10.000 untuk satu hari masak,
02:40kalau sebagai anak kos atau anak kuliah, sekolah itu masih bisa.
02:45Bisa untuk satu orang, untuk beli nasi bungkus.
02:48Tapi kalau untuk istri sekeluaranya,
02:50beras pun sekarang Rp15.000 ya yang bagus ya.
02:54Kalau untuk Rp10.000 mungkin hanya bisa beli minyak.
02:58Minyak pun itu nggak sampai satu liter ya.
03:00Jadi menurut saya itu merupakan kekerasan finansial sih.
03:04Sebagai suami kepada istri.
03:05Ini possible.
03:07Kalau istri bisa hemat itu salah satunya kekerasan sih.
03:11Kalau sebagai suami harusnya semuanya kebutuhan istri bisa dicukupi.
03:16Karena menurut saya itu uang istri itu ya uang istri.
03:19Kalau uang suami itu juga uang istri.
03:21Kalau kita tarik dari data BPS saudara garis kemiskinan nasional per Maret 2025 itu
03:28sebesar Rp609.160 per kapita per bulan.
03:33Jadi kalau dihitung pengeluaran hariannya itu sekitar Rp20.305 per kapita per hari.
03:41Jika pengeluaran seseorang atau rumah tangga ini berada di bawah nilai garis kemiskinan nasional,
03:49maka seseorang atau rumah tangga itu bisa dikategorikan miskin.
03:55Lama-lama saya jadi overthinking nih saudara.
03:57Jangan-jangan tren ini sebenarnya menunjukkan permasalahan struktural yang lebih besar.
04:02Yakni betapa kerasnya masyarakat ini mencoba untuk menahan konsumsi mereka.
04:08Sampai-sampai harus mengorbankan kesehatan dan keharmonisan keluarga.
04:12Renata Panggalo, Bodia Vimala, Kompas TV, Jakarta.
Komentar