00:00Mamma is always training to Sholat
00:10Mamma is always training to Sholat
00:14But Mamma should not be Sholat
00:19For when I'm fasting, Mamma will also follow I'm fasting
00:25He might teach you to Mamma
00:30It's not like this is how to teach Islam religion.
00:35I'm not Muslim.
00:37But I'm a mother.
00:39I know how to teach my son.
00:42Sorry, Ayah.
00:43There's a simple solution.
00:45You go to Islam.
01:00Okay, jadi karakter aku sebagai Fafat.
01:11Fafat ini adalah anak dari seorang ustazah.
01:16Dibilang dia cukup puas sama agamanya.
01:20Dia sedang berusaha membangun sebuah keluarga.
01:24Dia ingin segera menikah.
01:26Dia tidak percaya sama adanya pacaran.
01:28Kalau suka langsung kita taruf ya.
01:34Taruf ya.
01:35Langsung serius aja gitu.
01:36Gak main-main langsung.
01:37Ayo.
01:38Seperti itu.
01:39Udah punya prinsip.
01:41Ya seperti itu.
01:47Apa ya?
01:48Mungkin lebih ke...
01:49Ya tantangan aja.
01:50Senang aja dapat tantangan baru.
01:52Ya memaikin karakter ini.
01:54Terus agamanya Muslim juga.
01:57Jadi tantangan.
01:59Senang.
02:00Senang banget.
02:01Excited pastinya.
02:06Apa ya?
02:07Gak terlalu.
02:08Gimana-gimana sih jujur ya.
02:09Untuk tantangan sendiri.
02:10Karena mungkin lebih ke message.
02:12Ini kan sebuah message bahwa.
02:14Kenapa aku ngambil tawaran ini.
02:16Karena memang.
02:17Aku suka sama alur ceritanya.
02:19Alur ceritanya menurut saya.
02:23Ini sebuah message penting.
02:25Yang ingin disampaikan.
02:27Bahwa.
02:29Kisah tentang perbedaan agama itu bisa seperti apa.
02:34Terus dengan adanya toleransi.
02:38Antara dua agama itu seperti apa.
02:41Itu membuat saya menjadi tantangan tersendiri.
02:44Itu lebih ke inisiatif sendiri pastinya.
02:45Karena kan.
02:46Disini karakter Fafat memang harus punya anak kecil.
02:47Perempuan.
02:48Treatment.
02:49Punya anak perempuan.
02:50Pasti lebih ke inisiatif sendiri.
02:51Pastinya.
02:52Karena kan.
02:53Disini karakter Fafat memang harus punya anak kecil.
02:56Perempuan.
02:57Treatment.
02:58Punya anak perempuan.
02:59Pasti lebih cautious gitu.
03:02Sekarang pun aja.
03:03Kalau aku belum punya anak.
03:04Aku berpikir.
03:05Sewaktu-waktu.
03:06Kalau anak aku perempuan.
03:08Aku pasti posesif.
03:10Aku pasti pengen jagain.
03:12Aku akan kuatir.
03:13Anak ini nanti.
03:14Siapa yang jemput.
03:15Cowok siapa yang jemput.
03:16Mau diapain sama cowok ini.
03:18Aku harus kenal backgroundnya.
03:20Beda kalau cowok.
03:21Kalau cowok ya udahlah.
03:22Ya lu berbuat yang bandel.
03:24Tanggung jawab sendiri.
03:25Tapi kalau anak cewek itu.
03:27Gatau ya.
03:28Sudah dari.
03:29Sudah dari sananya.
03:30Kita sebagai laki-laki itu merasa.
03:32Anak perempuan itu.
03:33It's.
03:35Harus lebih di emong banget.
03:38Dan dijaga sih.
03:39Mungkin itu sudah menjadi apa ya.
03:41Watak.
03:43Seorang laki-laki gitu.
03:44Itu yang gak bisa di.
03:45Di.
03:46Di.
03:47Gak bisa di hilangkan ya.
03:49Gimana ya.
03:50Udah bawaan dari.
03:51Sana.
03:52Jadi.
03:53Kalau punya anak perempuan itu.
03:54Harus lebih di.
03:55Saya takut.
03:56Sebenarnya takut.
03:57Punya anak perempuan itu.
04:02Enggak sih.
04:03Hanya cuman ngeliat.
04:04Tapi riset sih enggak.
04:05Cuman.
04:06Ya perilaku seorang ayah aja.
04:07Itu kan sangat general ya.
04:08Sebenarnya.
04:09Kita bisa lihat dimanapun.
04:10Bagaimana cara ngeliat.
04:12Di supermarket.
04:13Misalkan ada seorang ayah.
04:15Sama anaknya yang kecil.
04:19Cewek seperti apa.
04:20Gitu.
04:21Kalau.
04:22Sama anak cowok seperti apa.
04:24Di.
04:25Sosial media juga.
04:26Kita bisa lihat bahwa.
04:27Seorang ayah.
04:28Kalau lagi bermain sama anaknya yang perempuan.
04:30Seperti gimana.
04:31Disayang-sayang banget.
04:33Bapaknya mau preman.
04:34Seperti apa.
04:35Mau.
04:37Se.
04:38Garang apapun.
04:39Laki-laki.
04:40Tapi ketika anaknya perempuan.
04:42Sisi softnya itu akan.
04:44Timbul.
04:45Beda sama kalau punya anak laki-laki ya.
04:51Oh ya.
04:52This is very good question.
04:53Pandangannya adalah begini.
04:55Terkadang.
04:57Kita sebagai anak.
04:59Kita suka tidak bisa mengerti apa yang kita rasakan.
05:04Karena.
05:05Kenapa sih.
05:06Orang tua kita gini.
05:07Orang tua kita gini.
05:08Gitu.
05:09Ngejagain banget.
05:10Kita ngerasa annoyed ya.
05:12Tapi terkadang.
05:14Kita harus memposisikan juga.
05:15Dan ini kesempatan buat aku.
05:16Kemarin bisa memainkan seorang ayah.
05:18Mendalami karakternya.
05:21Michelle mendalami karakter seorang ibu.
05:23Kita bisa melihat bahwa.
05:24Oh ternyata begini gitu.
05:25Menjadi seorang.
05:26Orang tua itu.
05:29Prioritasnya akan berubah.
05:30Anak itu sudah menjadi bagian dari mereka.
05:34Part of them.
05:35Yang mereka harus jaga utuh.
05:37Bukan.
05:39Apa ya.
05:40Kita ngomongnya.
05:43Ya kita khawatir banget.
05:45Kita pengen yang terbaik buat anak kita.
05:46Prioritas kita sudah bukan diri kita.
05:47Prioritas kita memang anak gitu.
05:49Dan itu saya rasakan dalam satu bulan proses shooting.
05:51Jangan panggil mama cafe.
05:58Pasti.
05:59Karena.
06:01Tanggung jawab itu penting banget.
06:02Apalagi sebagai laki-laki ya.
06:03Pemimpin.
06:04Saya percaya bahwa.
06:06Saya tidak setuju dengan.
06:08Feminism.
06:09Saya gak setuju banget.
06:11Saya percaya bahwa.
06:12Di agama manapun.
06:14Laki-laki itu memang.
06:16Posisinya di atas perempuan.
06:18Sorry to say.
06:19But that's the fact.
06:20That's what I believe in.
06:21Bukan saya against sama wanita.
06:23Tapi memang itulah.
06:24Buku yang saya pelajari.
06:26Dan saya yakin banyak orang di luar sana.
06:29Bahwa.
06:30Ya laki-laki mau di Islam.
06:31Kristen agama apapun.
06:32Laki-laki itu imam.
06:35Bukan berarti kita di atas perempuan.
06:36Bukan.
06:37Tapi memang.
06:38Kita dikasih Tuhan.
06:42Apa ya.
06:43Perilaku bawaan dari sana.
06:44Bahwa.
06:47Kita harus pegang kendali setir.
06:49Dalam kehidupan ini.
06:52Ketika kita merasa.
06:53Perempuan itu di atas kita.
06:56Kita merasa.
06:57Bahwa.
06:59Tidak ada lagi.
07:00Yang kita bisa banggakan.
07:02Kita pengen.
07:03Hal kecil seperti.
07:04Oh iya.
07:05Mejanya rusak.
07:06Gimana ya.
07:07Itu tuh.
07:08Meskipun kita sebagai laki-laki.
07:09Belum tentu bisa.
07:10Tapi.
07:11Kita merasa ego kita dikasih makan.
07:12Kita seneng.
07:13Kita merasa.
07:14Kita penting.
07:15Kita dibutuhkan.
07:16Itu aja sih sebenernya.
07:17Itu sih pesan penting.
07:19Yang memang.
07:20Aku tangkep dari.
07:21Salah satu.
07:22Ini.
07:23Bedang merah kecil ya.
07:24Dalam film ini.
07:25Yang saya tangkep juga.
07:26Bahwa.
07:27Fafat melakukan tugasnya sebagai laki-laki.
07:29Tidak pelin-pelan.
07:30Dia tegas.
07:31Terhadap apa yang dia mau.
07:32Dia tunjukkan itu ke Maria.
07:34Dan.
07:35Dia.
07:36Maria memainkan perannya.
07:40Sebagai seorang ibu.
07:41Dan menurut saya.
07:42Itu yang saya tangkap ya.
07:45Bahwa maksudnya.
07:46Sebuah.
07:47Sebuah.
07:48Apa ya.
07:49Ketegasan laki-laki.
07:50Itu bisa dilihat dari.
07:51Dari karakter Fafat.
07:56Oh enggak sih.
07:57Untungnya enggak.
07:58Saya selama ini.
07:59Semua proyek saya.
08:00Saya tidak pernah.
08:01Kebawa.
08:02Ke kehidupan pribadi.
08:03Ya.
08:05Menurut saya.
08:07Ini kan sebuah.
08:08Pekerjaan.
08:09Dimana kita harus bisa membedakan.
08:10Antara.
08:11Real life.
08:12Sama.
08:13Work life.
08:14Dimana.
08:15Meskipun kita menjadi seorang karakter tersebut.
08:18Ya.
08:19Kita tahu lah.
08:20Bisa.
08:21Kita dengar kata cut ya.
08:23Be ourself.
08:24Gitu.
08:25Ya.
08:26Setiap orang punya treatment masing-masing.
08:28Ada yang memang.
08:29Susah untuk meninggalkan karakternya.
08:31Karena.
08:32Dia mempersiapkannya begitu panjang.
08:34Dan menurut aktor itu.
08:36Itu cara yang terbaik buat dia.
08:38It's a good band.
08:39Saya support juga.
08:40Itu cara yang bagus.
08:41Cuma cara saya memang.
08:43Saya belum bisa.
08:44Menggunakan cara seperti itu.
08:46Saya menggunakan cara yang memang.
08:47Ya.
08:48Saya pelajar dari yang saya tahu.
08:49Karakter yang saya bentuk dari awal.
08:51Saya memiliki karakter itu.
08:53Ketika saya dengar kata cut.
08:54Ya udah.
08:55Saya jadi jino gitu.
08:56Nyantai lagi.
08:57PalAK!
08:58dancer!
08:59SDK!
09:00Saya be Sobat!
09:01Itu salah satu.
09:02Traits.
09:03Fafat.
09:04Yang saya suka.
09:05Adalah.
09:06Tadi.
09:07Eee.
09:08Dia sangat yakin.
09:09Sama apa yang dia mau.
09:10Laki-laki sejati.
09:12Laki sejati.
09:13Laki-sejati adalah laki-laki yang bisa.
09:15Soft.
09:16Terhadap.
09:17Pasangannya.
09:18to honor her husband, her mother, her mother.
09:24In my opinion, it was very difficult to do this.
09:30He was so patient.
09:33He didn't have a tendency to make a decision.
09:38But he was confident that he still has a principle.
09:42In my opinion, the principle is difficult to do this.
09:47To do this.
09:49Because there are a lot of comparison.
09:54There are a lot of speed of life in the moment.
09:59So, people just want to be instant.
10:03So, I feel like if I'm a son of a son,
10:06I want to have a character like Fafat.
10:13I'm in peace, bro.
10:15Maybe it's better.
10:17Yeah, you're cool, bro.
10:18Because you've already given...
10:21What do you mean?
10:22What do you mean?
10:24And...
10:25...
10:27...
10:28...
10:29...
10:30...
10:31...
10:32...
10:39...
10:40...
11:02...
11:03...
11:04...
11:05...
11:07...
11:08...
11:09...
11:10...
11:11...
11:12...
11:13...
11:15...
11:16...
11:17...
11:19...
11:21...
11:22...
11:23...
11:24...
11:25...
11:26...
11:27...
11:29...
11:30...
11:31...
11:34...
Comments