00:00Ucapan Menteri Keuangan Purbaya soal Pertamina sengaja membakar kilang minyak menjadi konspirasi.
00:06Sehari setelah pernyataan Purbaya itu, kilang minyak di Dumai Riau terbakar.
00:11Sejumlah pakar turut mengamini pernyataan Purbaya dengan hipotesis yang mendukung.
00:16Simak informasi selengkapnya di FOLI hari ini.
00:22Menteri Keuangan Purbaya Yudhisa Dewa mengatakan bahwa Pertamina malas-malasan dalam membangun kilang minyak.
00:28Hal ini yang mengungkapkan saat rapat bersama DPR 30 September.
00:32Padahal katanya pada tahun 2018 saat Purbaya menjabat sebagai deputi bidang koordinasi kedaulatan maritim dan energi di Kemenko Maritim di bawah Menko Luhut,
00:42Pertamina pernah berjanji membangun tujuh kilang baru dalam lima tahun.
00:47Namun sampai hari ini tidak ada satupun yang terrealisasi.
00:50Purbaya pun meminta komisi 11 DPR mendesak dan nantara supaya Pertamina membangun kilang minyak baru.
00:56Tujuannya agar Indonesia tidak terus menerus impor BBM dari Singapura.
01:01Karena katanya Indonesia rugi besar akibat selalu impor BBM.
01:05Diketahui impor hasil minyak melonjak dari 20,7 miliar dolar AS pada 2018 menjadi 25,92 miliar dolar pada akhir 2024.
01:16Badan Pusat Statistik juga mencatat neraca migas Indonesia defisit sebesar 20,4 miliar USD.
01:22Menteri Purbaya pun mengancam akan mencopot direktur utama Pertamina dan mengancam memotong anggaran subsidi dari pemerintah jika proyek pembangunan kilang tidak segera dijalankan.
01:34Ucapan Menteri Purbaya soal Pertamina sengaja membakar kilang minyak ini memang belum disertai bukti konkret.
01:40Namun sejumlah pakar turut mendukung pernyataan Purbaya.
01:44Salah satunya pengamat ekonomi energi Fahmi Radi yang tergabung dalam tim anti-Mafia Migas tahun 2014 yang diketuai oleh Faisal Basri.
01:53Saat itu Faisal Basri dan timnya berhasil memberantas para Mafia Migas.
01:58Fahmi pun membeberkan hipotesis yang mendukung pernyataan Purbaya.
02:02Menurutnya dugaan Pertamina sengaja membakar kilang agar produksi kilang menurun sehingga impor bisa meningkat.
02:10Dari situlah para Mafia Migas bisa cuan besar.
02:13Fahmi pun meminta danantara agar tidak melibatkan Pertamina dalam membangun kilang baru.
02:18Dia khawatir jika proyek tersebut diserahkan ke Pertamina maka pembangunan kilang tidak akan terrealisasikan.
02:26Karena ia menduga kuat para Mafia Migas berada dalam tubuh Pertamina sendiri.
02:30Fahmi juga meminta agar Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung dalam memberantas Mafia Migas.
02:37Karena katanya para Mafia Migas ini sangat sulit diberantas.
02:41Dia pun mendesak pihak-pihak terkait untuk mengusutuntas kasus ini.
02:44Dimulai dari kasus kebakaran kilang minyak Pertamina di Dumai yang baru terjadi 1 Oktober lalu.
02:50Diketahui kasus kebakaran kilang minyak Pertamina di Dumai sudah terjadi berkali-kali.
02:55Sampai hari ini penyebab pasti kasus kebakaran kilang minyak Pertamina yang terjadi di Indonesia selama ini masih menjadi tanda tanya.
03:03Pertanyaannya bagaimana dengan sistem keamanan Pertamina?
03:07Apakah Pertamina tidak belajar dari insiden kebakaran yang sudah terjadi berulang kali?
03:12Berapa kerugian negara dari setiap kasus kebakaran kilang dan impor yang terus meningkat?
03:17Jadi kebakaran kilang itu beruntun gitu ya.
03:21Nah kemudian yang selalu dikambing hitamkan karena terkena petir gitu ya.
03:25Kalau misalnya itu ya sistem keamanan untuk fasilitas strategis seperti kilang itu keamanannya itu berlapis-lapis.
03:35Sehingga kebakaran tadi mestinya tidak akan terjadi gitu ya.
03:38Di luar negeri misalnya dia mencapkan standar keamanannya itu zero aksiden.
03:43Jadi tidak pernah ada kecelakaan.
03:45Kalau terjadi misalnya percikan api maka dengan cepat sistem keamanannya berlapis-apis itu mematikannya.
03:53Tapi di Indonesia dengan sangat mudah terjadinya kebakaran dan tadi berulang tadi.
03:59Nah maka kemudian itu ya sebagai pernah menjadi yang tadi Manti Malfi Amigas yang melakukan kajian itu.
04:06Saya membuat petiris ini jangan-jangan memang disengaja tujuannya apa?
04:12Tujuannya agar produksi kilang kita itu menurun dan mudah menaikkan impor.
04:17Apalagi sebelumnya kan kilang kita selama tidak pernah dibangun oleh Pertamina.
04:22Nah itu kan kilangnya kan tua renta gitu ya.
04:26Jadi mudah rusak, mudah terbakar.
04:29Nah pembangunan kilang tadi gitu ya itu sejak pemerintahan SBI, Jokowi itu nggak pernah berhasil.
04:37Kalau kemudian diancam Luhut, ngancam kalau Pertamina tidak mampu membangun kilang, direksinya dipecat misalnya.
04:47Hal sama kan dilakukan juga oleh siapa?
04:51Menteri Keuangan tadi kan mengancam itu juga gitu ya.
04:54Nah tapi ancaman itu nggak cukup gitu.
04:56Nyatanya kilangnya tetap nggak dibangun gitu ya.
05:00Nah kalau dugaan saya tadi benar gitu ya, maka jangan harap kilang tadi dibangun oleh Pertamina.
05:07Maka pemerintahan Prabowo gitu ya, harus melibatkan danantara gitu ya.
05:18Jadi danantara nanti untuk membangun kilang tadi, jangan melibatkan Pertamina.
05:23Nah kalau kilang sudah jadi, nah silahkan Pertamina, ini silahkan pakai.
05:29Nah dengan kilang tadi akan menurunkan ya di impor BBM.
05:35Dan ini saya kira sesuai dengan komitmen Prabowo untuk mencapai kedaulatan energi.
05:42Untuk mencapai suasembada energi.
05:47Kalau seperti sekarang, itu kan impornya meningkat terus.
05:50Saya kira 1,2 juta barrel per hari.
05:54Ini besar sekali, ini mengerus devisa kita.
06:01Harganya jadi lebih mahal, beban subsidi jadi lebih tinggi.
06:05Nah ini harus segera diakhiri gitu ya.
06:07Apa yang disampaikan oleh Purwaya, saya kira sangat bagus, simpatik juga gitu ya.
06:12Tetapi nggak cukup hanya sistemnya Purwaya gitu ya.
06:16Pokoknya harus bisa mengkonsolidasikan pada pihak-pihak yang terlibat.
06:22Nah kemudian bangunlah.
06:24Yang bangun siapa? Dan antara.
06:26Nah kalau investor, saya kira itu tinggal dihubungi kembali gitu ya.
06:31Ramko, Qatar, kemudian Rusia.
06:34Mereka akan sangat bersedia investasi di kilang.
06:37Karena menurut saya juga itu ya pembangunan kilang di Indonesia itu sangat profitable.
06:41Sumber. Kenapa? Karena kita punya minyak mentah sebagai sumber untuk membuat BBM.
06:50Kemudian BBM-nya kita punya pasar yang besar sekali.
06:54Jadi nggak perlu take konsumen tadi gitu ya.
06:58Melihat semua itu.
07:00Saya kira investor akan dengan senang hati investasi di Indonesia gitu ya.
07:04Nah sekarang tinggal bagaimana siapa yang mengajak.
07:07Menurut saya ini kesempatan bagi dana antara gitu ya.
07:10Untuk membangun tadi gitu ya.
07:13Itu loh.
07:13Kalau memang pemerintah serius ingin membangun kilang,
07:20maka jangan libatkan Pertamina.
07:23Karena disitu masih berkeliaran gitu ya.
07:26Mafia Mikas dan mereka sangat kuat gitu ya.
07:30Dulu Jokowi misalnya menempatkan Ahok di Komisaris untuk memberantas Mafia.
07:37Nyatanya nggak bisa apa-apa juga si Ahok tadi gitu ya.
07:41Nah maka perlu ada suatu tim yang kuat gitu ya.
07:47Kemudian itu di bawah Presiden langsung gitu ya.
07:51Membangun apa, kilang tadi.
07:55Nah kalau misalnya bukan Presiden yang itu
08:03masalahnya yang dihadapi gitu ya.
08:06Itu para Mafia Mikas berserta backing-nya.
08:09Itu sangat-sangat kuat sekali.
08:13Dahlan Iskan itu pernah mengatakan di publik gitu ya.
08:16Waktu menjadi Menteri BUMN.
08:21Jadi Dahlan Iskan juga akan melawan Mafia Mikas dengan membubarkan Petra.
08:28Tapi Dahlan Iskan mengatakan, saya nggak sanggup.
08:31Karena apa? Karena backing-nya langit tujuh.
08:34Nah oleh karena itu gitu ya.
08:36Kalau memang membangun kilang dan memberantas Mafia Mikas
08:39yang harus berhadapan dengan backing itu di atas langit tujuh gitu ya.
08:43Nggak tahu ada nggak itu sih.
08:45Jalatul Muntaha berarti gitu ya.
08:47Itu mestinya dilakukan begitu.
08:49Siapa dia? Ya Presiden.
08:51Dan sekali lagi jangan melibatkan Tetamina.
08:56Karena disitulah para Mafia Mikas berkeliaran gitu ya.
09:00Menurut pemirsa Foli, haruskah Presiden Prabowo turun tangan
09:03untuk memberantas Mafia Mikas
09:05seperti Riza Halid yang masih buron
09:07atau Mafia-Mafia lainnya yang belum terungkap?
09:21Terima kasih telah menonton!
Comments