Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Susi Pudjiastuti Desak Prabowo Hentikan Tambang Nikel di Raja Ampat: Kerusakan Mustahil Dimaafkan

Link terkait:
https://www.suara.com/news/2025/09/16/095143/raja-ampat-kembali-dikeruk-pt-gag-nikel-susi-pudjiastuti-ke-prabowo-kerusakan-mustahil-termaafkan

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersuara lantang mendesak agar Presiden Prabowo Subianto turun tangan menghentikan eksploitasi alam di Raja Ampat, Papua Barat. Seruan itu dilayangkan Susi Pujiastuti menanggapi PT Gag Nikel yang kembali beroperasi atas izin Kementerian ESDM.

Lewat cuitannya di akun X pribadinya pada Senin (15/9) kemarin, Susi Pudjiastuti pun menyebut aksi perusakan lingkungan di Raja Ampat lewat eksplorasi tambang tidak bakal termaafkan.

Dia pun 'mencolek' akun X milik Presiden Prabowo agar desakannya untuk menyetop izin pertambangan di Raja Ampat bisa didengar langsung oleh kepala negara.

#SusiPudjiastuti #PrabowoSubianto

Vo/Video Editor: Talita/Mutiara
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Susi Puji Astuti desak Prabowo hentikan tambang nikel di Raja Ampat, kerusakan mustahil dimaafkan.
00:08Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Puji Astuti mendesak Presiden Prabowo Subianto menghentikan eksploitasi alam di Raja Ampat, Papua Barat.
00:18Melalui akun X, Susi menilai kerusakan akibat tambang PT Gak Nikel tidak akan bisa dimaafkan.
00:23Ia bahkan menandai akum Presiden, seraya menyebut khawatir izin dari Kementerian ESDM bisa menjadi bulder bagi Kepala Negara.
00:32Menangkapi hal ini, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Triwi Narno menjelaskan bahwa Operasional PT Gak Nikel masih dalam rangka evaluasi audit lingkungan.
00:45Ia menyebut hasil evaluasi lintas Kementerian telah dilaporkan kepada Menteri ESDM, Bahdelahadalia.
00:51Sebagai catatan, aktivitas PT Gak Nikel sempat dihentikan sejak 5 Juni 2025 untuk evaluasi.
00:59Namun perusahaan yang berstatus anak usaha PT Antam itu masih memegang izin kontrak karya hingga 2047.
01:06Dengan target produksi mencapai 3 juta weight metric ton nikel.
01:10Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan