Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 bulan yang lalu
KATHMANDU, KOMPAS.TV- Aksi yang bergulir di Nepal berujung tragedi, jatuh korban luka hingga meninggal dunia.

Para generasi muda atau generasi Z di Nepal turun ke jalan menyuarakan aspirasi. Mereka memprotes kebijakan soal pemblokiran media sosial di tengah isu korupsi dan gaya hidup hedonis para keluarga pejaabat tinggi. Protes mereka berdampak pada pemangku kebijakan yang turun dari jabatan.

Menanggapi aksi yang terjadi, pihak keamanan mengimbau untuk negosiasi demi keadaan yang lebih terkendali.

Sahabat Kompas TV, berikan pendapat anda soal berita tersebut, tulis dengan bijak di kolom komentar ya!

Baca Juga Anggota Komisi I DPR Desak Pemerintah Siapkan Langkah Mitigasi hingga Evakuasi WNI di Nepal di https://www.kompas.tv/nasional/616915/anggota-komisi-i-dpr-desak-pemerintah-siapkan-langkah-mitigasi-hingga-evakuasi-wni-di-nepal

Editor Video: Joshua Victor

#demonepal#nepal#demogenznepal#nepal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/616927/kronologi-demo-nepal-gen-z-protes-isu-korupsi-hingga-aksi-pembakaran-gedung-parlemen
Transkrip
00:00Aksi protes di Nepal
00:30Para generasi muda merasa informasi dibatasi
00:33Mereka bergabung dan menumpuk di gedung parlamen Katmandu
00:37Mereka mendesak pemerintah mencabut warangan media sosial
00:41Amarah mereka memuncak karena adanya pemblokiran media sosial
00:46Yang dianggap mengekang kebebasan dalam berekspresi
00:49Di tengah munculnya isu korupsi
00:51Kerecuhan terjadi dan tak bisa terkendali
00:55Demo tersebut berujung pada tragedi
00:58Setelah 21 korban meninggal dunia
01:01Sementara itu hingga berita ini dibuat
01:04Sudah ada 400 orang terluka akibat tindakan dari aparat
01:07Warga Nepal yang berusia 13 hingga 28 tahun
01:12Menuding pemerintah tak mampu memberangus korupsi yang telah menahun
01:16Para gen Z tersebut merasa terluka
01:19Dengan pemerintahnya yang diduga korup selama puluhan tahun
01:22Kekesalan peserta demo mencapai beda titik limak saat pemerintah Nepal menutup Facebook, Instagram, Whatsapp, X, hingga Youtube juga LinkedIn
01:32Menurut pemerintah Nepal kebijakan itu untuk menampik hoaks dan ujaran kebencian
01:39Juga menekan perusahaan teknologi asing agar secara resmi terdaftar di Nepal
01:43Namun, seperti ular kena pedal
01:47Keputusan itu mengundang demonstrasi di ibu kota Katmandu dan kota-kota lainnya
01:52Padahal, sebelumnya pemerintah telah mencabut pemelukiran media sosial
01:56Namun, nasi telah menjadi bubur
01:59Gelombang aksi terus terjadi
02:02Berdasarkan data dari Bank Dunia
02:05Pemuda di Nepal yang menganggur sampai dengan tahun 2024 sejumlah 20,8 persen
02:11Keadaan itu menambah situasi semakin memburuk dengan adanya gerakan online yang menentang nepo kids
02:19Yakni, anak-anak politisi yang memamerkan gaya hidup hedonis
02:23Hal itu seolah membesarkan bara api
02:28Publik semakin demarah karena adanya kesenjangan sosial dari praktik nepotisme
02:33Para peserta aksi tak main-main
02:37Mereka bahkan mengarah menteri keuangan
02:40Dari video yang beredar, menteri keuangan Nepal berlari menghindari dari masa
02:45Bahkan ia mendapatkan serangan fisik dari sejumlah orang
02:48Sejak kericauan terjadi di Nepal yang bahkan mengarah ke kediaman para pejabatnya
02:54Membuat pemimpin Nepal mundur
02:56Presiden Nepal memundurkan diri
02:58Beberapa jam setelah Perdana Menteri Nepal juga mundur
03:01Akibat demonstrasi yang rusuh hingga memicu aksi membakaran rumah pejabat
03:06Keadaan itu membuat Nepal berjalan tanpa pemimpin
03:10Kabar mewujudkan datang dari mantan Perdana Menteri Nepal
03:15Jalanat Canal yakni Raja Laksmi Citra Raka
03:18Ia meninggal dunia akibat terjebak dalam rumahnya saat masa membakar rumahnya
03:24Berdasarkan informasi, Citra Raka sempat dilarikan ke rumah sakit
03:30Namun ia dalam keadaan sudah sangat kritis
03:33Ia mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh
03:37Namun nyawanya tak tertolong
03:40Diketahui para pemimpin Nepal berlindung di balik aparat keamanan
03:44Mereka, para Den Mostran telah menentang jam malam di Katmandu dan sekitarnya
03:50Mereka mendesak adanya akuntabilitas dan informasi dalam pemerintahan
03:54Dihawatirkan aksi protes sehingga kerusuhan terus berlanjut
03:59Jika pemerintah tidak mendengarkan tututan dari mahasiswa
04:04Dan berbagai elemen kelompok masyarakat
04:06Keadaan Nepal yang tak menentu mau tak mau membuat warga yang terdampak
04:11Harus meninggalkan kota
04:12Mereka pergi ke berbatasan atau pergi ke layanan kesehatan untuk pemulihan
04:17Di sisi lain, mereka yang terdampak bahkan tak bisa beraktifitas
04:40Sebagian dari mereka, warga yang terdampak tidak dapat keluar dari penginapan mereka
04:45Terima kasih telah menonton!
05:15Sementara itu, dampak aksi yang terjadi membuat mereka para pengusaha buka suara
05:21Mengungkapkan apa yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah
05:24Demi keadaan yang lebih baik
05:26Di sisi lain, seorang mantan polisi mengungkapkan apa yang harus dilakukan oleh pemerintah
05:51Terkait keamanan mereka
05:54Geliat para peserta demo juga muncul hingga di bandara
06:13Asap tampak membumbung tinggi di Bandara Internasional Tribu Fan di Katmandu
06:19Kebakaran membuat wisatawan tertahan di bandara
06:22Mereka tampak berdiskusi dengan petugas bandara
06:26Kericuannya yang terjadi hingga kebakaran di bandara membuat visibilitas sangat rendah
06:32Sehingga pesawat tak bisa melakukan penerbangan
06:35Kebakaran itu membuat pergerakan wisata menjadi terhenti
06:39Pada lokasi lain, tempatnya di pusat konvensi Birendra di Katmandu
06:44Juga dilalap api
06:46Para pengunjuk rasa telah menentang jam malam
06:48Mereka kebanyakan dari kaum Gen Z yang mengutuk keras korupsi pemerintah
06:52Dan pemblokiran media sosial
06:53Terima kasih telah menonton
07:23Di sisi lain, polisi menyambut dengan gaisa armata
07:45Dan diduga menggunakan peluru tajam
07:48Pihak berwenang semakin menambah jam malam
07:50Hingga berita ini dibuat
07:52Ratusan orang terluka termasuk mereka
07:54Dari pihak kepolisian
07:55Menanggapi hal tersebut
07:57Panglima Tentara Nepal mengungkapkan soal imbawan pada demonstran
08:01Untuk menekan gelombang profes
08:02Dan mengajak mereka untuk melakukan diskusi
08:05Terima kasih telah menekan
08:06Terima kasih telah menekan
08:08Terima kasih telah menekan
08:10Terima kasih telah menekan
08:12Terima kasih telah menekan
08:14Terima kasih telah menekan
08:15Terima kasih telah menekan
08:16Terima kasih telah menekan
08:17Terima kasih telah menekan
08:19Terima kasih telah menekan
08:20Terima kasih telah menekan
08:21Terima kasih telah menekan
08:23Terima kasih telah menekan
08:25Terima kasih telah menekan
08:27Terima kasih telah menekan
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan