Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PASAMAN, KOMPAS.TV - Di usia senjanya, seorang nenek di Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, memilih berdiri tegak menjaga lahan yang ia miliki.

Nenek Saudah menolak aktivitas tambang emas yang digali secara paksa di tanah miliknya sendiri.

Akibat penolakannya, tubuh renta yang seharusnya dilindungi justru menjadi sasaran amarah para penambang hingga membuatnya tak sadarkan diri.

Akar permasalahan bermula ketika Nenek Saudah meminta para penambang emas menghentikan aktivitas penggalian di lahan miliknya. Ia hanya meminta agar aktivitas tambang dihentikan sementara pada siang hari.

Namun, saat waktu Magrib, para penambang kembali melakukan aktivitas penambangan. Aktivitas tersebut sempat berhenti sementara, tetapi pada Kamis malam para penambang kembali menggali tanah.

Mengetahui hal itu, Nenek Saudah tidak tinggal diam. Ia mendatangi lokasi tambang untuk kembali menegur para penambang.

Namun, belum sampai ke lokasi tambang, Nenek Saudah dilempari batu dan dikeroyok sejumlah orang hingga tak sadarkan diri.

Dalam kondisi tidak sadarkan diri, Nenek Saudah ditinggalkan para pelaku di semak-semak dekat tepian sungai.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, polisi akhirnya menangkap seorang pelaku penganiayaan terhadap Nenek Saudah di Pasaman, Sumatera Barat.

Pelaku diketahui bukan penambang, melainkan seorang mahasiswa.

Polisi menyebut kasus ini bukan disebabkan persoalan penambangan emas ilegal, melainkan akibat konflik tanah kaum.

Pelaku mengklaim penganiayaan tersebut dilakukan seorang diri.

Pengakuan pelaku tersebut bertolak belakang dengan keterangan Nenek Saudah yang menyebut dirinya dikeroyok lebih dari satu orang saat kejadian.

LBH Padang menilai peristiwa yang dialami Nenek Saudah sebagai pelanggaran hak asasi manusia serta bukti nyata abainya negara dalam melindungi warga dari kejahatan lingkungan.

Baca Juga Kasus KDRT, Ayah Prada Lucky Dijemput Paksa dan Ditahan di Pelabuhan Tenau Kupang | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/642629/kasus-kdrt-ayah-prada-lucky-dijemput-paksa-dan-ditahan-di-pelabuhan-tenau-kupang-berut

#tambangilegal #penganiayaan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/642631/duduk-perkara-penolakan-tambang-ilegal-berujung-penganiayaan-nenek-saudah-berut
Transkrip
00:00Di usia senjanya seorang nenek di kecamatan Rau, Pasaman, Sumatera Barat memilih berdiri tegak menjaga lahan yang ia miliki.
00:14Nenek saudah menolak tambang emas ilegal yang digali secara paksa di tanah miliknya sendiri.
00:21Akibatnya tubuh rentah yang seharusnya dilindungi justru menjadi sasaran amarah, petambang ilegal hingga tak sadarkan diri.
00:31Nenek saudah tergeletak sementara para pelaku menghilang bersama rasa kemanusiaan yang mereka tinggalkan.
00:38Nenek saudah yang berusia 68 tahun ini kini harus menahan sakit akibat luka lebam setelah penganiayaan bertubi-tubi yang dialami pada 1 Januari lalu.
00:55Akar permasalahan ini bermula ketika nenek saudah meminta petambang emas ilegal berhenti menggali lahan miliknya.
01:03Ia hanya minta dihentikan sementara aktivitas tambang pada siang hari.
01:08Namun maghrib para petambang kembali melakukan penambangan.
01:13Pertambangan yang terjadi.
01:15Pertambangan yang terjadi.
01:16Pertambangan yang terjadi.
01:18Pertambangan yang terjadi.
01:20Terima kasih.
01:22Bukan di lahan.
01:24Henti ke raja.
01:26Henti ke raja.
01:28Siangnya, kuhantikan siangnya.
01:32Pertambangan yang terjadi.
01:33Pertambangan yang terjadi.
01:35Pertambangan yang terjadi.
01:37Pertambangan yang terjadi.
01:52Namun ternyata aktivitas tambang itu hanya berhenti sementara.
01:57Kamis malam para petambang kembali menggali tanah.
02:00Mengetahui hal ini nenek saudah tak tinggal diam.
02:04Saudah mendatangi lokasi tambang untuk kembali menegur para petambang.
02:09Tapi belum juga sampai ke lokasi tambang nenek saudah dilempari batu dan dikeroyok sejumlah orang hingga tak sadarkan diri.
02:19Dalam kondisi tak sadarkan diri, nenek saudah ditinggalkan para pelaku di sebak-sebak di dekat tepian sungai.
02:28Di sungai lagi, mencet.
02:31Setelah sampai di pengeri sungai, mamak kita menyerang begini, batu yang datang.
02:37Batu melempari dia, setelah kena orang tua kita ini berlari.
02:43Bagi dia berlari, setiap banyak-banyak ini terjatuh.
02:47Sudah terjatuh jadi tersadarkan diri,
02:51antara saudara juga orang tua menggeser, langsung dipukul juga.
02:56Diangkat lagi.
02:58Dan ada yang dengar bicara, ah ini udah mati nih.
03:01Gimana kita bikin, orang tua dipindah lagi.
03:04Dipindah mamak ini ke seperang, ke semak-semak.
03:08Nenek Saudah akhirnya baru tersadar pada Jumat dini hari.
03:12Dengan sekuat tenaga, ia berusaha kembali ke rumah.
03:15Melihat kondisi Nenek Saudah yang penuh luka, keluarga segera membawa Saudah ke rumah sakit.
03:22Penganiayaan yang dialami Nenek Saudah ternyata sampai ke telinga wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Rusemi.
03:30Vasco mendatangi Makpolda Sumatera Barat untuk meminta langsung pada Kapolda
03:36untuk segera menangkap dan menindak tegas pelaku penganiayaan Nenek Saudah.
03:42Minta tolong di segera ditangkap pak, karena ini kan ibu-ibu itu loh kok.
03:54Kerasan gitu tega-tega banget dia orang kayak gitu kan.
03:5667 tahun lagi ini masalahnya.
03:58Pokoknya nggak ada siapapun bikinannya tangkap pak.
04:00Kita lawan aja pak, yang bikin ini terlalu kurang ngajar pak.
04:03Makasih Makpolda ya.
04:04Setelah melakukan pemeriksaan pada beberapa saksi,
04:13polisi akhirnya menangkap seorang pelaku penganiayaan Nenek Saudah di Pasaman Sumatera Barat.
04:20Pelaku bukanlah petambang, melainkan seorang mahasiswa.
04:25Dari hasil penyelidikan itu polisi menyebut,
04:28sehingga kasus ini bukan karena persoalan penambangan emas ilegal seperti yang viral diberitakan,
04:34melainkan gara-gara konflik tanah kaum.
04:41Inilah IS pelaku penganiayaan pada Nenek Saudah.
04:46IS hanya bisa tertunduk saat digelandang di Mako Polres Pasaman.
04:51Pria yang masih berstatus mahasiswa ini diketahui masih kerabat korban dan tinggal di jorong yang sama dengan Nenek Saudah.
05:01Pelaku diserahkan langsung oleh pihak keluarga kepada tim gabungan Resmob dan Polres Pasaman.
05:08Pelaku, sesuai dengan olah TKP kita, dari keterangan-terangan saksi yang ada, pelaku sementara satu orang.
05:20Untuk kronologis perkara itu adanya pertikaian sebidang tanah, tanah kaum yang sama-sama memiliki hak.
05:35Jadi sudah bertikaian berapa lama puncaknya kemarin terjadi pada hari Kamis malam.
05:41Saat diselidiki polisi, pelaku mengaku jika dirinya memang menganiaya Nenek Saudah.
05:48Namun ia mengaku jika penganiayaan ini dilakukan seorang diri.
05:53Tindakan penganiayaan yang dilakukan pelaku di latar belakangi dendam yang berkaitan dengan konflik lahan kaum.
06:00Sebenarnya saya sendiri yang melakukan melakukan pelaku.
06:03Seberang sudah itu?
06:05Beliau yang datang ke seberang semua itu.
06:08Dan datang terus dilepak gitu?
06:10Sesudah beliau datang, langsunglah saya karena rasa sakit hati mengenai tanah dan juga tanah warga yang dirampas.
06:21Serta beliau juga sering mencaki mati, sumpah serapah dan mengancam beram.
06:28Namun pengakuan pelaku ini bertolak belakang dengan keterangan Nenek Saudah.
06:35Saat kejadian penganiayaan itu, Nenek Saudah menyebut jika dirinya dikeroyok lebih dari satu orang.
06:43Sekitar setengah satu malam, mama kita ini sadar.
06:50Sadar perasaan dia.
06:52Kalau ada yang muncul, dia pulang.
06:54Dugaan ini masih mentara ini dugaan sekitar lima-lima orang.
06:57Lima orang, empat orang.
06:59Kasus penganiayaan Nenek Saudah ini mendapat sorotan dari para tokoh adat dan warga di Lubuk Aroh.
07:05Salah satu tokoh adat membantah tuduhan publik yang menyebut warga di Lubuk Aroh terlibat dalam aktivitas tambang ilegal di lahan Nenek Saudah.
07:15Tokoh masyarakat ini menyebut jika selama ini Nenek Saudah kerap berkonflik dengan menghadang alat berat yang akan digunakan untuk memperbaiki jembatan.
07:25Saudari Saudah sudah dua kali menghalangi proses perbaikan fasilitas umum seperti satu, mengusir alat berat yang ingin memperbaiki tapak jembatan akses masyarakat Dusun E6 Lubuk Aroh ke tempat bekerja sehari-hari.
07:42Dua, mengusir mobil yang ingin mengambil pasir di lokasi sungai untuk kepentingan jalan lingkar.
07:48Dan saudari Saudah sudah beberapa kali mengancam dengan mengklaim tanah milik warga adalah miliknya sendiri.
07:57Berbeda dengan polisi, LBH Padang justru menilai jika penganiayaan Nenek Saudah memang berkaitan dengan aktivitas tambang emas ilegal yang sudah berlangsung sejak satu tahun lalu.
08:08Dari investigasi di lapangan, LBH Padang menemukan ada puluhan alat berat di aliran sungai Sibidail.
08:15Puluhan alat berat ini kemudian hilang setelah mulai viralnya kasus Nenek Saudah.
08:21LBH Padang menilai peristiwa yang dialami Nenek Saudah sebagai pelanggaran hak dan bukti nyata abainya negara dalam melindungi warga dari kejahatan lingkungan.
08:33Tentu kami khawatir ini salah satu cara yang digunakan untuk merawat impunitas terhadap para pejahat kejahatan lingkungan.
08:42Menemukan adanya duga aktivitas tambang ilegal dan bahkan berdasarkan informasi dari masyarakat itu lebih dari puluhan alat berada di aktivitas aliran sungai itu.
08:56Dan kapan alat itu hilangnya itu di saat atau pas ke kasus Nenek Saudah ini diangkat di media maka malamnya itu alatnya itu berhilangan.
09:06Terlepas dari ada atau tidaknya keberadaan tambang emas ilegal namun tindakan penganiayaan tidak dibenarkan apalagi kepada seorang lansia.
09:18Investigasi yang mendalam perlu dilakukan.
09:20Jika memang ada kaitannya dengan tambang emas ilegal, para aktor dibaliknya harus dibongkar dan ditindak tegas.
09:28Jangan sampai mengorbankan rakyat kecil hanya demi melindungi aktivitas ilegal untuk mengeruk keuntungan pribadi.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan