Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Festival Kota Lama menghadirkan pertunjukan orkestra di ikon Kota Semarang, Gereja Blenduk. Gelaran musik ini menjadi salah satu rangkaian acara dalam Festival Kota Lama Semarang. Gereja Blenduk, bangunan bersejarah yang telah berdiri lebih dari tiga abad, menjadi saksi penampilan istimewa Orchestra Kota Lama.

Alunan musik klasik menggema di dalam ruang megah tersebut. Dengan formasi lengkap, para musisi membawakan komposisi klasik hingga aransemen modern, menghadirkan harmoni yang memadukan keanggunan sejarah dengan keindahan nada.

Tidak sekadar menghadirkan pertunjukan musik, konser ini juga menjadi ruang pertemuan antara seni, budaya, dan sejarah yang melebur indah dalam satu harmoni. Penonton diajak merasakan pengalaman berbeda menikmati musik dalam atmosfer arsitektur klasik Eropa yang megah dan penuh nilai sejarah.

Melalui gelaran musik ini, Festival Kota Lama tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga mengajak masyarakat menikmati perpaduan antara seni musik dan keindahan warisan budaya Kota Lama Semarang.

-———

Baca Berita Terpercaya lainnya di www.suaramerdeka.com, dan unduh aplikasi Suaramerdeka.com di App Store dan Play Store.

#suaramerdeka #suaramerdekacom #suaramerdekanetwork #pertunjukan #orchestra #orkestra #kotalamasemarang #semarang #FestivalKotaLama #KotaLamaOrchestra #SemarangEvent
Transkrip
00:00Suasana megah terasa di kawasan Kota Lama, Semarang pada selasa malam 9 September 2025.
00:07Gereja Belenduk ikon arsitektur bersejarah yang telah berdiri lebih dari tiga abad menjadi saksi penampilan istimewa Orkestra Kota Lama.
00:16Alunan musik klasik menggema di dalam bangunan bersejarah itu,
00:20dengan formasi lengkap para musisi membawakan komposisi klasik hingga aransemen modern,
00:25menghadirkan harmoni yang memadukan keangguran sejarah dengan keindahan nada.
00:31Sebelumnya boleh dijelaskan terlebih dahulu tema dari orkestra ini apa dan sepertinya apa ini?
00:38Sebetulnya itu salah satu mimpi dari saya.
00:41Di kota Lama ini kan perlu suara-suara yang menyatukan ya.
00:45Jadi segala bergadar-gadar dan lagu-lagu biasa saja,
00:52tapi belum ada orkestra yang cocok untuk suasana Eropa ini.
00:58Jadi saya dari dulu kepengennya orkestra.
01:00Tapi orkestranya kalau bisa dari anak-anak kita sendiri di Selarang,
01:04nggak ada yang ambil dari Jakarta atau Jogja,
01:06jadi sering-sering gitu ya, dari Solo, Bapak, Bapak, Bapak, Bapak, Bapak, Bapak, Bapak, Bapak, Bapak, Bapak, Bapak, Bapak, Bapak, Bapak, Bapak, Bapak, Bapak.
01:10Jadi dari Semarang sendiri supaya kita punya kebanggaan ini adalah salah satu mimpi dari kota Lama.
01:19Dan saya ketemu Pak Joni, aja ke sini, ngerayu lama sekali, akhirnya oke aku buat kerja.
01:28Dan akhirnya pelan-pelan itu jadi sebetulnya sekali, selama-lama kurang 4 bilan,
01:34saya pindah Semarang, berpapak terus sampai Jogja.
01:37Jadi, harapannya ingin bisa sampai ke untuk pengunjung lewat orkestera ini seperti ini?
01:43Apa yang mau saya ingin mengenalkan dengan ini?
01:48Apa yang mau saya ingin mengenalkan dengan orang lain di dalam ini?
01:54Oke, saya ingin mengenalkan, saya harus berkata.
01:58...dari dia, sebetulnya itu lebih banyak persamaan daripada perbedaan antara konsep belendok.
02:18Keindahan arsitektur gereja Belendok yang diterangi cahaya hangat semakin memperkuat kesan dramatis pertunjukan malam ini.
02:26Menurutkah kan pesan-pesan dari menonton orkestranya sendiri ini gimana?
02:31Pesannya, ini udah benar sih. Menurut saya mungkin lebih baik, lebih banyak lagi.
02:42Bagi banyak penonton, momen ini bukan sekedar konser musik.
02:46Lebih dari itu, sebuah pengalaman budaya yang menghubungkan masa lalu dan masa kini.
Komentar

Dianjurkan