00:00Sayonara Ryusei Konnichiwa Jinsei
00:30Di sebuah desa kecil bernama Brun berada di perbatasan benua, seekor naga kuno tersebut dilahirkan.
00:49Desa terpencil dikelilingi hutan dan padang rumput, sehingga gangguan seperti monster dan bandit kerap terjadi.
00:55Doran, nama dari main karakter anime ini.
01:03Kesehariannya bekerja di ladang dan berburu.
01:05Di desa ini mempunyai tradisi ketika menginjak umur 15 tahun mereka dianggap dewasa dan harus mulai hidup mandiri.
01:11Doran pun demikian telah meninggalkan rumah hidup mandiri sejak setahun lalu.
01:16Kini usia Doran 16 tahun.
01:25Kebetulan Doran akan melakukan misi menyelidiki sebuah rawa karena sudah sebulan ini, manusia kadal menghilang dari rawa.
01:33Seharusnya ini tugas pihak militer.
01:35Tapi karena Kapten Balan, nama pemimpin militer sibuk menjaga desa, maka Doran lah yang akan berangkat menyelidikinya.
01:42Di desa itu mempunyai kemp latihan sihir untuk melindungi desa dari para monster dan bandit, dengan guru bernama Nenek Magul.
02:04Doran dikenalkan oleh kepala desa dengan seorang gadis bernama Christina.
02:08Entah siapa dia, kepala desa hanya menginformasikan, jika Christina seorang bangsawan yang beberapa hari akan tinggal di desa itu.
02:20Bertahan hidup di desa terpencil tidaklah mudah.
02:23Di musim dingin bisa mati kedinginan.
02:25Begitu juga di musim panas, panasnya tak tertahankan.
02:29Doran, dalam kehidupan sebelumnya merupakan seokar naga terkuat, tidak masalah dengan cuaca ini,
02:34yang membuatnya heran, mengapa manusia biasa, bisa bertahan hidup di lingkungan seperti ini.
02:46Sebelum pergi menyelidiki rawa, Doran berkunjung ke rumah orang tuanya,
02:50membawa sekeranjang hasil sayuran dari ladang dan hasil ikan dari dia memancing.
02:55Doran mempunyai adik bernama Marco.
02:56Mereka makan malam bersama,
03:04Ayah Doran berpikir setelah hidup sendiri pastinya Doran sangatlah kesepian.
03:08Maka dari itu,
03:09Ayah Doran menyarankan untuk mencari istri yang pintar memasak.
03:12Tentang misi penyelidikan kerawa,
03:14Ayah Doran memberikan izin untuk melakukan apapun sesukanya,
03:18asalkan berjanji pulang dengan selamat agar ibunya tidak khawatir.
03:21Singkatnya,
03:29di pagi hari,
03:30Doran bersiap untuk misinya,
03:32warga desa mengantarkannya sampai di pintu gerbang desa.
03:36Nenek Magul berpesan,
03:37agar Doran berhati-hati karena dia meramalkan,
03:40akan ada sesuatu mengerikan terjadi.
03:42Sesampainya di rawa tempat tinggal manusia kadal,
03:59Doran mengecek bahwa kandungan kekuatan roh bumi lebih kuat,
04:02hal itu menyebabkan roh air melemah,
04:05sehingga manusia kadal tidak bisa tinggal di rawa itu.
04:07Tiba-tiba terdengar suara dari semak-semak,
04:18Doran bersiaga dengan pedangnya,
04:20berpikir jika monster kadal masih mampu hidup di rawa,
04:23berarti mereka sangatlah kuat.
04:24Ternyata bukan manusia kadal,
04:34melainkan sejenis manusia setengah ular atau yang disebut Lamia.
04:38Doran baru pertama kali melihat sosok Lamia yang ternyata cantik
04:41seperti yang sering orang ceritakan.
04:43Lamia ini bernama Selia.
04:45Mengetahui Doran sendirian di tempat itu,
04:47Selia menebar pesona untuk menarik perhatian Doran.
04:50Karena menurut tradisi,
04:51setelah umur 17 tahun seorang Lamia yang kebanyakan adalah wanita,
04:56diharuskan melakukan perjalanan mencari suami dari bangsa manusia.
04:59Untuk melawannya,
05:19Doran menanyakan kepada Selia tentang Lamia yang rata-rata bisa melakukan sihir.
05:23Doran meminta Selia menggunakan sihirnya untuk bersama-sama melawan monster tanah.
05:27Setelah menyakinkannya dengan strateginya,
05:30Selia setuju,
05:31bahkan dia akan selalu bersama sampai maut memisahkan mereka.
05:48Serangan dimulai,
05:50Doran mengalihkan perhatian sementara Selia di belakang menyerang
05:53dengan mengeluarkan sihir iblis ular terkutuk.
05:55Memang sihir Selia tidak bisa bertahan lama melawan monster tanah.
05:59Tapi setidaknya memberi kesempatan Doran bisa naik ke tubuh monster tanah
06:02untuk mengalahkannya dengan sekali tebasan pedang.
06:12Tubuh monster tanah hancur dan melebur menjadi lumpur,
06:16membuat badan Selia kotor.
06:17Doran meminta Selia membersihkan badan dan pakaiannya terlebih dahulu.
06:24Hari sudah malam,
06:26mereka mencari tempat berlindung sementara.
06:28Sambil memasak makanan,
06:30Doran menanyakan mengapa Selia berada di tempat ini,
06:33karena yang dia ketahui tidak ada desa Lamian di sekitar tempat ini.
06:36Selia menceritakan,
06:47di saat Lamian berumur 17 tahun,
06:49mereka diharuskan melakukan perjalanan mencari seorang suami.
06:52Lamian merupakan ras yang semuanya berjenis kelamin perempuan
06:55dan hanya melahirkan anak perempuan.
06:57Itu terjadi karena dulunya ada seorang perempuan manusia
06:59dikutuk bertubuh setengah ular.
07:01Seperti ular pada umumnya,
07:02cairan tubuh para Lamian mengandung racun
07:04sehingga perlu memilih suami yang tubuhnya kuat menahan racun.
07:07Jika tidak,
07:08saat berciuman atau membuat bayi,
07:10suami yang tidak kuat akan mati.
07:21Masakan telah matang,
07:23Doran menuangkan masakannya ke dalam mangkok untuk Selia.
07:26Meski masakannya tak seenak yang ibunya masak,
07:29nampaknya Selia sangat menyukainya.
07:37Doran menceritakan bagaimana ibunya mengajarinya memasak
07:40dan berkumpul bersama saat musim dingin di depan panci menyantap makanan.
07:45Selia menebak,
07:46Doran pasti sangat mencintai keluarganya.
07:48Hal itu Selia lihat dari senyum bahagia Doran
07:50saat menceritakan keadaan keluarganya.
07:52Paginya,
08:01Doran dan Selia berjabat tangan tanda perpisahan mereka.
08:04Doran penasaran dengan cerita Lamian yang menyukai energi kehidupan.
08:08Doran iseng menyalurkan energinya.
08:10Mungkin energi naganya terlalu kuat,
08:13membuat Selia hampir jatuh.
08:14Selanjutnya Doran akan kembali ke desa
08:25sementara Selia akan melakukan perjalanan ke selatan mencari suami.
08:28Doran meminta Selia setelah perjalanannya nanti selesai
08:31untuk mampir ke desanya bersama suaminya.
08:34Terima kasih telah menonton!
Komentar