- 10 bulan yang lalu
Kategori
🛠️
Gaya hidupTranskrip
00:00Tema pemberitaan firman Tuhan pada kesempatan ini,
00:11Natal Sekolah Tinggi Teologi Ekumene bersamaan dengan pemberitaan suara kebenaran adalah pertaruhan.
00:25Dan saya kira kata ini sudah beberapa kali atau sudah termasuk sering saudara dengar.
00:38Pertaruhan dalam konteks ini adalah sesuatu yang dipersembahkan demi maksud dan tujuan tertentu.
00:55Sesuatu yang dikorbankan atau dipersembahkan atau diberikan demi maksud dan tujuan tertentu.
01:04Kotbah dengan tema ini sebenarnya hanya ditujukan kepada orang-orang percaya yang sudah dewasa.
01:16Yaitu orang-orang percaya yang bisa diajak sepenanggungan dengan Tuhan.
01:26Orang-orang yang bisa diajak sependeritaan dengan Tuhan.
01:33Menderita demi terlaksana rencana Allah keselamatan jiwa-jiwa yaitu diubahkannya manusia menjadi manusia sesuai dengan rancangan Allah semula.
01:55Bukan sekedar aktif dalam kegiatan kerja bukan sekedar menambah jumlah membership atau keanggotaan kerja.
02:09Tetapi mengubah manusia untuk menjadi manusia sesuai rancangan Allah semula.
02:19Mengubah manusia yang berkodrat dosa menjadi manusia yang berkodrat ilahi.
02:26Pemberitaan firman dengan tema ini tentu bukan untuk orang Kristen yang belum dewasa.
02:37Terutama orang-orang Kristen yang baru yang taunya hanya menuntut apa yang Tuhan bisa berikan.
02:46Orang-orang Kristen yang masih menuntut berkat-berkat jasmani untuk pemenuhan kebutuhan jasmani adalah orang Kristen kanak-kanak.
03:00Mereka seperti anak-anak pada umumnya yang merasa berhak menuntut orang tua.
03:07Kadang-kadang orang tua seperti berhutang kepada anak-anak dan anak-anak merasa bahwa mereka berhak memperoleh apa yang mereka inginkan dari orang tua.
03:22Kadang-kadang tidak memperhitungkan orang tua sanggup memberi atau tidak.
03:28Bahkan juga tidak peduli orang tua mau memberikan atau keberatan.
03:33Ini bukan untuk orang Kristen yang semacam itu, saudaraku.
03:42Pemberitaan firman yang bertema pertaruhan ini, saudaraku.
03:48Untuk orang percaya yang dewasa, yang rela dirinya dituntut.
03:55Rela dirinya dituntut.
03:58Rela dirinya dituntut untuk melakukan apa yang Allah Bapak kehendaki.
04:09Apa yang Tuhan kehendaki untuk dilakukan.
04:15Inilah orang-orang Kristen atau orang percaya yang dewasa yang bisa diajak sepenanggungan dengan Tuhan.
04:23Ini paralel dengan anak-anak yang ketika dewasa bisa diajak sepenanggungan dengan orang tua.
04:35Itulah sebabnya setiap orang percaya harus bertumbuh dalam kedewasaan.
04:41Sehingga bisa memberi diri mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan.
04:47Memberi diri untuk mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan.
04:53Yaitu mengubah manusia dari manusia yang berkodrat dosa menjadi manusia yang berkodrat ilahi.
05:00Atau mengubah manusia menjadi alat di dalam tangan Tuhan.
05:06Mengubah manusia untuk menjadi manusia sesuai rancangan Allah semula.
05:12Dan di dalam kedewasaan rohani orang percaya mengambil bagian dalam penderitaan Tuhan itu bukan lagi sebagai kewajiban.
05:25Tetapi kebutuhan.
05:28Karena hal itu akan mendesak dirinya untuk melakukan.
05:33Seperti anak-anak yang dewasa jika kedewasaannya bertumbuh secara benar.
05:42Itu ada naluri, ada dorongan membela orang tua.
05:47Tanpa disuruh, tanpa diperintah dia akan memberi diri sepenanggungan dengan orang tua.
05:55Demikian pula orang percaya yang dewasa, itu ada dorongan, ada naluri untuk bisa melakukan apa yang Allah kehendaki untuk dilakukan.
06:11Bahkan dirinya yang akan membujuk seakan-akan dalam tanda kutip membujuk Tuhan.
06:17Untuk memerintahkan sesuatu agar dia bisa melakukan apa yang Allah kehendaki untuk dilakukan.
06:28Tentu orang-orang percaya seperti ini adalah orang-orang yang melayani Tuhan, bukan karena upah.
06:38Ia bisa berprinsip seperti Paulus berprinsip di dalam 1 Korintus 9 ayat 18.
06:51Upahku ialah ini bahwa aku boleh memberitakan Injil atau melayani pekerjaan Tuhan tanpa upah.
07:00Dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberitaan Injil.
07:09Bahkan haknya.
07:13Orang yang memberitakan Injil patut hidup, boleh hidup dari Injil.
07:21Tetapi Paulus begitu mengasihi Tuhan.
07:24Seperti sebagian kita tahu atau semua saudara sudah tahu bahwa Paulus ini seorang pembuat kemah.
07:34Ini pekerjaan kasar, pekerjaan keras, pekerjaan memerlukan tenaga.
07:41Bukan pekerjaan yang mudah juga saudara.
07:43Demi memenuhi kebutuhan hidupnya, biaya perjalanan, pelayanannya, dan orang-orang yang ikut dia.
07:57Paulus.
07:59Bukan karena upah.
08:01Dan memang seharusnya saudaraku, pelayanan pekerjaan Tuhan itu dilakukan oleh seseorang.
08:13Bukan berangkat karena sudah cukup umur.
08:16Bukan karena punya kecakapan di bidang tertentu.
08:20Juga bukan karena telah menyelesaikan pendidikan tinggi teologi.
08:26Atau punya status pejabat kerja yang disandangkan oleh sinode.
08:34Mestinya pelayanan pekerjaan Tuhan itu dilakukan oleh seseorang.
08:41Terbangun atau berangkat dari kedewasaan rohani.
08:46Dimana seseorang memiliki pikiran perasaan Kristus.
08:51Seperti Paulus.
08:52Sehingga melakukan pekerjaan tersebut bukan karena upah.
08:59Tetapi karena dorongan kecintaan kepada Tuhan.
09:04Kepada Allah Bapak.
09:08Saudara mari kita melihat dengan jujur penyimpangan atau kemelesetan yang telah terjadi selama berabad-abad.
09:17Berlangsung selama berabad-abad.
09:21Pada umumnya orang layak melayani Tuhan.
09:26Dipanggil hamba Tuhan, domini, pendeta.
09:30Karena lulus sebuah sekolah tinggi teologi.
09:34Dan disahkan sinode sebagai pejabatnya.
09:37Ini berarti gelar akademis menggantikan kematangan atau kedewasaan rohani.
09:49Kita melihat bagaimana gereja-gereja hari ini.
09:52Khususnya gereja-gereja di Eropa.
09:55Yang sekolah tinggi teologinya terkenal sangat berkualitas.
09:59Tetapi kekristenan telah menjadi bangkrut.
10:04Saudaraku sekalian yang kekasih juga dalam kasus lain kita melihat gereja-gereja aliran tertentu.
10:21Pimpinannya adalah orang-orang yang menerima warisan kedudukan dari orang tua.
10:29Kalau orang tuanya gembala sidang otomatis anaknya mewarisi jabatan itu.
10:36Pekerjaan Tuhan seperti perusahaan yang bisa diwariskan dari generasi ke generasi tanpa petunjuk dan pertimbangan Tuhan.
10:46Mengemukakan hal ini bukan berarti salah menyerahkan kepemimpinan dari orang tua sebagai pimpinan atau gembala jemaat kepada anaknya.
11:01Mestinya anaknya mewarisi gen orang tua, mewarisi spirit orang tua, mewarisi pelayanan orang tua.
11:11Dalam hal ini yang penting penerus pelayanan adalah pribadi yang benar-benar dilatih untuk memiliki kedewasaan rohani.
11:21Guna bisa meneruskan pekerjaan Tuhan.
11:25Jadi bukan hukum yang mutlak bahwa penerus dari pimpinan gereja lokal itu harus anak gembala, tidak harus.
11:37Tetapi bukan salah kalau anak gembala meneruskan pelayanan orang tuanya.
11:47Sekarang tinggal kualitas dari penerusnya.
11:52Saudaraku mari kita bersama-sama merenungkan hal ini.
11:56Banyak orang tidak sanggup menerima kenyataan ini bahwa gereja di dunia pada umumnya mengalami kemerosotan khususnya gereja-gereja di Eropa yang pendidikan teologi memiliki kualitas akademis yang tinggi.
12:14Tetapi saudaraku, gereja-gereja di Eropa bangkrut.
12:22Hal ini disebabkan karena pelayanan hanya dilakukan oleh mereka yang mengandalkan, mengutamakan pendidikan formal teologi sebagai ukuran atau kelayakan seseorang melayani Tuhan.
12:39Di sini pendidikan teologi menggantikan kedewasaan rohani.
12:46Gelar akademis menggantikan keserupaan dengan Yesus.
12:51Sebagai para akademisi khususnya saudara, sivitas akademika, sekolah tinggi teologi ekumene, ayo kita memperhatikan sangat serius, sangat sungguh-sungguh hal ini.
13:10Ini kemerosotan yang luar biasa.
13:12Kita bisa mengatakan ini penyimpangan yang fatal.
13:21Dan jujurnya tanpa kita sadari, kita juga mewarisi itu.
13:26Sampai sekarang sekian persen kita mewarisi itu.
13:30Saya telah ikut hanyut sebenarnya.
13:33Sadar-sadar itu setelah tahun-tahun belakangan ini, khususnya bulan-bulan belakangan ini, baru seperti terbangun dari tidur.
13:50Apa yang terjadi?
13:52Saya ada dalam lingkungan sekolah tinggi teologi itu bukan belasan tahun saudara, puluhan tahun.
14:04Dua per tiga umur saya itu ada di sekolah tinggi teologi dari mahasiswa sampai lulus jadi wakil kepala serama dan guru dosen jadi wakil dekan.
14:15Jadi dekan, wakil rektor, sampai rektor jadi ketua yayasan, ketua yayasan plus rektor.
14:25Jadi mengerti dan saya terbawa oleh suasana itu.
14:32Saudara masih bersama saya?
14:36Saudara mendengar apa yang saya katakan?
14:40Saudara mengerti apa yang saya katakan?
14:43Ini menjadi keprihatinan kita, khususnya para akademisi sekolah tinggi teologi atau perguruan tinggi keagamaan Kristen.
14:56Ayo kita sadar.
15:01Secara khusus lagi para sivitas akademika sekolah tinggi teologi ekumene yang hari ini merayakan Natal bersama suara kebenaran.
15:13Kita harus sadar, saudaraku, terhadap kesalahan ini.
15:20Kita harus berubah dan mereformasi pelayanan kita dan pendidikan di sekolah tinggi teologi.
15:32Kalau kita teliti dan jujur, gereja telah mengalami kemunduran yang sangat besar.
15:44Pertikaian keributan dalam berbagai sektor pelayanan, baik ya di berbagai tempat,
15:54itu terjadi dalam kehidupan para teolog-teolog yang bergelar.
16:00Nah kalau saya sudah menyaksikan sendiri bagaimana dalam pertemuan para pendeta mereka konflik bertikai mirip dengan orang-orang dunia.
16:24Berbahagialah kita yang menyadari keadaan ini.
16:31Kita bukan mengatakan kita lebih baik dan lebih suci atau lebih benar dari orang lain.
16:37Tapi kita menyadari kesalahan ini dan kita berusaha untuk keluar dari kubangan kesuaman dan kemelesetan atau penyimpangan ini.
16:49Kita bersedia bangkit dan mengalami pembaharuan, saudaraku.
16:56Katakan amin.
16:57Ayo kita mau dibaharui.
17:01Banyak jiwa-jiwa yang masih dalam ikatan kuasa gelap.
17:09Ini bukan hanya mereka yang di luar gereja.
17:15Tetapi yang ada di lingkungan gereja, di lingkungan para pendeta, di lingkungan para akademis perguruan tinggi keagamaan, saudaraku.
17:23Masih terkungkung terbelenggu oleh cara berpikir anak dunia tidak makin serupa dengan Yesus.
17:42Tetapi merasa dengan pengetahuan teologi dan kecakapan berbicara melayani Tuhan.
17:50Kita mesti memeriksa diri kita sendiri.
17:55Kalau pelayanan itu intinya adalah mengubah manusia, kitanya harus memperkarakan diri kita.
18:03Kita sendiri mengalami perubahan.
18:06Itu tidak.
18:10Proses perubahan itu harus berlangsung terus, saudaraku.
18:14Tidak boleh berhenti.
18:16Terus berubah.
18:20Nah terkait dengan Natal kita, kita dapat meneladani sosok wanita muda yaitu Maria yang dikatakan perawan Maria yang rela mempertaruhkan segenap hidup demi kelahiran Mesias.
18:38Pernyataannya dalam Lukas 1 ayat 38 itu luar biasa.
18:44Sesungguhnya aku adalah hamba atau dulos Tuhan.
18:51Jadilah padaku menurut perkataanmu itu.
18:55Wah luar biasa.
18:57Dia bisa kehilangan Yusuf, dia bisa kehilangan masa depan, dia bisa kehilangan nama baik, dia bisa dilempari batu sampai mati sesuai atau menurut hukum orang Yahudi.
19:11Ini wanita hebat, saudara.
19:16Ini wanita hebat.
19:19Tentu pernyataan Maria ini memiliki resiko yang sangat besar.
19:25Pertaruhannya adalah seluruh hidupnya tanpa batas.
19:32Tidak main-main, saudaraku.
19:33Kalau kita merenungkan hal ini, lalu kita menempatkan diri sebagai Maria pada zaman itu, sesuai konteks zaman, ini miris, saudara.
19:47Mengerikan.
19:50Aduh, kita mesti contoh wanita ini.
19:54Pertaruhannya segenap hidup demi untuk melaksanakan rencana Allah.
20:04Sosok kedua yang dapat kita teladani terkait dengan peristiwa Natal adalah Yusuf.
20:13Yusuf mengambil Maria sebagai istri dan tidak bersetubuh dengan dia sampai Mesias dilahirkan.
20:23Matthew 1 ayat 24-25.
20:27Ia tidak menikmati kehidupan pernikahan yang berbunga-bunga.
20:33Dia memberikan keperawanan Maria untuk Allahnya.
20:38Ini luar biasa.
20:45Yusuf dengan diam-diam mau meninggalkan Maria kan?
20:50Kalau Maria hamil, dia pergi, orang akan menuduh dirinya sebagai pelaku yang berinvestasi.
20:59Yang membuat Maria hamil.
21:02Ya rela akan dibuli, ya.
21:08Rela akan dikata-katai demi keselamatan Maria.
21:14Tetapi ketika malaikat memberitahu bahwa kehamilannya karena roh kudus,
21:20amin juga dia.
21:22Amin juga.
21:24Dia bisa berkata, oh gitu ya, tapi saya tetap pergi.
21:29Bukan aku kok.
21:32Anda pernah kepikir enggak?
21:36Setelah saya kutbah ini baru saya mikir.
21:39Yusuf itu, Yusuf maksud saya,
21:43itu bisa berkata, oh jadi Tuhan yang bikin Maria hamil.
21:49Ya udah, tapi saya tetap pergi.
21:51Sakit hati gue.
21:52Gue enggak kebagian.
21:53Bagianku diambil.
22:01Tapi enggak loh.
22:03Maria tetap diambil sebagai istri dan tidak bersetubuh.
22:09Ini juga pertaruhan, saudara.
22:13Saudara, kalau selama ini kita berbicara mengenai kasih karunia,
22:19orang hanya memahami terkait dengan keselamatan yang diberikan oleh Allah
22:28atau pemberian cuma-cuma.
22:32Memang ini benar.
22:34Tetapi dalam proses kehidupan orang percaya,
22:39proses selanjutnya orang percaya yang telah menerima keselamatan itu
22:46juga akan bertemu dengan kasih karunia Allah yang besar,
22:51yaitu tanggung jawab untuk bisa mengambil bagian dalam pekerjaan Allah.
22:56Malekat berkata kepada Maria begini.
23:04Kamu yang mendapat kasih karunia.
23:07Jangan takut Maria, kamu memperoleh kasih karunia.
23:13Malekat berkata kepada Maria, ia memperoleh kasih karunia.
23:18Artinya apa?
23:19Maria bisa dipercayai untuk memikul tanggung jawab dari Allah,
23:28mengandung Mesias.
23:30Kenapa?
23:32Yuk kita pikir serius hal ini, saudara.
23:37Di Lukas Pasal 1,
23:40Malekat berkata,
23:41kamu jangan takut kamu yang menerima atau memperoleh kasih karunia.
23:45Kamu ditunjuk Allah,
23:49kamu diperhitungkan Allah,
23:52bisa menerima tanggung jawab,
23:57tetapi pertaruhannya besar.
24:01Saudara, kalau membaca kejadian Pasal 6, Ayat 8,
24:05di tengah-tengah kepedihan Allah,
24:08karena kejahatan manusia,
24:11ini kalau kita membaca ayat itu,
24:13aduh, ada sentuhan di dalam diri kita, saudara.
24:18Ayat 5,
24:20kejadian 6,
24:21ketika dilihat Tuhan bahwa kejahatan manusia besar di bumi,
24:26dan bahwa segala kecenderungan hatinya,
24:29selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
24:33maka menyesalah Tuhan,
24:36bahwa ia telah menjadikan manusia di bumi,
24:40dan hal itu memilukan hatinya.
24:48Dan hal itu memilukan hatinya.
24:55Ayat 8,
24:56tetapi Nuh mendapat kasih karunia Tuhan.
24:59Sudaraku sekalian,
25:03ini kalau kita bandingkan,
25:05Sudaraku,
25:06dengan ucapan
25:07malekat kepada Maria,
25:11Lukas 1 E 30,
25:13jangan takut ya Maria,
25:15sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
25:19Banyak orang Kristen hanya berhenti sampai dikasih karunia keselamatan.
25:27Menerima keselamatan tanpa berbuat baik,
25:32cuma-cuma,
25:34artinya kasih karunia pemberian tanpa melihat kelayakan si penerima,
25:40berkat itu,
25:41pemberian tanpa menuntut balas,
25:45dan seterusnya.
25:46Biasanya,
25:48orang Kristen hanya sampai di sini,
25:49dan terus men-celebrate,
25:52merayakan hal ini.
25:54Tapi lupa bahwa,
25:56Tuhan Yesus berkata,
25:59damai sejahtera bagi kamu,
26:01sama seperti Bapak mengutus aku,
26:03demikian juga sekarang aku mengutus kamu.
26:07Di Natal kita sering mendengar,
26:08damai sejahtera,
26:10damai sejahtera bagi kamu.
26:14Yesus juga berkata,
26:15damai sejahtera,
26:17tapi ini untuk yang dewasa.
26:21Yaitu orang-orang yang bisa diutus.
26:27Sudaraku sekalian,
26:31ada orang-orang yang dipandang Tuhan,
26:34bisa dipercayai,
26:36untuk menerima tanggung jawab ini.
26:43Pernahkah saudara berpikir,
26:47mungkinkah aku bisa menjadi orang yang dipandang Tuhan layak,
26:53untuk memikul suatu tanggung jawab.
26:55Karena saya lama di sekolah tinggi teologi,
27:04dari mahasiswa,
27:07lalu sampai menjadi pimpinan sekolah,
27:14saya tahu betul bahwa,
27:17banyak,
27:18banyak,
27:19mahasiswa,
27:21zaman saya masih kuliah,
27:22saya kira sama sekarang,
27:23mau jadi pendeta besar.
27:29Jadi pendeta besar.
27:33Kalau zaman saya dulu kan,
27:35ada KKR-KKR di Senayan,
27:38di Gelora,
27:40Bung Karno itu ya,
27:41Gelora.
27:44Dan kami ini sering menjadi panitia,
27:47atau pendukung saudara,
27:49dari dulu.
27:49dan saya sebagai pimpinan di sekolah itu,
27:53waduh sering mobilisir ya,
27:56menggerakkan mahasiswa untuk jadi panitia.
28:00Panitia akomodasilah,
28:03acaralah,
28:04dan macam-macam.
28:05Keamananlah,
28:06aserlah saudara.
28:09Dari saya mahasiswa,
28:10nanti kalau pulang,
28:11siapa yang menjadi pembicaranya,
28:14jadi idola kita.
28:15hari ini,
28:18misalnya,
28:20pendeta A,
28:21Maurice Rulo,
28:22semua berlak,
28:23berakting Maurice Rulo.
28:27Beberapa waktu,
28:28Benihin,
28:29semua berakting Benihin.
28:34Zaman Pak Yaakob Nahwe,
28:35baru pulang dari Korea,
28:37dan,
28:37wah,
28:38membuat KKR juga.
28:39semua berakting,
28:41seperti Pak Yaakob,
28:42sampai khutbahnya pun juga ikut-ikutan,
28:44ikut-ikut begitu.
28:49Tapi intinya begini,
28:50mau jadi pendeta besar.
28:54Pokoknya kalau lihat pendeta sukses,
28:56dia ingin sukses,
28:57seperti pendeta itu.
28:59Punya gereja,
29:00punya sekolah,
29:01punya TV,
29:02punya radio gitu.
29:03tetapi,
29:06jarang yang benar-benar mempersoalkan,
29:09apakah dirinya layak,
29:11untuk menerima kepercayaan dari Tuhan.
29:15Bapak, Ibu,
29:17Sudaraku sekalian,
29:20pekerjaan Tuhan ini luas sekali.
29:23Kalau saya meminjam ucapan Tuhan Yesus,
29:30ladang sudah menguning siap dituai,
29:34tapi sedikit penuainya.
29:37Pekerjaan Tuhan itu besar sekali,
29:40jangan rebutan.
29:47Saudara masing-masing,
29:49pasti adalah orang-orang,
29:50yang dipilih Tuhan
29:54untuk mengerjakan
29:55pekerjaan tertentu,
29:59yang besar.
30:02Tidak mungkin,
30:06saudara tidak dirancang Allah
30:08untuk mengerjakan
30:09pekerjaannya yang besar.
30:12Kasih karunia,
30:14keselamatan dalam Yesus Kristus,
30:17jika dikerjakan dengan baik,
30:20sehingga seseorang mengalami perubahan
30:24dari kodrat dosa,
30:26semakin menjadi seorang
30:27yang berkodrat ilahi,
30:30semakin menjadi serupa dengan Yesus.
30:35Pasti Tuhan akan memberikan
30:38kasih karunia berikut,
30:40yaitu kepercayaan
30:42untuk pekerjaan Allah.
30:43sebab tidak mungkin
30:47ada orang Kristen
30:48yang tidak menderita.
30:51Tuhan Yesus sendiri
30:52bicara,
30:53aku kau panggil guru
30:55dan Tuhan,
30:57kalau dunia
30:59membenci aku
31:00dan aku menderita
31:01karenanya,
31:02pasti dunia juga
31:03membenci kamu
31:04dan kamu juga
31:06akan menderita
31:07seperti
31:08aku mengalaminya.
31:09kekristenan telah
31:12menjadi agama
31:13yang begitu wajar
31:15seperti agama-agama
31:16pada umumnya
31:17dengan berbagai
31:18atributnya.
31:21Mari kita kembali
31:22kepada kebenaran
31:23Alkitab.
31:27Bahwa Tuhan
31:29memakai orang-orang
31:32yang bisa
31:33menerima kasih karunia
31:36yang dewasa
31:38yaitu tanggung jawab
31:40untuk melakukan
31:41pekerjaan Allah
31:42yang besar.
31:45Tuhan Yesus berkata
31:46lebih berguna
31:48aku naik ke surga.
31:51Lebih baik bagimu
31:53karena kalau aku ke surga
31:54roh kudus turun.
31:57Dan kalau roh kudus turun
31:58berarti
31:59tugas
32:00yang Bapak
32:02percayakan kepadaku
32:03bisa ku teruskan
32:05kepadamu
32:06atau kamu
32:08meneruskan
32:09pekerjaan
32:10yang telah
32:11ku rintis
32:12dan ku lakukan.
32:15Bahkan
32:16Tuhan Yesus
32:17berkata
32:17kamu akan
32:19mengerjakan
32:19pekerjaan-pekerjaan
32:21yang lebih besar
32:22daripadaku.
32:24Berapa jauh
32:25Tuhan Yesus
32:26melakukan perjalanan
32:27tetapi
32:29banyak ambat Tuhan
32:30melakukan perjalanan
32:31bisa 10
32:3220
32:3230
32:33100 kali
32:34lipat
32:34dari perjalanan
32:35yang Yesus
32:36lakukan.
32:39Berapa tahun
32:39Tuhan Yesus
32:40melayani?
32:403,5 tahun.
32:42Tidak sedikit
32:43hamba Tuhan
32:43yang melayani
32:44lebih dari
32:4550 tahun.
32:47Berapa banyak
32:47Tuhan Yesus
32:48sudah berkhutbah?
32:49Berapa rat?
32:50Berapa puluh ribu?
32:52Tapi berapa juta
32:53hamba-mba Tuhan
32:54yang dipercayai
32:55Tuhan
32:55untuk berbicara
32:57kepada
32:57jemaat Tuhan.
33:01Setiap kita
33:01saudaraku
33:02adalah orang-orang
33:04yang telah menerima
33:05kasih karunia
33:06keselamatan.
33:08Dan kita
33:09digendaki
33:10Tuhan
33:10untuk berproses
33:11terus.
33:15Nah bicara
33:15soal pertaruhan
33:17jangan bicara
33:17mengenai uang
33:18dulu saudara.
33:20Uang itu
33:21masih mudah
33:22dicari.
33:24Berbicara
33:25mengenai
33:25pertaruhan
33:26yang pertama
33:27adalah nyawa.
33:29Nyawa.
33:30Seperti
33:31Maria rela
33:32kehilangan
33:33seluruh hidupnya
33:34demi tugas
33:35yang harus
33:36ditunaikan.
33:39Tentu juga
33:40Tuhan kita
33:40Yesus Kristus
33:41sudah menjadi
33:44seperti
33:44biji gandum
33:45yang jatuh
33:46ke tanah
33:46dan mati
33:47supaya berbuah.
33:49Nyawa kita.
33:51Pertaruhan
33:52kita adalah
33:53nyawa.
33:54Ada dua
33:55hal mutlak
33:56yang harus kita
33:57lakukan
33:57sebagai
33:58pertaruhan
33:59kalau kita
34:00mau menjadi
34:01alat di dalam
34:02tangan Tuhan
34:02alat yang
34:03efektif.
34:05Yang pertama
34:06hidup
34:09tidak bercacat
34:10tidak bercelah.
34:12Hidup
34:12kudus.
34:15Jangan
34:16terganggu
34:18apa kata
34:18orang
34:18tentang
34:19saudara.
34:21Yang penting
34:21saudara
34:21memperhadapkan diri
34:23di hadapan
34:23Tuhan
34:24tak bercacat
34:25dan tak
34:26bercelah.
34:26Yang suatu
34:28hari
34:28semua
34:30keadaan
34:31kita akan
34:32dibuka
34:32dan orang
34:34akan tahu
34:35siapa
34:36sebenarnya
34:37kita masing-masing.
34:39Tidak usah
34:39banyak bicara.
34:43Mulailah
34:44kekudusan
34:45dari hal-hal
34:45sederhana
34:46dan
34:47jangan takut
34:48bercita-cita
34:49untuk mencapai
34:51kesucian
34:52sesuai
34:53standar
34:54Allah.
34:56Jadi
34:56bukan hanya
34:57aku mau hidup
34:58benar Tuhan
34:58aku mau
34:59hidup suci
35:00suci yang
35:01bagaimana?
35:03Jangan
35:04takut
35:04mempersoalkan
35:05dan berkata
35:06Tuhan
35:07aku mau
35:07suci
35:08seperti
35:08kesucian
35:09standarmu.
35:12Aku
35:12tidak tahu
35:13tapi
35:13tolong
35:14aku
35:15Tuhan
35:15lebih dari
35:18masalah
35:18ekonomi
35:19kesehatan
35:20lebih dari
35:21setiap
35:22masalah
35:23yang kuadapi
35:24buat aku
35:25mencapai
35:25puncak
35:27kesucian
35:28seperti yang
35:28kau
35:29kehendaki.
35:33Jangan
35:33menoleh
35:33ke belakang
35:34saudara.
35:36Semua
35:36kita
35:36brengsek
35:37tetapi
35:38Tuhan
35:39bisa membuat
35:40kita kudus
35:41seperti
35:42dia kudus.
35:45tidak
35:47ada
35:47kehidupan
35:48yang lebih
35:48indah
35:49dari
35:49kehidupan
35:50kudus
35:50tak
35:50bercacat
35:51tak
35:51bercelah
35:52begitu
35:53Anda
35:54berani
35:54berkomitmen
35:55itu
35:55sedikit
35:57kesalahan
35:57akan kita
35:58lakukan
35:58kita sudah
35:59merasa
35:59tidak patut
36:00ini.
36:05Yang
36:05kedua
36:06pertaruhannya
36:08adalah
36:08kita harus
36:10rela
36:10meninggalkan
36:11dunia.
36:12Dulu
36:13saya ragu-ragu
36:13kalau bicara
36:14karena saya
36:15masih
36:15memiliki
36:17sebagian
36:17dunia
36:18tapi
36:20sekarang
36:20sudah
36:22nekat.
36:26Apalagi
36:27yang tua-tua
36:28saya
36:30ajak Anda
36:30berkata
36:31begini
36:31Tuhan
36:31beri aku
36:33kesempatan
36:34terakhir.
36:37Padahal
36:37Anda
36:37masih punya
36:39waktu
36:3930-20
36:41tahun
36:41tapi berkata
36:42beri aku
36:43kesempatan
36:43terakhir.
36:44kenapa
36:45belum tentu
36:46minggu depan
36:47masih hidup.
36:52Ayo
36:53saya sedang
36:54berkata itu
36:55bukan mau
36:55sombong
36:56kita mau
36:57nekat
36:57saudaraku.
36:59Kalau kita
36:59tidak berkata
37:00begitu
37:00kita masih
37:01mau beri
37:01peluang
37:02daging
37:03kita dipuaskan
37:04jiwa
37:05kita dipuaskan
37:06kita berkata
37:08Tuhan
37:08beri aku
37:09kesempatan
37:09last chance
37:10seperti
37:12Simpson
37:13amin
37:13beri aku
37:15kesempatan
37:16satu kali ini
37:17Tuhan
37:17berarti kita
37:23sudah tidak
37:24memberi lagi
37:25kesempatan
37:26diri kita
37:26untuk menikmati
37:27dunia
37:28seperti
37:28anak dunia
37:29nah orang-orang
37:33yang memiliki
37:34keberanian
37:34nekat
37:35seperti ini
37:36dia berkapasitas
37:38untuk bisa
37:40menjadi orang-orang
37:41yang melaksanakan
37:42rencana
37:43Allah
37:43Anda tahu
37:46Maria ketika
37:46berkata
37:47jadilah padaku
37:48menurut perkataanmu
37:49dia seperti
37:51berkata
37:52beri aku
37:52kesempatan
37:53terakhir
37:54amin
37:55dia tidak
37:57punya masa depan
37:59dia hanya
38:00punya satu
38:01keperawanan
38:02dia hanya
38:04punya satu
38:05nyawa
38:05menurut
38:08hukum
38:08Yahudi
38:09wanita yang
38:10hamil
38:10tanpa
38:11suami seperti
38:12ini
38:12dirajam
38:13batu
38:13sampai mati
38:15tetapi
38:17untuk
38:17Mesias
38:17yang harus
38:18dikandung
38:19dia berkata
38:20jadilah padaku
38:21menurut
38:22perkataanmu
38:23itu berarti
38:24beri aku
38:25satu kali
38:26kesempatan
38:27beri tepuk tangan
38:28kita bukan
38:32orang hebat
38:33kita
38:34mau jadi
38:35orang nekat
38:36siapapun
38:38saudara
38:38dilihat
38:40dari penampilan
38:41dilihat
38:42dari
38:42kekuatan
38:43ekonomi
38:44dilihat
38:44dari bakat
38:45mungkin
38:46kita
38:47nothing
38:47seperti
38:51Simpson
38:51yang sudah
38:52botak
38:52digunduli
38:54buta
38:56tapi
38:57kalau dia
38:57berkata
38:58beri kesempatan
38:59aku
38:59satu
38:59kali
39:00Simpson
39:01menjadi
39:02luar biasa
39:03kita
39:07dosen
39:07dosen
39:08apa yang
39:09kita
39:09wariskan
39:10untuk
39:10para
39:10mahasiswa
39:11kalau kita
39:13tidak
39:13kehilangan
39:14nyawa
39:14saya
39:18sudah ada
39:18di sekolah teologi
39:20selama puluhan
39:20tahun
39:21saudaraku
39:22saya tidak
39:24mau gagal
39:25di sisa
39:26umur saya
39:27Tuhan
39:29Tuhan telah
39:29banyak
39:29mengajar
39:30saya
39:31dan saya
39:32bisa
39:32menyampaikan
39:33kebenaran ini
39:34sekaligus
39:34komitmen bersama
39:36beri aku
39:37satu kali
39:37kesempatan
39:39beri tepuk
39:39Anda
39:46berkata
39:47Pak
39:47usia saya
39:47masih 25
39:48tahun
39:49kau bisa
39:50yakin
39:50minggu depan
39:51kau masih
39:51hidup
39:52siapa
39:56yang bisa
39:56memastikan
39:57kau masih
39:57umur
39:58panjang
39:59kita
40:04bisa
40:05berkata
40:05beri aku
40:06kesempatan
40:06satu
40:07kali
40:07lagi
40:07Tuhan
40:08tidak ada
40:09kesempatan
40:10untuk berbuat
40:10dosa
40:10tidak ada
40:11kesempatan
40:12untuk
40:12menolak
40:12kebelakang
40:13apalagi
40:15suara
40:15punya banyak
40:15keahlian
40:16punya
40:17bakat
40:18nyanyi
40:18bagus
40:19untuk
40:21apa kau
40:21hidup
40:21kalau
40:22tidak
40:22berani
40:22nekat
40:23kau
40:25boleh
40:26hebat
40:26dan
40:26sukses
40:27dalam
40:27karir
40:27studi
40:28di dunia
40:30dengan
40:30segala
40:31keberhasilannya
40:32tapi
40:33kalau
40:33kau
40:33tidak
40:33pernah
40:34menjadi
40:34alat
40:34di dalam
40:35tangan
40:35Tuhan
40:35engkau
40:36tidak
40:37dirindukan
40:38pulang
40:38ke surga
40:39dunia
40:45menantikan
40:45orang-orang
40:46yang bisa
40:46menyampaikan
40:47syalum
40:48Tuhan
40:48orang-orang
40:50yang bisa
40:51membawa
40:51pesan
40:52Allah
40:52menjadi
40:54alat
40:55di dalam
40:55tangan
40:56Tuhan
40:56untuk
40:57melawat
40:57mereka
40:58orang-orang
41:04seperti ini
41:05adalah
41:05orang-orang
41:05percaya
41:06yang bisa
41:08berinvestasi
41:10untuk
41:12kerajaan
41:13Allah
41:13inilah
41:15orang-orang
41:16yang beruntung
41:16di dalam
41:17kehidupan
41:17sebab
41:19ia akan
41:19menuai
41:20kekayaan
41:21abadi
41:21di kekekalan
41:22atau
41:23kemuliaan
41:24bersama
41:24dengan
41:25Tuhan
41:25Yesus
41:25Kristus
41:26saya
41:28bukan
41:28orang
41:28hebat
41:29saudara
41:30bukan
41:30orang
41:31hebat
41:31tapi
41:32kita
41:32semua
41:33bisa
41:33jadi
41:33nekat
41:34amin
41:35terima kasih
41:37Terima kasih.