Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 minggu yang lalu
Kompleksitas atau kerumitan hidup yang berusaha dibuat kuasa kegelapan menjadikan segala kegiatan manusia semakin tidak fokus kepada kemuliaan kekal. Buktinya, manusia semakin berusaha memenuhi keinginannya dari satu ke yang lain tanpa sanggup berkata "sudah selesai". Hanya orang yang mengerti bahwa hanya Tuhan kebutuhan yang bisa memiliki progresitas iman. Dengan demikian, kita dapat merajut kesucian secara natural dan menyenangkan hati Allah dari perkara-perkara kecil.
Transkrip
00:00Bapak Ibu, Saudaraku sekalian, kuasa kegelapan akan berusaha membuat hidup kita terasa rumit, terasa kompleks, supaya kita tidak memiliki fokus
00:22yang benar.
00:26Saudara renungkan, pada akhir hidup seseorang, apapun yang telah diperjuangkan dan apapun yang telah dimiliki, itu lenyap dalam sekejap seperti
00:49uap.
00:53Kompleksitas atau kerumitan hidup benar-benar telah membuat manusia gagal fokus.
01:06Manusia mestinya memiliki fokus yang benar, tetapi kuasa kegelapan membuat manusia dalam segala kegiatan, dalam segala kesibukan menjadi rumit dan
01:26kompleks.
01:30Saudara, minggu lalu telah saya sampaikan, tidak ada orang yang lebih merdeka dari orang yang sampai pada titik dia mengatakan
01:46sudah selesai.
01:51Manusia tidak pernah puas dengan apa yang telah dia capai.
01:57Manusia tidak pernah puas dengan apa yang telah dia miliki.
02:01Manusia terus bergerak untuk memperoleh apa yang dia rasa belum dimiliki dan dia merasa mutlak harus dimiliki.
02:20Apalagi kalau sesuatu itu dimiliki oleh orang lain dan nampak membahagiakan dan itu dipandang sebagai menguntungkan dan mendatangkan kehormatan.
02:37Manusia terus dibuat sibuk, manusia terus menggeliat dari satu kerumitan ke kerumitan yang lain, dari satu kompleksitas ke kompleksitas yang
02:53lain.
02:54Sehingga manusia tidak pernah fokus kepada yang mestinya dia memberikan fokus.
03:01Dan ketika meninggal dunia, dia baru sadar bahwa dia telah menyianyiakan kesempatan yang begitu berharga.
03:15Yang Tuhan berikan untuk memiliki fokus yang benar dan hidup di dalam fokus itu guna memiliki kekekalan.
03:27Tentu kekekalan yang indah, sebab manusia harus memilih kemuliaan kekal atau kehinaan kekal.
03:38Kompleksitas manusia, kerumitan hidup yang dijalani manusia membuat manusia menuju kehinaan kekal.
03:50Dari satu kompleksitas ke kompleksitas yang lain.
03:56Dan selalu akan rumit.
03:58Bahkan orang-orang yang sekarang hidupnya secara ekonomi baik, terhormat.
04:05Mungkin secara finansial dan secara harfiah, dia tidak memiliki kerumitan.
04:13Tapi sebenarnya dia memiliki kerumitan yang lain.
04:17Yang mungkin juga tidak disadari.
04:20Tapi yang jelas, dia belum menemukan pelabuhan.
04:24Dia belum bisa berkata, sudah selesai.
04:29Bapak, Ibu, Saudaraku sekalian, mari kita teduh ya, mendengar nasihat Tuhan ini, Saudaraku.
04:40Dan kita jujur mengakui keadaan kita, bagaimana kita telah membuat kerumitan itu.
04:49Kita membuat hidup kita menjadi kompleks, menjadi rumit.
04:52Karena kita tidak memiliki fokus yang benar.
04:57Di gereja ini, Saudara, diajar kebenaran.
05:02Supaya kita memiliki fokus hidup yang benar.
05:06Fokus hidup kita hanya satu, Saudara.
05:09Tuhan.
05:11Karena suatu hari, Saudara akan dapat membuktikan bahwa ternyata yang kita butuhkan dalam hidup ini hanya satu, Tuhan.
05:26Tuhan.
05:28Hanya satu yang kita butuhkan, Tuhan.
05:32Kalau Saudara atau sebagian Saudara, mungkin juga sebagian besar Saudara,
05:40Belum memahami pernyataan ini, statement ini.
05:45Belum memahami kebenaran ini, karena jiwa Saudara sudah rusak.
05:52Jiwa Saudara sudah rusak.
05:58Sama seperti lidah yang rusak.
06:02Dia bisa mati rasa, dia bisa tidak bisa merasa.
06:08Mestinya asin, dia tidak rasa asin.
06:10Mestinya manis, dia tidak bisa rasa manis.
06:13Mestinya lezat, dia tidak tahu itu lezat.
06:16Mungkin juga lidah menjadi sesat.
06:19Apa yang tidak enak, terasa enak.
06:23Yang enak, malah terasa tidak enak.
06:26Jiwa kita seperti lidah itu,
06:30Menjadi sesat.
06:33Kalau seseorang,
06:36Terus berproses dikembalikan kerancangan Allah semula,
06:41Mendengar kebenaran,
06:43Dia akan sampai pada satu titik,
06:47Dia bisa mengerti bahwa yang hanya dibutuhkan,
06:51Tuhan.
06:53Hanya satu yang dia butuhkan,
06:56Tuhan.
06:57Bapak Ibu, Saudara sekalian,
06:59Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus,
07:03Suatu kali nanti Bapak Ibu akan membuktikan,
07:07Ketika Saudara menutup mata,
07:10Semua yang kita perjuangkan,
07:13Yang kita miliki,
07:15Yang sejak hidup banyak manusia pikir itu akan melengkapi hidupnya,
07:20Akan membuat hidupnya lengkap dan utuh,
07:24Lenyap dalam sekejap seperti uap,
07:27Dan baru benar-benar menyadari,
07:30Bahwa sesungguhnya yang dibutuhkan itu hanya Tuhan.
07:35Tetapi ketika Saudara,
07:38Ketika seseorang sadar,
07:41Bahwa dibutuhkan yang dibutuhkan hanya Tuhan,
07:44Ketika ia sudah menutup mata,
07:48Itu terlambat.
07:49Ia pasti tidak memiliki Tuhan secara benar.
07:54Ia pasti telah gagal fokus dalam hidup ini.
07:58Mestinya sejak kita hidup di dunia,
08:01Jiwa kita sudah benar-benar menjadi sehat,
08:06Proper,
08:08Dan bisa menghayati,
08:11Bahwa yang kita butuhkan sesungguhnya,
08:15Hanya Tuhan.
08:17Saudara, pernyataan ini memiliki implikasi yang luas,
08:22Dan nanti akan saya kemukakan,
08:24Sepanjang khutbah ini.
08:28Sebagian besar Saudara belum sampai pada tingkat ini.
08:33Karena pada umumnya Saudara lebih serupa dengan dunia,
08:37Daripada serupa dengan Yesus.
08:41Sebagian besar Saudara pada dasarnya,
08:45Atau pada umumnya juga,
08:47Lebih serupa dengan dunia,
08:49Daripada serupa dengan Yesus.
08:52Tetapi melalui pemberitaan suara kebenaran,
08:56Dan jika Saudara tekun,
09:00Lambat laun,
09:01Tahap demi tahap,
09:03Saudara bisa mengerti,
09:05Bahwa yang Saudara butuhkan,
09:08Sesungguhnya hanya Tuhan saja.
09:11Hanya Tuhan saja.
09:13Kalau sekarang Saudara belum bisa menghayati hal ini,
09:19Saudara ikuti terus.
09:21Sebab hanya orang yang sampai pada tahap ini,
09:24Orang itu baru bisa menghormati Tuhan secara patut.
09:31Hanya orang yang bisa mengerti bahwa yang dibutuhkan itu Tuhan saja,
09:38Itu baru bisa menghormati Tuhan secara patut.
09:42Ia baru bisa mencintai Tuhan dengan segenap hati,
09:47Segenap jiwa,
09:48Dan segenap akal budi.
09:51Barulah orang-orang seperti ini memiliki takut akan Allah secara benar.
09:59Dan betapa berbahagianya orang-orang yang sampai pada tingkat ini,
10:04Saudara bisa,
10:06Saya juga bisa,
10:08Kita semua bisa,
10:10Kita harus bertumbuh terus,
10:12Dan kita harus berjuang terus.
10:14Orang yang sungguh-sungguh sampai pada penghayatan,
10:18Bahwa yang dibutuhkan itu hanya Tuhan saja.
10:22Ia akan bisa menghormati Tuhan secara patut.
10:26Ia akan bisa mencintai Tuhan dengan segenap hati,
10:31Segenap jiwa,
10:33Dan segenap akal budi,
10:34Secara natural,
10:36Secara natural,
10:38Tidak usah paksa-paksa,
10:40Saudaraku.
10:41Ini contoh sederhana,
10:43Kalau Anda mencintai seseorang,
10:47Bahwa dia yang paling berharga dalam hidupmu.
10:51Bahwa Anda bisa hidup tanpa siapapun,
10:55Tapi jangan tanpa dia.
10:57Maka Anda baru tahu,
10:58Bagaimana mencintai dia dengan segenap hati,
11:02Secara natural.
11:04Anda baru rela melakukan apapun demi dia.
11:08Ini manusia.
11:09Mengapa kita tidak menunjukannya ini kepada Tuhan?
11:17Karenanya saudara harus belajar kebenaran Tuhan.
11:20Terus setiap minggu,
11:23Berdoa bersama,
11:24Menghayati kehadiran Tuhan.
11:27Itu tahap demi tahap,
11:30Saudara akan merasakan kehausan dalam jiwa saudara.
11:33Yang tadinya tidak bisa bangun pagi,
11:38Sekarang bisa bangun pagi.
11:40Yang tadinya kalau pagi tidak berdoa,
11:43Biasa-biasa saja.
11:45Tapi sekarang ada yang hilang.
11:48Yang tadinya tidak kebaktian satu bulan,
11:51Ya tidak masalah.
11:53Tapi sekarang satu minggu lewat,
11:55Anda merasa kehilangan.
11:57Kan banyak orang Kristen nafas.
12:01Natal dan Pasca.
12:03Jadi Natal datang ke gereja,
12:05Pasca datang ke gereja,
12:08Selebihnya dia tidak datang.
12:09Kristen nafas.
12:11Napas pendek.
12:15Saudara.
12:17Jadi terus,
12:19Supaya rasa membutuhkan Tuhan itu bukan hanya mulut.
12:27Ya dari tadi saya merenungkan kalimat,
12:30Pemasmur yang mengatakan,
12:32Seperti rusam merindukan sungai.
12:37Bagaimana ya,
12:38Seorang pemasmur yang hidup di zaman perjanjian lama,
12:42Sudah bisa memiliki kehausan akan Allah seperti ini.
12:46Seperti rusam merindukan sungai yang mengalir,
12:58Demikianlah jiwaku merindukan engkau.
13:15Tuhan Raja ku,
13:18Padamu sangat haus jiwaku,
13:26Bila ku boleh datang,
13:35Memandangmu Tuhan.
13:42Saya mau jujur mengatakan bahwa baru terutama bulan-bulan belakangan ini atau tahun ini,
13:51Saya bisa merasakan dengan lebih kerinduan bertemu dengan Tuhan Yesus.
14:02Sebelumnya saya bisa mengucapkan,
14:05Tapi tidak sekuat apa yang saya rasakan hari ini.
14:11Saya memerlukan banyak kesempatan untuk banyak bicara sampai saudara mengerti mengapa bisa begitu.
14:20Mengapa bisa begitu.
14:26Jadi bersama dengan saya kalau saudara percaya saya pelayan Tuhan dan suruh bicaranya.
14:35Saya mengajak saudara mengalami apa yang saya alami dan menurut saya dari apa yang saya pelajari dari Alkitab dan dari
14:46apa yang saya alami dan saya jalani dalam pengembaraan rohani saya.
14:53Inilah kebenaran yang menuntun kita ke surga.
14:58Seperti rusa merindukan sungai yang berair.
15:05Air sungai itu bukan sekedar pelengkap, bukan suplemen, bukan sekedar hobi tambahan, bukan kebutuhan sekunder, tapi itu segalanya.
15:18Rusa tidak bisa hidup tanpa air.
15:23Merindukan di sini bukan sekedar mengingini dan bisa boleh dijawab dan boleh tidak.
15:33Tapi merindukan di sini artinya membutuhkan sebagai kebutuhan yang mutlak saudara.
15:40Nah kita harus sampai pada penghayatan bahwa yang kita butuhkan hanya Tuhan.
15:51Baru kita bisa mengasihi dia secara natural.
15:59Tentu Tuhan tidak menghendaki kita mencintai dia dengan sekenap hati, sekenap jiwa, sekenap akal budi secara terpaksa.
16:11Dan kalau secara terpaksa Allah tidak bisa menikmatinya.
16:16Tidak mungkin Allah menikmatinya.
16:20Tidak mungkin Allah menerimanya.
16:24Kita harus mencintai dia secara natural.
16:31Sebab hanya dia yang kita butuhkan.
16:36Kita juga harus menghormati dia secara patut.
16:40Bukan karena terpaksa.
16:44Bukan karena terpaksa.
16:48Tentu Allah memiliki harga diri.
16:51Dia tidak memaksa makhluk ciptaan untuk menghormati dia.
16:56Dan kalau kita takut akan dia itu takut.
17:01Karena kita mengasihi dan menghormati dia.
17:05Seperti seorang anak yang takut orang tuanya.
17:10Segan karena menghormati dan mengasihi.
17:14Bukan takut karena ancaman tidak mendapat bagian warisan.
17:22Bukan takut karena orang tua lebih kuat secara fisik.
17:27Atau kuat secara relasi dengan pejabat lalu anak takut.
17:32Tapi takut karena mengasihi dan menghormati dia.
17:38Dan sebenarnya ini bisa menjadi gambaran.
17:42Kalau seorang anak sejak kecil bisa menghayati hubungan orang tua dan anak secara proporsional.
17:50Bagaimana anak bisa menghayati bahwa yang dibutuhkan itu ibunya, bapaknya.
17:57Dan tidak tergantikan saudaraku.
18:02Saya sampaikan ilustrasi di tempat ini beberapa waktu lalu.
18:07Seorang ibu yang tidak mampu membesarkan anaknya.
18:11Dia merasa anaknya akan nanti sulit kalau ikut dirinya.
18:15Maka dia membawa anak ini kepada satu keluarga yang mampu untuk diadopsi.
18:21Anak ini masih kecil.
18:27Orang tua yang mau mengadopsi, memiliki rumah bagus, ada kolam renang kecil untuk anak-anak, kamar sendiri, bahkan sudah disediakan
18:39boneka-boneka.
18:40Ini anak, ini anak perempuan.
18:43Dia senang melihat itu.
18:45Tapi ketika mamanya minta pamit, dia pegang mamanya.
18:49Dia berkata jangan tinggalkan aku mama.
18:53Aku ikut mama saja.
18:57Tepuk tangan.
19:03Maksud saya tepuk tangan adalah sebuah seorang menghayati betapa anak ini tahu bahwa yang dibutuhkan orang tuanya.
19:10Dia tidak membutuhkan yang lain.
19:15Kita dengan Tuhan juga begitu.
19:18Kita membutuhkan Tuhan karena Tuhan sendiri.
19:20Dia mengisi kehausan jiwa kita.
19:24Bukan berkatnya, bukan kuasanya.
19:28Dan kalau seseorang benar-benar mengerti apa artinya Tuhan satu-satunya kebutuhannya.
19:37Ia tidak bisa memanipulasi Tuhan.
19:39Tuhan tidak perlu dimanipulasi.
19:43Sebab yang kita butuhkan bukan apa yang dapat dia berikan kepada kita.
19:49Tetapi yang kita butuhkan dia sendiri.
19:55Tetapi saya ingatkan sebagian besar saudara punya jiwa sudah rusak.
20:01Sehingga saudara belum mengerti apa maksudnya Tuhan satu-satunya kebutuhan.
20:05Karena kita memiliki kontruksi sirkuit cara berpikir yang sudah rusak.
20:16Kita telah kecanduan atau edik.
20:21Kecanduan oleh perkara-perkara dunia.
20:24Dan kita melihat banyak orang-orang Kristen yang memanfaatkan Tuhan.
20:31Memanfaatkan kuasanya.
20:33Meminjam tangannya yang perkasa.
20:36Untuk meraih apa yang kita pikir bisa melengkapi hidup.
20:41Memuaskan dan membahagiakan kita.
20:44Dan dengan sikap itu tanpa kita sadari.
20:48Kita berkhianat kepada Tuhan.
20:52Kita menyakiti hatinya.
20:56Tetapi karena kita dianggap belum matang, belum dewasa.
21:01Tuhan mengerti.
21:03Tuhan toleransi.
21:07Namun demikian kita tidak boleh terus menerus dalam keadaan kekanakan-kanakan yang naif, picik, dan bodoh.
21:17Tuhan yang kita butuhkan.
21:21Kalau seorang anak mengerti bagaimana perasaan membutuhkan orang tua dari kecil.
21:30Dia merasa membutuhkan orang tua.
21:33Bagaimana dia dibesarkan orang tua.
21:37Bagaimana hidupnya tergantung pada orang tua.
21:40Anak yang baik tentunya.
21:42Bertumbuh dalam lingkungan yang baik.
21:47Perhatikan.
21:48Anak ini kemudian menjadi takut akan orang tua.
21:54Bukan karena apa-apa.
21:57Tapi karena mengasih dan menghormati dia.
22:00Tetapi masalahnya memang sudah rusak dunia ini.
22:03Banyak anak-anak telah kehilangan gambar diri.
22:07Gambar diri orang tua.
22:08Sudah rusak.
22:09Jadi kacau.
22:12Paham maksud saya saudara?
22:13Sudah rusak.
22:14Tetapi kalau secara proporsional.
22:17Kalau anak bertumbuh secara baik.
22:22Dalam pertumbuhan yang benar.
22:24Dari pengalaman hidup bagaimana orang tua menjaga, memelihara dirinya.
22:31Dan terjadi ketergantungan itu anak kepada orang tua.
22:35Hanya engkau yang kubutuhkan.
22:37Seperti anak tadi.
22:39Mama jangan tinggalkan aku.
22:41Mama aku ikut mama saja.
22:43Paham maksudnya?
22:44Suatu hari anak ini akan takut mamanya.
22:47Bukan karena mamanya hebat dengan kekuatan fisik.
22:50Tapi karena mengasih dan menghormati.
22:53Kalau kita menghayati Allah yang hidup.
22:58Mungkin anda dari latar belakang keluarga yang rusak.
23:01Yang hancur.
23:02Yang tidak harmoni.
23:04Tetapi saudara.
23:05Diajak mengenal lingkungan kerajaan surga.
23:09Mengenal Allah Bapak yang baik.
23:13Mengenal Tuhan Yesus Kristus yang mati di kayu salib untuk kita.
23:18Dan saudara menghayati bagaimana dari waktu ke waktu.
23:22Allah memelihara saudara.
23:26Saudara mengerti betapa baiknya Tuhan.
23:30Saudara mengerti bagaimana Tuhan menyediakan surga kekekalan untuk kita.
23:36Maka kita dapat takut akan Allah.
23:39Karena kita mengasihi dan menghormati dia.
23:49Sirkuit bangunan berpikir saudara sebagian ini atau sebagian besar rata-rata rusak.
23:58Karnanya kita ada di tempat ini mendengar suara kebenaran.
24:03Supaya diperbaiki.
24:07Supaya diperbaiki.
24:09Saudara teduh.
24:10Saudara dengar apa yang saya sampaikan.
24:13Saudara hayati.
24:15Saudara mau mengerti.
24:16Dan itu menguduskan.
24:18Karena firman itu menguduskan.
24:22Beri tempat tangan untuk Tuhan.
24:24Untuk kebenarannya.
24:28Ibarat pasien saudara ini orang-orang sakit.
24:32Dan ini rumah sakitnya.
24:33Dokternya adalah Tuhan Yesus.
24:35Dan saya hanya suster, hanya perawat.
24:38Yang hanya mendengar apa.
24:41Yang mulia.
24:46Sang dokter agung, tapib agung.
24:50Mengendaki saya berbicara.
24:54Ketika saudara sampai berat titik.
24:58Hanya Tuhan yang kubutuhkan.
25:00Maka saudara baru bisa berkata.
25:02Sudah selesai.
25:08Anda baru bisa mengerti.
25:10Mengapa Paulus berkata.
25:12Asal ada makanan, pakaian cukup.
25:15Itu bukan berlebihan.
25:18Kalau itu dianggap sebagai.
25:20Berlebihan, hiperbola.
25:23Karena konstruksi dan bangunan berpikirmu sudah rusak.
25:27Saya termasuk orang yang memiliki sirkuit.
25:31Bangunan berpikir yang rusak.
25:34Tapi saya bersyukur, saya sadar kerusakan itu.
25:38Dan saya berusaha untuk membenahi diri.
25:42Dan sementara saya membenahi diri atas petunjuk Tuhan.
25:46Saya juga menyampaikannya kepada saudara.
25:49Untuk supaya saudara juga mengalami pembenahan dan perbaikan-perbaikan ini.
25:55Supaya semua kita bersama bertumbuh.
25:59Pasti saudara akan menangkap khutbah saya terus bergerak.
26:04Walaupun sedikit demi sedikit berubah terus.
26:07Bergerak sesuai dengan pertumbuhan rohani kita.
26:11Maka saudara tidak boleh hanya mendengar satu kali.
26:14Lalu saudara pergi.
26:16Atau hanya diambil sepotong-sepotong.
26:18Itu tidak boleh saudara.
26:20Seperti misalnya di viral.
26:23Pendeta Erasus mengatakan.
26:24Yesus itu jin.
26:26Saya tidak pernah mengatakan Yesus itu jin.
26:29Bagaimana kita bisa berani mengatakan Yesus itu jin.
26:33Yesus itu Tuhan.
26:35Tapi kalau ada satu sosok yang kamu perlakukan sedemikian rupa.
26:43Seperti Aladin memperlakukan lampu yang mengeluarkan jin.
26:50Itu jin.
26:52Kamu kasih nama Yesus.
26:53Padahal Yesus tidak seperti itu.
26:56Amin.
26:56Yesus itu Tuhan yang harus dihormati.
26:59Yang tidak boleh sembarangan kamu minta.
27:02Lalu dalam namanya.
27:03Lalu Anda bisa mengatur Tuhan.
27:06Itu bukan Yesus yang benar.
27:09Tapi diputar.
27:11Diputar balikan.
27:13Bahwa saya mengatakan Yesus itu jin.
27:15Yesus bukan jin.
27:17Yesus satu-satunya Allah.
27:19Dari Bapak di surga.
27:24Dia anak Allah.
27:26Satu-satunya anak Allah.
27:27Satu-satunya utusan yang benar.
27:30Dari Allah yang esah.
27:32Allah yang esah.
27:33Tidak ada Allah selain Allah ini.
27:35Allah Abram, Ishak dan Yaakub.
27:37Elohim Yahweh.
27:42Yang kepadanya pemastur berkata seperti rusa.
27:45Merindukan sungai yang mengalir.
27:49Nah saya teruskan.
27:50Jika kita takut akan Allah karena kita menghormati dan mengasihi dia.
27:56Kita berusaha untuk mengabdi kepada Tuhan.
28:00Dan orang yang memiliki jalur yang benar seperti ini.
28:06Artinya fokus yang benar seperti ini.
28:09Maka yang dilakukan bukan kegiatan gereja dulu.
28:12Bukan jadi aktivis atau pendeta dulu.
28:15Tapi yang dilakukan adalah bagaimana menyenangkan Tuhan dari waktu ke waktu.
28:20Dari saat ke saat.
28:22Melalui segala hal.
28:23Itu pelayanan yang sesungguhnya.
28:28Tapi kalau orang tidak memiliki track, mekanisme, jalur yang benar ini.
28:35Memang dia melayani Tuhan.
28:38Dia jadi pendeta atau aktif dalam kegiatan pelayanan.
28:43Tidak jarang memiliki agenda pribadi.
28:46Dan menggunakan Tuhan pelayanan untuk kepentingan.
28:52Saya itu melakukan ini ikut-ikutan orang sebenarnya.
28:56Ayo kita buka gereja.
28:58Ayo kita cari orang-orang datang ke gereja.
29:00Ayo kita nyanyi.
29:01Ayo kita memberi persembahan.
29:03Mungkin pendetanya tidak cari uang juga.
29:07Dia punya usaha juga.
29:08Tetapi itu menjadi kesukaannya.
29:11Dan kalau uang jadi banyak, dia bukan tidak mungkin meleset juga.
29:16Menikmati uang dari cemaat juga.
29:18Dan akhirnya dia menjadi anak setan.
29:23Anda ngerti gak saya ngomong apa?
29:27Amin.
29:29Kalau kita lewat track yang benar, jalur yang benar.
29:33Pelayanan kita itu menyenangkan Tuhan.
29:36Lewat segala hal.
29:38Saya sudah katakan kepada saudara, kekudusan itu teknis dan praktis.
29:43Tidak mistis.
29:46Oke?
29:47Amin.
29:48Waktu saudara bertemu teman di meja kafe atau di meja restoran makan bersama.
29:57Ada kata-kata yang saudara ucapkan.
30:00Yang itu mestinya tidak saudara ucapkan.
30:03Mungkin memuat kesombongan, mungkin membicarakan orang lain.
30:06Waktu kita pulang, kita sadar salah itu bagi yang mengasihi Tuhan dan menghormati dia.
30:13Yang takut akan Allah.
30:15Roh kudus pasti bicara.
30:16Damai sejahteranya hilang.
30:18Dia mulai berpikir, aku telah bersalah.
30:22Ampuni saya Tuhan.
30:24Besoknya ketemu lagi atau berapa waktu kemudian bertemu lagi.
30:28Sudah sadar akan kesalahan kemarin.
30:31Jangan ulangi.
30:33Kita rajut kesucian.
30:35Waktu Anda naik motor, Anda dipotong oleh...
30:39Ketika Anda mengendari kendaraan, dipotong oleh motor yang ugal-ugalan menyerempet mobil Anda.
30:45Mungkin Anda tidak membuka kaca cendela karena Anda takut.
30:48Tapi di mobil Anda berkata, jagal biang.
30:54Artinya anjing.
30:57Itu tidak tepat.
31:00Anda sadar, aduh salah.
31:02Besoknya punya pengalaman yang mirip atau berapa minggu kemudian.
31:07Ada orang menyerempet mobil Anda.
31:10Anda cuma berkata, ya barang dunia vana.
31:17Boleh tepuk tangan.
31:19Itu kesucian dari situ.
31:22Ada polisi di atas polisi.
31:24Tuhan.
31:25Oh anak yang menghormati dan mengasih orang tua sehingga takut orang tua tidak ingin mendukakan dia.
31:33Mengerti?
31:34Dia akan berkata, mami, mami mau jalan-jalan kemana?
31:37Singapura atau Bangkok?
31:39Maminya bilang, nah saya jauh-jauh, nak ke cendet saja.
31:42Oh boleh.
31:42Karena cendet ada saudaranya.
31:48Anda mau senangkan orang tua.
31:53Itu natural.
31:55Kepada Tuhan pun natural.
32:00Tepuk tangan.
32:07Waktu saudara, istri ngomong apa Anda gak suka.
32:12Main bentak.
32:13Why?
32:15Mungkin gak mukul cuma gini.
32:18Itu kebanggaan.
32:20Suami bisa berkata, kebanggaan.
32:25Istri memang gak dipukul.
32:27Istri begini.
32:29Tapi ya, begini.
32:31Sakit hatinya.
32:33Goresannya dalam.
32:34Begini.
32:36Tapi menggores, Pak.
32:39Menggores.
32:40Apalagi begini.
32:41Menggores.
32:42Itu kejahatan.
32:45Itu kejahatan.
32:48Kok anggap itu ringan?
32:50Kejahatan.
32:52Betapa luka hati istri yang tidak dihargai.
32:56Orang tuanya pun belum tentu begitu.
33:00Kamu yang dulu bilang I love you.
33:02Kok sekarang I hate you.
33:07Aduh salah.
33:09Kalau kau laki-laki jantan dan gentle.
33:12Kamu bilang,
33:13Mak, so sorry.
33:16Deep sorry.
33:17Million sorry.
33:20Kalau laki-laki.
33:22Tapi jasar banyak laki-laki tidak mau mengaku salahnya.
33:27Begitu.
33:29Besok lagi jangan begitu ya.
33:31Gue gampar benar loh.
33:33Ini baru begini.
33:34Nanti gue pakai kolok.
33:36Ampun deh.
33:38Yang begini, laki-laki begini.
33:40100% masuk neraka.
33:42Jadi kalau ada laki-laki seperti ini,
33:44selamat jalan ke neraka.
33:46Loh kok tepuk tangan?
33:49Ini yang tepuk tangan,
33:50perempuan tau lagi ini.
33:56Jangan kalau pernah Anda lakukan,
33:58berhenti.
34:00Anda gagal fokus.
34:01Bertobat, minta ampun.
34:04Supaya natural memenyenangkan hati Tuhan.
34:07Itu meracut kesucian, saudaraku.
34:11Saudara melihat wanita, pria ya.
34:13Pria memandang wanita dengan pandangan yang salah pun.
34:16Belum berbuat dosa, Anda sudah merasa bersalah.
34:20Mestinya tadi caraku memandang dia enggak begitu.
34:23Ampuni aku Tuhan.
34:25Dikikis.
34:26Dari dosa kecil, dosa halus.
34:29Dikikis.
34:30Sampai saudara memiliki kesucian yang benar-benar menyenangkan hati Allah.
34:37Bisa.
34:37Oh tepuk tangan boleh.
34:39Amin.
34:39Ibu-ibu juga.
34:43Ibu-ibu.
34:47Matamu.
34:50Teruskan sendiri.
34:53Lihat barang dunia itu loh.
34:56Terus maknyut hatinya.
34:58Aduh bagus banget itu barang.
35:00Lihat suaminya yang tidak mampu membelikan barang itu.
35:08Ikan asin kering.
35:13Jangan begitu, Bu.
35:16Sembuhkan matamu.
35:20Amin.
35:21Dari mata duitan.
35:24Dari kalau pria, mata keranjangan.
35:27Demi mata pencaharian.
35:31Amin saudara.
35:34Ayo kita mau melakukan secara natural.
35:39Dan ini jangan hanya menjadi pengetahuan di pikiran saudara.
35:44Karena saya mengkutbahkan hal ini.
35:48Tuhan itu satu-satunya kebutuhan kita.
35:52Kita bisa takut akan dia secara natural.
35:56Karena kita mengasihi dia dengan sekenap hati, jiwa, akal, budi, kekuatan.
36:01Dan menghormati dia dengan rela, ikhlas dan sepatutnya.
36:07Sehingga kita takut akan Tuhan secara benar.
36:10Dari takut akan Tuhan ini.
36:27Dari takut akan Tuhan ini kita bisa menata kesucian hidup.
36:31Tuhan, hidup tidak bercacah, tidak bercelah.
36:33Jangan seorang memandang itu sesuatu yang tidak bisa dicapai.
36:39Jangan seorang memandang itu sesuatu yang mustahil.
36:42Tuhan berfirman di 1 Petrus 1 ayat 16.
36:46Kuduslah kamu sebab aku kudus.
36:50Alam mengendaki kita yang diselamatkan ini.
36:53Benar-benar menjadi manusia yang kudus tak bercacah, tak bercelah.
36:58Tapi bukan karena terpaksa kita melakukannya dengan rela, natural.
37:09Dan itu menyenangkan hati Allah.
37:12Barulah kita bisa menjadi ciptaan sesuai dengan maksud tujuan alam menciptakan manusia.
37:20Nah kembali tadi soal pengabdian dan pelayanan.
37:25Pelayanan kita tidak dimulai dari sekolah teologi.
37:30Tidak dimulai dari pengangkatan sebagai pejabat sinode.
37:35Pelayanan kita dimulai dari hati kita.
37:39Hati kita yang lurus.
37:40Tadi surah saya jelaskan.
37:43Hati yang merasa membutuhkan Allah sebagai satu-satunya kebutuhan kita.
37:50Yang kemudian membuat kita bisa mencintai Tuhan dengan segenap hati jiwa kalbudi.
37:55Dan menghormati Tuhan secara patut.
37:58Sehingga kita takut akan dia.
38:00Selanjutnya kita mau menyenangkan dia dengan segala hal yang kita lakukan.
38:05Kita lakukan hal-hal yang menyenangkan dia.
38:09Sampai pada apa yang anda tonton.
38:12Lihat nih.
38:13Yang anda tonton.
38:15Saya tidak mengatakan anda berdosa kalau nonton film.
38:19Tetapi kalau yang saudara tonton itu tidak menyenangkan hati Tuhan yang bersama dengan saudara.
38:27Maka saudara telah membuat hati Tuhan tidak nyaman.
38:33Kalau Alkitab berkata di salam 1 Korintus 3 ayat 16, 1 Korintus 16, 1 Korintus 6 ayat 19 dan 20.
38:42Bahwa tubuh kita baik roh kudus.
38:45Itu bukan hanya berarti tubuh kita ini harus bersih.
38:48Dari makanan yang tidak perlu rokok, minuman keras atau percabulan.
38:53Tapi pikiran kita yang menjadikan tubuh ini rumahnya, pikiran kita harus jadi rumah Tuhan.
39:05Sebenarnya hal ini diungkapkan Tuhan beberapa kali kepada saya bulan-bulan belakangan ini.
39:11Tapi saya kadang-kadang tidak menangkap atau kurang menangkap atau kurang rela.
39:16Karena saya masih punya kecerobohan-kecerobohan dalam berpikir.
39:22Kecerobohan-kecerobohan dalam berpikir.
39:26Tapi karena saya terus belajar oleh kemurahan Tuhan, saya didesak Tuhan.
39:32Sampai pada suatu pagi ketika saya berdoa, Tuhan mengajarkan hal itu.
39:37Dan ketika saya selesai berdoa, saya olahraga, saya jalan 1 jam 1.4 minimal.
39:44Selama perjalanan itu yang saya pikirkan tubuhku baik roh kudus.
39:49Tubuhku baik roh kudus.
39:52Lalu Tuhan mengajar, untuk apa tubuhmu kayak selongsong kosong, Erastus?
39:58Pikiranmu yang harus aku diami.
40:01Wow.
40:04Kadang-kadang, saudara, kan waktu kita olahraga sambil jalan cepat begini.
40:10Pikiran kita melayang kemana-mana.
40:16Kenapa pada waktu kita olahraga berjalan cepat?
40:22Kita tidak memikirkan hal-hal yang kudus.
40:26Pikiranmu itu harus didiami oleh roh kudus.
40:30Jadi jangan membuka hal-hal yang tidak patut dipikirkan.
40:37Saudara bersama saya.
40:39Saudara bersama saya.
40:41Anda nonton sesuatu yang Tuhan tidak menikmati tontonan itu.
40:46Itu mendistrak, mengganggu, merusak pikiran kita.
40:50Apalagi pendeta.
40:52Aduh, saudara.
40:53Dia harus dipenuhi roh kudus.
40:55Dan kalau mau dipenuhi roh kudus, bukan hanya pada waktu dimimbar.
41:00Tetapi harus hidup di dalam pengurapan setiap saat.
41:05Ini kalau pendeta.
41:05Harus hidup dalam kepenuhan roh setiap saat.
41:11Pikiran bersih, tubuh bersih.
41:13Setan tidak bisa sentuh.
41:14Kalau kita pelepasan, kita tidak perlu teriak-teriak.
41:18Kita baru tunjuk begini.
41:19Kita hanya tunjuk setan takut.
41:23Percaya.
41:26Dan saudara semua berpotensi menjadi baik roh kudus.
41:31Kalau tubuhmu baik roh kudus, Allah pasti pelihara tubuh saudara.
41:36Dan kalau tubuh itu masuk ke dalam tanah.
41:39Maka roh jiwamu, nesiamamu akan dapat tubuh kemuliaan.
41:45Hanya tubuh yang mulia.
41:48Maksud saya, hanya roh jiwa yang mulia.
41:51Yang mendapat tubuh kemuliaan.
41:54Tubuh kita baik roh kudus.
41:56Tapi jangan hanya bicara soal fisik.
41:59Bicaralah juga mengenai pikiran dan perasaanmu yang harus menjadi rumah Tuhan.
42:05Jadi jangan pikirkan apa yang Allah tidak suka.
42:09Kita pikirkan.
42:10Sambil jalan, kita berpikir begini.
42:14Itu orang jahat banget ya.
42:17Setan.
42:19Kok bisa dia begitu?
42:21Aduh itu orang masuk neraka itu.
42:24Mestinya kenapa boleh begitu?
42:27Begitu muncul.
42:28Itu orang kenapa ya?
42:29Diam.
42:31Diam kamu.
42:32Kita dialog dengan diri sendiri.
42:34Saya sering dialog dengan diri sendiri waktu berdoa.
42:37Haleluya.
42:38Dia muncul macam-macam.
42:40Saya bilang, ini dadah penala.
42:42Diam kamu.
42:44Terpujilah namamu Tuhan.
42:48Haleluya.
42:51Habis doa kamu nanti mau makan di mana?
42:53Diam.
42:56Terpujilah namamu.
42:57Glorihi.
42:59Itu musiknya enggak pas tuh.
43:01Dia enggak persiapan, enggak diurapi.
43:03Rusak penyembahanmu.
43:04Diam.
43:06Haleluya.
43:08Bisa muncul gini.
43:10Nanti sore yang makan steak di sana enak tuh.
43:14Loh, ini benar.
43:17Saya bisa berdialog dengan diri sendiri.
43:20Itu masih positif.
43:22Mas, bukan positif.
43:23Belum kelihatan negatifnya, tapi ya negatif.
43:25Belum lagi kalau nanti muncul pikiran-pikiran lain dan corok.
43:28Dan jahat.
43:29Kita harus kikis, harus bersihkan.
43:32Kalau kita takut akan Allah.
43:34Dan menghormati dia secara patut.
43:37Tidak akan mengizinkan pikiran itu.
43:40Kita merasakan kehadirannya.
43:45Amin.
43:48Imin puji-pujian.
43:49Maaf ya, saya tidak menyinggung yang imin puji-pujian hari ini.
43:52Laki nyanyi.
43:53Wah, semangat semua.
43:56Semangat.
43:57Dalam hati gini.
43:58Memang gue pintar, min puji-pujian.
44:05Yang itu saya lakukan dulu.
44:08Karena saya ke WL kan.
44:11Dalam nama Yesus ada kemenangan.
44:13Dalam nama Yesus.
44:15Iblis di kalahkan.
44:17Dalam nama tu.
44:18Waduh, semangat sekali.
44:20Di hati saya memang Erastus hebat.
44:23Min puji-pujian.
44:33Itu bisa muncul.
44:35Kita khutbah.
44:36Lalu ada suara gini.
44:37Khutbah bagus.
44:39Marifatmu.
44:40Emang kamu orang diurapi.
44:42Beda.
44:42Orang sudah berkata berkali-kali.
44:44Kamu luar biasa.
44:45Luar biasa.
44:47Kita bilang, emang gue luar biasa.
44:51Eh.
44:52Kita langsung berdialog kini.
44:54Sementara khutbah.
44:55Diam kamu.
44:56Diam kamu.
44:58Manusia lama kita.
45:00Jadi saya juga berkata dalam hati saya kepada Tuhan.
45:03Tuhan, aku menyimpan monster yang gak mati-mati Tuhan.
45:10Karena kita bisa sombong setiap saat.
45:13Tersinggung setiap saat.
45:15Mencari nilai diri setiap saat.
45:17Marah setiap saat.
45:19Waduh, bagaimana membenahi ini.
45:22Perlu merajut.
45:24Kesucian.
45:25Dan ini sebuah proyek yang terus berlangsung sampai kita menutup mata.
45:32Dan ajaibnya.
45:33Setiap hari Tuhan menyediakan menu pelajaran.
45:36Untuk mengkikis kita.
45:38Mengkikis manusia lama kita.
45:41Sampai kita benar-benar menjadi man of God.
45:44Manusia Allah yang dikuduskan.
45:47Sempurna seperti Bapak.
45:53Setiap suku itu punya unsur-unsur kesukuan.
45:57Watak-watak kesukuan.
45:59Nanti ada watak-watak yang lahir dari masa lalu kita.
46:02Yang semua itu harus dikikis.
46:05Supaya Kristus hidup di dalam diri kita.
46:09Amin.
46:10Harus dimulai dengan pernyataan.
46:13Engkau satu-satunya kebutuhan ku Tuhan.
46:17Amin.

Dianjurkan