- 19 jam yang lalu
Kita tidak dapat menyelamatkan diri sendiri, akan tetapi bisa membinasakan diri sendiri. Artinya, sebagai keturunan Adam yang berdosa, kita sudah terkurung dalam kemelesetan yang tidak lagi tepat sesuai dengan perspektif Allah. Kabar baiknya adalah kita bisa memberi diri untuk diselamatkan sebab karya Kristus membuka peluang bagi manusia untuk bisa diselamatkan. Dengan demikian, manusia bisa menyelamatkan diri jika ia mau memberi diri untuk diselamatkan, yaitu dengan cara tidak menyerah pada keadaan dan melepaskan diri dari ikatan percintaan dunia serta mencintai Tuhan dengan benar.
Kategori
š ļø
Gaya hidupTranskrip
00:06Saudara, ingat kalimat ini, kita tidak dapat menyelamatkan diri kita sendiri, tetapi kita bisa membinasakan diri kita sendiri.
00:23Maksudnya, sebagai keturunan dari Adam dan Hawa yang telah jatuh dalam dosa, kita semua terkurung, terkungkung dalam hukum dosa.
00:36Bukan saja hukuman dosa, tapi hukum dosa, dimana kita tidak dapat melakukan apa yang tepat seperti yang Allah kehendaki.
00:48Padahal standar manusia yang diciptakan Allah itu adalah melakukan tepat seperti yang Allah kehendaki.
01:00Kita tidak dapat menyelamatkan diri kita sendiri, tetapi kita bisa membinasakan diri kita sendiri.
01:10Keselamatan dalam Yesus Kristus memberikan kita anugerah dimana kita dapat selamat.
01:24Allah yang menyelamatkan kita, dan kita harus memberi diri diselamatkan.
01:34Dari keadaan tak dapat menyelamatkan diri sendiri, tetapi membinasakan, bisa membinasakan diri sendiri.
01:41Menjadi seorang yang beroleh keselamatan untuk selamatkan, karena Allah menyediakan keselamatan itu.
01:51Dan kita harus memberi diri diselamatkan, saudaraku.
01:59Jika tidak, maka kita akan membinasakan diri kita sendiri.
02:06Memberi diri diselamatkan itu akhirnya juga berarti kita harus menyelamatkan diri sendiri.
02:15Tapi kita tidak bisa menyelamatkan diri sendiri, kita bisa memberi diri diselamatkan, saudaraku.
02:26Saudaraku sekalian, ini adalah pilihan, saudara.
02:33Kita tidak boleh menyerah.
02:41Atau kita tidak boleh pasif.
02:46Sebab kalau kita pasif, kita akan tergulung dalam proses kebinasaan yang dikerjakan oleh kuasa kegelapan.
02:56Kita harus memberi diri diselamatkan.
03:01Ini sama dengan kita harus menyelamatkan diri kita sendiri.
03:06Bukan kita bisa menyelamatkan diri sendiri, tidak bisa.
03:09Karena bagaimanapun tetap anugerah.
03:12Yang pertama, karya salib Yesus yang memberi jalan kita selamat.
03:19Lalu roh kudus, ferman, dan pembentukan Allah yang membuat kita bisa diselamatkan.
03:30Jadi manusia itu pada dasarnya tak dapat menyelamatkan dirinya sendiri, tetapi membinasakan.
03:36Dalam konteks sebagai manusia keturunan Adam dan Hawa yang telah jatuh di dalam dosa.
03:45Tetapi oleh karya salib Tuhan Yesus, dimana Tuhan menepus dosa-dosa kita dan membawa kita kepada Bapak dalam keadaan dibenarkan
03:57walaupun belum benar.
03:59Maka kita, saudara, harus memberi diri diselamatkan.
04:05Ini sama artinya dengan kita menyelamatkan diri sendiri.
04:11Bukan kita bisa, karena kita tidak akan pernah bisa.
04:15Sebab hanya anugerah Tuhan.
04:17Anugerah Tuhan melalui roh kudus yang akan memimpin kita, firman kebenaran yang menuntun kita dan proses pembentukan Allah.
04:29Dimana Allah bekerja dalam segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi kita.
04:38Nah banyak orang Kristen hanya terperangkap dalam doktrin, kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri, hanya Allah yang menyelamatkan kita
04:49oleh anugerah.
04:51Ini menjadi absurd atau kacau.
04:55Memang kita tak dapat menyelamatkan diri kita sendiri, Allah menyediakan salib.
05:00Setuju.
05:03Tetapi kita harus memberi diri diselamatkan.
05:06Yang sama dengan kita harus menyelamatkan diri kita sendiri.
05:10Tapi jangan dibuat kalimat kita bisa menyelamatkan.
05:13Kita tidak bisa.
05:14Karena anugerah juga yaitu roh kudus, firman dan pembentukan Allah lewat proses pendewasaan, saudara.
05:28Nangkep, saudara mengerti yang saya sampaikan?
05:33Belum.
05:35Jangan terperangkap pada doktrin bahwa kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri, hanya oleh karya salib.
05:43Setuju.
05:47Setuju ini.
05:50Bahwa kita hanya bisa membinasakan.
05:52Betul.
05:55Jangan hanya terperangkap di sini, bahwa kita tidak bisa menyelamatkan diri sendiri, hanya oleh anugerah salib Tuhan.
06:04Selanjutnya, hanya oleh anugerah Tuhan juga kita bisa diselamatkan.
06:10Tetapi tidak ada pernyataan yang harus kita dengar, kita menyelamatkan diri sendiri.
06:16Atau tepatnya, memberi diri diselamatkan.
06:22Banyak orang tidak memberi diri diselamatkan.
06:27Dia menyerah kepada keadaan, itu bisa tergulung dalam proses pembinasaan oleh kuasa kegelapan.
06:36Kita harus keluar dari kubangan proses itu, saudara.
06:41Harus keluar.
06:44Sebab kita ada di dalam hukum dosa, artinya kita itu tidak bisa tepat melakukan apa yang Allah kehendaki.
06:53Padahal standar manusia yang Allah inginkan itu melakukan tepat seperti yang Allah kehendaki.
07:02Nah di sini, Tuhan menyediakan sarana keselamatan.
07:09Roh kudus, kita harus berurusan dengan Allah setiap saat.
07:15Ferman yang membawa kita kepada seluruh kebenaran Allah, itu memperbarui cara berpikir kita.
07:23Ketiga, proses.
07:25Di mana Allah bekerja dalam segala hal, mendatangkan kebaikan.
07:29Masuk yang namanya sekolah kehidupan, pemuritan, atau proses pendewasaan, saudara.
07:39Karena tidak diajarkan bahwa kita harus menyelamatkan diri sendiri, bukan kita bisa menyelamatkan diri sendiri.
07:46Atau supaya lebih aman kita gunakan kalimat.
07:51Karena tidak pernah ditekankan bahwa kita harus memberi diri diselamatkan.
07:56Maka banyak orang hanya menyerah kepada keadaan.
08:02Berdasarkan doktrin yang telah memperangkap banyak orang.
08:06Bahwa kita tak dapat menyelamatkan diri sendiri hanya oleh anugrah.
08:11Titek, itu absurd.
08:13Dan konsep ini membuat kekristenan tidak ada implikasinya secara proporsional.
08:23Tidak ada implikasinya secara proporsional.
08:27Semua hanya dalam format definisi.
08:31Akhirnya terjadi pemisahan antara praktek kehidupan dengan doktrin.
08:46Maka saudara bisa melihat orang-orang berteologi di dunia teologinya,
08:53di dunia teologi, di sekolah teologi.
08:57Yang seakan-akan punya dunia sendiri atau punya kawasan kehidupan rohani di atas,
09:05lalu jemaat di kawasan yang lain.
09:10Ini gila, ini rusak nih.
09:13Ini rusak.
09:17Ya, mestinya tidak demikian, saudara.
09:23Yang menjadi masalah memang sekolah tinggi teologi lagi nih.
09:28Ini bukan saya sedang sakit hati ke sekolah teologi ya.
09:33Bukan sedang menggugat.
09:36Ya, tapi menggugat juga sih.
09:39Bukan sakit hati, tapi saya menggugat supaya kita ini para akademisi sekolah tinggi teologi
09:45jangan menciptakan situasi ini.
09:49Jangan menciptakan kondisi ini.
09:52Sekolah teologi itu harus benar-benar menjadi sekolah di mana orang
09:57mengalami implementasi dari keselamatan yang dipahami itu.
10:05yaitu memberi diri diselamatkan.
10:09Ini proses kehidupan.
10:12Di mana seseorang akan makin serupa dengan Yesus atau sempurna seperti Bapak.
10:20Nah, barulah doktrin atau teologi yang benar
10:24akan terimplementasi juga dalam kehidupan jemaat.
10:30Sehingga tidak ada kawasan, dua kawasan ini, satu kawasan saja.
10:35Yaitu kawasan kehidupan orang beriman yang
10:41pengertiannya mengenai Allah itu sama.
10:47Kalaupun mereka yang sekolah tinggi teologi lebih tahu, ya mestinya lebih tahu.
10:53Tapi tidak membuat jurang pemisah yang jauh, saudara.
10:58Tapi yang sekarang kita pahami ini kan kelompok elit
11:02yang memahami Tuhan lebih dari kelompok awam
11:06yang seakan-akan di kawasan yang lebih...
11:08lebih lalu jemaat di kawasan lain yang lebih rendah.
11:14Paham gak ya?
11:15Ini rusak sekali, ini kacau.
11:20Saya ini memahami ini lewat sebuah pengalaman hidup,
11:24sebuah perjalanan pengembaraan perburuan spiritualitas saya
11:30sampai seperti hari ini.
11:32Saya ada di tengah-tengah suasana ini karena sejak saya muda,
11:36saya ada di sekolah tinggi teologi,
11:39tetapi juga di lain pihak saya aktif dalam pelayanan.
11:44Dari menjadi pengerja, wakil gembala sidang,
11:47sampai jadi gembala.
11:50Begitu.
11:52Saya ulangi lagi supaya Anda gak bingung.
11:57Manusia yang di bawah keturunan Adam yang telah jatuh dalam dosa,
12:01itu tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri,
12:04yang bisa membinasakan.
12:06Jelas gak?
12:08Membinasakan.
12:09Karena kita ada di bawah hukum dosa.
12:11Hukum dosa bukan hukuman dosa saja.
12:14Hukum dosa itu keadaan di mana manusia itu
12:17tidak bisa tidak meleset.
12:20Bisa baik loh.
12:22Bisa baik.
12:23Tapi tidak bisa tidak.
12:25Tidak bisa tidak pasti meleset.
12:28Padahal standar manusia harus tepat seperti yang Allah gedaki.
12:33Amin gak?
12:34Jadi manusia perlu campur tangan Allah.
12:39Maka dikirimkannya lah oleh Bapak.
12:42Tuhan Yesus yang mati di kayu salib,
12:45menembus kita,
12:46membenarkan kita,
12:47membawa kita kepada Allah.
12:50Dibenarkan.
12:51Walaupun belum benar.
12:53Nah sekarang,
12:55oleh anugerahnya kita mendapatkan jalan untuk selamat.
12:59Tapi jangan sampai terperangkap dalam doktrin bahwa
13:03kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri
13:06dan semua ini karena anugerah.
13:08Lupa bahwa kita harus memberi diri diselamatkan.
13:11Karena kita harus menyelamatkan diri kita sendiri.
13:15Bukan kita bisa menyelamatkan diri kita sendiri,
13:18kita tidak bisa.
13:19Karena membutuhkan anugerah Tuhan.
13:22Salib yang membenarkan kita,
13:24lalu roh kudus yang menuntun,
13:26firman dan proses pendewasaan
13:30melalui segala peristiwa hidup yang Allah izinkan terjadi di dalam hidup kita.
13:36Begitu saudaraku.
13:38Nah kita semua harus menjalani jalan hidup ini.
13:44Tetapi kenyataan yang kita lihat hari ini,
13:47saudara-saudara,
13:48ada dua kawasan tadi.
13:51Tadi sudah saya katakan ini jadi absurd,
13:54jadi kacau ini karena STT itu.
13:57Bukan saya kepahitan,
14:00tapi kecewa juga.
14:02Begitu saudara.
14:04Seakan-akan ada kawasan
14:05di mana orang lebih mengenal Tuhan
14:08dengan grit-gritnya,
14:10sarjana,
14:12master,
14:13doktor,
14:14gitu.
14:14Yang lebih mengenal,
14:17yang lebih mengenal Allah,
14:19yang punya pengetahuan
14:20tentang Allah lebih,
14:22dan seakan-akan di kawasan elit.
14:25Sedangkan jemaat awam tidak.
14:30Akhirnya kekristenan itu tidak terimplementasi dengan benar.
14:36Tidak ada implikasi konkretnya.
14:39Semua dirumuskan dalam doktrin-doktrin
14:41sampai orang terperangkap tadi,
14:43saudara.
14:43itu.
14:45Nah sekarang,
14:48kita harus sadar bahwa kita harus memberi diri untuk diselamatkan.
14:54Dan keselamatan itu adalah proses dikembalikannya manusia,
15:00kerancangan semula.
15:01Supaya memiliki ketepatan bertindak,
15:06perubahan dari hukum dosa,
15:09dari hukum dosa,
15:11saudaraku,
15:12menjadi seorang yang hidup dalam kudrat ilahi.
15:17Keluar dari hukum dosa,
15:19dari ketidaktepatan,
15:20menjadi orang yang tidak bisa tidak tepat.
15:24Anda pernah berpikir enggak pemanah itu?
15:28Latihan terus,
15:30sampai tidak pernah.
15:32Tidak pernah bisa meleset.
15:35Paling tidak pasti di dalam lingkaran.
15:37Paling tidak.
15:39Nah kita ini kan pernah pergi ke hotel dengan beberapa teman saudara.
15:44Di situ ada panah ya.
15:47Panah ya.
15:50Gerat bayar ya.
15:51Gerat bayar ya, betul bayar.
15:53Atau tidak saya lupa.
15:55Panah.
15:56Kan ada target itu.
15:59Panah kita bukan target.
16:01Pus!
16:01Pus!
16:03Pus!
16:04Begitu saudara.
16:05Tapi bagaimana pemanah tidak pernah meleset dari bulatan itu?
16:10Karena latihan terus.
16:12Sampai orang itu bisa paling tidak ada di,
16:15kalau enggak tepat,
16:17di lingkaran secondary-nya.
16:19Karena latihan terus saudara.
16:21Atau saudara peneliah melihat yang pasir itu ya.
16:26Kalau kita,
16:28bisa keluar dari lingkaran.
16:30Tapi kalau orang sudah sering begitu,
16:33itu bisa tepat atau paling tidak di lingkaran kedua.
16:37Nah orang percaya itu harus sudah terbiasa sampai tidak bisa meleset.
16:43Dari tidak bisa tidak pasti meleset,
16:46bisa menjadi seorang yang hampir tidak bisa meleset.
16:50Dari hukum dosa menjadi seorang yang berkodrat ilahi.
16:56Nah itu namanya memberi diri diselamatkan.
17:01Nah tadi saya ucapkan satu kalimat yang ada mungkin bingung.
17:05Maksudnya apa ya?
17:06Menyerah kepada keadaan.
17:08Ini paling banyak terjadi.
17:12Yang saya membahasakan dengan kalimat pasifitas.
17:18Pasifitas pak.
17:20Pasifitas bu.
17:22Jadi orang yang menyerah kepada keadaan.
17:25Dan memang setan mengkondisi manusia berkeadaan seperti itu.
17:32Sejak kecil sibuk dengan mainan, sibuk dengan sekolah.
17:36Nanti satu kuliah, lalu sambil pacaran, lalu berkarir.
17:42Itu menyerah kepada keadaan.
17:46Ya ke gereja juga jadi orang baik juga.
17:49Bukan jadi orang bejat saudara.
17:52Tapi tidak mengerti proses memberi diri diselamatkan.
17:56Karena gereja tidak memiliki pengajaran yang tepat untuk mengimplikasikan proses keselamatan itu.
18:10Dulu pada umumnya Bapak Ibu pasti memahami keselamatan sekedar terhindar dari neraka.
18:17Betul gak?
18:18Terhindar dari neraka.
18:20Jadi instant gitu percaya Yesus selamat.
18:25Padahal keselamatan itu jalan hidup lewat proses.
18:31Proses dari meleset, meleset, meleset.
18:36Makin tepat, makin tepat, makin tepat.
18:39Sampai tidak bisa meleset.
18:41Jadi tangannya udah terlatih.
18:46Tepuk tangan dulu saudara.
18:51Atau kalau ilustrasinya menembak.
18:54Ini juga kebetulan di hotel itu ada menembaknya saudara.
18:58Harus belajar cara menembak.
19:00Ditahan lalu.
19:03Kalau belajar menembak yang benar itu kan.
19:07Dia bisa ke atas itu kan.
19:08Dia harus ditahan.
19:10Tetap ditahan supaya kena.
19:13Anda menembak gini.
19:15Kalau tidak biasa kan.
19:17Yes!
19:17Ke atas kan.
19:18Tapi kalau orang belajar harus ditahan.
19:20Agak ditahan ke bawah.
19:22Yes!
19:22Tepat.
19:23Sampai orang itu terbiasa kalau menembak itu.
19:27Orang bilang titis.
19:29Apa ya?
19:29Titis ya.
19:30Tepat.
19:32Anda ngerti gak saya ngomong apa?
19:34Anda pikir menembak itu gampang.
19:36Itu kekuatan.
19:37Mesiu itu luar biasa loh.
19:41Orang nembak itu gak gampang.
19:43Kalau itu pelurunya besar itu bisa mengangkat.
19:49Bisa mengaruh-aruhan.
19:51Tapi kalau orang latihan terus.
19:53Maka ditahan.
19:56Tahan.
19:57Goyang dikit tapi udah diperkirakan.
20:00Goyangnya itu tepat.
20:02Tahan.
20:03Kita belajar untuk mengendalikan diri.
20:07Menguasai diri.
20:09Proses.
20:10Sehingga punya ketepatan.
20:13Dan itu bukan proses satu hari saudara.
20:17Ini proses panjang dalam kehidupan.
20:21Dan menjadi orang Kristen itu harus memberi diri diselamatkan.
20:26Kita beri tepuk tangan untuk kebenaran ini.
20:32Nah banyak orang Kristen yang dari kecil dibuat menyerah.
20:37Dibuat menyerah kepada keadaan.
20:41Dan tanpa disadari kuasa gelap.
20:45Kuasa gelap menggirinya.
20:50Kepada.
20:56Kegelapan abadi.
21:00Jadi ini keadaan yang mengerikan.
21:04Rata-rata saudara sebagian masih begitu.
21:08Buktinya apa?
21:09Nah selanjutkan khutbah saya tadi pagi.
21:13Buktinya.
21:14Spirit gairah materialisme.
21:18Itu mengikat hidup seseorang.
21:22Mengikat hidup seseorang.
21:25Dan banyak orang yang sampai tidak bisa.
21:30Sampai tidak bisa.
21:34Diperbaiki lagi saudara.
21:39Sampai tidak bisa.
21:43Diperbaiki lagi.
21:45Dan saya bukan mengancam saudara ku.
21:50Saudara kalau tidak memberi diri diselamatkan.
21:54Yang sama dengan yang dikatakan dalam Roma 5.10.
21:57Kolos 1, ayat 22, dan ayat-ayat lain dalam Alkitab.
22:02Berilah dirimu untuk diperdamaikan dengan Allah.
22:07Berilah dirimu diperdamaikan.
22:10Itu artinya bahwa kita tidak otomatis berdamai dengan Tuhan.
22:17Kita harus lewat proses dan ini penting sekali saudara.
22:23Beri dirimu diperdamaikan ya saudara.
22:27Ini bukan sesuatu yang sederhana.
22:33Tetapi lewat sebuah proses yang berat.
22:40Seperti Firman Tuhan mengatakan.
22:42Beri dirimu dipimpin oleh roh.
22:44Ini juga lewat sebuah proses.
22:47Karena kita biasa hidup.
22:49Seperti di Roma pasal 8.
22:52Hidup menurut daging.
22:54Sekarang harus hidup menurut roh.
22:56Itu proses.
22:57Kalau orang menyerah kepada keadaan.
23:02Padahal sejak kanak-kanak dikondisi untuk dibawa kepada kegelapan.
23:09Binasa saudara.
23:11Kita tak dapat menyelamatkan diri kita sendiri.
23:15Tetapi kita bisa membinasakan.
23:18Mengerti?
23:19Amin.
23:21Tetapi oleh karya salib Tuhan.
23:23Terbuka kemungkinan kita untuk diselamatkan.
23:26Dengan kematian Yesus dikayu salib.
23:30Mengampuni dosa kita atau menepus semua dosa kita.
23:34Membawa diri kita dibenarkan di hadapan Allah.
23:38Walau belum benar.
23:40Maka kita harus memberi diri untuk diselamatkan.
23:43Sama dengan memberi diri untuk diperdamaikan.
23:48Nah kalau di dalam format doktrin.
23:53Dan itu di dalam liturgi-liturgi.
23:57Gerija-gerija dari dulu sudah terbiasa ya kita dengar.
24:01Allah yang penuh rahmat dan anugerah.
24:04Telah memperdamaikan kita oleh darah Yesus.
24:09Sampai disitu.
24:12Lalu jemaat amin, amin.
24:16Belum selesai.
24:19Satu sisi memang Yesus mati di kayu salib menepus dosa kita.
24:24Membawa kita dibenarkan.
24:27Betul.
24:28Tapi belum benar loh.
24:31Kita mau diperdamaikan dengan Allah.
24:34Tapi belum hidup dalam perdamaian yang benar.
24:39Saudara.
24:40Seperti yang dari dulu kita dengar dalam liturgi gereja ya.
24:46Sekalipun dosamu merah seperti kirmisi.
24:49Dijadikan putih seperti salju.
24:51Walaupun hitam seperti kesumba.
24:54Dibersihkan seperti bulu domba.
24:57Amin.
24:58Lalu gimana itu?
25:00Implikasi konkretnya.
25:01Yaudah.
25:02Amin.
25:04Anda ngerti maksud saya?
25:07Lalu gak jelas bagaimana kehidupan Kristen yang harus dijalani.
25:12Menyerah kepada keadaan.
25:15Padahal dunia ini mengiring orang kepada kegelapan abadi.
25:20Tidak ada anjuran yang jelas.
25:23Berilah dirimu untuk diselamatkan.
25:25Nah sekarang saudara karena kita diberi Tuhan pengertian yang tepat, yang benar.
25:35Marilah kita memberi diri diselamatkan.
25:39Menjadi orang percaya itu saudara.
25:43Kita harus menceburkan diri pada proses dikembalikan hidup kita ke rancangan Allah semula.
25:57Maka kita tidak bisa tidak harus menanggalkan semua ikatan-ikatan dunia.
26:06Dan itu bukan Tuhan yang melepaskannya.
26:09Kita melepaskan diri kita sendiri.
26:14Supaya kita memberi diri untuk diselamatkan.
26:20Lukas pasal 16 kita baca.
26:22Lukas 16.
26:24Salah satu yang akan membuktikan bahwa kita harus memberi diri diselamatkan saudara.
26:37Ayat ini sering saya kemukakan.
26:42Tetapi kebenaran yang termuat di dalamnya tidak pernah habis dikupas.
26:51Lukas 16 ayat 11.
26:53Jadi jikalau kamu tidak setia dalam hal mamon yang tidak jujur.
26:59Artinya jika kamu masih materialistis.
27:04Siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya.
27:10Harta yang sesungguhnya ini maaf ya Bapak Ibu.
27:12Ini terjemahan kita ini tidak tahu kenapa jadi begini.
27:16Teks aslinya bukan harta yang sesungguhnya.
27:21Teks aslinya itu kebenaran.
27:23Aliteya.
27:24Kalau kamu masih materialistis kamu tidak akan mengerti kebenaran.
27:30Jadi anugerah untuk membawa kita kepada ketepatan bertindak.
27:42Fasilitas untuk mengubah kita dari hukum dosa.
27:47Menjadi seorang yang berkodrat ilahi tidak jalan.
27:52Aliteya itu verman kebenaran.
27:54Karena materialistis tidak bisa.
27:58Tidak bisa mengerti kebenaran.
28:02Betapa sulitnya menjelaskan hal ini saudara.
28:05Saya mengerti betapa sulitnya.
28:09Tetapi saya sudah mengalaminya.
28:12Saya mengalaminya.
28:17Ketika kita dengan kesungguhan melepaskan ikatan kita dari materialistis.
28:24Alisme dari percintaan dunia.
28:28Pikiran kita menjadi begitu terang dan cernih.
28:33Kita bisa memahami ayat-ayat Alkitab.
28:39Menghayatinya dengan benar.
28:42Kita bisa begitu betah duduk diam di kaki Tuhan.
28:47Hati kita bisa terarah ke kerajaan surga.
28:51Yang mana itu tidak bisa kita lakukan dulu.
28:54Ketika kita masih ingin punya uang, punya fasilitas.
28:58Bukan salah punya uang.
29:01Bukan salah punya fasilitas.
29:03Tapi tujuan hidup saudara bukan uang dan fasilitas itu.
29:08Tujuan hidup saudara dan saya itu Tuhan.
29:11Beri kemuliaan.
29:16Jadi kita harus melepaskan diri dari ikatan dunia.
29:22Ingatlah akan istri Lod yang saya khutbahkan tadi jam 11.
29:27Artinya kamu jangan menoleh.
29:31Makanya Tuhan Yesus berkata,
29:35Barang siapa tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya,
29:39Ia tak dapat mengikut aku.
29:42Tak dapat jadi muridku.
29:45Makanya di dalam Matius Pasal 19,
29:48Orang yang mau ikut Tuhan Yesus,
29:51Harus menjual segala miliknya,
29:53Membagikannya kepada orang miskin.
29:56Baru ikut Yesus.
29:58Ini tidak boleh dimengerti secara keliru.
30:03Ini tidak bermaksud saudara jadi orang miskin,
30:06Memberikan semua uang saudara kepada gereja atau kepada yayasan sosial.
30:12Bukan begitu, sama sekali tidak.
30:16Bahkan saudara pun disini juga diajar,
30:18Kalau memberi persembahan harus dalam pimpinan Tuhan.
30:22Ini semua milik Tuhan karena harta kita.
30:25Jadi kita tidak ada aturan harus 10% atau 20%.
30:28Perjanjian lama memang perpuluhan.
30:32Itu mesti dijelaskan ya,
30:34Tapi tidak saya jelaskan saat ini.
30:36Bagi kita seluruh hidup kita milik Tuhan.
30:39Jadi apa yang kita lakukan terhadap harta kita,
30:46Bagaimana kita memanage,
30:48Mengelola harta kita,
30:50Harus di dalam pimpinan roh kudus.
30:54Sebab kita hanya kasir.
31:04Kita bukan pemilih,
31:07Kita hanya manajer.
31:10Makanya betapa pentingnya seseorang bertumbuh dewasa rohani,
31:16Dipimpin roh kudus,
31:19Sehingga dia bisa melakukan segala sesuatu dalam ketepatan.
31:24Kalau di dalam agama pada umumnya kan,
31:27Perintah untuk berderma,
31:33Kepada orang miskin,
31:38Kepada yatim piatu.
31:41Nah kita orang Kristen ikut-ikutan begitu juga.
31:44Ayo kita bantu orang miskin,
31:47Kita bantu orang yang ada di Panti Jumpo,
31:51Rumah yatim piatu.
31:52Bukan enggak boleh.
31:55Tapi Tuhan mau,
31:56Saudara lakukan apa?
31:59Yang punya duit,
32:00Aku mau bikinlah Panti Asuhan.
32:03Bukan enggak boleh,
32:04Tuhan suruh enggak.
32:05Harus tepat.
32:07Orang datang ke tempat Anda,
32:09Berkata,
32:11Saya pinjem duit,
32:12Saya lagi perlu ini, perlu itu.
32:13Kasih enggak?
32:14Belum tentu kita kasih lho.
32:16Belum tentu kita beri.
32:17Kita beri dia tambah rusak.
32:22Atau bagaimana?
32:25Mungkin enggak usah pinjam,
32:26Aku beri saja sekian.
32:29Dan lain sebagainya.
32:31Harus ada ketepatan.
32:33Itu kekristenan,
32:36Saudaraku.
32:37Makanya kita harus betul-betul bertumbuh,
32:40Di dalam kedewasaan rohani,
32:43Sehingga,
32:45Kita memiliki ketepatan dalam bertindak,
32:50Saudara.
32:50Nah disinilah maksud Allah menciptakan manusia.
32:55Manusia menjadi mandataris Allah.
33:00Pelaksana apa yang Allah kehendaki untuk dilakukan.
33:04Jadi masing-masing individu,
33:07Itu memiliki keadaan yang berbeda-beda,
33:10Tetapi di dalam keadaan yang berbeda-beda itu,
33:14Segala sesuatu yang dilakukan,
33:17Tepat seperti yang Allah kehendaki.
33:20Saya membayangkan seandainya Adam dan Hawa tidak jatuh dalam dosa.
33:24Setiap individu itu,
33:26Menjadi instrumen yang membahagiakan Tuhan.
33:30Tetap ada pekerjaan,
33:32Ada kegiatan hidup seperti hari ini,
33:35Tapi tidak ada dosa.
33:37Dan setiap individu,
33:39Itu melakukan segala sesuatu dengan ketepatan.
33:43Sesuai dengan apa yang Allah kehendaki.
33:46Dan itu pasti memuaskan hati Tuhan.
33:50Nah sekarang kita melihat manusia tidak mampu.
33:55Manusia telah ada di bawah hukum dosa.
33:58Tidak bisa tidak meleset.
34:02Makanya keselamatan diberikan,
34:04Supaya kita itu bisa tepat saudaraku.
34:08Beri tepuk tangan.
34:12Makanya sekolah tinggi teologi harus mengerti ini,
34:18Mengajarkan ini bagaimana mengimplementasikan proses keselamatan di dalam hidup.
34:25Sehingga mengalami pendewasaan,
34:29Dan memiliki kemampuan untuk bertindak tepat seperti yang Allah kehendaki.
34:35Apakah menjadi guru agama,
34:37Atau menjadi pendeta,
34:38Atau perdagang plus pendeta,
34:41Ya terserah nanti.
34:43Tetapi memiliki kehidupan,
34:46Yang akan menggarami orang lain.
34:49Kalau Alkitab berkata,
34:51Jadikan semua bangsa muridku,
34:53Itu bukan hanya untuk mahasiswa sekolah tinggi teologi,
34:56Atau lulusan sekolah tinggi teologi.
34:59Setiap orang yang mengalami proses pendewasaan itu,
35:03Akan mempengaruhi orang lain.
35:06Akan menjadi berkat.
35:08Akan menjadi alat dalam tangan Tuhan mengubah orang lain.
35:12Amin.
35:12Tuhan memberikan mandat,
35:14Jadikan semua bangsa muridku bukan untuk sekelompok orang saja.
35:19Bukan untuk kawasan yang elit tadi,
35:23Untuk semua orang.
35:25Tetapi dunia ini sudah rusak, sodara.
35:28Sudah rusak banget.
35:30Proses ini tidak berlangsung di dalam hidup banyak orang.
35:34Karena menyerah kepada keadaan,
35:36Dan dibawa iblis dalam proses pembinasaan.
35:40Makanya ayo kita memberi diri diselamatkan.
35:44Bagaimana caranya?
35:46Truth ID akan membimbing sodara terus.
35:49Dan jangan harapkan dalam satu bulan, satu tahun bisa.
35:57Sampai disini nangkep sodara?
36:00Nah materialisme, materialistis,
36:03Ini yang merusak.
36:05Tadi saya sudah khutbahkan dan saya tidak perlu mengulangi.
36:11Tapi saya singgung bahwa,
36:13Orang berpikir nanti yang paling membahayakan itu antikris.
36:18Saya sudah jelaskan, dengarkan khutbah saya tadi pagi.
36:22Yang membahayakan bukan antikris.
36:27Antikris tahu.
36:29Nero itu antikris juga sebenarnya.
36:31Karena banyak antikris,
36:34Alkitab katakan antikristoi.
36:37Itu jamak plural.
36:38Tapi ada antikristos.
36:40Oh ini, ini permanen.
36:43Permanen.
36:45Tetapi iblis sudah tahu, sudah melihat.
36:48Setan kuasa gelap sudah tahu.
36:50Aniaya fisik membuat orang berhenti berbuat dosa.
36:54Justru memurnikan iman Kristen.
36:57Tetapi materialisme membuat manusia Kristen atau orang Kristen,
37:02Menyembah beriblis, menyembah berhala.
37:08Dosa percabulan rohani, saudara.
37:12Yang membuat orang Kristen atau orang percaya,
37:17Tidak mengerti kebenaran.
37:19Kalau tidak mengerti kebenaran,
37:22Tidak akan sampai pada proses kesempurnaan.
37:26Katakan amin.
37:31Lalu, maaf.
37:34Jadi, saudara harus meninggalkan percintaan dunia.
37:40Nah kita baca lagi sekarang Roma 8 ayat 28.
37:44Allah turut bekerja dalam segala hal,
37:47Mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi dia.
37:51Mengasihi Allah itu wilayah kita loh.
37:54Bukan wilayah Tuhan.
37:56Jadi kalau kita memberi diri diselamatkan,
38:00Lepaskan dirimu dari percintaan dunia,
38:02Dan kasihilah Tuhan Allahmu dengan
38:05Segenapati jiwa, kalburi dan kekuatan.
38:10Allah tidak menggerakkan kita mencintai dia.
38:14Kita yang harus menggerakkan diri kita sendiri.
38:20Tadi saya kutapkan satu kalimat,
38:22Tapi saya lewati,
38:23Saya lewat dengan cepat.
38:25Ini pilihan.
38:28Kita tidak bisa menyerah kepada keadaan.
38:31Pasti masuk proses pembinasaan.
38:33Ini pilihan.
38:35Aku memilih mengasihi Tuhan.
38:39Itu kita yang memilih.
38:46Tadi itu saya renungkan ya saudara sebelum khutbah itu ya.
38:50Sementara menyembah pun sempat muncul lagi.
38:54Betapa beruntungnya,
38:56Kalau sampai kita bisa jatuh cinta kepada Tuhan.
39:01Sampai tidak bisa menarik cinta itu.
39:03Seperti orang kalau sudah jatuh cinta,
39:06Tidak bisa menarik cinta itu.
39:08Betapa beruntungnya.
39:11Nah itu bisa kita kembangkan.
39:14Dari dulu saya suka memberikan ilustrasi begini.
39:17Orang tua-orang tua kita dulu,
39:20Kalau menikah,
39:21Kamu tidak mengalamin ya.
39:23Saya cuma dengar dan sebagian saya lihat.
39:27Sebagian saya lihat.
39:29Orang tua kita menikah itu tidak pakai pacaran.
39:32Dikahwinkan saja gitu.
39:34Ya enggak semua.
39:35Tapi tidak sedikit yang dikahwinkan gitu.
39:39Makanya pernah ada pembantu yang sudah berumur.
39:42Dia cerita waktu menikah usia 15 tahun.
39:45Waduh 15 tahun ya.
39:47Bingung juga saya.
39:48Jadi malam pertama,
39:51Dia lari pulang ke rumah.
39:56Dia takut dia tidur dengan pria yang dia tidak pernah kenal.
40:01Umur 15 tahun setelah pesta tidur.
40:08Wah takut dia.
40:11Dia lari pulang ke rumah.
40:15Dia melarikan diri.
40:19Terus saya tanya,
40:20Lalu gimana?
40:22Ya akhirnya kita sih punya anak beberapa,
40:25Lima atau empat.
40:26Wah.
40:27Gimana prosesnya dari lari?
40:30Malam pertama saya punya anak.
40:32Sampai ketika suaminya meninggal,
40:35Dia mau ikut nyemplung.
40:37Mau ikut nyemplung.
40:46Pernah kami diberitahu ya,
40:49Oleh tour leader ya,
40:52Di negara tersebut,
40:55Kalau,
40:57Ini pejabat tinggi ya,
40:59Meninggal itu di tempat-tempat tertentu.
41:01Kuburannya tempat tertentu.
41:03Dia dikubur bersama istrinya yang masih hidup.
41:07Jadi dikubur hidup-hidup.
41:09Istrinya itu mau dikubur hidup-hidup.
41:11Anda jangan heran.
41:13Di Cina,
41:13Rajanya dikubur,
41:15Selir-selirnya semua itu dikubur.
41:17Hidup-hidup.
41:18Betul gak?
41:19Nah kalau ini gak,
41:21Bukan selirnya,
41:23Istrinya tercinta memberi diri.
41:25Aku mau bersama.
41:28Kok bisa ya,
41:30Dari lari pada malam pertama,
41:32Sampai punya empat-lima anak.
41:35Dan ketika suaminya meninggal,
41:37Dia cerita,
41:37Saya mau ikut mati.
41:39Cinta itu bisa dikembangkan.
41:47Orang Semarang,
41:49Ada orang Semarang disini.
41:54Punya kalimat begini,
41:56Fiting Trisno Jalaran Shokokulino.
42:00Artinya,
42:01Dilarang parkir disini.
42:05Artinya,
42:06Cinta,
42:07Itu berkembang karena kebiasaan.
42:10Kebiasaan bersama.
42:12Saudara,
42:13Saudara kalau mengatakan,
42:14Aku mencintai Tuhan.
42:15Aku memilih mencintai Tuhan.
42:18Datang ke gereja,
42:19Doa bersama,
42:20Doa puasa,
42:20Doa pagi.
42:22Anda sampai tidak bisa menarik cinta Anda.
42:28Allah bekerja dalam segala hal,
42:31Mendatangkan kebaikan bagi orang,
42:33Yang mengasih.
42:35Ini wilayah saudara.
42:36Jadi kalau memberi diri diselamatkan,
42:41Lepaskan dirimu dari ikatan percintaan dunia,
42:44Dan cintailah Tuhan dengan segenap hati,
42:47Jiwa,
42:48Al-Kalbudi,
42:49Dan kekuatan.
42:51Jadi di dalam proses keselamatan ini,
42:55Saudara harus menyelamatkan diri.
42:59Anda memang tidak bisa,
43:00Karena harus ada anugerah,
43:02Yaitu roh kudus,
43:04Firman,
43:05Dan penggarapan Allah.
43:06Tapi firman dan penggarapan Allah,
43:09Tidak akan bisa saudara alami,
43:11Kalau Anda masih mencintai dunia,
43:13Dan tidak mengasih Allah.
43:15Paham gak?
43:16Tepuk tangan.
43:20Sekarang jelas?
43:22Halo, jelas?
43:24Jelas kan?
43:25Hidup ini pilihan Pak.
43:27Tidak boleh menyerah kepada keadaan.
43:29Banyak orang itu menyerah kepada dunia ini.
43:33Ya, kecil, main-main,
43:35Sekolah, kuliah, pacaran, kerja,
43:39Mati dia masuk dalam proses pembinaan.
43:42Memang tidak jahat jadi Kristen juga,
43:44Ke gereja juga,
43:46Bahkan mungkin jadi pendeta juga.
43:49Tapi pendeta sebagai profesi,
43:52Mengerikan.
43:53Memang jadi pendeta harus profesional.
43:56Artinya,
43:57Profesional itu ahli di dalam,
43:59Bidang yang digeluti atau dipilihnya.
44:03Profesional lah.
44:04Tapi profesionalnya seorang pendeta,
44:07Bukan tidak sama dengan profesionalnya seorang dokter,
44:11Saudaraku.
44:13Beda.
44:15Kalau profesionalnya seorang dokter,
44:17Dia ahli di medis,
44:20Lalu mendapatkan upah,
44:23Sesuai dengan keahliannya.
44:25Walaupun banyak dokter juga tidak,
44:27Mencari upah seperti dokter-dokter yang materialistis.
44:31Apalagi pendeta.
44:33Pendeta memang punya profesi,
44:36Tapi profesi ini tidak sama seperti profesi pada umumnya.
44:40Ini pengabdian, Saudara.
44:42Ini pengabdian.
44:45Kalau orang mau jadi dokter ahli,
44:47Dia harus belajar ilmu medis.
44:51Tapi kalau orang mau profesional,
44:54Sebagai pendeta,
44:56Dia harus bergaul dengan Allah.
44:57Bukan hanya punya pengetahuan tentang Allah.
45:02Kalau hanya punya pengetahuan tentang Allah,
45:04Semua jadi format-format doktrin tadi.
45:07Haaah,
45:09Kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri.
45:11Semuanya karena anugerah.
45:13Jadi,
45:14Ya semuanya format.
45:16Bersyukur saudara sekalian,
45:17Kita yang dulu berkeadaan sebagai musuh Allah,
45:21Sekarang diperdamaikan oleh Allah.
45:23Amin.
45:24Amin.
45:25Tidak jelas.
45:27Ya tidak bisa damai.
45:29Kalau Anda berkeadaan belum benar.
45:33Memang dianggap benar,
45:35Tapi belum benar loh.
45:36Harus berjuang untuk benar.
45:40Kalimat yang bagus yang saya khutbahkan tadi pagi adalah,
45:43Barang siapa mengikatkan dirinya,
45:46Dengan Allah menjadi satu roh.
45:50Kalau orang mengikatkan dirinya dengan perempuan cabul,
45:54Menjadi satu daging.
45:55Satu gairah.
45:57Mengikatkan diri dengan Allah menjadi satu roh.
46:00Harus satu gairah.
46:02Kalau Anda mau ikatkan diri menjadi satu roh dengan Allah,
46:05Gairah hidupmu harus diubah.
46:08Masalahnya ini materialistis ini,
46:11Gairah yang sudah mengakar sejak kecil.
46:13Wah itu mesti didetok.
46:17Didetok.
46:20Proses.
46:22Mestinya segenap hidup kita diarahkan ke situ.
46:26Sekarang tergantung seberapa banyak saudara,
46:30Menginvestasikan waktu pikiran tenaga saudara untuk proses ini.
46:36Makanya kekristenan itu bukan bagian hidup kita.
46:41Kalau kekristenan hanya menjadi bagian hidup kita,
46:44Tidak sampai tujuan saudara.
46:47Kekristenan itu seluruh hidup kita.
46:49Segenap hidup kita.
46:53Amin.
46:54Nangkep saudara.
46:56Saya sudah panas dingin menjelaskan ini.
46:59Nangkep ya.
47:01Nah saudara harus cerdas.
47:03Kebenaran-kebenaran seperti ini seperti detok untuk saudara.
47:08Anda akan diubahkan lewat kebenaran-kebenaran ini.
47:11Maka saudara harus tetap ikut bersama-sama dengan kami.
47:16Di truth ID ikuti terus.
47:18Doa pagi setiap hari jam 5.
47:21Itu saudara akan mengkondisi hidupmu.
47:26Mengkondisi hidupmu menjadi seorang yang bisa diselamatkan oleh Allah.
47:32Dan untuk saudara, saudara menyelamatkan diri.
47:35Bukan bisa.
47:36Karena kita tidak bisa kalau tidak ada anugerah.
47:39Anugerahnya apa?
47:40Keselamatan salib Yesus.
47:42Lalu sarana keselamatan roh kudus.
47:45Firman.
47:47Penggarapan Allah.
47:48Tapi kalau Anda masih terikat dunia.
47:50Anda tidak akan bisa mengerti firman.
47:52Anda tidak akan bisa digarap oleh Allah.
47:54Karena Allah bekerja dalam segala hal.
47:56Mendatangkan kebaikan.
47:57Hanya bagi orang yang mengasih dia.
48:01Memberi diri diselamatkan.
48:03Jangan menyerah kepada keadaan.
48:06Amin.
48:06Nah inilah yang harus kita lakukan.
48:12Saya percaya, saya yakin, saya tahu.
48:16Karena pengalaman hidup.
48:17Banyak orang bingung kenapa rohaniku tidak bertumbuh-tumbuh.
48:21Kenapa aku masih duniawi ya.
48:23Kok tidak bisa berkembang gitu.
48:26Oke.
48:27Oke.
48:27Yang pertama, saya jangan harapkan Anda bisa berubah itu sekejap.
48:32Tidak bisa.
48:33Ketekunan proses panjang.
48:36Yang kedua,
48:38Robahlah rutinitas hidupmu.
48:40Bagaimana aku bisa berubah, Pak?
48:43Robah rutinitasmu.
48:44Yang biasa bangun jam 7, jam 6, setengah 5.
48:48Jam 5 doa.
48:49Yang biasa hari selasa jalan-jalan, minum-minum dengan teman di kafe, datanglah ke suara kebenaran.
48:58Yang biasanya tidak pernah puasa, ikutlah puasa.
49:02Robahlah rutinitas hidupmu.
49:04Siapa yang merubah?
49:06Siapa yang merubah?
49:08Diri saudara sendiri, beri dirimu diselamatkan.
49:13Dan ini harus kita lakukan dengan segenap hati, saudara.
49:18Dan kalau kita bisa melakukannya dengan segenap hati, kita akan mengalami proses itu.
49:26Saudara kalau melihat orang ahli main musik, ahli memanah tadi, atau ahli menembak, Anda bingung.
49:35Kok bisa ya?
49:36Dia latihan, saudara.
49:38Dia berlatih berhari-hari.
49:39Orang yang bisa main piano, sampai, wah mas, tangan seperti punya mata.
49:45Ya karena dia dari kecil.
49:48Anak saya Steven ya, bukan mau mengagungkan.
49:50Mimpin doa sambil begini-begini.
49:53Saya enggak bisa.
49:55Saya bisa main piano, tapi tidak seperti dia profesionalnya.
49:58Kenapa?
49:59Dia waktu masih kecil, dia bawa partitur yang gede itu.
50:04Partiturnya lebih besar dari tubuhnya.
50:06Dia kecengpung gini.
50:08Segini gede-gedeknya.
50:10Dia masih kecil ya begini.
50:13Dia sudah dangding-dang-dung, dangding-dang-dung.
50:17Dari kecil.
50:19Jadi jangan heran kalau bisa.
50:21Oh saudaraku, kita harus mengasih Tuhan.
50:26Kok peras tahu?
50:28Biar saya di luar negeri, saya ikuti.
50:34Tuhan.
50:37Tangannya itu bisa jalan.
50:39Kita saja yang enggak pernah main kan.
50:42Tong, tang, tong, ding.
50:45Tong, tang, tong.
50:47Dung.
50:48Masalah.
50:49Tapi itu enggak ngelihat.
50:51Saudaraku sekali ya.
50:52Kalau kita mengasih Tuhan.
50:58Haleluya.
51:05Kenapa?
51:07Dia sudah dari kecil.
51:10Gawa partitur musik itu.
51:12Tasnya besar.
51:13Lebih besar dari tubuhnya.
51:14Dia begini.
51:17Ditenteng namanya tuh kung-kungnya.
51:20Kursus.
51:21Piano.
51:23Merem.
51:26Merem.
51:28Kalau kita jung-jung-jung.
51:30Kayak Tom and Jerry.
51:35Saudara mau tepat.
51:37Ya intensif dong.
51:39Enggak bisa.
51:40Enggak bisa saat-saatnya instant itu loh.
51:45Piting Trisno.
51:46Jalanan Soko.
51:47Artinya.
51:52Parkirlah di sini.
51:56Artinya.
51:57Cinta berkembang lewat kebiasaan.
51:59Pertemuan bersama.
52:04Tadi tepuk tangan dari orang-orang muda.
52:07Arahnya.
52:08Kalau sudah cinta kamu jadi bangun.
52:18Makanya orang kalau kumpul bareng-bareng.
52:21Mulanya biasa saja.
52:25Loh.
52:27Maksudnya apa ini?
52:29Mulanya biasa-biasa saja.
52:32Karena kebersamaan.
52:34Akhirnya.
52:36Jadian saudara.
52:37Makanya pernah kan Anda dengar.
52:39Gimana?
52:39Aku sudah jadian sama dia.
52:41Loh.
52:41Sudah bareng-bareng dulu.
52:43Belum jadian.
52:45Karena kebiasaan.
52:46Kalau sampai kita bisa jatuh cinta kepada Allah.
52:50Betapa indahnya.
52:51Kita diproses.
52:53Maka orang yang mencintai Tuhan itu.
52:55Kadang-kadang hidupnya lebih susah.
52:57Kenapa dihajar Tuhan terus?
53:00Supaya terhindar dari neraka.
53:02Kalau dia bilang Tuhan kenapa aku harus mengalami ini.
53:06Lah kamu cinta aku sih.
53:09Ya tapi jangan begini.
53:11Tidak ada jalan lain.
53:13Cara penyelamatan lewat proses anakku.
53:16Kan kamu mencintai aku.
53:18Kalau tidak mencintai Tuhan ya tidak bisa.
53:21Kok dia tidak mengalami seperti aku Tuhan.
53:24Dia tidak mencintai aku.
53:26Dia mencintai dunia.
53:28Dia masuk proses pembina saan.
53:31Wah khutbah ini bagus sekali ya saudara.