Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 21 jam yang lalu
Tuhan tampil di gelanggang hidup dunia ini melalui hidup kita sehingga kita adalah perwakilan atau representatif sebagai utusan dan juga menjadi surat yang terbuka untuk menyampaikan pesan-pesan Allah kepada dunia dan inilah yang membentuk prestasi abadi melalui perjuangan-perjuangan untuk memperoleh hidup yang kekal.
Transkrip
00:04Saudara-saudaraku, kalau kita benar-benar bisa mewujudkan apa yang tadi kita nyatakan dalam syair lagu ini
00:16Setiap tarikan nafasku, setiap detak jantungku, setiap denyutan nadi
00:25Jadi benar-benar untuk Tuhan, kita menjadi seperti instrumen saudaraku
00:37Seperti instrumen musik yang benar-benar menyenangkan hati Tuhan
00:50Menjadi hiburan Tuhan
00:54Seperti Ayub di tengah-tengah manusia yang jahat pada zaman purba itu
01:01Yang segala perbuatannya memilukan hati Allah
01:12Lalu ada orang seperti Ayub yang menjadi keharuman di hadapan Tuhan
01:27Demikian pula kita di tengah-tengah dunia yang jahat
01:34Hampir semua manusia jahat
01:37Masih ditemukan orang-orang yang setiap tarikan nafas, detak jantung dan denyut nadinya
01:51Benar-benar bisa di persembahkan untuk Tuhan
01:56Melakukan kehendak Tuhan
01:59Wow
02:01Ini indah
02:03Ini seperti nyanyian atau pujian
02:07Atau penyembahan sepanjang waktu
02:10Di hadapan Allah
02:14Terkait dengan hal ini
02:16Sebenarnya ada satu syair lagu
02:19Yang juga saya gubah agak jarang kita nyanyikan
02:23Ku rindu hidupku ini
02:32Keharuman di hadapanmu
02:39Dengan perbuatan
02:41Dan yang ku ucapkan
02:45Pikiran dan renungan hatimu
02:51Ku rindu hidupku ini
03:01Simfoni yang indah kau dengar
03:08Semua nyanyian
03:11Puji dan sembahku
03:15Sepanjang waktu di hadapanmu
03:22Ya Allah ku
03:26Hanyalah dirimu
03:30Satu-satunya alasan ku hidup
03:35Ya Allah ku
03:40Bagiku kau segalanya
03:46Kebahagiaanku
03:47Selamanya
04:16Selamanya
04:17Bagi Tuhan
04:19Bagi Tuhan
04:20Ayub disebut anak penghiburan
04:22Ternyata
04:24Ternyata bukan hanya penghiburan untuk manusia
04:29Saja
04:30Saja
04:30Tapi juga untuk Allah
04:36Seperti yang saya kemukakan
04:38Tadi pagi
04:43Tuhan
04:44Tuhan memberi kita kesempatan
04:47Tuhan memberi kita kesempatan
04:48Atau ada kesempatan
04:50Diizinkannya kesempatan
04:53Diizinkannya kesempatan
04:53Atau dibiarkannya kesempatan
04:56Kita berbuat salah
05:02Ada peluang-peluang
05:05Di mana kita bisa memuaskan keinginan diri kita sendiri
05:10Ambisi kita
05:11Nafsu-nafsu kita
05:15Ada peluang
05:17Ada kesempatan
05:18Ada sarana untuk itu
05:21Terbuka
05:24Peluang dan kesempatan itu
05:29Itu kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita
05:32Untuk menyenangkan dia
05:35Untuk membuktikan
05:37Sudaraku
05:40Bahwa kita mencintai Tuhan
05:44Ketika kita menolak
05:46Perbuatan-perbuatan yang
05:48Tuhan tidak kehendaki
05:52Satu kali, dua kali, tiga kali
05:55Kita membunuh kodrat dosa kita
05:59Dan kita menghidupkan kodrat ilahi
06:05Menghidupkan karakter Allah
06:10Jadi kelemahan kita apa
06:12Disitu Tuhan memberi peluang untuk dipuaskan
06:22Jadi jangan berharap
06:24Saudara tidak memiliki
06:26Kesempatan berbuat dosa
06:28Tuhan yang memberi kesempatan
06:31Mengizinkan
06:32Atau membiarkan
06:37Saudara tidak bisa berkata
06:40Aku sebenarnya mau sabar
06:43Tapi orang di sekitar saya ini loh
06:46Yang bikin saya marah
06:48Nah justru memang orang di sekitar saudara
06:54Membuat saudara marah
06:56Kalau saudara tidak marah
06:57Saudara bisa mengendalikan emosi
07:00Satu, dua, tiga, empat, lima, enam kali
07:05Saudara membunuh karakter dosa
07:07Dan menghidupkan karakter ilahi
07:15Saudara memiliki kesempatan
07:18Untuk berbuat dosa
07:19Dan biasanya setan akan berkata begini
07:24Kali ini
07:25Kali ini saja
07:27Ini yang terakhir
07:29Jangan sekali-kali bicara ini yang terakhir
07:33Karena tidak pernah menjadi yang terakhir
07:38Saudara harus berkata tidak
07:41Sama sekali tidak
07:48Hal ini yang akan membuat
07:50Saudara bisa memberikan korban
07:53Yang berbau harum
07:56Ketika dagingmu disalipkan
07:58Nafsumu disalipkan
08:00Ambisimu disalipkan
08:02Egomu disalipkan
08:04Itu membawa keharuman di hadapan Allah
08:10Kita harus merindukan saudara
08:13Kehidupan kita yang bisa berbau harum
08:17Saudara bisa minta kepada Tuhan
08:22Dan ini bisa terrealisir
08:24Belas kasihanilah aku Tuhan
08:27Agar aku memiliki keharuman ini
08:34Banyak masalah-masalah kita yang belum selesai
08:37Banyak kebutuhan-kebutuhan kita yang belum terpenuhi
08:42Jangan terjebak
08:44Di dalam persoalan-persoalan yang memang tidak akan pernah habis
08:51Kebutuhan juga tidak akan pernah tidak ada
08:54Selalu ada yang dirasa sebagai kebutuhan
08:59Tetapi kita harus bisa mengatakan Yesus cukup bagiku
09:05Yang penting bagaimana aku menjadi keharuman bagi dia
09:10Menjadi simponi yang indah
09:14Dan yang kedua saudara
09:16Kita akan diberi kesempatan Tuhan untuk
09:23Menolong Lazarus-Lasarus
09:26Pasti ada Lazarus-Lasarus
09:30Yang Tuhan kirim
09:33Saudaraku
09:40Belas kasihan seperti ini harus kita miliki
09:45Belas kasihan seperti ini harus kita miliki
09:50Saudaraku
09:51Belas kasihan Tuhan
09:54Maka kita bisa minta saudara sekalian
09:58Hati
09:59Seperti hati yang dimiliki oleh Tuhan
10:05Tuhan akan memberi kita kesempatan saudara
10:11Bertemu dengan Lazarus-Lasarus yang
10:16Mengganggu hidup kita
10:19Ngeresei
10:25Merepotkan
10:28Tetapi Lazarus-Lasarus itu
10:31Kesempatan kita mengumpulkan harta di surga
10:35Kesempatan kita berprestasi di kekekalan
10:39Di Matius pasal 25
10:42Tuhan Yesus berkata
10:47Bahwa
10:51Apa yang kita lakukan untuk saudara kita
10:54Yang membutuhkan pertolongan
10:56Itu
10:58Diperhitungkan
11:00Sebagai
11:04Tindakan kita untuk Tuhan sendiri
11:15Hati kita akan dipuaskan
11:17Maksud saya hati kita akan dipuaskan
11:20Waktu kita mulai mengulurkan tangan
11:22Untuk Lazarus
11:24Kalau dulu kita merasa diganggu
11:27Direpotkan
11:28Tapi suatu saat
11:29Sampai pada tingkat tertentu
11:31Anda merasa puas
11:33Dan suka cita dan bahagia
11:35Ketika kita mengulurkan tangan
11:37Untuk Lazarus-Lasarus yang Tuhan kirim
11:41Dan ketika saudara bertumbuh
11:44Di dalam
11:45Perasaan Tuhan seperti itu
11:51Saya tidak tahu bagaimana menggambarkan
11:54Perasaan Tuhan akan
11:58Tersentuh
11:59Celing gitu
12:00Siapa yang memakai perasaanku ini
12:05Siapa yang memakai perasaanku ini
12:10Ternyata saudara
12:13Ternyata saudara
12:22Percayalah saudara
12:24Itu menjadi penghiburan di hati Tuhan
12:27Memang kita tidak bisa menolong semua orang
12:31Kita juga harus berhati-hati
12:33Terhadap orang yang mau
12:35Memanfaatkan kemurahan hati kita
12:38Tetapi merusak hidupnya
12:42Saudara
12:43Roh kudus akan menolong kita
12:46Bagaimana sepatutnya kita menolong orang
12:48Tetapi yang penting adalah
12:51Bagaimana kita
12:54Mengenakan
12:57Menterjemahkan
12:58Perasaan Tuhan
13:01Di dalam diri kita
13:03Sampai celing
13:05Tuhan merasa
13:06Siapa yang pakai perasaanku ini
13:11Nyambung
13:11Prefensinya
13:13Dan Tuhan senang
13:14Ada orang yang masih
13:15Mau mengenakan perasaannya
13:20Tuhan
13:21Tuhan aku minta
13:23Memiliki hatimu
13:29Mengasihi jiwa-jiwa
13:36Beriku merasa
13:38Yang engkau rasakan
13:42Belas kasihanku
13:47Belas kasihanku
13:47Tuhan
13:51Buatku memandang
13:54Mereka yang terhilang
13:59Seperti
14:01Tuhan memandang
14:06Beriku beban
14:09Dalam hatiku
14:13Seperti
14:15Beban
14:16Di hatimu
14:18Jadikan
14:19Jadikan tanganku
14:28Sebagai tanganku
14:35Jadikan mataku
14:43Sebagai matamu
14:51Segenap hidupku
14:58Segenap milikku
15:06Semuanya
15:07Bagi kerajaanmu
15:14Tidak mungkin Anda tidak memiliki sesuatu yang bisa dibagikan
15:21Sesusah
15:22Seminim
15:24Semiskin
15:26Apapun
15:26Sudara
15:27Pasti ada yang bisa
15:29Sudara pecahkan
15:30Bagi orang lain
15:33Pasti ada yang bisa
15:34Sudara curahkan
15:35Bagi orang lain
15:36Sekecil apapun
15:38Disini yang penting
15:40Bukan jumlahnya
15:41Tetapi bagaimana
15:43Perasaan Tuhan
15:46Dimanifestasikan
15:47Dikenakan
15:49Diterjemahkan
15:50Di dalam diri kita
15:54Maka memang tidak bisa
15:56Terpisah dari kesucian hidup
16:00Orang yang tidak memiliki kesucian hidup
16:03Tidak mungkin bisa memiliki perasaan
16:05Tuhan
16:07Kalaupun kelihatannya
16:09Kalaupun kelihatannya dia murah hati
16:10Dia memberi
16:11Bukan karena tangan Tuhan yang terulur
16:13Itu tangannya sendiri
16:14Dengan seribu satu motivasi
16:17Tetapi kalau kita
16:20Hidup di dalam kesucian Tuhan
16:23Dan benar-benar
16:25Memengenakan perasaan Tuhan
16:33Kita bisa memiliki perasaannya
16:40Harta yang kita akan miliki
16:43Sedang kita perjuangkan
16:47Adalah harta abadi
16:50Yang suatu hari
16:52Tuhan akan mengatakan
16:53Aku temukan diriku
16:56Di dalam dirimu
16:58Aku temukan diriku
17:01Di dalam dirimu
17:02Dan kita bisa
17:04Mempersoalkan
17:05Mulai sekarang
17:06Apakah benar
17:10Tuhan menemukan perasaan
17:13Dan dirinya
17:13Di dalam diri kita
17:14Itu benar-benar
17:17Membuat saya
17:18Gundah
17:19Gundah
17:21Gundah
17:23Karena kita punya
17:24Refleks dosa
17:26Refleks dosa
17:28Jadi waktu kita
17:32Pada waktu kita
17:35Mendapatkan satu aksi
17:37Reaksi kita itu
17:39Sering refleks
17:40Refleks dosa
17:48Refleks ketidaktepatan
17:50Refleksi aku
17:53Refleks kemanusiaan kita
17:56Human kita
17:57Nah kalau kita belajar terus
17:59Nanti refleks ilahi
18:05Contoh sederhana saja
18:07Tapi ini masih
18:08Termasuk contoh kasar ya
18:10Kalau sederhana lagi jalan
18:12Orang nabrak
18:13Sudara itu refleksnya
18:14Sialan ini orang
18:16Refleksnya
18:21Waktu orang memuji kita
18:23Refleks kita bagaimana
18:24Waktu kita disalahkan orang
18:27Refleks kita bagaimana
18:30Waktu sederhana ditunggu orang
18:32Anda terlambat
18:33Orang tanya
18:34Kamu dimana
18:35Refleks bohongnya bisa muncul
18:37Sebentar lagi
18:40Padahal masih jauh
18:46Pria-pria yang matanya
18:48Masih ada keranjangnya
18:49Itu refleks
18:52Dosanya juga
18:52Wanita-wanita yang matanya
18:56Juga
18:57Ada
18:58Ganjen atau genitnya
19:01Itu refleksnya ada
19:08Wanita-wanita yang
19:12Biasa mengganggu laki-laki
19:14Entah dia punya pasangan hidup
19:16Atau tidak
19:17Kalau punya pasangan hidup
19:19Kan biasanya pelakor
19:20Itu refleks dosanya
19:22Kelihatan
19:27Saudara melihat barang-barang
19:30Bagus
19:30Perhiasan
19:31Dan lain-lain
19:31Refleks saudara
19:33Untuk memiliki
19:34Cepat
19:36Refleks
19:37Dosa
19:41Kita
19:41Punya refleks-refleks
19:46Memang refleks saudara
19:48Bukan refleks dosa
19:49Dalam arti pelanggaran
19:51Moral umum
19:52Tapi ketidaktulusan
19:56Kemunafikan
19:59Kesombongan
19:59Terselubung
20:00Refleks dosanya
20:02Ada
20:04Ya
20:05Begitu
20:07Si aku ini
20:08Masih mau
20:09Hidup
20:10Masih mau tampil
20:13Dan
20:14Saya kadang-kadang
20:16Masih menemukan itu
20:17Di dalam diri saya
20:18Dan saya sangat menyesal
20:20Menyesal
20:28Saya berdoa
20:29Sungguh-sungguh
20:30Dan saya
20:31Mengajarkan
20:32Saudara doa
20:33Dengan sungguh-sungguh
20:35Bagaimana
20:35Memiliki hati Tuhan
20:37Saudara
20:38Minta
20:38Roh kudus
20:40Akan menolong
20:40Saudara
20:41Untuk
20:42Menunjukkan
20:43Reflek-reflek
20:44Dosa itu
20:45Mengkikisnya
20:47Membuangnya
20:48Supaya kita memiliki
20:49Perasaan Tuhan
20:53Tuhan
20:54Aku minta
20:56Memiliki hatimu
21:02Mengasihi
21:04Jiwa-jiwa
21:09Beriku
21:10Merasa
21:12Yang engkau
21:14Rasakan
21:15Belas
21:18Belas
21:18Kasihan
21:19Tuhan
21:23Tuhan
21:24Kuatku
21:25Memandang
21:27Mereka yang
21:29Terhilang
21:32Seperti
21:34Tuhan
21:35Memandang
21:39Beriku
21:41Beriku
21:41Beban
21:42Dalam
21:44Hatiku
21:46Seperti
21:48Beban
21:49Di hatimu
21:51Kita ulangi
21:52Tuhan
21:54Tuhan
21:55Aku minta
21:57Memiliki
21:59Hatimu
22:03Mengasihi
22:04Jiwa-jiwa
22:09Beriku
22:10Beriku
22:11Merasa
22:12Yang engkau
22:14Rasakan
22:16Belas
22:18Kasihan
22:19Mu
22:20Tuhan
22:24Kuatku
22:25Memandang
22:27Mereka
22:29Yang
22:29Terhilang
22:32Seperti
22:33Tuhan
22:35Tuhan
22:35Memandang
22:39Beriku
22:40Beban
22:42Dalam
22:44Hatiku
22:46Seperti
22:48Beban
22:49Hati
22:50Hatimu
22:51Jadikan
22:52Jadikan
23:17Jadikan
23:23Tuhan
23:33Tuhan
23:35Dalam
23:36Nama Tuhan
23:53Di dalam kerajaan surga nanti tentu ada grit-grit.
23:58Maka Alkitab berkata berulang-ulang,
24:01Upahmu besar.
24:05Digambarkan lain dengan kalimat kamu mendapat kepercayaan 10 kota, 5 kota, 3 kota, dan lain-lain kira-kira begitu.
24:16Orang yang terus belajar untuk mematikan kedagingannya manusia lama.
24:25Ya saudara, ini tidak perlu saya jelaskan, saudara tahu.
24:29Jaga mulut, jaga mata, jaga hidupmu ya, dari hal yang tidak patut.
24:39Lalu saudara mulai belajar mengenakan pikiran perasaan Tuhan.
24:43Karena memang gendak Tuhan agar kita memiliki pikiran dan perasaannya.
24:49Tuhan akan mempercayakan proyek-proyek.
24:56Proyek-proyek.
24:58Satu Lazarus engkau tolak, tidak akan ada Lazarus lain.
25:03Tapi satu Lazarus engkau terima, Tuhan akan kirim Lazarus-Lasarus yang lain.
25:10Ingat, sekecil apapun,
25:14saudara pasti bisa berbuat sesuatu.
25:17Ada yang bisa saudara pecahkan bagi orang lain.
25:21Ada bagian rotimu yang bisa kau bagikan.
25:28Ada bagian anggurmu yang bisa kau curahkan untuk orang lain.
25:36Sebelum kesempatan ini berlalu dan saudara tidak dipercayai Tuhan dengan proyek-proyeknya yang membuat saudara menjadi kaya di dalam Tuhan.
25:49Mari kita berubah.
25:52Mari kita berubah, saudara.
25:55Dia yang miskin, maksud saya.
25:59Dia yang kaya menjadi miskin supaya oleh kemiskinannya kita menjadi kaya.
26:04Itu kaya bukan kaya materi.
26:08Itu pasti kaya terkait dengan kemuliaan.
26:12Karena Tuhan Yesus meninggalkan kemuliaan.
26:15Dia yang memiliki kemuliaan.
26:17Dia yang kaya menjadi manusia yang dalam segala hal disamakan dengan kita.
26:24Supaya kita manusia berdosa bisa dinaikkan martabat dan harkatnya.
26:32Menjadi anak-anak Allah yang juga dimuliakan bersama dengan dia.
26:38Yang dalam Romad 8 ayat 17 kita akan dimuliakan bersama-sama dengan dia.
26:43Sebab kita anak Allah dan kalau kita anak Allah kita ahli waris.
26:48Dan kalau kita ahli waris kita juga berhak menerima janji-janji Allah.
26:52Yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus.
26:57Yaitu atau kalau kita menderita bersama-sama Tuhan Yesus.
27:04Tuhan Yesus belajar taat dari apa yang dideritanya.
27:13Belajar taat dari apa yang dideritanya.
27:18Setelah dia mencapai kesempurnaan dia menjadi pokok keselamatan.
27:23Menjadi penggubah, menjadi contoh, menjadi teladan bagi kita.
27:29Jadi kita bisa hidup seperti dia hidup.
27:34Sebab memang Tuhan Yesus naik ke surga.
27:37Supaya pekerjaannya kita yang teruskan.
27:41Seperti Bapak mengutus aku, aku mengutus kamu.
27:47Tongkat estafet ini, tongkat estafet yang Yesus terima dari Bapak diberikan kepada kita.
27:54Nah kita siapa ini?
27:56Tentu kita yang mengikuti jejak Tuhan Yesus.
28:01Yang mau hidup di dalam kesucian Bapak.
28:06Dan terus belajar untuk memiliki pikiran perasaan Tuhan.
28:14Tuhan tampil di gelanggang dunia ini, saudara.
28:18Melalui dan di dalam hidup kita.
28:22Kita perwakilannya.
28:26Kita perwakilannya.
28:30Karenanya Tuhan Yesus mengatakan mereka menolak kamu, mereka menolak aku.
28:37Kita perwakilannya.
28:41Kita representatif.
28:44Kita ambasadornya.
28:46Utusan.
28:48Dan juga menjadi surat yang terbuka.
28:50Untuk menyampaikan pesan-pesan Allah kepada dunia.
28:57Inilah yang saya maksud dengan prestasi kekal, prestasi abadi.
29:04Yang harus kita pergumulkan, kita perjuangkan, saudara.
29:10Ini melanjutkan khutbah saya tadi pagi jam 11.
29:14Jadi, saudara, supaya lengkap menerima berkat rohani ini, saudara bisa mendengarkan khutbah saya jam 11 tadi.
29:25Orang mengisi tahun-tahun umur hidupnya dengan perjuangan.
29:30Demi karir, demi pangkat kedudukan, demi gelar, demi popularitas, demi harta.
29:37Yang itu dianggapnya sebagai prestasi.
29:42Dan tentunya, orang berpikir dengan prestasi itu, ia menjadi bernilai.
29:48Dia menjadi berharga.
29:50Dia bahagia.
29:52Itu disesatkan.
29:55Padahal semua itu lenyap sekejap seperti uap.
29:59Dan kita pada umumnya telah disesatkan.
30:02Sehingga kita telah terbawa oleh irama dunia.
30:11Bersyukur kita sekarang mendengar kebenaran ini.
30:15Kita ditarik untuk keluar dari irama yang salah tersebut, saudara.
30:19Kita ditarik untuk keluar dari irama yang salah tersebut.
30:25Kita mau memperjuangkan prestasi yang memiliki nilai kekal.
30:32Ini prestasi abadi, saudaraku.
30:37Kalau saudara suatu hari melihat kemuliaan Allah dan memandang kekekalan yang dahsyat.
30:45Saudara akan sangat menyesal.
30:47Menyesal sekali.
30:49Ketika saudara tidak bisa lagi kembali ke bumi.
30:55Dan saudara bisa merasakan, menghayati betapa singkatnya waktu yang Tuhan berikan itu.
31:0470 tahun, 80, 90 tahun.
31:07Itu kalau dibandingkan dengan kekekalan tidak ada artinya.
31:12Tetapi kalau kita mengisi tahun-tahun hidup kita ini untuk mencapai prestasi abadi yang sama dengan mengumpulkan harta di surga.
31:24Kita tidak pernah menyesal.
31:29Setiap hari ketika Tuhan membukakan rahasia firmannya, kita merasa seperti orang Kristen baru.
31:38Kita seperti baru mulai dari nol, starting from zero.
31:43Kalau dulu kita merasa sudah tahu banyak, sudah benar ya.
31:48Tapi sekarang kita mulai belajar seperti mulai dari nol.
31:55Mulai dari nol.
31:56Dan hidup itu jadi mengasihkan, saudaraku.
31:59Doa kita adalah Tuhan jadikan hidupku bernilai bagi kerajaan Allah.
32:05Dan sekecil apapun buat hidupku berguna, berperan dalam pekerjaanmu.
32:13Sekecil apapun.
32:15Kata sekecil ini, sekecil apapun bukan berarti kita memberikan sekecil-kecilnya.
32:22Tetapi kita memberikan tanpa batas apa yang kita miliki.
32:27Yang itu berperan bagi pekerjaan Tuhan.
32:30Sekecil apapun.
32:31Tetapi itu seluruh hidup kita tanpa batas.
32:35Saudara harus keluar dari irama yang salah.
32:41Yang menyesatkan semua manusia.
32:46Kita ikut jejak Tuhan Yesus.
32:49Yang hidupnya benar-benar hanya difokuskan kepada Bapak.
32:54Dengan kalimat makananku melakukan gendak Bapak.
32:57Dan menyelesaikan pekerjaannya.
33:03Tuhan berbicara mengenai kekayaan kekal itu juga di Lukas pasal 12.
33:12Lukas pasal 12.
33:15Kita baca ayat 20 dan 21.
33:19Coba dimunculkan ayat ini.
33:22Lukas 12.
33:23Ayat 20 dan 21.
33:27Tetapi firman Allah kepada orang kaya itu.
33:30Yang sibuk mengumpulkan harta di bumi.
33:35Hai engkau orang bodoh.
33:37Padahal orang ini sudah jadi konglomerat.
33:40Kalau di zaman kita.
33:42Sebab begitu banyak miliknya.
33:46Banyak asetnya.
33:47Sehingga dia harus menambah.
33:51Gudang.
33:53Dan dia berkata.
33:55Hey jiwaku tenanglah.
33:56Senangkan dirimu.
33:58Ini gak nyambung.
33:59Gandum gak nyambung dengan jiwa.
34:02Dasar bodoh.
34:04Kalau perutmu diisi nasi.
34:07Jiwamu gak bisa diisi roti.
34:10Jiwamu hanya bisa diisi Tuhan.
34:12Bukan makanan.
34:16Tapi banyak orang tidak mengerti ini.
34:19Nah ini seperti orang bodoh ini.
34:22Anda bisa membaca ayat-ayat sebelumnya.
34:24Orang ini kaya.
34:26Sukses.
34:28Wah kalau orang seperti ini hidup di zaman kini.
34:32Pasti dihormati saudaraku.
34:36Dihormati oleh masyarakat.
34:38Oleh para konglomerat atau orang-orang kaya.
34:42Dihormati oleh pejabat-pejabat.
34:45Karena bisa menjadi ATM.
34:49Lalu juga dihormati oleh pendeta-pendeta.
34:53Sebab kalau dia datang.
34:54Wow.
34:57Bintang.
34:59Tapi kita gak boleh begitu.
35:01Itu melukai hati Tuhan.
35:05Kita mau setiap kali kebaktian seperti ini.
35:08Allah hadir di sini.
35:11Saya tadi duduk di sana.
35:13Saya berdoa.
35:14Saya bergumul.
35:15Tuhan orang-orang ini sudah datang dua kali diantaranya.
35:20Kebaktian.
35:21Lalu sore-sore masih mau datang lagi.
35:25Padahal tergoda untuk ikut online saja.
35:30Sambil ikut kebaktian makan kuaci.
35:32Makan kacang sambil menyeruput kopi susu.
35:40Atau sambil makan kacang dan lain-lain.
35:44Tapi segera duduk.
35:45Anda gak bisa makan kacang di sini.
35:47Karena Anda bisa diomeri tetangga.
35:50Atau hak sekuriti sur Anda keluar.
35:53Makan kacang di cafe sana.
35:56Bukan di sini.
35:57Di sini untuk duduk manis.
35:59Dengar firman.
35:59Fokus Anda ke Tuhan.
36:01Dan saya minta kepada Tuhan.
36:04Buat hadirat lebih kuat.
36:07Lebih kuat.
36:09Supaya beda.
36:11Sudara kebaktian di rumah sambil pakai kolor.
36:15Sekali-kali lihat whatsapp.
36:20Dengan duduk manis.
36:25Membuat handphone saudara dalam keadaan off.
36:30Itu beda perhatian saudara.
36:33Kecuali saudara di luar kota, di luar negeri ya harus ikut online.
36:37Tapi kalau masih bisa hadir.
36:38Kita berdoa agar kebaktian jam 5 sore akan memiliki suasana yang lain.
36:45Di dalam hadirat Tuhan.
36:48Pasti saudara mendengarkan khutbah ini dengan saya.
36:52Eye to eye, face to face.
36:55Dengan di rumah itu different saudara.
36:57Saudara pasti bisa, lebih bisa merasakan perasaan pembicara.
37:03Dan kalau pembicara diurapi itu perasaan Tuhan mengalir juga.
37:07Dan kebenarannya itu kuat saudaraku.
37:10Anda sudah datang ke tempat ini.
37:12Saya harap saudara akan bisa benar-benar merasakan sentuhan Tuhan.
37:20Jadi lebih dari seorang konglomerat yang hadir lalu kita senang, eh konglomerat itu datang loh di Rehobot.
37:27Jangan.
37:28Dulu kita suka begitu, jujur.
37:31Kalau ada pengacara hebat, pejabat, kita bangga.
37:35Hari ini kita harus berubah.
37:38Jangan buat itu.
37:41Semua kita berdiri sama tinggi, duduk sama rendah.
37:45Anak-anak Allah.
37:47Kita harus lebih menghadirkan Tuhan di sini.
37:49Dan bangga kalau Bapak di surga hadir di sini.
37:58Saya tidak sembarang percaya setiap penglihatan.
38:02Tapi salah satu penglihatan yang diberikan, yang dinyatakan, disaksikan kepada saya pada waktu doa di Jumat.
38:10Saya mengaminkan.
38:11Dimana dia bisa melihat malekat-malekat menari-nari di sini.
38:15Dan kadang-kadang malekat bisa berubah seperti bunga.
38:19Pasti tidak dikarang.
38:22Dia tidak punya kepentingan untuk itu.
38:27Dan saudara tahu.
38:29Saya punya ruangan doa di sini.
38:32Saya sudah berdoa di Jumat itu.
38:34Kirimkan malekat-malekat penyembah.
38:37Eh, hari itu ada kesaksian itu.
38:40Puji Tuhan.
38:41Jadi kita mau merasakan hadirat Tuhan.
38:45Amin, saudara.
38:46Supaya saudara yang menyediakan waktu hadir, bisa mendapatkan berkat rohani yang lebih.
38:55Oke, saudara.
38:57Nah, kembali soal orang kaya tadi.
38:59Kita harus menghormati orang kaya.
39:03Orang kaya juga harus dihormati.
39:05Tidak boleh diserang.
39:06Kalau dulu kadang-kadang saya menyerang.
39:08Saya minta maaf kepada orang kaya yang saya serang.
39:19Ada kepahitan gitu.
39:23Saya melihat banyak, ada banyak ugan.
39:26Ada orang-orang kaya yang semenang-menang terhadap orang lain.
39:29Bahkan semenang-menang terhadap gereja atau pendeta.
39:34Saya minta maaf kalau sudah kata-kata saya yang tidak patut.
39:38Pasti sekarang saudara sudah tidak mendengar itu.
39:42Kita harus dalam damai sejahtera.
39:45Karena kita juga perlu orang-orang kaya yang uangnya untuk orang-orang miskin bukan untuk kita.
39:51Hatinya dijamah, disentuh, uangnya dipersembahkan untuk Tuhan.
39:56Nah, konglomerat yang ini.
40:01Dia merasakan, dia berkata,
40:03Hai jiwaku banyak harta, senangkan dirimu.
40:08Tertimbun bertahun-tahun.
40:11Lalu firman Tuhan mengatakan apa?
40:12Munculkan.
40:14Hai kamu orang bodoh.
40:18Pada malam ini juga jiwamu akan diambil daripadamu.
40:23Dan apa yang telah kau sediakan untuk?
40:26Siapakah itu nanti?
40:28Ya untuk anak cucu lah.
40:31Anak cucu punya rezekinya sendiri.
40:35Amin gak?
40:36Tetapi kamu punya tanggung jawab untuk orang yang menjadi bagianmu.
40:42Yang kepadanya kau harus pecahkan rotimu dan curahkan anggurmu.
40:48Amin.
40:49Begitu saudaraku.
40:51Apakah tidak boleh mewariskan kekayaan ke anak-anak?
40:55Oh, harus beri warisan pendidikan.
40:58Kalau ada harta, beri warisan harta dan perusahaan dan lain-lain.
41:04Tapi satu ini tidak boleh, tidak harus kewariskan.
41:07Takut akan Allah.
41:09Sebab kalau tidak pendidikan, gelar, harta, uang jadi kutuk dan laknat.
41:15Paham saudara?
41:16Saya tidak punya kepentingan.
41:18Jangan saudara berkata,
41:20Pak Eras membagian ya?
41:22Tidak.
41:23Aku tidak berat, punya bagian apa-apa.
41:26Oke?
41:29Ini jangan sampai ditujukan ke saudara.
41:33Waduh, Pak, saya bukan orang kaya.
41:35Saudara bukan orang kaya, tapi orang bodoh.
41:38Sama saja.
41:40Sudah miskin, bodoh lagi.
41:42Anda lebih celaka.
41:44Di dunia sudah tidak menikmati kekayaan,
41:47kekal juga melarat.
41:49Itu namanya melarat pangkat dua.
41:51Alias melarat kuadrat.
41:55Tidak begitu.
41:56Lalu ayat 21.
41:59Demikian jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri,
42:05jika lo ia tidak kaya di hadapan Allah.
42:11Anda jangan takut kalau berbuat baik,
42:13lalu orang berkata,
42:15wah dia tebar pesona.
42:17Jangan takut.
42:18Nanti kita di surga,
42:20di kekekalan baru dibuka semua rahasia.
42:23Dan Anda harus ingat,
42:24bahwa semua itu akan dibuka.
42:26Jadi kalau Anda memang tebar pesona dengan berbuat baik,
42:30Anda akan dipermalukan.
42:32Itu useless,
42:34tidak ada artinya.
42:37Saudara berbuat baik juga bukan untuk membeli orang
42:40demi kepentinganmu.
42:43Tapi saya mengerti waktu kita berbuat baik,
42:46kita membeli orang itu untuk Tuhan.
42:49Biar dia berhutang kebaikan.
42:51Lalu kita arahkan dia ke Tuhan.
42:56Yang tahu siapa?
42:57Ya nanti di kekekalan baru buka-bukaan,
43:00saudara ku.
43:06Kalau saudara berbuat baik,
43:09ingat bukan mau tebar pesona,
43:11bukan mau membeli orang untuk saudara miliki,
43:14supaya saudara dikultuskan.
43:16Tidak begitu ya.
43:18Tapi saudara membeli orang itu untuk Tuhan.
43:21Kan Firmanton mengatakan mereka melihat perbuatanmu
43:24dan memuliakan.
43:26Kamu beli orang itu untuk Tuhan.
43:28Amin.
43:29Loh, Anda mengerti?
43:32Amin.
43:34Tidak bisa tidak kebaikanmu akan menggiring orang
43:38kepada kekekalan.
43:46Jadi jangan jemuh-jemuh berbuat baik,
43:49kata Firman Tuhan.
43:52Sudah akan punya kesempatan
43:54kepada tetanggamu kanan-kiri.
44:01Pasti Tuhan akan beri proyek-proyek itu
44:04kepada saudara.
44:08Saudara bisa jadi utusan Tuhan,
44:11saudaraku.
44:14Dan saya sampaikan ini
44:17demi keuntungan saudara.
44:21Demi keuntungan saudara.
44:24Saudara mengumpulkan harta di surga.
44:27Saudara bernilai,
44:29punya arti
44:31bagi kerajaan surga.
44:33Dan kalau saudara berarti
44:34bagi kerajaan surga,
44:36saudara akan dibawa ke kerajaan itu.
44:38Saudara memiliki peran dalam pekerjaan Allah,
44:42saudara layak menerima upah.
44:44Kita bekerja bukan karena upah,
44:48saudaraku.
44:49Tapi orang yang bekerja
44:50pantas mendapat upah.
44:54Jangan saudara sia-siakan
44:57kesempatan ini
44:58bertumbuh di dalam kekudusan.
45:00Nanti kita akan bersama-sama
45:02belajar terus.
45:04Bertumbuh dalam mengenakan
45:05pikiran perasaan Kristus.
45:08Punya belas kasihan.
45:10Tuhan akan memberi proyek-proyek.
45:16Sampai hari ini saya berdoa,
45:19Tuhan apa yang harus kulakukan?
45:22Karena waktuku juga makin singkat, sempit.
45:27Dan saya tidak boleh,
45:29tidak boleh,
45:33memperdaya saudara.
45:36Menyalahgunakan saudara.
45:37Saya harus menemukan
45:40apa rencana Allah
45:41dalam hidup saya
45:42karena saya seorang pemimpin
45:44dan mengarahkan
45:45semua saudara
45:46untuk proyek Tuhan itu.
45:48Tanpa saya mencari
45:50keuntungan pribadi di bumi,
45:51tapi mencari keuntungan di surga.
45:58Jangan ada jemaat Rehobot
46:01sampai anaknya
46:03tidak bisa sekolah.
46:06kecuali memang dia tidak sanggup sekolah
46:09karena
46:11kecerdasannya kurang
46:12atau karena bakatnya
46:13bukan untuk sekolah.
46:15Begitu.
46:16Kalau tidak sekolah ya punya keahlian.
46:19Gerija sangat bertanggung jawab.
46:21Makanya saudara saya himba
46:24mengisi
46:25My Rehobot
46:25supaya saudara
46:28memang anggota kami.
46:29tidak semua orang
46:32minta tolong
46:33kita bisa tolong
46:34karena
46:35terbatas.
46:37Tapi kalau saudara sudah jemaat
46:38jangan
46:39mau minta tolong
46:40baru
46:41jadi daftar
46:42My Rehobot.
46:45Pagi jam 7
46:46daftar My Rehobot
46:48jam 8
46:48tolonglah pak saya jemaat
46:50di My Rehobot.
46:51Ini yang begini-begini
46:52model orang yang memanfaatkan.
46:55Saudara jauh-jauh hari
46:57saudara sungguh-sungguh
46:59ikut firman
46:59saudara ikut Rehobot
47:01bukankan di Rehobot
47:02itu punya
47:03diakonia yang baik.
47:05Tapi memang
47:06saudara mau belajar firman.
47:08Amin.
47:09Supaya anakmu
47:10jangan jadi tukang begal
47:11jangan anak gadismu
47:13anak-anak perempuan
47:14jual diri.
47:16Jangan.
47:17Amin.
47:20Tentu kita yang mampu
47:22kita ikut mendukung
47:23saudaraku.
47:25Kita harus menolong
47:26orang-orang miskin
47:27saudaraku sekalian.
47:33Dua hari yang lalu
47:34ada
47:36SMS berkata
47:38Om
47:40kalau saya bisa ketemu
47:41Om saya dan
47:43Koko mesujud
47:44di kaki Om.
47:47Kami terima kasih Om.
47:50Artinya kalau gak ada Om
47:51kami semua sudah
47:54habis.
47:55Yang satu
47:56mau bunuh diri
47:57yang satu
47:59ya
48:00banyak masalah lah.
48:02Itulah seharus.
48:03Saya sebenarnya
48:03gak punya rencana
48:05mau cerita ini
48:05saudara.
48:06Tapi saya mau beritahu
48:09suatu hari
48:10pasti dibuka ini.
48:12Tapi sekarang
48:13saya mau beritahu
48:14ada orang-orang
48:15seperti ini.
48:18dan saya harus
48:19mengatakan
48:20kepada saudara
48:21ikutilah teladanku
48:23seperti aku
48:25ikut teladan
48:26Kristus.
48:27Saya bukan orang
48:28hebat.
48:28Saya hanya orang
48:29nekat.
48:30Saya tidak mau
48:31dikultuskan.
48:34Saya hanya
48:34mau bersama-sama
48:35saudara
48:36menjadi
48:36bapak rohani
48:37yang
48:39kita bersama-sama
48:41berubah
48:42dan suatu hari
48:43kalau kita
48:45meninggal dunia
48:47saudaraku
48:48kita telah
48:50mengumpulkan
48:51harta di surga.
48:53Amin.
48:55Jangan sia-siakan
48:56kesempatan ini.
48:59Jangan hanya
49:00mendengar
49:00khutbah saya
49:01dan setuju.
49:03Tapi buatlah
49:04sesuatu.
49:06Pasti ada
49:07yang saudara
49:07bisa lakukan.
49:08Sekecil
49:09apapun.
49:12pasti ada
49:13yang bisa
49:14saudara
49:14lakukan.
49:16Sungguh-sungguhlah
49:17berurusan
49:18dengan Tuhan.
49:20Saya berharap
49:22Bapak Ibu
49:22punya nurani
49:23yang bersih.
49:24Menangkap
49:25khutbah saya
49:26ini dengan
49:27hati yang bersih.
49:28Tidak ada
49:29motif-motif
49:31negatif
49:32atau motif-motif
49:33untuk pribadi
49:34saya.
49:34Itu demi
49:35supaya
49:36saudara
49:36tidak
49:38menyanyiakan
49:38kesempatan
49:39yang Tuhan
49:40berikan
49:40guna
49:41memiliki prestasi
49:42di kekekalan.
49:45Amin.
49:47terima kasih.
49:47terima kasih.

Dianjurkan