- 5 bulan yang lalu
- #demo
- #dpr
- #tunjangan
JAKARTA, KOMPAS.TV - Aksi unjuk rasa terjadi tak hanya di Jakarta, namun meluas di banyak wilayah di Indonesia. Aktivis 1998, Savic Ali mengatakan penyelidikan harus melibatkan tim independen.
Penegak hukum bukan hanya menciptakan keamanan, ketertiban, tetapi menjamin agar kemanusiaan aman. Tetapi yang terjadi justru pelanggaran muncul dari aparat penegak hukum.
Publik sangat marah, karena tindakan represi dari aparat bukan pertama kali terjadi.
"Dalam beberapa tahun kita mengenal peristiwa kekerasan yang dilakukan kepolisian. Ketika ada bentrokan di lapangan, siapapun bisa jadi korban. Ketika situasinya sudah seperti itu nyaris ada org yang tidak bersalah jadi korban," katanya.
Rektor UII, Fathul Wahid menyebut tidak menutup kemungkinan ada penumpang gelap dalam peristiwa ini. Ada kekhawatiran suara-suara murni yang mewakili keresahan publik ditunggangi oleh kelompok ini. Belum diketahui mengapa kelompok ini anarkis.
Pemikir Kebinekaan, Sukidi melihat ada kemarahan publik yang diartikulasikan rakyat kepada pemerintah yang dianggap gagal merawat dan harapan.
Kebijakan ekonomi, politik, gagal menyejahteraan rakyat. Ada ketidakamanan ekonomi rakyat terkait lapangan kerja, pendapatan turun, dan masalah PHK yang masif.
Ada pula sikap elite yang tidak mencerminkan empati terhadap penderitaan rakyat. Negara begitu represif thd demonstran, alih-alih mendengarkan aspirasi dan kritik, tidak humanis terhadap demonstran. Serta kritik untuk aparat.
"Hukum tidak lagi dipakai untuk menegakkan keadilan, tapi senjata politik untuk merawat ketidakadilan. Ada perasaan ketidakadilan begitu luas, dan itu rentan membuat kemarahan publik. Akumulasi kemarahan publik. Ini warning besar bagi pemerintah," katanya.
Bagaimana pendapatmu?
Selengkapnya saksikan di sini:
https://youtu.be/ABsqfGlgPK8
#demo #dpr #tunjangan
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/615502/demo-dpr-kemarahan-publik-hingga-represi-aparat-satu-meja
Penegak hukum bukan hanya menciptakan keamanan, ketertiban, tetapi menjamin agar kemanusiaan aman. Tetapi yang terjadi justru pelanggaran muncul dari aparat penegak hukum.
Publik sangat marah, karena tindakan represi dari aparat bukan pertama kali terjadi.
"Dalam beberapa tahun kita mengenal peristiwa kekerasan yang dilakukan kepolisian. Ketika ada bentrokan di lapangan, siapapun bisa jadi korban. Ketika situasinya sudah seperti itu nyaris ada org yang tidak bersalah jadi korban," katanya.
Rektor UII, Fathul Wahid menyebut tidak menutup kemungkinan ada penumpang gelap dalam peristiwa ini. Ada kekhawatiran suara-suara murni yang mewakili keresahan publik ditunggangi oleh kelompok ini. Belum diketahui mengapa kelompok ini anarkis.
Pemikir Kebinekaan, Sukidi melihat ada kemarahan publik yang diartikulasikan rakyat kepada pemerintah yang dianggap gagal merawat dan harapan.
Kebijakan ekonomi, politik, gagal menyejahteraan rakyat. Ada ketidakamanan ekonomi rakyat terkait lapangan kerja, pendapatan turun, dan masalah PHK yang masif.
Ada pula sikap elite yang tidak mencerminkan empati terhadap penderitaan rakyat. Negara begitu represif thd demonstran, alih-alih mendengarkan aspirasi dan kritik, tidak humanis terhadap demonstran. Serta kritik untuk aparat.
"Hukum tidak lagi dipakai untuk menegakkan keadilan, tapi senjata politik untuk merawat ketidakadilan. Ada perasaan ketidakadilan begitu luas, dan itu rentan membuat kemarahan publik. Akumulasi kemarahan publik. Ini warning besar bagi pemerintah," katanya.
Bagaimana pendapatmu?
Selengkapnya saksikan di sini:
https://youtu.be/ABsqfGlgPK8
#demo #dpr #tunjangan
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/615502/demo-dpr-kemarahan-publik-hingga-represi-aparat-satu-meja
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Intro
00:00Saya menduga kita sudah ada indikasi-indikasi dan kita akan tidak ragu-ragu
00:16Saya tidak ragu-ragu membela rakyat
00:18Demi Allah saya tidak akan mundur setamapun
00:20Saya yakin rakyat bersama saya
00:22Intro
00:24Intinya kayak gini kita perlu reformasi besar-besaran
00:29Reformasinya dari reformasi besar-besaran adalah struktur pemerintah kita
00:33Dari mulai DPR, legislatif, eksekutif, sampai aparat kita kepolisian
00:37Atau bahkan ke arah kita segala macam
00:38Kami akan mengevaluasi, kami akan berbenah diri
00:46Kami akan mendengar aspirasi rakyat dengan lebih sehat dan lebih baik
00:56Selamat malam
01:15Aksi unjuk rasa terjadi di mana-mana
01:18Tak hanya di Jakarta, namun meluas di banyak provinsi juga
01:23Kabupaten, kota di Indonesia
01:25Kematian Afan Kurniawan akibat ditabrak dan dilindas kendaraan taktis milik BRIMOB di daerah pejompongan
01:33Membuat rakyat semakin meradang dan membuat aksi demonstrasi makin meluas dan tidak terkendali
01:39Aksi unjuk rasa berujung kericuan dan kerusuhan
01:43Juga perusakan dan pembakaran
01:45Bahkan terjadi penjaraan yang dilakukan sekelompok orang
01:49Sepuluh orang sudah kehilangan nyawa dalam aksi unjuk rasa
01:53Ratusan mengalami luka-luka dan ribuan lainnya ditangkap kepolisian
01:58Aksi demonstrasi yang diniatkan guna menyampaikan aspirasi
02:02Kerap berujung kekerasan dan represi
02:05Alih-alih mendengarkan tuntutan yang disuarakan para demonstran
02:09Pemerintah justru melempar banyak tudingan dan aparat keamaran agresif melakukan penangkapan
02:15Kenapa demikian?
02:17Inilah satu meja dekorum
02:19Marak aksi demonstrasi
02:21Disikapi
02:22Bukan direpresi
02:24Gelombang aksi unjuk rasa di Jakarta dan berbagai daerah
02:32Akhir Agustus 2025 menyisakan duka mendalam
02:36Komisi Nasional Hak Asasi Manusia
02:38Komnas HAM mencatat ada 10 korban meninggal dunia
02:41Dalam berbagai aksi demonstrasi ini
02:43Aksi unjuk rasa yang awalnya digelar guna memprotes beragam tunjangan anggota dewan
02:48Berubah menjadi kericuhan dan anarkistis di sejumlah daerah
02:51Presiden Prabowo Sebilanto menuding
02:53Aksi demonstrasi ini sebagai tindakan makar
02:56Bukan lagi penyampaian aspirasi
02:58Dan ingat di Sulawesi Selatan 4 ASN
03:02Orang tidak bersalah
03:04Orang tidak berpolitik
03:05Korban
03:06Gedung DPR dibakar
03:08Ini tindakan-tindakan makar ini
03:10Ini bukan penyampaian aspirasi
03:12Jadi semua aparat negara akan selidiki
03:15Siapa yang bertanggung jawab
03:16Saya menduga kita sudah ada indikasi-indikasi
03:20Dan kita akan tidak ragu-ragu
03:22Saya tidak ragu-ragu membela rakyat
03:24Saya akan hadapi mafia-mafia yang sekuat apapun
03:27Saya hadapi atas nama rakyat
03:29Saya berdekat memberantas korupsi
03:31Sekuat apapun mereka
03:32Sebelumnya, Ketua DPR
03:37Tuan Maharani mengatakan
03:38Rentetan aksi ini menjadi evaluasi
03:41Bagi wakil rakyat
03:43Dalam mendengarkan aspirasi
03:44Serta mementung berbenah diri
03:46Atas nama anggota DPR dan pimpinan DPR
03:52Sekali lagi saya meminta maaf
03:54Jika kami sebagai wakil rakyat
03:56Belum bisa bekerja dengan baik secara sempurna
04:01Kami akan mengevaluasi
04:03Kami akan berbenah diri
04:05Kami akan mendengar aspirasi
04:09Rakyat dengan lebih sehat
04:14Lebih baik
04:15Dalam berbuat program membangun bangsa
04:17Akibat demonstrasi berujung rusuh
04:21Korban jiwa berjatuhan
04:23Kerusakan gedung-gedung
04:25Dan fasilitas milik pemerintah pun
04:26Tak terelakan
04:27Hingga memunculkan pertanyaan
04:30Sebenarnya apa akar permasalahan
04:32Sehingga muncul aksi unjuk rasa
04:35Di mana-mana
04:35Menkopol hukam periode 2019 hingga 2024
04:39Mahfud MD menilai
04:40Aksi demonstrasi ini sebagai bentuk akumulasi
04:43Atas aspirasi dan masukan publik
04:45Yang tidak ditanggapi pemerintah
04:47Ini pemerintah ini tidak pernah mendengar masukan
04:50Kita sudah menduga
04:51Karena terjadi akumulasi
04:53Dalam banyak hal yang tidak ditanggapi
04:55Dan itu menyebabkan
04:56Sebenarnya elemen yang punya kepentingan itu
04:58Berkumpul dalam
04:59Apa namanya
05:01Satu gerakan
05:02Lalu mungkin ada yang menunggangi
05:04Oleh sebab itu demikrasi itu harus memberi saluran yang proporsional
05:08Terhadap setiap aspirasi itu
05:10Sementara
05:14Pegiat media sosial
05:15Ferry Irwandi menyebut
05:17Rangkaian aksi unjuk rasa ini
05:18Sebagai alarm bagi pemerintah
05:20Agar bekerja dengan baik
05:22Serta melakukan reformasi
05:24Mulai dari legislatif
05:25Eksekutif
05:26Hingga aparat
05:27Ya berarti pemerintah
05:29Kalau mau semua berjalan dengan baik
05:31Maka berjalan dengan baik
05:32That's it
05:32Kalau kita lihat update
05:34Ada beberapa kan yang sudah kita tahu
05:36Tunjangan dibatalkan itu harus diawasi
05:37Ada 17 plus 8
05:39Kalau gak salah yang udah dirancar teman-teman
05:41Ini kayak gini
05:41Kita perlu reformasi besar-besaran
05:43Reformasinya dari reformasi besar-besaran
05:46Adalah struktur pemerintah kita
05:48Dari mulai DPR
05:48Legislatif
05:50Eksekutif
05:50Sampai aparat kita kepolisian
05:51Atau bahkan
05:52Tetara kita segala macam
05:53Gelombang aksi demonstrasi di berbagai daerah
05:58Telah memakan korban
05:5910 orang meninggal dunia
06:01Dan ratusan lainnya luka-luka
06:03Sementara ribuan lainnya ditangkap
06:06Aparat keamanan
06:08Gelombang aksi demonstrasi ini
06:09Harus menjadi bahan evaluasi
06:11Tak hanya bagi anggota Dewan
06:13Namun juga untuk pemerintahan Probo Gibran
06:16Agar memperhatikan kondisi rakyat
06:18Saat akan membuat kebijakan
06:20Dan juga
06:22Agar tak serampangan
06:23Melontarkan pernyataan
06:25Para demonstran
06:26Juga harus hati-hati
06:28Jangan sampai
06:29Ditunggangi oknum-oknum
06:31Yang ingin mendilikitimasi
06:33Aksi demonstrasi dengan memprovokasi massa
06:35Untuk melakukan perusahaan
06:37Pembakaran
06:38Dan juga penjarahan
06:40Aparat keamanan
06:44Aparat keamanan
06:46Aparat keamanan
06:47Aparat keamanan
06:48Aparat keamanan
06:48Aparat keamanan
06:49Aparat keamanan
06:50Aparat keamanan
06:51Tema satu meja
06:52The Forum malam hari
06:53Telah hadir di studio
06:55Profesor Sulis Tiawati Irianto
06:56Prok malam
06:57Prok
06:58Koordinator aliansi
06:59Akademisi
07:00Peduli Indonesia
07:01Kemudian ada
07:02Safiq Ali
07:03Mantan aktivis
07:041998
07:05Yang juga salah seorang
07:07Ketua PBNU
07:08Lalu kemudian ada
07:09Sukidi Mulyadi
07:10Pemikir kebindakan
07:11Malam
07:12Mas Sukidi
07:12Melalui sambungan zoom
07:14Telah ada rektor
07:15Universitas Islam Indonesia
07:17Mas Fatul Wahid
07:18Malam Mas Fatul
07:19Selamat malam Mas Budiman
07:21Ya baik
07:21Saya akan mulai diskusi
07:23Dari Prof. Sulis
07:24Prof. Sulis
07:25Menggagas
07:26Aliansi Akademisi Indonesia
07:28Yang sudah
07:28340
07:30Atau hampir
07:30400
07:31Tanda tangan
07:31Soal adanya
07:32Krisis multidimensi
07:33Krisis seperti apa
07:35Yang Prof. Sulis
07:35Lihat sebetulnya
07:36Ya seperti
07:37Kita saksikan bersama
07:39Dalam
07:4110 tahun terakhir
07:42Diteruskan sekarang
07:43Itu kan ada
07:44Soal-soal politik
07:46Hukum
07:47Yang kemudian
07:48Berdampak pada
07:49Ekonomi ya
07:50Kalau
07:51Kita pakai perspektif
07:53Negara hukum
07:54Kan seharusnya
07:55Pemerintah
07:57Penyelenggara-negara
07:58Melakukan
08:00Tindakan-tindakannya
08:01Berdasarkan hukum
08:02Tapi yang terjadi
08:04Adalah
08:04Mereka mengubah hukum
08:06Untuk dibuat
08:07Kebijakan-kebijakan
08:09Program-program
08:10Yang prinsipnya adalah
08:12Melegalisasi
08:13Kepentingan-kepentingan
08:14Kekuasaan
08:15Gitu kan
08:16Dan
08:17Itu
08:18Akibatnya juga
08:19Secara ketatanegaraan
08:21Trias politikanya
08:22Jadi goyah
08:23Karena
08:24Masing-masing
08:26Komponen
08:28Di dalam
08:28Trias politika
08:29Yang harusnya
08:30Saling mengawasi
08:31Satu sama lain
08:32Dan
08:32Kalau mekanisme kontrol itu
08:34Pengadilan
08:35Harus independen
08:37Itu juga
08:38Kita pertanyakan
08:39Soal independensinya
08:40Sejak
08:41Putusan
08:42MK90
08:42Tempoh hari
08:43Bagaimana
08:46Di DPR
08:47Yang terjadi
08:48Adalah
08:49Koalisi
08:51Partai politik
08:52Pendukung
08:52Pemerintah
08:53Yang sangat besar
08:54Sehingga apapun
08:55Yang dikendaki
08:56Kekuasaan
08:56Mereka
08:57Memenuhinya
08:59Mengendorse
08:59Mengendorse
09:00Gitu
09:00Macem-macem
09:01Lalu
09:02Akibatnya
09:06Maka
09:06Sampai ke
09:07Ekonomi
09:07Bagaimana
09:08Kebijakan-kebijakan
09:09Dalam bidang
09:10Ekonomi
09:11Yang
09:11Sangat
09:12Dibuat
09:13Berat
09:14Untuk
09:14Kepentingan
09:15Kekuasaan
09:15Dibandingkan
09:16Dengan
09:16Pertimbangan-pertimbangan
09:18Kekuasaan
09:19Buka pentingan
09:20Rakyat
09:20Dan juga
09:21Saya
09:22Dari kampus itu
09:23Melihat
09:23Ini
09:24Bagaimana
09:24Kebijakan
09:25Dibuatnya
09:26Ada
09:27Naskah akademiknya
09:28Ada
09:29Pelitiannya
09:30Gak sih
09:30Ada data-data
09:31Berbasis
09:32Buktinya
09:33Gak sih
09:33Itu kan pertanyaannya
09:34Karena
09:35Banyak banget
09:36Kebijakan-kebijakan
09:37Yang sudah
09:38Diimplementasi
09:39Kepada
09:40Masyarakat
09:40Ditolak
09:41Timbul keributan
09:43Lalu nanti
09:43Dicabut lagi
09:44Dan menteri-menteri
09:46Bicaranya juga
09:47Tidak proper
09:49Gitu ya
09:50Nah itu
09:50Mengakibatkan
09:51Keresahan-keresahan
09:52Dalam masyarakat
09:53Yang sudah
09:54Tertimpa
09:55Oleh beban-beban
09:56Ekonomi yang
09:57Begitu berat
09:57Oke
09:57Baik
09:58Safik
09:59Yang pernah juga
10:00Berdemonstrasi
10:00Di tahun 1998
10:01Sekarang
10:03Sepuluh orang
10:04Meninggal
10:05Di berbagai kota
10:06Kekerasan
10:07Masih juga terjadi
10:08Dan kita
10:09Lihat
10:10Perkembangan terakhir
10:10Adalah
10:11Komisi HAM PBB
10:12Menyerukan
10:13Perlunya
10:13Investigasi
10:14Menyeluruh
10:15Bukan
10:15Pendekatan
10:16Parsial
10:16Ini dihukum
10:17Dan lain sebagainya
10:18Sebagai aktivis
10:19Sebenarnya
10:19Gimana ini
10:20Mau diselesaikan
10:21Apakah bentuk
10:21Perlu ada
10:22Semacam tim
10:23Independen
10:23Menginvestigasi
10:24Setelah keseluruhan
10:25Atau gimana
10:25Ya
10:26Saya kira
10:27Soal penyelidikan
10:28Harus melibatkan
10:29Tim independen
10:30Karena saya kira
10:30Kepercayaan publik
10:31Masyarakat terhadap
10:32Institusi kepolisian
10:34Saya kira sekarang
10:34Berada di level
10:35Yang
10:35Sangat rendah
10:37Karena pelakunya
10:38Sendiri
10:38Dari kepolisian
10:39Dan
10:40Ini sebenarnya
10:41Peristiwa yang
10:43Ya
10:43Sangat merwiatinkan
10:44Karena
10:45Pasca reformasi
10:47Itu ada
10:47Saya kira banyak
10:48Apa
10:49Program
10:50Di kepolisian
10:51Untuk pengenalan tentang
10:52Hak asasi manusia
10:53Dan juga penanganan
10:55Prosedur-prosedur
10:56Pengendali masa
10:56Kita menyaksikan
10:57Bahwa setekala sekian puluh tahun
10:59Kepolisian
11:00Tidak cukup belajar
11:02Bagaimana
11:02Mengendalikan masa
11:03Padahal kan
11:05Memang tugasnya
11:06Kepolisian
11:06Aparat pendegak hukum
11:07Pendegak hukum itu
11:08Urusannya bukan
11:09Sekedar
11:10Menciptakan
11:11Keamanan dan ketertiban
11:12Tapi pada dasarnya
11:12Menjamin agar kemanusiaan itu
11:14Aman
11:15Hidup
11:16Tetapi justru
11:17Bahwa pelanggaran-pelanggaran ini
11:19Muncul dari
11:19Aparat pendegak hukum
11:22Yaitu kepolisian
11:22Dan
11:23Publik sangat marah
11:25Karena ini bukan
11:26Bukan yang pertama kali
11:27Dalam beberapa tahun
11:29Kita mengenal
11:29Peristiwa-peristiwa
11:31Kekerasan yang dilakukan
11:32Kekerasan yang dilakukan oleh
11:32Kepolisian
11:33Meskipun polisi ada yang
11:34Jadi korban juga kan
11:35Sebenarnya
11:35Ya
11:35Polisi selalu akan jadi korban
11:37Siapapun akan jadi korban
11:39Ketika sudah ada klas
11:40Mas Budiman
11:41Ketika sudah ada bentrokan
11:43Di lapangan
11:43Manusia sudah menjadi
11:45Setengah binatang
11:46Bergerak berdasar
11:47Instingnya
11:48Dan kemarahannya
11:49Siapapun bisa jadi korban
11:50Oke
11:51Kita menyaksikan ada orang yang
11:53Dianggap intel dibekulin
11:54Padahal ternyata dia
11:55Warga biasa
11:56Ada orang yang terjebak
11:58Di gedung
11:58Dan terbakar
11:59Ketika situasinya sudah seperti itu
12:01Memang
12:02Nyaris
12:03Akan ada orang-orang
12:04Yang tidak tahu apa-apa
12:05Yang tidak ikut bertanggung jawab
12:06Dan tidak bersalah
12:07Menjadi korban
12:07Yang kita pikirkan kan
12:09Mestinya
12:09Itu semua tidak terjadi
12:11Oke
12:11Baik
12:12Saya akan ke Mas Fatul
12:13Wahid Rektor
12:14Universitas Islam Indonesia
12:16Mas Fatul
12:16Ini kejadian kan
12:18Bukan hanya di Jakarta
12:18Sudah ke Jogja
12:19Ke Makassar
12:20Ke Surabaya
12:21Gitu kan
12:21Di Jogja juga ada
12:23Mas Ibu yang jadi korban
12:24Gedung Kerhadi dibakar
12:26Mas Fatul lihat
12:27Apa yang sebenarnya terjadi
12:28Mas Fatul
12:29Terima kasih Mas Budiman
12:31Kalau kita lihat sebetulnya
12:32Memang ada
12:33Suara-suara suci
12:35Suara-suara murni
12:36Dari kalangan kampus
12:38Kawan-kawan masyarakat sipil
12:39Yang kita bisa saksikan
12:41Di banyak
12:42Banyak kanal
12:44Tetapi
12:44Kita juga tidak menutup kemungkinan
12:46Bahwa ada peluang
12:47Penumpang gelap di sana
12:49Sehingga
12:50Kita khawatir terus terang
12:51Bagaimana
12:52Suara-suara yang ini murni
12:54Untuk
12:55Karena rindu dengan bangsa
12:57Negara yang lebih baik
12:58Ini ditunggangi
12:59Oleh kelompok-kelompok
13:01Tertentu
13:01Yang tidak bertanggung jawab
13:02Dan kita sampai hari ini
13:04Tidak tahu
13:04Mengapa kelompok-kelompok tersebut
13:06Bersifat anarkis
13:07Karena saya tahu
13:08Yang anarkis itu ternyata
13:09Bukan kawan-kawan saya
13:10Yang selama ini
13:10Menunjukkan sikap
13:13Kebedulian
13:14Terhadap masalah publik
13:16Sikap empati
13:18Terhadap penderitaan rakyat
13:19Sikap yang
13:20Cukup kritis
13:22Terhadap
13:23Pelanggaran
13:24Yang terjadi
13:24Yang dilakukan oleh
13:25Baik itu pemerintah
13:27Mampu
13:27Parlemen
13:28Oke
13:30Jadi memang
13:31Ada problem
13:32Akumulasi
13:32Kekecewaan publik
13:34Mas Ukidi
13:35Publik marah
13:37Di jumlah tempat
13:38Sebetulnya
13:39Marahnya ke siapa
13:40Sini
13:40Ke DPR kah
13:41Ke polisi kah
13:42Atau ke siapa
13:43Sebetulnya
13:44Ada public
13:46Assignment
13:47Kemaran publik
13:49Yang diartikulasikan
13:51Rakyat
13:53Ke berbagai
13:54Dimensi
13:55Terutama
13:56Adalah
13:57Kepada
13:58Pemerintah
13:59Yang sebenarnya
14:00Gagal
14:01Merawat harapan
14:02Dan ekspektasi
14:03Publik itu sendiri
14:04Kebijakan-kebijakan
14:06Ekonomi
14:07Kebijakan
14:08Politik
14:09Sebenarnya
14:10Gagal
14:11Dalam
14:12Menyejahterakan
14:13Ekonomi
14:13Rakyat
14:14Dan sekaligus
14:15Gagal
14:16Dalam memenuhi
14:17Harapan
14:17Kehidupan
14:18Politik yang
14:19Lebih baik
14:20Kegagalan
14:21Dalam bidang
14:22Ekonomi
14:22Itu terasa
14:23Sekali
14:24Yang menjadi
14:25Rakyat
14:26Begitu
14:27Cemas
14:28Terhadap
14:29Masa depannya
14:29Terutama
14:30Pada aspek
14:31Economic
14:32Insecurity
14:33Ada ketidak
14:34Amanan
14:35Ekonomi
14:36Yang dirasakan
14:37Dari rakyat
14:38Terutama
14:39Terkait
14:39Lapan kerja
14:41Terkait
14:42Terkait
14:42Kehilangan
14:43Pekerjaan
14:44Terkait
14:45Dengan
14:46Pendapatan
14:47Yang turun
14:47Dan
14:49Masalah
14:49PHK
14:50Yang begitu
14:50Masif
14:51Dan itu
14:52Menimbulkan
14:52Kecemasan
14:53Sosial
14:54Yang membuat
14:55Mereka
14:55Mudah
14:56Sekali
14:57Terbakar
14:59Dengan
15:00Perilaku
15:01Elit
15:01Yang betul-betul
15:03Tidak
15:03Mencerminkan
15:04Satu
15:05Sikap
15:06Empati
15:06Terhadap
15:07Penderitaan
15:07Rakyat
15:07Yang
15:08Begitu
15:08Luas
15:08Sementara
15:09Pada
15:10Aspek
15:10Politik
15:11Kita
15:12Memperoleh
15:13Satu
15:14Pertunjukan
15:15Bagaimana
15:15Negara
15:16Dipakai
15:17Sebagai
15:17Senjata
15:18Politik
15:19Bagi
15:19Keberlangsungan
15:21Otoritarianisme
15:21Itu sendiri
15:22Itu tampak
15:23Pada
15:25Negara
15:26Yang begitu
15:26Represif
15:27Kepada
15:27Demonstran
15:28Aleh-alih
15:30Untuk
15:31Mendengarkan
15:32Aspirasi
15:33Dan juga
15:33Kritik
15:34Tetapi
15:35Justru
15:36Bersikap
15:36Tidak
15:38Humanis
15:39Kepada
15:39Para
15:40Demonstran
15:40Itu sendiri
15:41Pada
15:42Aspek
15:42Lain
15:43Terutama
15:43Kritik
15:44Ditujukan
15:44Pada
15:45Aparat
15:46Penegak
15:46Hukum
15:47Yang
15:47Sejujurnya
15:49Mencapik-capik
15:51Keadilan
15:51Yang
15:52Terjadi
15:53Dalam
15:54Kehidupan
15:55Kebangsaan
15:55Hukum
15:56Tidak
15:57Lagi
15:57Dipakai
15:58Sebagai
15:58Instrumen
15:59Untuk
15:59Menegakkan
15:59Keadilan
16:00Tapi
16:00Justru
16:01Dipakai
16:02Sebagai
16:03Senjata
16:03Politik
16:04Untuk
16:04Merawat
16:05Ketidak
16:05Adilan
16:05Ada
16:06Perasaan
16:07Ketidak
16:07Adilan
16:07Yang
16:08Begitu
16:08Luas
16:08Dan
16:10Hampir
16:10Menyeluruh
16:11Di
16:11Semua
16:12Lini
16:12Pelenggara
16:12Negara
16:13Dan
16:13Itu
16:14Betul-betul
16:14Begitu
16:15Rentan
16:15Membuat
16:16Kemaraan
16:17Publik
16:17Tidak
16:18Bisa
16:18Diatasi
16:19Diatasi
16:19Sedemikian
16:20Rupa
16:21Sehingga
16:22Sebenarnya
16:23Yang
16:23Terjadi
16:24Ini adalah
16:25Kemaraan
16:25Publik
16:26Yang
16:26Terakumulasi
16:27Di
16:28Hampir
16:28Semua
16:29Aspek
16:30Kehidupan
16:30Pelenggara
16:30Negara
16:31Dan
16:32Ini
16:32Harus
16:32Menjadi
16:32Warning
16:33Besar
16:33Bagi
16:34Pemerintah
16:34Untuk
16:35Berbenah
16:35Diri
16:35Dalam
16:37Konteks
16:37Pelenggara
16:38Negara
16:38Kedepan
16:38Oke
16:39Itu
16:39Adalah
16:39Akumulasi
16:40Kecewaan
16:41Publik
16:41Tetapi
16:42Respon
16:43Dari
16:43Presiden
16:43Prabowo
16:44Adalah
16:44Ada
16:44Upaya
16:45Makar
16:45Ada
16:46Upaya
16:47Intelijen
16:48Yang
16:48Terlibat
16:48Sebagai
16:48Provokator
16:49Kita
16:49Bahas
16:49Setelah
16:50Jidah
16:50Berikut
16:50Ini
Komentar