Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 tahun yang lalu
Amerika Serikat (AS) menyepakati secara prinsip untuk membebaskan sejumlah komoditas Indonesia dari bea masuk negaranya. Produk yang akan bebas tarif antara lain minyak sawit, kakao, dan karet.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto mengatakan kesepakatan ini menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor ke AS.
“Pengecualian telah disetujui untuk produk yang tidak diproduksi di AS, seperti minyak sawit, kakao, dan karet. Tarifnya akan nol atau mendekati nol,” ujar Airlangga sebagaimana dikutip dari Reuters, pada Rabu, 27 Agustus 2025.
Kendati sudah disepakati secara prinsip, Airlangga menegaskan kesepakatan final belum ditentukan jadwalnya. Pasalnya, AS masih sibuk dengan negosiasi tarif bersama negara lain.
“Kami sedang menunggu tanggapan mereka. Begitu ada kesepakatan akhir, maka tarif akan langsung berlaku,” imbuhnya.
Lihat juga ya gys..
https://x.com/mahaberita80
https://www.tiktok.com/@_faisalhrs_033
https://www.youtube.com/@mahaberita80
https://www.instagram.com/mahaberita80

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00AS setuju bebaskan bea masuk komoditas Indonesia, seperti minyak sawit, kakao, dan karet yang tidak diproduksi di AS.
00:08Kata Menko Air Langga, 27 Agustus 2025.
00:12Tarif nol atau mendekati nol ini buka peluang ekspor besar ke AS, meski jadwal kesepakatan final belum ditentukan karena negosiasi Amerika Serikat dengan negara lain.
00:21Selain tarif, AS juga berminat investasi proyek penyimpanan bahan bakar di Indonesia bersama BPI dan Antara dan PT Pertamina.
00:30Indonesia adalah salah satu negara pertama yang amankan kesepakatan tarif dengan pemerintahan Presiden Prabowo di AS.
00:37Meski tarif awal masih sama dengan negara lain seperti Thailand, dalam negosiasi Indonesia tawarkan investasi besar di Amerika Serikat dan siap beli minyak mentah, LPG, pesawat, hingga produk pertanian dari Amerika Serikat.
00:49Menko Air Langga dan Mendak Budi Santoso optimis negosiasi tarif selesai cepat, memperkuat kepercayaan investor dan target pertumbuhan ekonomi 5,4% di ke-2026.
Komentar

Dianjurkan