Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 tahun yang lalu
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengklaim bahwa Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) jadi penyumbang pemasukan terbesar untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sebagian besar kota dan kabupaten di Indonesia.
Pajak masih menjadi porsi terbesar untuk memberi pemasukan pada daerah, namun karakteristik daerah pun berbeda satu sama lain.
Sehingga menurut Wamendagri Bima Arya, kontribusi pajak bergantung dengan karakteristik ekonomi daerah tersebut.
“Misalnya pajak kendaraan bermotor itu dominan di provinsi-provinsi dengan populasi besar seperti Jawa Barat dan Jawa Timur,” ujar Bima dalam rapat dengan Komisi II DPR RI di Kompleks Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin, 25 Agustus 2025.
Kemudian ia memberi contoh lain, yakni pemasukan dari PBJT atau Pajak Barang Jasa Tertentu seperti jasa hotel atau hiburan bakal tinggi di kota wisata dan metropolitan, misalnya di Medan, Yogyakarta, dan lainnya.
Lihat juga ya gys..
https://x.com/mahaberita80
https://www.tiktok.com/@_faisalhrs_033
https://www.youtube.com/@mahaberita80
https://www.instagram.com/mahaberita80

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Kalau kita lihat sumber pendapatan dari daerah, memang sebagian besar itu dari pajak.
00:08Jadi kita lihat kontribusi pajak itu sangat tergantung pada karakteristik kandungan daerah.
00:17Misalnya pajak kendaraan bermotor, itu dominan di provinsi-provinsi dengan populasi yang besar,
00:25seperti Jawa Barat dan Jawa Timur.
00:27Nah kemudian untuk PBJT atau pajak barang jasa tertentu atas jasa perhotelan dan jasa kesen hiburan,
00:37juga tinggi untuk di kota-kota wisata dan metropolitan.
00:42Ini contohnya Yogyakarta, Medan, dan lain-lain.
00:46Namun secara umum pimpinan, PBB P2 ini tetap jadi prima dona.
00:52Artinya andalan utama.
00:57Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan