Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menargetkan pendapatan negara dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2026 mencapai Rp 3.147,7 triliun.

Angka ini meningkat 9,84% jika dibandingkan dengan outlook APBN 2025 sebesar Rp 2.865,5 triliun.

Dalam pidatonya Prabowo juga berjanji akan terus melakukan efisiensi agar defisit terus ditekan. Ia juga menargetkan APBN yang sehat tanpa defisit pada tahun 2027 atau 2028.

Baca Juga RAPBN 2026: Prabowo Targetkan Pendapatan Negara Capai Rp 3.147,7 Triliun dan Hapus Tantiem di https://www.kompas.tv/nasional/611712/rapbn-2026-prabowo-targetkan-pendapatan-negara-capai-rp-3-147-7-triliun-dan-hapus-tantiem

#prabowo #rapbn2026 #pidatoprabowo

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal RAPBN 2026 ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/611713/momen-standing-applause-saat-prabowo-targetkan-apbn-tanpa-defisit
Transkrip
00:00Pemerintah yang saya pimpin berjanji di hadapan majelis ini kami akan terus melaksanakan efisiensi sehingga defisit ini kita ingin tekankan sekecil mungkin.
00:17Dan adalah harapan saya, adalah cita-cita saya untuk suatu saat apakah dalam 2027 atau 2008 saya ingin berdiri di depan majelis ini, di podium ini untuk menyampaikan bahwa kita berhasil punya APBN.
00:47Yang tidak ada defisitnya sama sekali.
00:51Kita harus berani.
01:18Kita harus berani dan kita harus bertekad menghilangkan kebocoran, menekan segala bentuk kebocoran dan untuk itu saya minta dukungan seluruh kekuatan politik yang ada di Indonesia.
01:38Negara kita besar, negara kita makmur, kalau kita atur dengan baik semuanya akan merasakan, semuanya akan menikmati.
01:55Kita akan mengembangkan pembiayaan kreatif dan inovatif yang lebih masif sehingga tidak hanya mengandalkan APBN.
02:06APBN didesain tetap fleksibel agar adaptif dan responsif untuk meredam guncangan.
02:12Untuk itu, APBN harus terus dijaga tetap sehat dan kredibel melalui optimalisasi pendapatan, penguatan kualitas belanja, serta inovasi pembiayaan.
02:26Optimalisasi pendapatan negara harus dilakukan secara konsisten.
02:33Pajak adalah instrumen untuk keadilan, untuk redistribusi pendapatan yang kaya bayar pajak, yang tidak mampu dibantu.
02:46Penerimaan perbajakan akan terus ditingkatkan dengan tetap melindungi iklim investasi dan keberlanjutan dunia usaha.
02:58Insentif fiskal tetap diberikan secara terarah dan terukur untuk mendukung aktivitas ekonomi strategis.
03:06Pengelolaan SDA akan kita perkuat untuk digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
03:18Setiap aset negara harus dikelola secara efisien dan produktif agar menghasilkan nilai tambah dan kontribusi positif bagi kesejahteraan rakyat.
03:32Dalam dunia bisnis, dalam dunia usaha kita mengenal istilah return on asset.
03:44Dalam bisnis, dikatakan bisnis itu baik dan berhasil kalau return on asset adalah sekitar 12%.
03:58Katakanlah konservatif 10%.
04:04Katakanlah untuk bangsa Indonesia cukup 5%.
04:11Saudara-saudara sekalian,
04:15Aset yang dimiliki bangsa Indonesia,
04:20yang berada di BUMN-BUMN kita,
04:22Asetnya adalah senilai lebih dari seribu triliun US dollar.
04:34Harusnya BUMN itu menyumbang kepada kita
04:38minimal 50 miliar dolar.
04:44Kalau 50 miliar dolar,
04:49APBN kita tidak defisit, saudara-saudara kalian.
04:57Karena itu,
05:01saya memberi tugas
05:02kepada
05:04Badan Pengelola Investasi
05:07dan Antara Indonesia
05:09untuk membereskan BUMN-BUMN kita.
05:21Tadinya pengelolaannya secara tidak masuk akal.
05:26Perusahaan rugi,
05:27komisarisnya banyak banget.
05:28Saya potong
05:32setengah
05:35komisaris
05:36paling banyak 6 orang.
05:38Kalau bisa cukup
05:394 atau 5.
05:42Dan
05:42saya hilangkan
05:44tantiam.
05:46Saya pun
05:53saya pun
05:54tidak mengerti
05:55apa arti
05:55tantiam itu.
05:59Itu akal-akalan
06:01mereka saja.
06:04Dia memilih
06:06dia memilih
06:07istilah asing
06:08supaya kita tidak mengerti
06:09apa itu tantiam.
06:14Saudara-saudara
06:15masa ada
06:17masa ada
06:20komisaris
06:21yang rapat
06:22sebulan sekali
06:24tantiamnya
06:2640 miliar setahun.
06:40Saya juga telah
06:41perintahkan
06:42ke Dantara
06:43direksi pun
06:44tidak perlu
06:46tantiam
06:46kalau rugi.
06:50Dan
06:51untungnya
06:52harus untung benar.
06:54Jangan untung
06:54akal-akalan.
06:55terima kasih telah menonton!
06:57terima kasih telah menonton!
06:58terima kasih telah menonton!
07:00terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan