00:00Pemerintah yang saya pimpin berjanji di hadapan majelis ini kami akan terus melaksanakan efisiensi sehingga defisit ini kita ingin tekankan sekecil mungkin.
00:17Dan adalah harapan saya, adalah cita-cita saya untuk suatu saat apakah dalam 2027 atau 2008 saya ingin berdiri di depan majelis ini, di podium ini untuk menyampaikan bahwa kita berhasil punya APBN.
00:47Yang tidak ada defisitnya sama sekali.
00:51Kita harus berani.
01:18Kita harus berani dan kita harus bertekad menghilangkan kebocoran, menekan segala bentuk kebocoran dan untuk itu saya minta dukungan seluruh kekuatan politik yang ada di Indonesia.
01:38Negara kita besar, negara kita makmur, kalau kita atur dengan baik semuanya akan merasakan, semuanya akan menikmati.
01:55Kita akan mengembangkan pembiayaan kreatif dan inovatif yang lebih masif sehingga tidak hanya mengandalkan APBN.
02:06APBN didesain tetap fleksibel agar adaptif dan responsif untuk meredam guncangan.
02:12Untuk itu, APBN harus terus dijaga tetap sehat dan kredibel melalui optimalisasi pendapatan, penguatan kualitas belanja, serta inovasi pembiayaan.
02:26Optimalisasi pendapatan negara harus dilakukan secara konsisten.
02:33Pajak adalah instrumen untuk keadilan, untuk redistribusi pendapatan yang kaya bayar pajak, yang tidak mampu dibantu.
02:46Penerimaan perbajakan akan terus ditingkatkan dengan tetap melindungi iklim investasi dan keberlanjutan dunia usaha.
02:58Insentif fiskal tetap diberikan secara terarah dan terukur untuk mendukung aktivitas ekonomi strategis.
03:06Pengelolaan SDA akan kita perkuat untuk digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
03:18Setiap aset negara harus dikelola secara efisien dan produktif agar menghasilkan nilai tambah dan kontribusi positif bagi kesejahteraan rakyat.
03:32Dalam dunia bisnis, dalam dunia usaha kita mengenal istilah return on asset.
03:44Dalam bisnis, dikatakan bisnis itu baik dan berhasil kalau return on asset adalah sekitar 12%.
03:58Katakanlah konservatif 10%.
04:04Katakanlah untuk bangsa Indonesia cukup 5%.
04:11Saudara-saudara sekalian,
04:15Aset yang dimiliki bangsa Indonesia,
04:20yang berada di BUMN-BUMN kita,
04:22Asetnya adalah senilai lebih dari seribu triliun US dollar.
04:34Harusnya BUMN itu menyumbang kepada kita
04:38minimal 50 miliar dolar.
04:44Kalau 50 miliar dolar,
04:49APBN kita tidak defisit, saudara-saudara kalian.
04:57Karena itu,
05:01saya memberi tugas
05:02kepada
05:04Badan Pengelola Investasi
05:07dan Antara Indonesia
05:09untuk membereskan BUMN-BUMN kita.
05:21Tadinya pengelolaannya secara tidak masuk akal.
05:26Perusahaan rugi,
05:27komisarisnya banyak banget.
05:28Saya potong
05:32setengah
05:35komisaris
05:36paling banyak 6 orang.
05:38Kalau bisa cukup
05:394 atau 5.
05:42Dan
05:42saya hilangkan
05:44tantiam.
05:46Saya pun
05:53saya pun
05:54tidak mengerti
05:55apa arti
05:55tantiam itu.
05:59Itu akal-akalan
06:01mereka saja.
06:04Dia memilih
06:06dia memilih
06:07istilah asing
06:08supaya kita tidak mengerti
06:09apa itu tantiam.
06:14Saudara-saudara
06:15masa ada
06:17masa ada
06:20komisaris
06:21yang rapat
06:22sebulan sekali
06:24tantiamnya
06:2640 miliar setahun.
06:40Saya juga telah
06:41perintahkan
06:42ke Dantara
06:43direksi pun
06:44tidak perlu
06:46tantiam
06:46kalau rugi.
06:50Dan
06:51untungnya
06:52harus untung benar.
06:54Jangan untung
06:54akal-akalan.
06:55terima kasih telah menonton!
06:57terima kasih telah menonton!
06:58terima kasih telah menonton!
07:00terima kasih telah menonton!
Komentar