Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2026 merupakan yang pertama kali yang disampaikan Prabowo sejak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Menurut jadwal Pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2026 akan disampaikan Presiden Prabowo pada 14.30 WIB pada Jumat (15/8/2025).

Kita bahas mengenai Nota Keuangan dan RAPBN 2026 bersama Ekonom Senior Raden Pardede.

Baca Juga Seberapa Realistis Target RAPBN 2026 di Tengah Tantangan Ekonomi Global? di https://www.kompas.tv/nasional/611707/seberapa-realistis-target-rapbn-2026-di-tengah-tantangan-ekonomi-global

#notakeuangan #rapbn2026 #prabowo

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal peristiwa ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/611708/ekonom-senior-raden-pardede-soroti-perbedaan-rapbn-era-prabowo-dan-jokowi
Transkrip
00:00Pidato Presiden RAPBN
00:30Akan berlangsung pada pukul 14.30 waktu Indonesia Barat
00:34Artinya tinggal 7 menit lagi menuju ke Pidato Presiden RAPBN dan juga Nuta Keuangan 2026
00:44Dan saat ini tampaknya Saudara Presiden dan juga Wakil Presiden serta Ketua DPR Puan Maharani
00:52Juga akan berfoto bersama sebelum bacaan dan juga Pidato Presiden soal RPBN
01:00Dan juga Nuta Keuangan di tahun 2026
01:04Dan Saudara di Studio Kompas TV saat ini telah hadir ekonom senior Raden Parede yang akan membahas terkait hal ini
01:18Selamat sore Pak Raden
01:20Selamat sore Pak Ian
01:22Pak Raden kita tahu bahwa memang struktur nota keuangan kalau dari tahun ke tahun sebetulnya tidak ada perbedaan yang cukup jauh begitu
01:29Apabila kita lihat begitu di tahun ini merupakan tahun pertama bagi Presiden Prabowo
01:36Untuk membacakan RPBN dan juga Nuta Keuangannya
01:39Sesungguhnya menurut Anda akan ada perbedaan fundamental tidak dibandingkan yang dibacakan oleh Presiden Ketujuh Jokowi Dodo di tahun sebelumnya?
01:47Pasti adalah
01:48Kan kita tahu kalau kita lihat ya
01:532014 ya
01:56Ke 2015
01:58Dan kemudian beliau 2019 membacakan lagi kan
02:03Ini kan dua kali berturut-turut Pak Jokowi
02:06Kemudian sekarang adalah Pak Prabowo
02:09Pasti penekanannya berbeda-beda
02:12Ya secara umum yang kita tahu adalah kalau tentu Pak Jokowi
02:18Penekanan beliau adalah infrastruktur-infrastruktur-infrastruktur
02:22Ya terutama infrastruktur fisik
02:24Jadi kalau kita lihat juga dari sisi besaran anggaran itu
02:29Ya fokusnya di situ
02:30Berat ke infrastruktur
02:32Ya prioritasnya di situ
02:33Sementara kalau kita lihat sekarang
02:35Ya 2000
02:37Katakan 2015
02:38Kita sudah lihat
02:40Mungkin 2016 ini
02:42Kan kita sudah lihat tandanya itu di tahun 2015
02:47Dimana terjadi pengurangan dari belanja di infrastruktur
02:52Tapi sekarang ini Presiden lebih kelihatan mengarah kepada program katakan
02:59MbG
02:59Makan siang yang sangat besar
03:01Kan mungkin anggaranya bisa 300 triliun lebih di tahun 2016
03:06Ada juga kooperasi desa
03:08Ada juga KMP
03:09Kooperasi Merah Putih
03:11Demikian juga pembangunan rumah
03:13Ya rumah sederhana
03:14Buat orang miskin
03:16Itu yang besar-besarnya
03:18Yang tiga itu yang paling besar
03:19Jadi ada perbedaan penekanan-penekanan
03:23Dan itu mungkin sesuai dengan ya janji politik mereka
03:26Ya pada saat itu tentu Pak
03:28Jokowi lebih ke arah infrastruktur
03:31Terus Pak Prabowo lebih ke arah tadi
03:33MbG, KMP
03:35Kemudian tadi rumah-rumah
03:39Oke berarti di fokusnya yang kemungkinan besar akan berbeda dibandingkan tahun sebelumnya
03:43Di samping pertahanan ya
03:44Oke yang anggarannya juga besar ya
03:46Anggarannya besar juga ya
03:47Kita akan menunggu nanti yang dibacakan oleh Presiden Prabowo
03:50Terkait dengan asumsi dasar makroekonomi di tahun 2026 nanti
03:53Yang kita bisa lakukan saat ini adalah bagaimana outlook di tahun 2025
03:57Dan kita nanti bisa juga untuk membandingkan di tahun 2026
04:02Kalau kita berbicara mengenai target pertumbuhan ekonomi di tahun 2025 sebesar 5,2%
04:08Namun kemarin ada data BPS di kuartal 2 yang menyebutkan ada 5,12%
04:14Namun muncul kegaduhan di ranah publik
04:17Sebetulnya menurut Anda seberapa optimistis target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% ini bisa terjadi di tahun 2025?
04:24Tidak mudah
04:26Artinya saya melihat karena kalau kita lihat apa yang kita sudah sampai sekarang
04:33Rata-rata kan baru di 4,9%
04:36Ya
04:36Di satu semester ini
04:38Ya kan
04:39Simpelnya kalau
04:41PR-nya sangat banyak artinya
04:42Simpelnya kalau kita mau melihat nanti 5,2%
04:46Ya 4,9%
04:48Jadi kira-kira nanti kita harus ada 5,5%
04:53Di semester kedua kan
04:55Supaya kalau kita lihat rata-ratanya menjadi 5,2%
04:58Apa yang harus dilakukan untuk menambah sulam hal ini?
05:00Nah itu yang sebetulnya dalam situasi sekarang
05:05Dimana kita lihat dari sisi eksternal ya
05:09Global kan tidak mendukung
05:11Jadi saya terus terang tidak melihat bahwa ekspor kita ke depan akan sebaik di kuartal kedua
05:19Tadi mungkin sudah dibahas oleh Pak Fitra ya
05:23Semester kuartal kedua ya surprise
05:27Surprise dalam arti karena ada front loading semuanya
05:30Oke
05:30Jadi karena kita mengetahui akan ada tarif ya
05:34Sehingga ya kita bisa ekspor lebih banyak ya di kuartal kedua ini
05:40Sementara mulai tanggal 1 Agustus kan kita sudah dikenakan dengan 19%
05:47Oke
05:47Jadi front loading itu namanya front loading adalah sekali
05:51Normal kemudian semester berikutnya atau kuartal berikutnya akan normalisasikan
05:56Nah oleh karena itu dari sisi eksternal boleh dikatakan sudah sangat sedikit kemungkinan kita akan naik
06:06Karena situasinya globalnya begitu
06:07Domestik?
06:09Berarti harus dari domestiknya
06:10Oke
06:11Kalau kita lihat domestiknya sekarang ini ya pasti harus budget
06:17Government spending
06:18Karena di sisi lain kalau kita lihat di kuartal kedua
06:23Itu kan masih negatif pertumbuhan
06:25Salah satunya soal efisiensi
06:27Ya negatif betul
06:28Tapi di kuartal pertama masih negatif
06:31Di kuartal kedua masih negatif tetapi sudah mengecil
06:34Tetapi harapan kita adalah semester kedua itu harus digenjat
06:38Digenjot dengan signifikan ya
06:40Kita lihat dua-duanya seperti itu
06:43Karena kalau kita lihat dari outlooknya lah yang sudah dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan
06:49Bahwa di kuartal kedua akan ada kenaikan pajak itu penerimaan
06:55Itu hampir hampir 50% dibandingkan dengan semester pertama
07:01Oke
07:01Jadi sangat signifikan
07:03Tentu ini akan dibarengi dengan pengeluaran juga akan naik nantinya
07:07Nah itu persoalannya adalah kadang-kadang ada uangnya
07:11Kadang-kadang belum tentu mudah dalam mengabsorb itu
07:15Oke tapi kalau tadi berbicara soal government spending sebelumnya juga di semester pertama itu juga jadi masalah itu gimana?
07:21Nah itu yang menurut saya PR tadi kan yang disebutkan tadi
07:25Karena kurang di semester satu itu yang harus digenjot di semester kedua
07:28Di semester kedua itu dia
07:30Kalau uangnya ada ya
07:32Di semester kedua harus digenjot itu
07:34Jadi artinya kita harus merealokasikannya
07:39Oke
07:40Melakukannya lebih efisien lebih efektif
07:43Itu intinya ya dan apa yang bisa menghasilkan dengan cepat
07:47Jangan menghasilkan lama ya
07:50Supaya ekonominya bergerak
07:52Dan harus diingat
07:53Itu harus meningkatkan permintaan domestik
07:57Jadi yang diharapkan adalah
08:00Barang-barang dalam negeri
08:02Yang harus diproduksi
08:03Barang-barang dalam negeri yang harus naik
08:06Supaya dia menggerakkan ekonomi
08:09Kalau yang terjadi impor yang naik
08:12Itu menggerakkan ekonomi di sana
08:14Bukan menggerak ke dalam negeri
08:16Nah itulah PR-nya menurut saya di semester kedua ini
08:20Kalau itu gagal
08:22Nah sulit sekali tadi itu
08:24Jadi PR yang paling besar dari pemerintah disini adalah
08:29Fiskal
08:30Kebijakan fiskal
08:32Dan implementasi eksekusi daripada fiskal
08:35Di semester kedua ini
08:37Menarik tapi yang tadi saya garis bawahi
08:40Dari pernyataan Pak Raden adalah
08:42Kalau ada uangnya
08:44Kalau ada uangnya ini berarti yang harus juga diperhatikan adalah penerimaan
08:48Penerimaan pajak begitu
08:50Outlook di tahun ini semester pertama
08:53Begitu ini ada 800 triliunan
08:56Itu masih banyak dari target 2.500 triliun
09:00Hanya sekitar 45%
09:0238%
09:03Pajak hanya 38%
09:06Oke
09:07Masih ada waktu beberapa bulan lagi begitu
09:09Artinya
09:10Seperti kita bicarakan tadi
09:12PR-nya banyak
09:14Sementara uangnya dari mana?
09:16Gimana?
09:17Jadi harus dua-duanya dilakukan
09:18Jadi perbaikan dari sisi penerimaan
09:21Ya
09:22Tapi juga jangan menjadi panik juga disitu
09:25Dan juga perbaikan dari sisi
09:28Tadi yang implementasi kebijakan
09:31Supaya belanjanya ini lebih efektif
09:34Yang berikutnya yang bisa dilakukan menurut saya adalah
09:38Karena dalam situasi seperti ini
09:41Dimana seperti yang kita katakan tadi itu
09:43Eksternalnya lagi
09:44Apalah gelap lah boleh dikatakan
09:47Global
09:48Nah sementara investor ini pun masih
09:51Penuh dengan ketidakpastian mencari-cari bentuk
09:54Oke
09:54Oleh karena itu hanya government
09:57Yang bisa mendrive ini
09:59Yang bisa menstimulasi ini
10:01Nah
10:01Bila perlu mungkin
10:03Tabungan-tabungan yang
10:04Ada
10:05Yang lama
10:07Itu dipakai sekarang
10:08Karena memang begitu
10:10Itu ibarat payung
10:11Pada saat musim hujan
10:13Ya dipakai pada saat musim hujan
10:15Jadi payung itu
10:17Jadi payung itu maksud saya adalah
10:19Tabungan-tabungan itu
10:20Contohnya sal itu
10:22Ya harus digunakan
10:23Nah mungkin itu
10:24Itu yang menjadi persoalan
10:26Jadi harapan kita adalah
10:27Akan dilakukan pemerintah itu
10:29Namun pada saat yang sama
10:31KL-KL yang diminta
10:34Untuk
10:35Membelanjakan ini pun
10:36Harus dia efektif
10:38Jangan dialokasikan uangnya
10:40Tetap gak dibelanjakan
10:41Itu tidak akan menggerakkan ekonomi
10:43Oke
10:44Mengenai tadi yang sempat disinggung oleh
10:46Pak Raden terkait dengan sal
10:47Atau saldo anggaran lebih
10:49Artinya kalau berbicara
10:51Saldo
10:52Anggaran lebih atau sal
10:53Tahun sebelumnya lebih besar
10:55Dan bisa membiayai di anggaran berikutnya
10:57Artinya
10:58Artinya seperti apa
10:59Sebetulnya tuh
11:00Penerimaan pajak kita itu
11:02Penyerapannya itu
11:03Kurang maksimal dong
11:04Kalau kayak berbicara
11:04Dulu
11:04Penyerapannya dulu
11:06Masih ada sisa-sisa kan
11:07Tapi gak apa-apa
11:08Karena tahun 2022-2023
11:12Ekonomi kita bergerak oleh swasta kan
11:15Tapi pada saatnya
11:17Kapan pemerintah itu bergerak
11:20Manakala swastanya agak letoi
11:22Melemah sedikit
11:24Pemerintah yang bergerak
11:25Itulah gunanya sal ini
11:27Ya sisa anggaran yang dulu berlebih itu
11:31Digunakan pada saat musim kemarau
11:35Karena kita bungan
11:36Itulah yang kita katakan tadi
11:38Jadi sekarang digunakanlah itu
11:40Nah yang perlu dicek nanti oleh
11:43Menteri Keuangan
11:44Wa Menkewa akan datang nanti disini
11:46Bagaimana
11:47Supaya KL itu bisa membelanjakan
11:50Dengan efektif
11:51Jangan dikasih uang
11:53Terus gak dibelanjakan
11:54Itu yang lebih penting lagi nantinya
11:56Soal ini adalah
11:58Juga bisa dibilang utang pemerintah
12:01Yang menganggur begitu
12:03Dan uang
12:03Uang pemerintah yang menganggur
12:05Tapi di sisi lain ini juga
12:07Kita tengah susah payah
12:09Untuk membayar bunga utang
12:11Jadi seperti ada
12:12Kontradiksi disini
12:13Bagaimana menjelaskannya
12:14Gak juga sebetulnya
12:16Sal ini diperlukan tetap
12:18Yaitu digunakan
12:20Pada saat musim kemarau tadi
12:22Jadi memang ditabung dia
12:24Yang pada saatnya digunakan
12:26Jadi sekarang menurut saya adalah
12:28Saat yang tepat untuk digunakan itu
12:31Karena sal itu sebagian adalah
12:34Untuk berjaga-jaga
12:35Misalkan kalau terjadi bencana
12:37Kemudian terjadi persoalan-persoalan global
12:41Nah itu ada berjaga-jaga
12:44Nah sekarang itu salnya kan sekitar 457 triliun
12:48Bagaimana kita mengetahui data terkait dengan sal ini
12:51Nah ini kita tanya wakil menteri keuangan
12:53Tapi itu ada di laporan kementerian keuangan ada
12:57Nah cuman kan itu kalau memang menggunakan itu
13:00Juga harus ada izin dari DPR disitu
13:04Kalau kita propose
13:07Kalau kita usulkan bahwa itu digunakan secara efektif
13:10Untuk 1, 2, 3
13:12Bukan tidak mungkin itu bisa dilakukan perubahan
13:15Karena memang seperti yang saya katakan tadi itu
13:18Pada saat musim hujan lah kita pakai payung
13:21Kalau pada saat dia musim artinya terang benderang
13:25Jangan pakai payung dong
13:27Itulah yang disimpan tadi ditabung
13:29Oke
Komentar

Dianjurkan