TANGERANG, KOMPAS.TV - Jenazah kedua korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, diserahkan kepada keluarga pada Rabu (21/1/2026) malam pukul 22.00 WITA dari Posko DVI Biddokkes Polda Sulawesi Selatan.
Jenazah Deden dijadwalkan diterbangkan dari Bandara Sultan Hasanuddin menuju Jakarta pada Kamis pagi menggunakan maskapai Citilink pukul 06.25 WITA.
Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke Kampus Politeknik Ahli Usaha Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, untuk prosesi penghormatan terakhir.
Setelah itu, jenazah dibawa ke rumah duka di Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
#jenazah #kkp #jakarta
Baca Juga Laka Maut Mobil Tertabrak Kereta Api di Tebing Tinggi, Sembilan Orang Meninggal Dunia | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/645482/laka-maut-mobil-tertabrak-kereta-api-di-tebing-tinggi-sembilan-orang-meninggal-dunia-kompas-siang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/645485/jenazah-staf-kkp-deden-maulana-diterbangkan-disemayamkan-ke-jakarta-usai-diserahkan-keluarga
00:00Ada tiga jenazah dan saat ini masih proses identifikasi untuk jenazah ketiga korban pesawat ATN 42500.
00:06Dari Makassar kita menuju ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
00:10Sudah ada jurnalis Kompas TV Nanda Aprilya dan juru kamera Yano Aruslim.
00:14Nanda selamat pagi setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
00:17Ini selanjutnya jenazah Deden Maulana akan dibawa kemana Nanda?
00:24Okta, selamat pagi.
00:26Kalau untuk rencana hari ini tampaknya dibuat cukup singkat.
00:29Karena mengingat juga faktor yang diperhatikan betul di sini adalah terkait dengan cuaca.
00:34Jadi informasi yang tadi sudah disampaikan bahwa memang dari Makassar sekitar pukul 6.20 kemudian jenazah informasinya seharusnya tiba di Bandara Soekarno-Hatta
00:43atau patinti kargo jenazah pada pukul 7.45.
00:47Tapi mengingat memang kondisi cuaca yang tadi sempat hujan teras.
00:50Sehingga pesawat informasinya baru saja landing di sekitar pukul 8.10 tadi.
00:56Yang kemudian akan dibawa ke kargo jenazah launch transit yang ada di tempat saya melaporkan saat ini.
01:03Yang dimana kalau saya menggambarkan Okta di situasi di sini.
01:06Tadi selain dengan adanya keluarga korban yang hadir, istri, anak tunggal dari almarhum.
01:12Kemudian juga ada dari keluarga besar korban, ayah dan juga ibu.
01:17Di sini juga ada dari tim ataupun pegawai dari Direkturat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan atau PSDKP.
01:28Yang nanti rencananya Okta di sini akan ada upacara penghormatan, penghargaan ataupun menghormati
01:38dari saudara atau almarhum Dede Maulana dari pihak PSDKP di sini.
01:44Nanti akan dipimpin oleh Direktur Pengawasan Sumber Daya Perikanan bersama dengan Bapak Halitka Yusuf.
01:50Kemudian nanti jenazah akan dibawa untuk disolatkan.
01:55Tidak di kediaman dari Deden atau almarhum tapi akan dibawa ke Politeknik Ahli Usaha dan Perikanan
02:04untuk kemudian disemayamkan di sana.
02:06Rencananya juga nanti pada prosesi jenazah disolatkan akan ada wakil Menteri KP dan juga pihak dari Eselon 1
02:15yang juga akan turut hadir yang kemudian jenazah setelah disolatkan akan langsung dimakamkan
02:21di TPU Bekaruwangi tepatnya di Desa Pesanggerahan di kampung halaman dari Deden yakni di Garut, Jawa Barat.
02:28Tampaknya sekarang sudah proses jenazah, sudah tiba di kargo jenazah untuk prosesi penghormatan.
02:35Okta, kita akan lihat dan juga pantau bagaimana alurnya pada hari ini.
02:39Okta.
02:40Baik, terima kasih atas laporan Anda, Jurnalist Kompas TV, Nanda Prila dan Jurukam Rayuna Ruslim.
02:45Dari Bandara Soekarnoata, Tangram, Banten dan sebelumnya ada Linda Wirawan dan Jurukamera Arief Tirtana
02:49dari Makassar, Sulawesi Selatan. Selamat bertugas kembali rekan-rekan.
Komentar