Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Pencarian korban kecelakaan ATR 42-500 terus dilakukan hingga Kamis (22/1/2026).

Tak hanya itu, jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, diserahkan kepada pihak keluarga pada Rabu (21/1/2026) malam pukul 22.00 WITA.

Penyerahan jenazah dilakukan di Posko DVI Biddokkes Polda Sulawesi Selatan.

Simak laporan selengkapnya pada tayangan berikut.

#pesawatatr #korban #jenazah

Baca Juga [FULL] BREAKING NEWS! 6 Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Ini Langkah Selanjutnya di https://www.kompas.tv/nasional/645464/full-breaking-news-6-korban-pesawat-atr-42-500-ditemukan-ini-langkah-selanjutnya



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/645466/full-terbaru-6-jenazah-korban-atr-42-500-ditemukan-staf-kkp-disemayamkan-di-jakarta-breaking
Transkrip
00:00Puncak memang skemanya jenazah yang ditemukan akan dibawa ke puncak gunung
00:07kemudian setelah ada di puncak maka akan dibawa ataupun dievakuasi
00:12menuju ke poskol selanjutnya dengan dua opsi
00:15yaitu menggunakan helikopter dan juga jalur darat apabila jalur darat terkendala oleh cuaca.
00:22Jadi disebutkan juga dengan penemuan enam jenazah korban pada hari ini
00:30total sudah ada delapan korban yang ditemukan.
00:34Tim SAR hari ini masih terus melakukan dan melanjutkan proses pencarian dan juga evakuasi korban lainnya.
00:44Jika Anda menyaksikan visual terbaru saat ini,
00:46Saudara, ini merupakan visual dari Auditorium Politeknik Ahli Usaha Perikanan Pasar Minggu Jakarta Selatan.
00:58Ini terkait dengan korban pesawat ATR 42500 Beden Maulana
01:06yang memang telah diterbangkan dari Makassar menuju Jakarta
01:10kemudian juga sudah dibawa dari bandara menuju ke Auditorium Politeknik Ahli Usaha Perikanan Pasar Minggu
01:17sebelum kemudian nantinya akan jenazah akan diberangkatkan ke Garut, Jawa Barat
01:24untuk dimakamkan di kampung halamannya.
01:28Sekarang yang saat ini tengah dilakukan adalah proses pepacara menghormatan terakhir
01:35terhadap almarhum dari rekan-rekannya di KKP.
01:39Tadi juga disebutkan oleh jurnalis Kompas TV Renata Panggalo
01:42yang berada di Politeknik Ahli Usaha Perikanan Pasar Minggu
01:47bahwa memang ada sejumlah jadwal ataupun agenda
01:53sebelum jenazah almarhum nantinya diberangkatkan ke Garut, Jawa Barat.
02:01Tadi juga sebelum proses upacara penghormatan terakhir
02:06mahrum juga disolatkan di Masjid Nurul Falah
02:10yang lokasinya memang di sekitar Politeknik Ahli Usaha Perikanan Pasar Minggu.
02:16Kita kembali bergabung bersama jurnalis Kompas TV Renata Panggalo
02:20di Auditorium Politeknik Ahli Usaha Perikanan Pasar Minggu.
02:24Renata bisa digambarkan ataupun dijelaskan kembali
02:30apa yang tengah dilakukan oleh rekan-rekan korban
02:35yang saat ini berada di Auditorium Politeknik Ahli Usaha Perikanan.
02:39Tadi juga Anda sempat menyampaikan kepada pemirsa Kompas TV
02:42bahwa ada kegiatan ataupun jadwal begitu
02:48terkait dengan upacara penghormatan terakhir terhadap korban di Den Maulana.
02:52Ya, yang kalau yang bisa kami kabarkan saat ini
02:58yang berlangsung di Auditorium di Politeknik
03:02Ahli Usaha Perikanan memang masih menunggu sejumlah
03:07tamu undangan untuk kemudian nantinya akan dilanjutkan
03:11dengan upacara persemayaman.
03:13Jadi upacara memang belum dimulai
03:15karena masih ada sejumlah tamu yang ditunggu kehadirannya terlebih dahulu.
03:19Namun kalau yang bisa kami jelaskan
03:21untuk penuhkan agenda pada pagi hari ini
03:26dan tidak setelah jenasa disolakkan
03:29tadi dimasukkan Rolfala kemudian dibawa
03:33diserahkan dari pihak keluarga kepada
03:35Kementerian Kelautan dan Perikanan.
03:39Di tempat kami melaporkan inilah
03:40nanti upacara persemayaman akan dilakukan
03:44sebagai penghormatan terakhir dari
03:46keluarga besar Kementerian Kelautan dan Perikanan.
03:51Ada beberapa mata acara
03:53yang pertama nantinya akan ada penyerahan
03:55kelaran merta
03:56kemudian ada penyerahan santunan
03:59dari pasien kepada ahliwari.
04:02Seluruh rangkaian upacara persemayaman ini
04:04akan dilakukan secara kedinasan
04:07dan upacara persemayaman ini
04:09akan dipimpin oleh
04:10instruktur upacara dirigen PSDKP
04:13Kementerian Kelautan dan Perikanan
04:16Fung Nugrofo Saksono.
04:18Kabarnya yang nanti akan ikut upacara
04:20persemayaman ini juga akan ada
04:22jajaran eselon 1
04:24dan wakil Menteri Kelautan dan Perikanan
04:27Bidit Herdiawan.
04:30Karena yang cepat ketahui
04:31Menteri Kelautan dan Perikanan pada saat ini
04:34masih mendampingi atau melakukan
04:37jajaran bersama dengan
04:38Presiden Kabupaten Keatron.
04:40Masih kita tunggu bersama
04:41saudara
04:42pamu undangan
04:45yang dinantikan hadir
04:47itu untuk kemudian
04:48ikut dalam upacara
04:50persemayaman
04:51dari
04:52Almarhum Deden Maulana
04:54yang merupakan
04:54korban pesawat ATR-42500
04:56yang merupakan
04:57pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan
05:00dan pangkat penata muda singkat 1
05:02dengan jabatan pengelola barang
05:04milik negara.
05:05Rian Rahmat.
05:07Ya Renata
05:08apabila
05:09Menteri
05:10dari Kementerian Kelautan dan Perikanan
05:12tidak bisa hadir saat ini begitu
05:14bagaimana dengan wakil Menteri
05:16apakah akan hadir
05:18pada upacara
05:19penghormatan terakhir
05:22terhadap
05:23Almarhum Deden Maulana
05:24dan apakah juga nanti
05:26ada pihak dari KKP
05:27yang turut ikut
05:29nanti mengiringi
05:30jenazah korban
05:31menuju ke Garut?
05:33Renata?
05:35Ya sementara
05:37informasi yang kami dapatkan
05:38memang untuk
05:39upacara persemayaman ini
05:40nantinya
05:41terus dihadiri
05:43oleh
05:44Wakil Menteri Kelautan
05:46dan Perikanan.
05:49Lalu kemudian
05:51juga akan dihadiri
05:52oleh
05:52S1
05:53S2
05:53karena kalau kami perhatikan
05:55memang
05:55di auditorium ini
05:58juga sudah
05:58dipentahkan
05:59di titik-titik
06:00dimana nantinya
06:01keluarga besar
06:03keluarga
06:04keluarga besar
06:04Kementerian
06:05Kelautan dan Perikanan
06:07ini akan
06:07ikut dalam
06:08upacara
06:08dan kalau yang bisa
06:10kami gambarkan
06:10sekarang
06:11memang
06:11situasinya
06:14atau kondisinya
06:14begitu
06:15sudah cukup banyak
06:17dari
06:18pegawai Kementerian
06:19Kelautan dan Perikanan
06:21yang seru hadir
06:22untuk memberikan
06:23penghormatan terakhir
06:24kepada
06:25Deden Maulana
06:26dari profil
06:28yang kami terima
06:29dari
06:30Kementerian
06:31Kelautan dan Perikanan
06:33Saudara
06:33Deden Maulana
06:34ini
06:35merupakan
06:36pribadi
06:36yang berdedikasi
06:38berpengalaman
06:39dan konsisten
06:40kalau menjalankan
06:41tugas negara
06:41Deden ini
06:43sudah mengabdikan
06:44diri sebagai
06:45ASM
06:46sejak tahun
06:472005
06:47dengan masa
06:48pengabdian
06:48selama dua
06:49dekade
06:50selamanya bersuka
06:51atau bekerja
06:52di Kementerian
06:53Kelautan dan Perikanan
06:54Almarhum Deden
06:56ini bertugas
06:57di Direkturat
06:58Pengendalian
06:58Operasi Armada
06:59Direkturat
07:00dan
07:01Sal Pelawasan
07:02Sumber Daya
07:03Kelautan dan Perikanan
07:04dengan jabatan
07:05fungsional
07:06sebagai pengelola
07:07barangnya
07:07negara
07:08pada posisi
07:09tersebut
07:10yang raman
07:10dan juga saudara
07:11Almarhum Deden
07:13ini berperan penting
07:14dalam mendukung
07:15kelancaran operasional
07:16dan tata
07:16kelola asat negara
07:17khususnya
07:18yang menunjang
07:19kegiatan
07:19pengawasan
07:20sumber
07:20Daya Kelautan
07:21dan Perikanan
07:22dan sepanjang
07:24hidupnya
07:25Almarhum Deden
07:26ini menunjukkan
07:27komitmen tinggi
07:28dan profesionalisme
07:29dalam
07:30pelayanan publik
07:31ini tercermin
07:32dari
07:32rekam jejak
07:34selama
07:36karirnya
07:37yang dimana
07:37terus berkembang
07:38begitu ya
07:39hingga akhirnya
07:40ia mencapai
07:41pangkat penata
07:43muda tingkat
07:441
07:45per 1
07:45April
07:462025
07:48dan
07:50atas
07:50dedikasi
07:51dan loyalitasnya
07:52yang raman dan juga
07:53saudara
07:54kepada negara
07:55nantinya
07:55Almarhum Deden
07:56akan
07:57dianugerasi
07:57satya
07:58lancana
07:59karya
07:59satya
08:0010 tahun
08:02dan satya
08:02lancana
08:03karya
08:04satya
08:0420 tahun
08:05dari
08:06presiden
08:06republik
08:07indonesia
08:08yang menjadi
08:08bukti nyata
08:09atas
08:10dedikasi
08:10dan
08:11konsultansinya
08:11dalam
08:12menjalankan
08:13tugas
08:14sejarah
08:14sehingga tentunya
08:16dalam
08:16sangkaian
08:18upacara
08:19perkemayaman
08:19ini
08:20ini menjadi
08:21momen
08:21terakhir
08:22dari
08:23keluarga besar
08:24kementerian
08:25kelautan dan perikanan
08:26untuk memberikan
08:27penghormatan
08:27terakhir
08:28memberikan
08:30apresiasi terakhir
08:31kepada
08:32Almarhum Deden
08:33yang sudah
08:34menuliskan
08:34dedikasinya
08:35dan bekerja
08:37secara profesional
08:37sebagai ASN
08:38sepanjang hidupnya
08:40ya
08:40Renata
08:42apabila
08:43bisa dijelaskan
08:44kembali
08:45begitu
08:45kepada pemirsa
08:46kompas TV
08:47terkait dengan
08:47bagaimana
08:50bisa berada
08:51di pesawat
08:52dan hingga
08:53akhirnya
08:53tim SAR
08:54menemukan
08:54jenazah korban
08:56proses identifikasi
08:58hingga akhirnya
08:58jenazah berhasil
08:59diidentifikasi
09:00dan kemudian
09:01diberangkatkan
09:02ke Jakarta
09:02dan hingga
09:03saat ini
09:03berada di
09:05Politeknik
09:06Ahli Usaha
09:06Perikanan
09:07Pasar Minggu
09:08Renata
09:08ya maaf
09:12yang kami
09:13masih agak
09:14kesulitan
09:14untuk mendengarkan
09:15dengan lebih jelas
09:17pertanyaan Anda
09:18namun
09:18kalau yang saya
09:19tangkap
09:19kalau yang bisa
09:21kami runutkan
09:22begitu ya
09:23peristiwa
09:24keselakaan
09:25pesawat
09:27ATR 42500
09:28ini memang
09:29bisa kami runutkan
09:32bahwa
09:32jenazah
09:32Almarhum
09:33Deden ini
09:34ditemukan
09:34pada Minggu
09:3518 Januari
09:362026
09:37di dasar durang
09:39ke dalam
09:40200 meter
09:41dari Kabidokos
09:42Poldas
09:42Poldas
09:43Kompes
09:43Pol Dokter
09:44Muhammad
09:44Haris
09:45ini menjelaskan
09:45bahwa
09:46kondisi
09:47medan yang ekstrim
09:48sangat memengaruhi
09:49kondisi
09:50dari jenazah
09:51dan
09:52dari Kabidokos
09:53juga menambahkan
09:54bahwa posisi
09:55jatuhnya korban
09:56di kedalaman
09:57yang berbeda
09:57antara 200
09:58hingga 400 meter
09:59sehingga membuat
10:00kerusakan
10:01fisik jenazah
10:02yang
10:02berusaha
10:03ditemukan
10:04oleh
10:05tim
10:06ini tidak seragam
10:07ini yang membuat
10:08akhirnya durasi
10:09identifikasi
10:09dari setiap korban
10:10ini berbeda-beda
10:12namun
10:14dengan
10:15beragam
10:15ataupun
10:16serangkaian
10:17proses identifikasi
10:18itu
10:18kemudian pada hari ini
10:20jenazah
10:22dari
10:22Deden Maulani
10:23kemudian
10:23Maulana ini
10:24kemudian
10:24diterbangkan
10:25dari Makassar
10:26sekitar pukul 6
10:27waktu Indonesia
10:29bagian tengah
10:30dari Makassar
10:31yang kemudian
10:31tiba
10:32di Bandara
10:34Internasional
10:34Sukarno-Hatta
10:35Terminal Cargo
10:36sekitar pukul 7
10:38menjelang
10:39pukul 8
10:40pagi tadi
10:41waktu Indonesia
10:41bagian barat
10:42dan tidak berlangsung
10:43lama
10:44dari tim DPI
10:45menyerahkan
10:45jenazah kepada
10:46pihak keluarga
10:48jenazah
10:49Almarhum
10:49Deden
10:50kemudian
10:50di bawah
10:52sekitar pukul 8
10:53waktu Indonesia
10:53bagian barat
10:54ke
10:55Politeknik
10:57Ahli Usaha
10:57Perikanan
10:58disampainya
10:59di komplek ini
11:00atau tempat kami
11:01melaporkan
11:01jenazah kemudian
11:02diselatkan terlebih dahulu
11:04di Masjid
11:06Nurul Fala
11:07dan setelah
11:08diselatkan
11:09saat ini
11:10yang sedang
11:11berlangsung
11:12adalah
11:12menjelang
11:14upacara
11:15persemayaman
11:16masih ada
11:17beberapa tokoh
11:17yang ditunggu
11:19kehadirannya
11:20sebelum
11:21pada akhirnya
11:22upacara ini
11:22bisa
11:23dimulai
11:25Yan
11:25Ya baik
11:27terima kasih
11:28Jurnalist Kompas TV
11:29Renata Panggalo
11:30nanti juga kami akan
11:31menghubungi Anda kembali
11:32untuk mengetahui informasi
11:33terkini
11:34dari
11:34Auditorium
11:35Politeknik
11:36Ahli Usaha
11:36Perikanan
11:37Pasar Minggu
11:38yang saat ini
11:39jelang
11:40begitu
11:40dalam pelaksanaan
11:42upacara
11:42persemayaman
11:43ataupun
11:44penghormatan terakhir
11:45terhadap
11:46Almarhum
11:46Deden Maulana
11:48Terima kasih
11:48Renata
11:49Saudara jangan kembali
Komentar

Dianjurkan