Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 bulan yang lalu
Bukan Karena Daya Beli Lesu, Asosiasi Ungkap Biang Kerok Rojali-Rohana Terus Meningkat

Link terkait:
https://www.suara.com/bisnis/2025/08/07/090525/bukan-karena-daya-beli-lesu-asosiasi-ungkap-biang-kerok-rojali-rohana-terus-meningkat

APPBI menyebut fenomena Rojali (rombongan jarang beli) dan Rohana (rombongan hanya nanya) bukan hal baru dan tidak perlu dikhawatirkan.

Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, menjelaskan bahwa pusat perbelanjaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat belanja, tetapi juga sebagai sarana rekreasi dan edukasi. Karena itu, wajar jika ada pengunjung yang datang tanpa berbelanja. Ia menambahkan, fenomena ini umumnya terjadi pada masa sepi pengunjung atau setelah musim liburan (low season).

Alphonzus Widjaja menyebut meningkatnya fenomena Rojali dan Rohana disebabkan oleh masa low season yang panjang, bukan karena daya beli lesu.


Host/Video Editor:Emma/Matthew
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Bukan karena daya beli lesu, asosiasi ungkap Biangkerok, Rozali, Rohana terus meningkat.
00:06APPBI menyebut fenomena Rozali atau rombongan jarang beli dan juga Rohana rombongan hanya nanya, bukan hal baru dan tidak perlu dikhawatirkan.
00:14Ketua Umum APPBI Alfonso Swijaya menjelaskan bahwa pusat perbelanjaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat belanja, tetapi juga sebagai sarana rekreasi dan juga edukasi.
00:24Karena itu, wajar jika ada pengunjung yang datang tanpa berbelanja, ia menambahkan fenomena ini umumnya terjadi pada masa sepi pengunjung atau setelah masa liburan atau low season.
00:35Alfonso Swijaya juga menyebut meningkatnya fenomena Rozali dan Rohana ini disebabkan oleh masa low season yang panjang, bukan karena daya beli yang lesu.
00:44Ia menjelaskan tahun ini low season berlangsung lebih lama karena Ramadan dan Lebaran datang lebih awal, menciptakan tambahan periode sepi dari April hingga pertengahan Juni.
00:53Kunjungan sempat naik saat libur sekolah di pertengahan Juli, namun kini kembali menurun memasuki low season kedua.
01:00Alfonso menegaskan bahwa Rozali dan Rohana kembali meningkat karena masuknya low season kedua setelah libur sekolah berakhir di pertengahan Juli.
01:07Fenomena ini menurutnya tidak hanya terjadi di kalangan menengah bawah, tetapi juga di kelas menengah atas dan bukan disebabkan oleh daya beli,
01:14melainkan oleh pola kunjungan yang berubah saat masa sepi.
01:23Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan