00:00Direkturat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya
00:03mengumumkan hasil penyelidikan atas kematian
00:05Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri Arya Daru Pangayunan
00:09dalam jumpa pers di Polda, Jakarta selasa 29 Juli 2025.
00:14Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Wira Setia Triputra
00:18mengatakan ADP meninggal tanpa keterlibatan pihak lain.
00:22Arya meninggal di kamar kosnya di Gondang Dia, Menteng, Jakarta Pusat
00:26pada selasa pagi 8 Juli 2025.
00:28Ia ditemukan dalam posisi telentang berselimut
00:32dengan kepala terlilit lakban berwarna kuning.
00:35Polisi tidak menemukan sidik jari orang lain di kamar korban
00:39termasuk di lakban warna kuning yang melilit kepalanya.
00:43Pusat Laboratorium Forensik Polri menyatakan
00:45tidak adanya DNA dan sidik jari selain milik Arya Daru
00:49di tempat kejadian perkara maupun barang-barang pribadi.
00:53Lakban yang ditemukan pada jenazah Arya dibeli korban bersama istrinya
00:57di salah satu toko di Yogyakarta pada akhir Juni 2025.
01:00Polisi juga tidak menemukan indikasi kehadiran orang lain di kamar kos sebelum Arya tewas.
01:07Pintu juga terkunci dari dalam dan tidak ada bagian yang rusak.
01:11Begitu juga dengan jendela dan plafon kamar, semua dalam kondisi baik.
01:15Polda Metro Jaya tidak menemukan zat berbahaya
01:17dalam pemeriksaan toksikologi pada tubuh Arya Daru.
01:22Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo atau RSCM menemukan sejumlah luka pada jenazah Arya Daru
01:27berdasarkan hasil autopsi.
01:29Dokter Geyo Gatohijiwa dari RSCM mengatakan
01:32dari pemeriksaan luar ditemukan luka-luka lecet pada wajah dan leher.
01:37Luka terbuka pada bibir, memar-memar pada wajah,
01:40bibir dan anggota gerak atas kanan serta terdapat tanda-tanda perbendungan.
01:44Dalam kedokteran forensik bahwa lebam tersebut terjadi pada saat seseorang telah meninggal.
01:51Yoga menjelaskan berdasarkan hasil gelar perkara diinformasikan oleh penyidik
01:55bahwa pada saat di lantai 12 atau rustof kementerian luar negeri
02:00ada kegiatan untuk memanjat ke tembok.
02:03Hal itu yang dapat menyebabkan adanya memar pada lengan atas kanan.
02:08Yoga juga menjelaskan pada kedua paru ditemukan adanya sembep paru atau pembekakan
02:13serta pada seluruh organ dalam ditemukan adanya pelebaran pembuluh darah
02:18dan bintik-bintik perdarahan.
02:22Pemeriksaan awal toksikologi di RSTM dilakukan pemeriksaan penyaring napsa
02:27dan juga alkohol menggunakan sampel urin didapatkan hasil negatif.
02:32Yoga menambahkan hasil pemeriksaan istokatologi
02:35dikonfirmasi luka yang ada di bibir bagian dalam.
02:39Didapatkan hasil dari istokatologi forensik
02:42bahwa terdapat gambaran perdarahan pada luka tersebut
02:45yang sesuai dengan tanda intravitalitas luka.
02:49Artinya, luka tersebut terjadi pada saat Arya masih hidup.
02:54Selanjutnya, ditemukan gambaran kekurangan oksigen pada jaringan jantung
02:59adanya gambaran jejas kekurangan oksigen akut.
03:03Selanjutnya, pada paru-paru ditemukan adanya gambaran perbendungan
03:06disertai pembengkakan serta organ-organ dalam lainnya
03:10terdapat gambaran pelebaran pembuluh darah
03:12dan adanya ekstravasasi sel darah merah
03:16atau keluarnya sel dari pembuluh-pembuluh darah.
03:20Maka sebab mati Arya akibat gangguan pertukaran oksigen
03:23pada saluran nafas atas yang menyebabkan mati lemas.
03:28Kombeswira Satya Triputra menyatakan kepolisian
03:30belum menghentikan penyelidikan kasus ini.
03:33Dia menegaskan kepolisian masih membuka peluang
03:36untuk kembali mendalami ihwal penyebab kematian Arya.
03:40Kakak ipar Arya Daru, Meta Bagus di Yogyakarta,
03:43Selasa 29 Juli 2025, mengatakan merasa yakin
03:47jika penyebab kematian diplomat muda berusia 39 tahun itu
03:51bukan karena bunuh diri.
03:52Kata Bagus, semasa berinteraksi dan berkomunikasi
03:56dengan almarhum semasa hidup,
03:58Daru Nyaris tak pernah bercerita mengenai beban yang dihadapi
04:01seperti soal pekerjaan atau hal lain
04:04yang sekiranya membuat depresi atau stres.
04:07Sampai jumpa di video selanjutnya.
04:12Sampai jumpa di video selanjutnya.
Comments