Skip to playerSkip to main content
  • 4 months ago
Istri Arya Daru Muncul ke Publik, Minta Polisi Ungkap Kasus Kedepankan Nurani
Transcript
00:00After a while, Mr. Almarhum Arya Darupangayunan,
00:09diplomat Kementerian Luar Negeri yang meninggal misterius,
00:12akhirnya membuka suara.
00:14Didampingi oleh orang tua dan mertuanya,
00:17Meta Ayu Puspitantri,
00:19di hadapan para awak media di Yogyakarta,
00:21Sabtu 27 September,
00:23memohon kepada Presiden, Kapolri, dan Menteri Luar Negeri
00:27untuk menyelesaikan kasus kematian suaminya
00:30dengan baik, jujur, dan transparan.
00:33Meta Ayu juga meminta pihak-pihak yang berwenang
00:36menangani kasus kematian suaminya
00:38untuk mengedepankan hati Nurani.
00:42Hakikatnya, Allah itu menciptakan hati Nurani
00:47di hati masing-masing setiap orang.
00:50Saya mewakili diri saya dan keluarga dan anak-anak.
00:56Berharap semoga hati Nurani itu
00:59tidak sepenuhnya dihilangkan.
01:02Karena itu berarti,
01:07Anda mengelak
01:10dari apa yang sudah baik
01:12yang sudah diciptakan oleh Allah SWT.
01:15Sementara itu,
01:17penasihat hukum keluarga Arya Daru,
01:19Nikolai Aprilindo,
01:20meminta semua pihak
01:22untuk berhenti membentuk opini
01:24atau menggiring persepsi publik yang negatif
01:26terhadap almarhum Arya Daru.
01:28Saya harus tegas,
01:32framing negatif dengan ada kata-kata adanya privacy.
01:43Kata-kata privacy itu merupakan framing negatif.
01:47Lebih lanjut, Nikolai mengungkapkan,
01:50selama kepergian Arya Daru, keluarga telah mendapat tiga kali teror.
01:54Pada teror pertama,
01:56keluarga menerima kiriman bunga Kamboja,
01:58hati dan bintang.
02:00Teror kedua,
02:01makam almarhum dirusak.
02:03Dan teror ketiga,
02:04pada bulan September ini,
02:06di atas makam Arya Daru
02:07terdapat bunga mawar merah
02:09berbentuk garis.
02:10Dari kota Yogyakarta,
02:11daerah istimewa Yogyakarta,
02:13Imam Prasetyo,
02:14Gantar Berita Antara,
02:15mewartakan.
02:16Terima kasih.
02:17Terima kasih.
02:18Terima kasih.
02:19Terima kasih.
02:20Terima kasih.
02:22Terima kasih.
Comments

Recommended