Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Sebelas dari 29 Warga Negara Indonesia yang dievakuasi dari Iran pada gelombang pertama telah tiba di Indonesia pada Selasa (24/6/2025) malam.

Sementara 18 WNI lainnya masih dalam perjalanan pulang ke Tanah Air.

Lalu, seperti apa kisah dan perjuangan WNI yang berhasil dievakuasi dari Teheran, Iran, hingga akhirnya bisa kembali ke Indonesia? Simak kisah selengkapnya dari Sultan Fatoni, WNI asal Samarinda.

#iran #wni #evakuasi

Baca Juga [FULL] Cerita WNI soal Proses-Jalur Evakuasi ke Indonesia Dampak Perang Israel-Iran di https://www.kompas.tv/nasional/601832/full-cerita-wni-soal-proses-jalur-evakuasi-ke-indonesia-dampak-perang-israel-iran



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/601834/full-perjalanan-panjang-wni-berhasil-dievakuasi-dari-iran-di-tengah-konflik-dengan-israel
Transkrip
00:00Lalu bagaimana kisah dan perjuangan warga negara Indonesia yang berhasil dievakuasi dari Teheran, Iran hingga bisa kembali ke tanah air?
00:08Sudah bergabung bersama kami melalui sambungan Zoom, Bapak Sultan Fatoni, WNI Asal Samarinda.
00:14Selamat siang Pak Fatoni, bagaimana kondisi Bapak hingga siang hari ini dan kemarin dari Iran sendiri atau bersama keluarga Pak?
00:23Saya di Iran sama istri, anak umur 7 tahun dan satunya 3 tahun.
00:31Kondisinya saat ini seperti apa Pak dengan istri dan juga kedua anak tersebut?
00:37Ini mereka lagi tidur soalnya capek, kemarin perjalanan itu 6 hari ya, di jalan kami 6 hari di jalan.
00:43Oke, total perjalanan tadi 6 hari itu boleh diceritakan nggak Pak?
00:49Melewati mana saja dan apakah dalam perjalanan juga ada mungkin semacam peringatan-peringatan yang diberikan oleh petugas?
00:57Ya, ini saya dan keluarga tinggal di kota Masyad di Iran.
01:04Jadi itu sekitar 850 km dari Teheran.
01:09KPR Teheran itu meminta kami untuk datang ke titik kumpulnya di KPR Teheran di hari Rabu.
01:19Oke, berarti memang dari tempat Bapak tinggal ke Teheran sendiri pun sudah cukup jauh dan memakan waktu begitu ya Pak?
01:28Ya, ya.
01:30Dari Teheran sendiri Bapak ke Azerbaijan itu berapa lama Pak?
01:35Dari Teheran ke perbatasan Azerbaijan itu 10 jam naik darat.
01:40Kemudian setelah 10 jam di Azerbaijan...
01:45Sebelum itu juga sempat...
01:48Ya.
01:51Ya Bapak, sebelum...
01:53Lanjutkan Pak, boleh.
01:55Sebelum antara kami datang ke Masyad dan menuju Azerbaijan itu karena menunggu teman-teman dari kota lain juga kumpul di Teheran,
02:04Kami sempat hidup semalam di KPR Teheran itu.
02:10Ya.
02:11Oke, berarti memang kurang lebih 6 hari itu termasuk juga tiba di titik kumpul Teheran,
02:18kemudian ke Azerbaijan dan juga berkumpul bersama warga negara Indonesia lain di sana, begitu ya Pak?
02:27Ya.
02:27Ketika berkumpul itu situasinya seperti apa Pak dengan warga negara Indonesia yang lainnya?
02:36Ya, itu ada satu orang yang di asrama mahasiswanya itu sempat meledak gitu,
02:46jadi kakinya luka juga ada.
02:48Ada yang sudah mengungsi dari rumahnya dia karena tempatnya juga kena bom gitu.
03:00Kalau di tempat Bapak sendiri Pak, tempat Bapak tinggal sendiri seperti apa Pak?
03:06Kalau di kota Masyad, ini kota bagian timur Iran ya, jadi agak jauh.
03:11Itu cuma ada drone ya, sampai beberapa hari itu drone tapi menurut pemerintah Iran itu sempat ditembak di atas,
03:22jadi nggak sempat jatuh, cuma sekali aja jatuh di dekat bandara di Masyad,
03:26itu ada, sempat ada kayak kebakaran asap tinggi gitu.
03:32Dan juga sempat hari yang ketiga itu minggu, sempat juga ada suara di atas gitu,
03:37boom-boom juga, tapi katanya juga sempat ditembak di atas, nggak sempat jatuh,
03:42tapi listrik sempat mati.
03:46Situasi tersebut terjadi berapa lama Pak?
03:49Ada drone di atas rumah Bapak, kemudian ada mungkin sirine-sirine peringatan,
03:54itu terjadi kira-kira berapa lama?
03:59Itu ya hari Sabtu, Minggu, Senin itu ada terus,
04:03tapi ya sekali-sekali gitu, sore biasanya, sore itu.
04:07Tidak hari dari Sabtu, Minggu, Senin itu ya.
04:10Oke, tiga hari berarti ya Pak, dari Sabtu, Minggu, Senin.
04:12Lalu aktivitas Bapak dan juga keluarga sendiri seperti apa Pak selama tiga hari tersebut?
04:21Ya, kebetulan kan itu serangan hari Jumat, Sabtu itu kan ada pembatasan internet di Iran.
04:28Sebutnya nasionalisasi internet gitu lah ya,
04:30jadi beberapa situs, situs luar negeri tidak bisa diakses.
04:34Kebetulan anak-anak Indonesia yang di masyarakat ini kan kirim uangnya itu lewat kripto, situs kripto.
04:42Jadi situs kripto itu pas mulai internet dibatasi tidak bisa diakses.
04:48Jadi kita khawatir kehabisan uang itu sempat ya, jadi kita ngirit itu ya.
04:52Oke, lalu kemudian Bapak memutuskan untuk dievakuasi itu apakah Bapak dan keluarga mencari tahu
05:01atau mungkin ada pihak dari diplomat kita yang reach out atau seperti apa Pak?
05:08Ya, memang ada grup WNI Iran gitu.
05:15Di situ sejak serangan kedua hari Sabtu itu sudah ada mahasiswa yang nanya apakah akan ada evakuasi
05:24terus dari KPRI, tunggu saja nanti akan ada.
05:27Jadi terus diumumkan hari selesai itu katanya ini sudah siaga dua, siap-siap aja.
05:36Terus hari reput ternyata diinformasikan kalau sudah siaga satu berarti sudah evakuasi gitu.
05:43Lalu ketika dalam proses mau evakuasi itu apakah keluarga di Indonesia sempat berkomunikasi juga
05:51dengan Bapak menanyakan situasi terkini Bapak dan keluarga di sana?
05:56Jadi sejak hari Sabtu, itu kan internet tidak bisa dibatasi ya.
06:01Kami agak kesulitan menghubungi keluarga di Indonesia.
06:06Semua WNI itu hatinya kayak seperti itu.
06:08Karena WhatsApp tidak bisa diakses, Instagram tidak bisa, nilpon kesulitan ya.
06:19Jadi kadang ada yang usahain juga kirim email, tapi kirim email kalau emailnya itu
06:24yang tidak bikinan Iran itu belakangnya tidak IR, tidak bisa juga dibuka.
06:31Tidak bisa buat ngirim juga.
06:33Jadi teman-teman kayak saya kebetulan punya email kampus,
06:37jadi bisa untuk ngirim, jadi lewat email itu.
06:42Oke, berkomunikasinya menggunakan email ya Pak?
06:45Iya, dengan juga.
06:47Oke, Pak Fatoni, ini kan sebenarnya ada di gelombang pertama ini ada kurang lebih 29 WNI
06:55yang akan dievakuasi untuk pertama kalinya.
06:57Lalu, apakah Bapak ada mendengar informasi kenapa terpisah nih antara 11 orang yang Bapak duluan,
07:05kemudian terpisah dengan 18 lainnya?
07:08Sempat tertahan di mana saja dan situasinya seperti apa?
07:10Ya, sebetulnya di hari Senin itu kan ada tiga kloter, kloter 1, 2 itu Qatar.
07:19Saya kloter yang ketiga sebenarnya, terakhir.
07:22Tapi saya nyampe duluan di Jakarta.
07:26Ada informasi dari kloter 1 dan 2 yang lewat Qatar, itu ternyata mereka pas berangkat itu tidak bisa.
07:32Karena pertama, mereka kendalanya dari Azerbaijan ke Qatar itu tidak bisa melewati udara Iran
07:39karena takut ya, takut ada bom.
07:43Terus habis itu mereka harus muter, jadi 6 jam.
07:45Ternyata pas muter itu pun pas sebelum nyampe Qatar, katanya udara Qatar juga ditutup
07:51karena ada bom juga, terus mereka terpaksa harus turun di Jeddah.
07:56Di Jeddah pun karena terpaksa mereka tidak boleh keluar dari persawat selama 6 jam.
08:01informasinya dari teman-teman.
08:04Selama 6 jam baru boleh Qatar mengumumkan udara yang sudah dibuka, baru mereka ke Qatar.
08:12Di Qatar pun karena banyak orang yang menuju Qatar dan pengen naik pesawat dari Qatar,
08:18katanya antrian luar biasa panjang, jadwal maskapai penerbangan pun di jadwal ulang.
08:24Jadi mereka kesulitannya di situ, macetnya.
08:27Pak Fatoni tadi sempat mengatakan kalau yang melalui Qatar ada antrian yang sangat panjang.
08:36Apakah di kloternya Pak Fatoni ini ada yang kloternya tiga ini pakai Turkish Airlines,
08:41ada antrian yang panjang juga Bapak?
08:44Tidak, kami nyampe Turkish Airlines itu sudah dijemput oleh KPRI Turki, KJRI Istanbul.
08:56Jadi kami lancar karena mereka membantu langsung melewati jalur yang tidak melalui antrian, bisa itu.
09:02Jadi dapat bantuan dari KJRI Istanbul.
09:07Oke.
09:09Bapak, harapannya Bapak terakhir nih sebelum Bapak juga sebentar lagi akan terbang menuju Samarinda.
09:15Harapannya apa, Pak?
09:18Harapannya ya karena saya kuliah ini kurang sebentar lagi, satu semester lagi, kalau bisa selesai ini.
09:24Kalau bisa saya di sana aman lagi dan bisa melanjutkan kuliahnya tinggal dikit lagi.
09:30Ya, kita sama-sama berharap memang konflik ini tidak akan menjadi lebih panjang lagi,
09:37supaya juga Pak Fatoni bisa balik dan juga menyelesaikan kuliahnya.
09:42Terima kasih sekali Bapak Sultan Fatoni, salam sama keluarga dan selamat beraktivitas kembali.
09:47Bapak Sultan Fatoni, salam sama keluarga dan selamat beraktivitas kembali.
09:53Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan