00:00Lalu bagaimana kisah dan perjuangan warga negara Indonesia yang berhasil dievakuasi dari Teheran, Iran hingga bisa kembali ke tanah air?
00:08Sudah bergabung bersama kami melalui sambungan Zoom, Bapak Sultan Fatoni, WNI Asal Samarinda.
00:14Selamat siang Pak Fatoni, bagaimana kondisi Bapak hingga siang hari ini dan kemarin dari Iran sendiri atau bersama keluarga Pak?
00:23Saya di Iran sama istri, anak umur 7 tahun dan satunya 3 tahun.
00:31Kondisinya saat ini seperti apa Pak dengan istri dan juga kedua anak tersebut?
00:37Ini mereka lagi tidur soalnya capek, kemarin perjalanan itu 6 hari ya, di jalan kami 6 hari di jalan.
00:43Oke, total perjalanan tadi 6 hari itu boleh diceritakan nggak Pak?
00:49Melewati mana saja dan apakah dalam perjalanan juga ada mungkin semacam peringatan-peringatan yang diberikan oleh petugas?
00:57Ya, ini saya dan keluarga tinggal di kota Masyad di Iran.
01:04Jadi itu sekitar 850 km dari Teheran.
01:09KPR Teheran itu meminta kami untuk datang ke titik kumpulnya di KPR Teheran di hari Rabu.
01:19Oke, berarti memang dari tempat Bapak tinggal ke Teheran sendiri pun sudah cukup jauh dan memakan waktu begitu ya Pak?
01:28Ya, ya.
01:30Dari Teheran sendiri Bapak ke Azerbaijan itu berapa lama Pak?
01:35Dari Teheran ke perbatasan Azerbaijan itu 10 jam naik darat.
01:40Kemudian setelah 10 jam di Azerbaijan...
01:45Sebelum itu juga sempat...
01:48Ya.
01:51Ya Bapak, sebelum...
01:53Lanjutkan Pak, boleh.
01:55Sebelum antara kami datang ke Masyad dan menuju Azerbaijan itu karena menunggu teman-teman dari kota lain juga kumpul di Teheran,
02:04Kami sempat hidup semalam di KPR Teheran itu.
02:10Ya.
02:11Oke, berarti memang kurang lebih 6 hari itu termasuk juga tiba di titik kumpul Teheran,
02:18kemudian ke Azerbaijan dan juga berkumpul bersama warga negara Indonesia lain di sana, begitu ya Pak?
02:27Ya.
02:27Ketika berkumpul itu situasinya seperti apa Pak dengan warga negara Indonesia yang lainnya?
02:36Ya, itu ada satu orang yang di asrama mahasiswanya itu sempat meledak gitu,
02:46jadi kakinya luka juga ada.
02:48Ada yang sudah mengungsi dari rumahnya dia karena tempatnya juga kena bom gitu.
03:00Kalau di tempat Bapak sendiri Pak, tempat Bapak tinggal sendiri seperti apa Pak?
03:06Kalau di kota Masyad, ini kota bagian timur Iran ya, jadi agak jauh.
03:11Itu cuma ada drone ya, sampai beberapa hari itu drone tapi menurut pemerintah Iran itu sempat ditembak di atas,
03:22jadi nggak sempat jatuh, cuma sekali aja jatuh di dekat bandara di Masyad,
03:26itu ada, sempat ada kayak kebakaran asap tinggi gitu.
03:32Dan juga sempat hari yang ketiga itu minggu, sempat juga ada suara di atas gitu,
03:37boom-boom juga, tapi katanya juga sempat ditembak di atas, nggak sempat jatuh,
03:42tapi listrik sempat mati.
03:46Situasi tersebut terjadi berapa lama Pak?
03:49Ada drone di atas rumah Bapak, kemudian ada mungkin sirine-sirine peringatan,
03:54itu terjadi kira-kira berapa lama?
03:59Itu ya hari Sabtu, Minggu, Senin itu ada terus,
04:03tapi ya sekali-sekali gitu, sore biasanya, sore itu.
04:07Tidak hari dari Sabtu, Minggu, Senin itu ya.
04:10Oke, tiga hari berarti ya Pak, dari Sabtu, Minggu, Senin.
04:12Lalu aktivitas Bapak dan juga keluarga sendiri seperti apa Pak selama tiga hari tersebut?
04:21Ya, kebetulan kan itu serangan hari Jumat, Sabtu itu kan ada pembatasan internet di Iran.
04:28Sebutnya nasionalisasi internet gitu lah ya,
04:30jadi beberapa situs, situs luar negeri tidak bisa diakses.
04:34Kebetulan anak-anak Indonesia yang di masyarakat ini kan kirim uangnya itu lewat kripto, situs kripto.
04:42Jadi situs kripto itu pas mulai internet dibatasi tidak bisa diakses.
04:48Jadi kita khawatir kehabisan uang itu sempat ya, jadi kita ngirit itu ya.
04:52Oke, lalu kemudian Bapak memutuskan untuk dievakuasi itu apakah Bapak dan keluarga mencari tahu
05:01atau mungkin ada pihak dari diplomat kita yang reach out atau seperti apa Pak?
05:08Ya, memang ada grup WNI Iran gitu.
05:15Di situ sejak serangan kedua hari Sabtu itu sudah ada mahasiswa yang nanya apakah akan ada evakuasi
05:24terus dari KPRI, tunggu saja nanti akan ada.
05:27Jadi terus diumumkan hari selesai itu katanya ini sudah siaga dua, siap-siap aja.
05:36Terus hari reput ternyata diinformasikan kalau sudah siaga satu berarti sudah evakuasi gitu.
05:43Lalu ketika dalam proses mau evakuasi itu apakah keluarga di Indonesia sempat berkomunikasi juga
05:51dengan Bapak menanyakan situasi terkini Bapak dan keluarga di sana?
05:56Jadi sejak hari Sabtu, itu kan internet tidak bisa dibatasi ya.
06:01Kami agak kesulitan menghubungi keluarga di Indonesia.
06:06Semua WNI itu hatinya kayak seperti itu.
06:08Karena WhatsApp tidak bisa diakses, Instagram tidak bisa, nilpon kesulitan ya.
06:19Jadi kadang ada yang usahain juga kirim email, tapi kirim email kalau emailnya itu
06:24yang tidak bikinan Iran itu belakangnya tidak IR, tidak bisa juga dibuka.
06:31Tidak bisa buat ngirim juga.
06:33Jadi teman-teman kayak saya kebetulan punya email kampus,
06:37jadi bisa untuk ngirim, jadi lewat email itu.
06:42Oke, berkomunikasinya menggunakan email ya Pak?
06:45Iya, dengan juga.
06:47Oke, Pak Fatoni, ini kan sebenarnya ada di gelombang pertama ini ada kurang lebih 29 WNI
06:55yang akan dievakuasi untuk pertama kalinya.
06:57Lalu, apakah Bapak ada mendengar informasi kenapa terpisah nih antara 11 orang yang Bapak duluan,
07:05kemudian terpisah dengan 18 lainnya?
07:08Sempat tertahan di mana saja dan situasinya seperti apa?
07:10Ya, sebetulnya di hari Senin itu kan ada tiga kloter, kloter 1, 2 itu Qatar.
07:19Saya kloter yang ketiga sebenarnya, terakhir.
07:22Tapi saya nyampe duluan di Jakarta.
07:26Ada informasi dari kloter 1 dan 2 yang lewat Qatar, itu ternyata mereka pas berangkat itu tidak bisa.
07:32Karena pertama, mereka kendalanya dari Azerbaijan ke Qatar itu tidak bisa melewati udara Iran
07:39karena takut ya, takut ada bom.
07:43Terus habis itu mereka harus muter, jadi 6 jam.
07:45Ternyata pas muter itu pun pas sebelum nyampe Qatar, katanya udara Qatar juga ditutup
07:51karena ada bom juga, terus mereka terpaksa harus turun di Jeddah.
07:56Di Jeddah pun karena terpaksa mereka tidak boleh keluar dari persawat selama 6 jam.
08:01informasinya dari teman-teman.
08:04Selama 6 jam baru boleh Qatar mengumumkan udara yang sudah dibuka, baru mereka ke Qatar.
08:12Di Qatar pun karena banyak orang yang menuju Qatar dan pengen naik pesawat dari Qatar,
08:18katanya antrian luar biasa panjang, jadwal maskapai penerbangan pun di jadwal ulang.
08:24Jadi mereka kesulitannya di situ, macetnya.
08:27Pak Fatoni tadi sempat mengatakan kalau yang melalui Qatar ada antrian yang sangat panjang.
08:36Apakah di kloternya Pak Fatoni ini ada yang kloternya tiga ini pakai Turkish Airlines,
08:41ada antrian yang panjang juga Bapak?
08:44Tidak, kami nyampe Turkish Airlines itu sudah dijemput oleh KPRI Turki, KJRI Istanbul.
08:56Jadi kami lancar karena mereka membantu langsung melewati jalur yang tidak melalui antrian, bisa itu.
09:02Jadi dapat bantuan dari KJRI Istanbul.
09:07Oke.
09:09Bapak, harapannya Bapak terakhir nih sebelum Bapak juga sebentar lagi akan terbang menuju Samarinda.
09:15Harapannya apa, Pak?
09:18Harapannya ya karena saya kuliah ini kurang sebentar lagi, satu semester lagi, kalau bisa selesai ini.
09:24Kalau bisa saya di sana aman lagi dan bisa melanjutkan kuliahnya tinggal dikit lagi.
09:30Ya, kita sama-sama berharap memang konflik ini tidak akan menjadi lebih panjang lagi,
09:37supaya juga Pak Fatoni bisa balik dan juga menyelesaikan kuliahnya.
09:42Terima kasih sekali Bapak Sultan Fatoni, salam sama keluarga dan selamat beraktivitas kembali.
09:47Bapak Sultan Fatoni, salam sama keluarga dan selamat beraktivitas kembali.
09:53Terima kasih.
Komentar