Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BLORA, KOMPAS.TV - Potret miris dunia pendidikan terjadi di Blora, Jawa Tengah. Dua sekolah dasar negeri tak mendapat siswa baru pada penerimaan murid baru tahun ajaran 2025 - 2026.

Sedangkan sejumlah sekolah hanya mendapat siswa baru di bawah 10 orang.

Menjelang tahun ajaran baru 2025 - 2026, dua sekolah negeri di Blora, Jawa Tengah, yakni SDN 1 Patalan dan SDN 2 Sumengko, tak mendapat siswa baru.
Kondisi ini akibat sekolah tersebut kalah bersaing dengan sekolah lain, sehingga orang tua calon siswa mendaftarkan anak mereka ke sekolah swasta.
Sejumlah langkah diambil pemerintah, mulai dari tetap membuka pendaftaran bagi siswa baru untuk dua sekolah tersebut hingga tahun ajaran baru dimulai, dan akan melakukan regrouping atau penggabungan dengan sekolah yang lokasinya berdekatan.

Pihak sekolah menyerahkan keputusan ke Dinas Pendidikan, meski berharap masih ingin mempertahankan keberadaan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo, bilang proses penggabungan sejumlah sekolah dilakukan karena minimnya jumlah siswa. Saat ini banyak sekolah yang muridnya tidak sampai 60 siswa.

Di tahun 2025 ini, Dinas Pendidikan berencana menggabungkan kembali sekitar 40 sekolah yang kekurangan siswa.

Baca Juga Orang Tua Calon Siswa SMAN 5 Tambun Selatan Demo! Curiga Jalur Domisili PPDB Tak Transparan di https://www.kompas.tv/regional/600805/orang-tua-calon-siswa-sman-5-tambun-selatan-demo-curiga-jalur-domisili-ppdb-tak-transparan

#blora #sekolah #siswa

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/600807/sekolah-negeri-di-blora-tidak-dapat-siswa-baru-akan-di-regrouping
Transkrip
00:00Polara potret miris dunia pendidikan terjadi di Belora, Jawa Tengah.
00:03Dua sekolah dasar negeri tak mendapat siswa baru
00:05pada penerimaan murid baru tahun ajaran 2025-2026,
00:10sedangkan sejumlah sekolah hanya mendapat siswa baru di bawah 10 orang.
00:17Menjelang tahun ajaran baru 2025-2026,
00:21dua sekolah negeri di Belora, Jawa Tengah, yakni SDN 1 Patalan
00:25dan SDN 2 Sumengko, tak mendapat siswa baru.
00:30Kondisi ini akibat sekolah tersebut kalah bersaing dengan sekolah lain,
00:35sehingga orang tua calon siswa mendaftarkan anak mereka ke sekolah swasta.
00:42Sejumlah langkah diambil pemerintah,
00:45mulai dari tetap membuka pendaftaran bagi siswa baru untuk dua sekolah tersebut,
00:50hingga tahun ajaran baru dimulai,
00:53dan akan melakukan regrouping atau penggabungan dengan sekolah yang lokasinya berdekatan.
01:00Pihak sekolah menyerahkan keputusan ke Dinas Pendidikan,
01:03meski berharap, masih ingin mempertahankan keberadaan sekolah.
01:07Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belora, Sunario, bilang,
01:13kalau dari kami sendiri,
01:15sebetulnya kami masih ingin mempertahankan keberadaan sekolah ini,
01:21karena kemarin sempat ada komunikasi dengan Pak Guyuban,
01:25wali murid juga,
01:27wali murid juga menginginkan kalau bisa,
01:31sekolah ini masih tetap ada.
01:33Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belora, Sunario, bilang,
01:38proses penggabungan sejumlah sekolah dilakukan karena minimnya jumlah siswa.
01:43Saat ini, banyak sekolah yang muridnya tidak sampai 60 siswa.
01:48Ya, tidak dapat siswa itu sumengkau itu kan karena
01:53tidak ada anak usia sekolah di situ,
01:55tidak ada.
01:58Yang kedua, yang patalan kan kasusnya itu ada tiga,
02:01tapi kemudian tidak jadi daftar, gabung ke NU.
02:07Siswa persyaratan tadi,
02:09kalau memenuhi syarat-syarat itu,
02:11ya kita regroup,
02:12kalau tidak memenuhi,
02:13kan tidak kita regroup.
02:15Persyaratannya kan ada empat kali.
02:16Di tahun 2025 ini,
02:20Dinas Pendidikan berencana menggabungkan kembali
02:23sekitar 40 sekolah yang kekurangan siswa.
Komentar

Dianjurkan