00:00Makam Keramat 7, Sumur 7 yang berada di Pancuran Mas, Desa Lebakwana, Kecamatan Keramat Watu, Kabupaten Serang, Banten.
00:13Banyak disalahgunakan oleh penziarah dari luar daerah.
00:17Kedatangan penziarah ke Makam Keramat 7, Sumur 7 hanya untuk meminta sesuatu,
00:23sesuai keinginan atau meminta pusaka yang diyakini ada di makam dan peninggalan para wali itu.
00:30Secara akidah hal itu menyimpang, namun kuncen Makam Keramat 7, Sumur 7, Pancuran Mas, Huza ini
00:38selalu mengingatkan kepada penziarah yang datang dengan maksud meminta kepada kuburan.
00:45Ia tak menampik banyak penziarah dari luar daerah dengan maksud dan tujuan tidak baik,
00:50seperti menginginkan benda pusaka berupa kris dan sebagainya atau meminta pesugihan.
00:57Diketahui, Sumur 7 yang berada di Desa Lebakwana berawal dari para wali menggunakan tempat tersebut
01:04sebagai tempat perkumpulan untuk siar Islam di wilayah Banten.
01:08Kisah Sumur 7 itu bak kisah Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan anaknya Nabi Ismail.
01:15Saat itu, para wali melakukan perkumpulan bersama Sheikh Mansur Cikaduen.
01:20Waktu sholat pun tiba, sementara di sekitar tempat perkumpulan tidak ada air.
01:25Meski sedikit, jangankan untuk mandi, untuk berhudu saja tidak ada.
01:30Sheikh Mansur yang koran memiliki tongkat sakti, langsung menancapkan tongkatnya ke tanah.
01:36Setelah dicabut, keluarlah sumber mata air dari dalam tanah.
01:40Begitulah secarcik kisah Sumur 7 berawal.
01:44Sumur 7 ini berada pada saat Kesultanan Maulana Hasanuddin.
01:48Saat itu, yang hendak merebut kekuasaan dari Pucuk Umun di wilayah Banten.
01:54Berkat kerjasama para wali, akhirnya Pucuk Umun bisa diusir oleh Sultan Maulana Hasanuddin ke wilayah Banten Selatan, kata Haji Jen.
02:18Terima kasih telah menonton!