Silahkan berdonasi seihklasnya untuk mendukung chanel ini !!
https://saweria.co/KebaikanDonasi
#fyp #serialmahabharata #viral #filmdubbingindonesia #mahabharata #mahabharatadubindonesia #trending
#fyp #filmmahabharata #viral #filmdubbingindonesia #mahabharata #mahabharatadubbingindonesia
https://saweria.co/KebaikanDonasi
#fyp #serialmahabharata #viral #filmdubbingindonesia #mahabharata #mahabharatadubindonesia #trending
#fyp #filmmahabharata #viral #filmdubbingindonesia #mahabharata #mahabharatadubbingindonesia
Kategori
✨
ManusiaTranskrip
00:00Mahabharat
00:30Menyaksikan parana lain diusir keluar dari negerinya, Satyawati merasakan kekecewaan yang sangat besar.
00:40Merasakan masa depan Hastinapura yang meragukan, dia teringat kembali pada anak-anak Pandu.
00:46Kisah pun berlanjut.
00:47Ibu, aku masih lapar.
01:07Apa?
01:10Tapi, bukankah aku sudah memberikan ladu untukmu?
01:13Tapi masalahnya, bu. Arjuna, Nakula, dan Sadewa sudah memakan semuanya.
01:24Mereka makan semua?
01:26Bukan semuanya, tapi sebagian besar. Mereka makan keempat ladu itu.
01:37Tunggu. Sebenarnya ibu sudah siapkan ladu ini untuk ibu Madri.
01:41Ini, kau juga boleh makan ladu ini.
01:56Aku tidak tahu kenapa, bu.
01:58Tapi setiap aku makan dari tangan ibu, aku langsung bisa kenyang.
02:02Karena ibu memberikan dengan hati, dan itu langsung masuk ke dalam perutmu.
02:06Dan kebahagiaan terbesarku ada pada memberikan makan kelima anakku dengan tanganku sendiri.
02:18Ayo, lebih baik kalian masuk dan habiskan makan siang kalian.
02:22Kalau tidak, semua makanan akan habis dimakan olehnya. Ayo.
02:24Terima kasih telah menonton!
02:54Bila aku menikahi ayahmu, hanya karena mengikuti keinginanku,
03:00maka hatiku akan berduka untuk selamanya.
03:03Kau adalah harta baginya.
03:06Tapi Raja Santanu hanya bisa dapat satu dari dua kebahagiaannya.
03:11Entah tinggal bersama putranya di istana,
03:14atau tinggal dengan istrinya.
03:17Keduanya tidak bisa dimiliki sekaligus.
03:19Tidak Dewi, ayahku harus dapatkan dua kebahagiaan itu sekaligus.
03:25Putramu meminta.
03:26Aku putra dari Gangga.
03:31Bersumpah atas kesucian dari ibuku.
03:34Aku tidak akan hidup sebagai Raja Hastinapura,
03:38tapi hanya sebagai pelayannya saja.
03:43Dan untuk menjamin hidup mereka selamanya,
03:47aku tidak akan menikah.
03:49Aku akan tetap sendiri untuk selamanya.
03:50Di pinggir sungai ini juga,
04:02putramu telah mengambil sumpah.
04:05Andai saja kau menghentikannya waktu itu.
04:08Andai kau menghentikannya waktu itu,
04:10tidak akan begitu banyak nyawa yang hilang.
04:14Kenapa kau tidak menghentikannya?
04:17Kenapa?
04:20Setiap hari, ratusan manusia sudah datang ke sunggah ikus Satyawati.
04:26Mereka melakukan berbagai sumpah dan banyak janji.
04:40Kalau aku hentikan mereka,
04:43bagaimana alam akan bekerja Satyawati?
04:45Bukan tugasku untuk menghalangi sumpah seseorang.
04:51Tapi Bisma adalah putramu sendiri, Gangga.
04:54Selama 25 tahun kau sudah mengajarkan moral padanya.
04:58Kau sudah menjadikannya Raja yang tangguh.
05:00Tapi saat dia menanggalkan kebangsawanannya,
05:03tidakkah itu membuat hatimu terasa sakit?
05:06Bukan hanya putraku saja.
05:08Setiap manusia yang datang ke sungai adalah putraku juga.
05:11Aku selalu memberikan kesucian dan moral dari sumpah pada siapapun.
05:14Karena itukah Bisma tidak penting bagimu?
05:17Dia, Bisma itu penting.
05:21Tapi hal itu hanya ada dalam hatiku,
05:24bukan dari cara memperlakukannya.
05:27Satyawati,
05:28kau sendirilah yang harus bertanggung jawab
05:30untuk keadaan buruk khastinapura
05:32dan juga bangsa kurus saat ini.
05:34Karena kau punya kemampuan memandang ke depan,
05:36sementara aku tidak.
05:37Aku hanya manusia biasa.
05:49Aku bukan manusia abadi sepertimu.
05:53Setiap saat,
05:55ketakutan akan kematian meniksa hati manusia.
05:59Karena itulah,
06:02dia pun mencari perlindungan.
06:03Aku juga ingin mencari perlindungan.
06:12Kau temukan perlindunganmu itu?
06:15Apa yang kau dapatkan?
06:17Pergulatan seumur hidup
06:19dan rasa malu di usia ini?
06:24Kutukan dan ketidakpercayaan
06:26dari jutaan rakyat?
06:27Untuk menambahkan gula
06:30atau garam ke dalam air
06:32adalah keputusanmu sendiri.
06:34Tapi begitu kau mengambil keputusan,
06:36itu tidak bisa dirubah lagi, Satyawati.
06:39Aku tahu, Dewi Gangga.
06:43Ini memang kesalahanku.
06:47Tapi,
06:48aku tidak punya kemampuan
06:49untuk meramal waktu itu.
06:52Dan nyawa seorang manusia
06:53adalah menjadi pertaruhannya.
06:57Aku tahu,
07:01itu memang kesalahanku.
07:05Tapi sekarang,
07:08sekarang aku harus memperkuat
07:09masa depan dari dinasti Kuru
07:11dan kerajaan Kuru.
07:13Tolong tunjukkan
07:14sebuah jalan padaku, Gangga.
07:17Tolong tunjukkan jalannya.
07:19Kau sudah memilih sendiri
07:20keputusan awalmu.
07:21Kau tidak mau menerima
07:22nasihat siapapun.
07:23Sekarang waktunya mengambil
07:24keputusan kedua.
07:25dan kau juga yang harus
07:27memutuskannya sendiri, Satyawati.
07:28Kau lagi.
07:41PEMBICARA 1
08:11Masa depan yang cerah, masa depan yang bahagia.
08:16Untuk mengambil keputusan seperti itu, saat ini adalah yang ingin dilakukan semua orang.
08:22Anggaplah hidupmu sebagai contoh.
08:24Bukankah kebanyakan keputusanmu didukung oleh pemikiran akan masa depan?
08:29Memangnya kenapa tidak?
08:32Semua orang punya hak untuk membuat kehidupan mereka menjadi sederhana dan bahagia.
08:38Tapi tidak ada manusia yang tahu masa depan.
08:43Itu hanya bisa dibayangkan saja.
08:47Jadi kita semua membuat keputusan penting dalam hidup hanya berdasarkan imajinasi saja.
08:54Apakah ada kemungkinan ketiga untuk bisa mencapai sebuah keputusan?
09:01Pikirkanlah itu.
09:02Dasar dari semua kesenangan adalah rasa tanggung jawab.
09:09Dan rasa dari tanggung jawab berdampingan dalam hati manusia.
09:14Jadi sebelum mengambil keputusan,
09:18cobalah tanya hatimu sendiri apakah keputusan ini adalah hasil dari keegoisan
09:25atau di luar dari tanggung jawabmu?
09:28Bukankah itu masuk akal?
09:32Kalau begitu, apakah tidak memikirkan tanggung jawab tapi hanya masa depan
09:37akan membuat masa depanmu lebih menyenangkan?
09:42Pikirkanlah hal itu.
09:44Salam Ibu Ratu
10:03Salam Ibu Ratu
10:07Diberkatilah kau
10:11Widura
10:13Atur sebuah perjalanan
10:16Aku mau pergi pagi-pagi sekali
10:19Kemana tujuan Ibu Ratu?
10:23Melakukan tanggung jawabku, Bisma
10:25Harusnya aku sudah melakukannya bertahun-tahun yang lalu
10:31Tapi saat itu, keegoisan pribadiku
10:39Sudah membuatku tidak menyadari akan tanggung jawabku
10:44Untunglah
10:47Itu tidak jadi penghalang dalam hidupku
10:54Tapi sekarang
10:56Aku harus bisa melakukan perubahan
10:59Maksudmu Ibu Ratu?
11:04Widura
11:04Sudah menjadi tanggung jawabku
11:07Untuk menghargai seorang anak yang bijak
11:10Seperti dirimu
11:12Memberi hormat yang layak untukmu
11:16Tapi aku tidak pernah melakukan hal itu
11:19Aku selalu menganggap nasihat-nasihatmu itu tidak penting
11:22Tapi hari ini
11:25Aku sudah menyadari semua kesalahanku
11:28Karena itu
11:31Aku disini untuk mengajakmu juga
11:33Dalam perjalananku ini, Widura
11:35Kita berdua akan pergi untuk menemui Pandu
11:40Aku akan bicara dengannya
11:45Dan berusaha meyakinkannya
11:46Mengingatkan dia akan tanggung jawabnya
11:48Bagaimanapun caranya
11:52Aku harus membawa kembali Pandu
11:55Untuk mengembalikan ketenangan di Astinapura
12:00Selamat datang, Yang Mulia
12:29Ritual apa yang kakak lakukan?
12:31Ini untuk membuat janji, Gandari
12:33Duduklah
12:35Tidak, kakak
12:36Selama aku tidak tahu apa tujuan dari ritual ini
12:40Aku tidak mau terlibat
12:42Adikku Gandari
12:58Perlu kau tahu hati kakakmu ini
13:00Hanya menginginkan kebahagiaan untukmu
13:03Dan juga keluargamu
13:04Tidakkah kau percaya pada kakakmu?
13:07Keluargaku bukan hanya ada pada suami
13:11Dan anak-anakku saja
13:12Keturunan dari keluarga Santanu
13:15Juga adalah keluargaku
13:16Oh
13:17Berarti ini akan menjadi
13:19Perdebatan antara kau dan suamimu
13:22Kalau bukan di Ryudana
13:24Salah satu dari anak Pandu
13:26Bisa naik tahta Hastinapura
13:28Dan itu bisa kau terima begitu saja
13:31Tapi kau harus bicarakan dulu hal ini dengan suamimu
13:35Kenapa begitu, Sang Kuni?
13:38Penerusku tidak bisa yang lain selain Duryudana
13:41Bagaimana menurutmu, Gandari?
13:47Aku punya keyakinan pada Paman
13:49Aku punya keyakinan pada Ibu Ratu juga, Widura
13:52Mereka akan lihat kalau ada ketidakadilan
13:55Begitu sebuah kolam mulai kering
14:05Katak-katak di sana harus pergi
14:08Menuju kolam yang lain
14:09Seekor bangau berkata
14:12Percayalah padaku
14:13Aku akan membawamu ke kolam yang lain
14:17Duduklah kalian
14:20Di dalam paruhku
14:22Apa kau mengerti maksudnya, Gandari?
14:34Para katak yang percaya pada bangau itu
14:36Tidak pernah sampai di kolam lain
14:39Mereka justru masuk ke dalam perut bangau
14:43Hari ini setelah 15 tahun
14:52Menurutmu kenapa tiba-tiba
14:54Ibu Ratu kembali teringat pada Yang Mulia Pandu?
14:58Apa kau pernah memikirkan hal itu, Yang Mulia?
15:02Tidak
15:02Aku telah memikirkan hal yang sama selama ini, Sang Kuni
15:07Kalau bukan karena kepeduliannya Ibu Ratu mau pergi
15:11Tapi kenapa dia harus mengajak Widura?
15:15Dia sudah pasti pergi ke sana untuk membantu
15:18Yang Mulia Pandu menyelesaikan tanggung jawabnya
15:20Ayo, Yang Mulia
15:24Duduklah
15:26Ayo kita buat sumpah
15:28Kau mau kami membuat sumpah apa, kakak?
15:32Menghancurkan dinasi kurung?
15:35Tidak, adikku
15:35Untuk apa aku memecah pelabangsamu?
15:39Untuk apa aku melanggar kepercayaan dari Yang Mulia?
15:41Sekarangnya aku inginkan hanyalah
15:44Agar keturunan dari Yang Mulia bisa disebut sebagai bangsa Kurawa
15:49Jadi, para Pandawa tidak bisa dilibatkan
15:54Sebelum kembalinya Ibu Ratu dan Perdana Menteri
15:59Pangeran Duryodhana harus dinyatakan dulu
16:04Sebagai pangeran mahkota
16:06Kalau kata-kataku
16:15Ini memang benar
16:17Silahkan duduk
16:18Akan sejauh apakah panah ini bisa dilesatkan, ayah?
16:31Panahnya bisa menjangkau sampai di luar hutan ini
16:33Aku juga bisa melempar panah ini dengan tanganku sendiri
16:36Untuk apa kau pakai busur itu?
16:42Ini bukan soal melemparnya, Kak Bima
16:44Ini tentang menghancurkan sasaran
16:47Akan sejauh apakah sasarannya bisa dipanah, ayah?
16:50Kekuatan dari busur tergantung pada manusianya
16:52Dan bukan dengan cara sebaliknya, anakku
16:54Senjata itu hanya berguna
16:56Kalau pemakaiannya punya kekuatan
16:58Sama seperti kemampuan yang hanya mengandalkan
17:00Kekuatan niat dari seseorang
17:01Aku tidak mengerti, ayah
17:03Apa itu kekuatan niat?
17:06Saat angin berhembus dengan kecepatan tinggi
17:07Dia bisa mencabut pepohonan
17:09Pohon yang tercabut itu pun
17:11Bisa menjadi kayu bakar
17:13Tapi, pohon yang tetap berdiri tegak
17:16Akan menghasilkan daun dan bunganya setelah beberapa lama
17:20Dan itulah kekuatan niat yang ada pada pohon
17:22Bahkan saat di masa yang sulit baginya
17:25Seorang manusia tidak boleh mengabaikan tanggung jawabnya, nak
17:28Lalu apa artinya kekuatan niat?
17:31Saat hama dan rayap dari bawah tanah
17:32Mulai memakan dan menghancurkan pohon
17:35Beberapa pohon pun mati
17:36Tapi ada beberapa pohon yang tidak bisa dimakan hama
17:39Itulah dia kekuatan niat
17:42Saat kejahatan menyerang hati manusia
17:45Dan berusaha menghancurkannya dari dalam
17:48Maka dia tidak boleh menyerah dalam menghadapinya
17:52Artinya, kekuatan niat melindungi dari yang tidak baik
17:54Dari apapun ada di luar
17:56Dan kekuatan itulah yang akan melindungi kita
17:59Pintar anakku
18:00Aku sangat bangga padamu
18:02Nanti kau pasti
18:07Bisa menjadi raja yang baik dari Hastinapura
18:10Iburatu
18:12Penataan untuk makanan dan tempat istirahatmu tersebut
18:42Telah dibuat di sini
18:43Dan tempatmu untuk duduk telah disiapkan di pinggir sungai itu
18:46Aku tidak butuh untuk istirahat Widura
18:49Tapi para prajurit
18:51Dan penunggang kuda
18:53Membutuhkan istirahat
18:55Selama bertahun-tahun
18:57Aku sudah tinggal di dalam istana yang begitu nyaman
19:01Tapi tidak sekalipun
19:04Aku bisa beristirahat di sana
19:06Mungkin saat pikiranku terus bekerja
19:10Tubuhku pun jadi letih
19:13Tapi hari ini
19:14Rasanya sepertinya inilah
19:18Satu-satunya keputusan yang tepat untuk menghapus kelelahan
19:21Kau bahkan telah menobatkan raja pandu sebelum ini, Ibu Ratu
19:25Tapi itu adalah sebuah takdir yang
19:28Tidak Widura
19:28Itu bukan salahnya takdir
19:31Kalau keputusanku yang tidak tepat
19:35Aku bisa memaafkan diriku sendiri
19:37Tapi alasan dibalik semua keputusanku itu
19:41Selalu saja tidak benar
19:44Ada kasih sayang dalam pikiranku
19:47Tapi seharusnya
19:49Aku membedakan kasih sayang dengan keegoisan
19:53Kau lihat sungai itu Widura
19:56Dia mengalir di antara pinggirannya
20:00Tapi airnya
20:02Tapi airnya yang mengalir di bawahnya
20:06Terus mengalir sampai ke pepohonan di dalam hutan
20:09Hidup seorang ratu sama seperti itu Widura
20:14Dia tinggal dengan keluarganya
20:18Tapi kalau perhatian
20:21Dan kasihnya tidak menjangkau ke seluruh rakyatnya
20:23Maka hidupnya akan sia-sia
20:25Kekuasaannya tidak berguna
20:27Lalu apakah pandu akan mendengarkan kata-katamu, Ibu Ratu?
20:31Akankah dia meninggalkan pengasingannya?
20:33Dia pasti mau
20:34Pandu pasti mendengarkan kata-kataku
20:37Aku harus meyakinkan dia
20:39Alam ini
20:41Bunga-bunganya mekar bersama musim semi
20:45Batang-batang pohon
20:46Dan keceriaan
20:48Dari suara-suara burung
20:50Harus kutunjukkan semua padanya
20:52Aku harus katakan padanya
20:55Bahwa kalau dia mau musim semi seperti ini
20:57Dalam hidup rakyat kita
20:58Maka dia harus melupakan sumpahnya itu
21:01Dan Widura
21:03Di musim semi
21:05Sumpah Dewa Siwa pun pernah dibatalkan sesaat
21:08Dan sumpah pandu
21:11Juga bisa dibatalkan
21:13Oh
21:13Oh
21:18Oh
21:22Oh
21:24Oh
21:26Oh
21:34Terima kasih telah menonton
22:04Terima kasih telah menonton
22:34Terima kasih telah menonton
23:04Terima kasih telah menonton
Komentar