Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 bulan yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Berikut tiga berita terpopuler yang terjadi pada hari ini, Sabtu, 10 Mei 2025.

Berita pertama, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menanggapi soal penangkapan mahasiswa ITB karena mengunggah meme bergambar Presiden Prabowo dan Presiden ke-7, Joko Widodo. Hasan berharap mahasiswa tersebut bisa mendapatkan pembinaan daripada hukuman.

Berita kedua, Ketegangan antara India dan Pakistan meningkat setelah angkatan militer Pakistan melancarkan serangan rudal ke India. Ketegangan antar dua negara ini meningkat setelah sebelumnya terjadi serangan yang menewaskan sejumlah wisatawan di Kashmir beberapa bulan lalu.

Berita ketiga, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia menilai Paus Leo XIV adalah "kembaran" Paus Fransiskus yang lebih muda. Mgr. Antonius Subianto mengatakan bahwa berdasarkan pengamatannya, Paus Leo XIV ingin melanjutkan karya pastoral Paus Fransiskus dan Paus Leo XIII.

Video Editor: Rizal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/592508/istana-soal-mahasiswa-ditangkap-gegara-meme-jokowi-prabowo-hingga-pakistan-serang-india-top-3-news
Transkrip
00:00Halo Sobat Kompas TV, saatnya kita update 3 berita terpopuler yang terjadi pada hari ini, Sabtu 10 Mei 2025.
00:09Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menanggapi soal penangkapan mahasiswa ITB
00:14karena mengunggah mim bergambar Presiden Prabowo dan Presiden ketujuh Jokowi Dodo.
00:20Hasan berharap mahasiswa tersebut bisa dilakukan pembinaan daripada hukuman.
00:25Hasan juga mengatakan bahwa Presiden Prabowo tidak mengadukan apapun terkait hal tersebut.
00:55Bisa dibina bukan dihukum. Jadi harapan kita teman-teman yang mahasiswa yang mungkin selama ini
01:04terlalu bersemangat misalnya memberikan kritikan, mengekspresikan kritikannya.
01:13Mungkin nanti bisa diberi pemahaman dan pembinaan supaya jadi lebih baik lagi.
01:18Tapi bukan dihukum. Karena ya ini kan dalam konteks demokrasi mungkin ada yang memang terlalu bersemangat
01:27seperti itu. Ya kecuali ada soal hukumnya. Kalau soal hukumnya kita serahkan saja itu kepada penegak hukum.
01:34Tapi kalau karena pendapat, karena ekspresi itu sebaiknya diberi pemahaman dan pembinaan saja.
01:41Bukan dihukum.
01:47Kita enggak tahu kan Pak Prabowo tidak mengadukan apa-apa.
01:52Presiden tidak mengadukan apa-apa. Walaupun kita menyayangkan ya.
01:56Kalau menyayangkan tentu.
01:57Karena ruang ekspresi itu kan harus diisi dengan hal-hal yang bertanggung jawab.
02:03Bukan dengan hal-hal yang menjurus kepada mungkin penghinaan atau kebencian.
02:11Tapi tetap saja kalau Bapak Presiden sampai hari ini kan tidak pernah melaporkan.
02:19Tidak pernah melaporkan pemberitaan.
02:22Tidak pernah melaporkan ekspresi-ekspresi yang menjudutkan beliau.
02:27Dan beliau justru terus-menerus menyuarakan persatuan.
02:34Menyuarakan saling merangkul supaya bangsa kita bisa bergerak maju ke depan.
02:40Kalau mungkin itu yang bisa disampaikan dan ditanggapi dari peristiwa tersebut.
02:46Ketegangan antara India dan Pakistan meningkat setelah Angkatan Militer Pakistan melancarkan serangan rudal ke India.
02:53Dalam narasinya menunjukkan bahwa sistem rudal Fateh-1 menyerang target India.
03:00Pakistan mengatakan India menembakkan rudal ketiga pangkalan negara di Pakistan.
03:05Meski sebagian rudal berhasil dicegat.
03:09Ketegangan antara dua negara ini meningkat setelah sebelumnya ada serangan yang menewaskan sejumlah wisatawan di Kashmir beberapa bulan lalu.
03:17India menyalahkan Pakistan karena mendukung serangan itu.
03:20Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia menilai Paus Leo ke-14 adalah kembaran Paus Franciscus yang lebih muda.
03:30Monsignor Antonius Subianto mengatakan bahwa berdasarkan pengamatannya,
03:34Paus Leo ke-14 ingin melanjutkan karya pastoral dari Paus Franciscus dan Paus Leo ke-13.
03:41Figur teladan Paus Franciscus juga menjadi teladan bagi Paus Leo ke-14.
03:46Krisis ekonomi, krisis politik, krisis sosial, mari kita tetap berharap, mari kita berjuang dan kalianlah duta-duta perdamaian dan duta-duta damai sejahtera.
04:00Maka beliau berkah, mari kita bangun jembatan.
04:04Bagaimana jembatan, mari kita berjalan bersama kembali.
04:10Berjalan bersama, maka kemarin dalam perayaan Ekaristi pertama bersama dengan para kardinal,
04:17sebelum menyampaikan kotbah dalam bahasa Itali, beliau menyampaikan pengantar dalam bahasa Inggris,
04:24mengajak para Bapak Kardinal, mari para Bapak Kardinal berjalanlah bersama dengan saya.
04:30Saya tidak bisa berjalan dengan sendiri, saya membutuhkan para Bapak Kardinal untuk mengembalakan gereja membawa perdamaian ini.
04:40Maka beliau mengajak semua gereja katolik dan semua orang yang berkenak baik untuk bersama-sama membangun dunia yang lebih damai.
04:50Maka saya kira figur, teladan, kehidupan, karya Paus Franciscus akan kita lihat dalam diri Paus Leo ke-14
05:01dengan penerapan-penerapan kebijakan dan tindakan pastoral yang saya kira disesuaikan dengan situasi yang dalam dinamika sosial politik yang terus-menerus yang cepat.
05:15Itu dia, sahabat Kompas TV, 3 berita terpopuler pada hari ini.
05:20Saya Teslonika Ajung pamit undur diri, jangan lupa untuk berikan like, komen, dan share di video-video Kompas TV.
Komentar

Dianjurkan