Skip to playerSkip to main content
  • 1 year ago
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menyiapkan sejumlah strategi untuk memperbaiki kinerja pada tahun depan. Salah satunya perseroan bakal mengoperasikan pabrik lembaran baja panas (hot strip mill atau HSM) pada awal tahun.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko KRAS, Tardi mengungkapkan, berdasarkan program Recovery Switch House, pabrik HSM Krakatau Steel mulai memasok kembali kebutuhan gulungan baja (hot rolled coil atau HRC) terhitung Januari 2025.

Category

📺
TV
Transcript
00:00Pemirsa PT Krakatau Steel, Persero TBK Mitamberkode Saham KRAS menargetkan pabrik Hot Strip Mill akan beroperasi kembali di awal tahun 2025.
00:11Direktur utama Krakatau Steel, Muhammad Akbar, menuturkan KRAS telah merampungkan program recovery switch house untuk persiapan memasuk kembali kebutuhan gulungan baja dalam negeri mulai bulan Januari 2025.
00:26Pemirsa PT Krakatau Steel, Persero TBK Mitamberkode Saham KRAS menargetkan pabrik Hot Strip Mill akan beroperasi kembali di awal tahun 2025.
00:39Direktur utama Krakatau Steel, Muhammad Akbar, menuturkan KRAS telah merampungkan program recovery switch house untuk persiapan memasuk kembali kebutuhan gulungan baja dalam negeri mulai bulan Januari 2025.
00:55Pemulihan kinerja KRAS secara operasional ini diharapkan dapat menunjang performa perseroan untuk tahun depan, dengan demikian persero memproyeksikan akan ada peningkatan pendapatan dan volume penjualan baja di tahun 2025.
01:09Akbar menyebut secara volume penjualan, KRAS menargetkan penjualan mencapai 1,7 juta ton secara konsolidasi.
01:16Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko KRAS, Tardi, menambahkan pihak yang juga berharap restrukturasi utang perseroan dapat terampung di tahun 2025.
01:25Dengan rampungan restrukturasi utang, KRAS akan ada perbaikan secara balance sheet atau narajat, dimana utang-utang yang sudah jatuh tempo bisa diperpanjang dengan jangka waktu yang cukup memadai untuk membantu menyehatkan cash flow KRAS ke depan.
Comments

Recommended