Skip to playerSkip to main content
  • 2 years ago
Kita tahu negara Jepang sangat banyak sekali Vending Machine, tidak cuma menyediakan makanan dan minuman, bahkan di sana sudah menjual keperluan sehari-hari warga di sana.

Bicara soal Vending Machine, produk ini sendiri sudah cukup banyak beredar di Indonesia. Salah satunya adalah Jumpstart.

Nah, pada kesempatan ini kita akan kupas tuntas potensi bisnis dari Vending Machine di Indonesia sendiri, dan apa saja tantangannya ke depan.

Category

📺
TV
Transcript
00:00Kan kita pengen cari nih, bisa nggak sih mesin kopi ini, brand kopinya yang enak gitu.
00:03Ternyata 6 bulan kita R&D, eh bisa juga gitu, lumayan.
00:07Kita tuh nggak pernah melihatnya cuma kayak mesin.
00:09Kita pengen melihatnya tuh kayak sebuah toko, malah sebagai sebuah coffee shop.
00:14Kita masuk ke kantor pun, kita pengen orang ini bisa menjadi lifestyle mereka nih, bisa setiap hari.
00:21Oke sebuah investor, saya mau cerita sesuatu rahasia ke Anda nih sebuah investor.
00:31Saya baru tahu kalau di Fincast itu, kopinya bening.
00:34Bukan warna hitam, bukan warna coklat, tapi bening nih, warnanya bening.
00:38Nggak ada kopinya di sini ya? Nggak ada ya? Belum ada, oke.
00:42Nggak apa-apa, kalau yang namanya ngopi itu adalah sejenis aktivitas lah ya yang bisa membuat kita akhirnya semangat.
00:51Siap untuk menjelani hari gitu ya.
00:53Nah kalau ngomongin soal inovasi dalam perjualan kopi, belakangan ada satu startup namanya Jumpstart.
01:01Mereka menjual kopi melalui vending machine.
01:04Dan kita akan ngobrol dengan CEO-nya dari Jumpstart, namanya adalah Mas Brian Imawan.
01:09Halo Mas Brian Imawan.
01:11Halo Mas Brian.
01:12Thank you nih.
01:13Thank you udah join di Fincast kali ini.
01:16Kalau ngomongin soal jualan kopi ya, melalui vending machine.
01:20Emang orang Indonesia udah se-aware itu ya?
01:22Beli kopi melalui vending machine?
01:25Sekarang udah mendingan, Pak.
01:27Dulu belum tau dia pikir ini apa, ada yang pikir ini cuma TV, dekor.
01:32Sekarang udah pada tau.
01:33Ya, sekarang udah pada aware ya.
01:35Karena mungkin banyak sekali masyarakat-masyarakat yang di kota-kota besar terutama,
01:40yang mereka pernah melakukan perjalanan ke luar negeri, mereka melihat banyak sekali vending machine di pusat-pusat kota.
01:46Dan mereka tau bahwa itu betul-betul berfungsi, beli kopi, beli roti dan lain sebagainya.
01:51Nah, kenapa memutuskan menjual kopi lewat vending machine?
01:57Emang menjual dengan metode lain, player-nya udah banyak banget ya?
02:02Sehingga kemudian Mas Brian sendiri memutuskan untuk, oke, startup-nya gue bikin deh.
02:07Jualan kopi tapi di vending machine.
02:09Nah, dulu ini ceritanya lucu nih Mas.
02:12Itu kan 2016 ya, waktu itu belum ada tuh namanya delivery-delivery, kopi tuh juga belum ada.
02:18Ada tuh masih di minimarket gitu.
02:20Saya kerja di Kuningan gitu, ribet banget kalau mau kopi.
02:23Jauh gitu, udah keringetan, panas-panas.
02:26Nah, saya bilang, Pak kalau ada mesin kopi di kantor enak nih.
02:29Tapi kan bos gue pelit ya, nggak mau bayarin kopi.
02:33Jadi gue bilang ke bos, boleh nggak Pak kalau ada satu mesin nih, saya bayar sendiri deh kopinya gitu.
02:38Dia bilang boleh, yaudah cobain gitu.
02:40Saya cobain import satu, terus pasang di kantor, eh ternyata pada suka juga gitu, bisa pada tiap hari minum.
02:48Yaudah, habis itu gue resign, cobalah pelan-pelan dikit-dikit, beli kayak gitu.
02:53Ini ngide di kantornya bukan, oke, ngide bagaimana kita menghemat kertas gitu ya.
02:58Tapi ini idenya adalah gue ingin mendatangkan vending machine, dan itu lo import sendiri.
03:03Iya, biar gue bisa ngopi sendiri sebenarnya.
03:06Dan juga ini sebenarnya pembuktian kepada bos lo sendiri gitu ya.
03:10Bahwa ketika menghadirkan vending machine yang bisa menghasilkan kopi ini akan meningkatkan indeks kebahagiaan karyawan.
03:16Lumayan, lumayan.
03:18Jadi yang pakai vending machine ini bukan cuma lo doang yang bekerja di perusahaan tersebut,
03:23tapi teman-teman yang lain juga menikmati gitu ya.
03:25Iya, akhirnya gitu.
03:27Oke, lalu waktu itu resign.
03:29Oke, terus itu resign, akhirnya langsung bikin Jamstar atau gimana?
03:34Iya, waktu itu langsung bikin, mulai dikit-dikit lah.
03:38Dua mesin dulu, taruh di gudang, pelan-pelan nambah lagi, nambah lagi gitu.
03:43Oh gitu, jadi awalnya ngumpulin dulu?
03:45Iya, ngumpulin dulu dong.
03:47Oke, dan itu semuanya memang secara spesifikasi khusus untuk jualan kopi gitu ya?
03:53Iya, karena dulu kan kopi baru mulai ngeboom ya.
03:56Terus kita pikir yaudahlah, kalau coffee shop kayaknya udah banyak gitu.
04:00Tapi kan kita pengen cari, bisa nggak sih mesin kopi ini buatin kopinya yang enak gitu.
04:04Ternyata 6 bulan kita R&D, eh bisa juga gitu, lumayan.
04:08Oke, Mas Bayan bisa mengantar gue untuk mengerti bagaimana caranya,
04:13mekanismenya lah ya, si vending mesin ini bisa menjadi sebuah mesin yang menjual kopi.
04:19Bentuknya pada saat keluar itu dalam bentuk kopi yang siap minum,
04:23berarti mencampur air panas, kopi dan juga susunya dan krim dan lain sebagainya terjadi di dalam mesin?
04:30Iya, dari biji kopi digiling dulu.
04:33Baru digiling, habis itu dikasih pressure kan bikin espresso,
04:37barulah dicampur, mau americano dikasih air panas, mau cappuccino dikasih susu gitu.
04:43Gula atur sendiri.
04:44Oke, jadi yang bekerja adalah full mesin?
04:47Full mesin.
04:48Nggak ada orang di dalamnya?
04:49Nggak ada.
04:50Ini gue jadi inget, film Dono Casino Intro jaman dulu ya,
04:53di dalam vending mesin tuh ada orangnya bikin kopi, bikin apa gitu.
04:57Tapi kalau vending mesin full, semuanya sama mesin,
05:00dan akhirnya ini menjadi sebuah potensi bisnis yang menarik juga ya.
05:03Iya, betul.
05:04Cuman di kota besar doang atau sebetulnya juga lo melihat ada potensi yang potensial di daerah-daerah yang lain?
05:12Sekarang kita sih udah ke sebelas kota nih mas.
05:14Jadi kita pas ternyata masuk ke, kayak Jogja, Solo, Semarang,
05:19ternyata banyak juga potensi di sana.
05:20Mereka justru, wah ini barang baru, seru gitu.
05:23Oke, yang kita denger tentunya adalah cerita suksesnya,
05:27ataupun mungkin cerita-cerita manisnya lah ya.
05:29Tapi gue pengen denger nih, suka-dukanya.
05:31Atau dukanya deh, cerita dukanya gitu.
05:33Sukanya kan tadi udah dikasih tau ya,
05:35sekarang kemudian udah cukup ekspansif,
05:37banyak orang yang cukup familiar lah dengan vending mesin gitu.
05:40Nah waktu itu begitu keluar, resign,
05:42vending mesin cuman satu,
05:44habis itu model udah banyak?
05:46Belum lah.
05:46Belum? Oke, beli mesin lagi?
05:48Beli mesin.
05:49Satu mesin berapa sih? Boleh tau gak?
05:51Satu mesin ya 20-40-an lah dulu.
05:54Juta?
05:55Iya, juta.
05:56Oke, terus?
05:57Terus ya, modal kan dikit,
05:59ya semua campur-campur lah,
06:00taro pinjem ke gudangnya paman saya,
06:03terus kerja di gudang,
06:05ya saya juga yang nge-refill angkut galon gitu.
06:08Ya, coba berhemat lah dulu masih.
06:10Oke.
06:12Awal-awal ya, susahnya kayak mas bilang tadi kan belum ada yang tau.
06:15Jadi saya ke gedong-gedong gitu kan,
06:17saya nanya, boleh gak pasang mesin ini?
06:19Mesin ini aja, mereka gak ngerti apa gitu kan.
06:22Terus gimana mereka?
06:23Ya, mereka gak ngerti, ya ditolak.
06:25Akhirnya ya cobalah mulai cari teman gitu siapa, teman biasa lah ya.
06:29Teman, boleh gak pasang di kantor?
06:31Boleh gak pasang ya pelan-pelan baru nyebar lah.
06:34Oke, ya.
06:36Lo termasuk orang yang memanfaatkan excitement dari ekosistem startup gak sih?
06:41Artinya gini,
06:42kalau kita ke beberapa puluh tahun yang lalu,
06:46ketika generasi startup itu gak se-booming sekarang,
06:48untuk memulai bisnis ada challenge lain lah ya.
06:53Tapi kemudian lo came up dengan sebuah idea,
06:56lo jump in kepada narasi startup ini,
07:00terus orang kemudian lihat,
07:01ini sebagai sebuah idea yang juga menarik sebetulnya ya.
07:04Lo juga menikmati itu ya?
07:07Lumayan lah, kita pas emang timingnya riding the wave kayak mas bilangan,
07:12startup lagi mulai booming 2018,
07:14waktu itu juga digital payment lagi naik,
07:17yaudah akhirnya kita bisa berkolaborasi lah dengan beberapa startup lainnya,
07:22bareng-bareng tumbuh bareng dulu.
07:25Oke, itu berarti ngumpulin mesinnya ataupun modalnya,
07:31itu berarti modal sendiri dulu,
07:32atau ada investor anggota keluarga lah,
07:37yang jadi angel investor gitu ya?
07:39Iya, awal-awalnya gitu.
07:42Awal-awalnya gitu, terus kita mulai nambah lah sampai seratusan mesin,
07:47baru ada investor yang masuk akhirnya.
07:50Oke, apa yang lo sampaikan kepada investor,
07:53untuk kemudian mereka yakin bahwa vending machine ini akan potensial loh,
07:58walaupun kondisinya pada saat itu belum banyak orang yang familiar sama vending machine?
08:04Iya, kebetulan sih kan kalau visi-visi pada ngerti lah,
08:09setidaknya ini apa ya,
08:10waktu itu kita nge-pitch-nya juga nggak gampang,
08:12cuman kita bilang, justru kalau misalnya udah banyak, nanti malah telat.
08:17Jadi ini saat di mana belum ada yang ngelirik,
08:20pas dulu juga digital money mulai naik,
08:23wah ini kayaknya kesempatannya gitu.
08:25Oke.
08:26Kira-kira ada lah yang percaya.
08:27Betul, karena sebetulnya kalau pengalaman gue sih ya,
08:32kalau menggunakan vending machine dengan menggunakan uang kertas,
08:36itu biasanya sering banget uang kertasnya ditolak,
08:39karena dibilang katanya uang kertasnya jelek gitu ya.
08:42Tapi dengan momen sekarang, uang digital udah sering banyak sekali dipakai sama orang.
08:47Ini memudahkan orang untuk bertransaksi menggunakan vending machine.
08:51Ada satu challenges yang udah terlewati lah di situ,
08:55untuk akhirnya bisa experience membeli kopi melalui vending machine.
08:59Oke, sekarang totalnya mesinnya udah punya berapa?
09:03Sekarang kita udah 4 ribuan.
09:06Oh, nice.
09:074 ribuan tersebar di kota mana aja?
09:09Di Jakarta, Bandung, Surabaya, Jogja, Solo, Semarang, Bali.
09:13Itu sama si Jawa, Bali lah.
09:15Kota-kota besarnya.
09:17Oke, dan kesempatannya sejauh ini positif aja ya?
09:20Positif sih, di daerah justru ya tadi,
09:22memang wah ini barang baru.
09:24Oke, kalau ngomongin soal
09:27gimana sebetulnya masyarakat Indonesia melihat aktivitas kopi ini sebagai lifestyle gitu ya,
09:32ada yang ngeliat dan juga lebih prefer untuk datang ke kedai kopi ngobrol sama baristanya.
09:39Tapi kalau gue minum kopi yang gue dapatkan dari vending machine,
09:45otomatis ada experience yang gue tidak lagi rasakan gitu ya.
09:48Ngobrol sama barista,
09:50wifi-an, duduk di cafe dan lain sebagainya gitu.
09:54Nah ini kan berarti memang harus mengerucutkan jam start sendiri,
09:59fokus terhadap segmen yang nggak itu.
10:01Benar, benar.
10:02Nah itu gimana tuh eksersisnya, jangklingnya tuh gimana waktu itu?
10:05Jadi ya kita lihat kan kalau kopi ini kan tergantung,
10:09kalau di cafe kan gue pengennya enjoy ya,
10:11duduk, santai.
10:12Tapi kalau lagi jam kerja gini kan udah macet,
10:15udah mesti telat gitu kan,
10:17kan butuh yang cepat gitu.
10:19Jadi ya dari jam start ini kita ngeliat sebenarnya kita tuh bukan pengen mereplace coffee shop,
10:23malah kita tuh bisa bareng-bareng gitu tumbuhin ekosistem kopi.
10:27Jadi ya kalau lagi butuh yang cepat,
10:29yang convenient,
10:31pake lah kita, makanya namanya kan jam start.
10:33Jam start kayak mobil, kalau mati kan di jam start gitu, di set room.
10:38Nah ini jadi pagi-pagi kalau ngantuk butuh yang cepat,
10:40jam start jadi bangun gitu.
10:42Di set room sama kopi.
10:44Semangat siap menjalani hari gitu ya.
10:48Tapi along the way sampai dengan,
10:50udah berapa tahun berarti jam start?
10:52Kita mulai release mesin itu 2018.
10:542018 berarti kurang lebih 6 tahunan lah ya.
10:58Ada pengalaman jatuh bangunya dong?
11:00Ada mesin yang kayaknya apa namanya,
11:02sepi, gak pernah didatengin orang-orang,
11:04dan sebagainya?
11:06Nah itu gimana,
11:08ini kemudian menjadi satu pembelajaran yang
11:12efektif lah untuk lo sendiri sebagai CEO.
11:14Ya jadi,
11:16ya dulu kan kita coba lah ya,
11:18segala macam tempat gitu.
11:20Ada tempat yang memang
11:22kurang cocok gitu,
11:24karena contoh kayak di
11:26di stasiun kereta deh gitu.
11:28Kita pikir kan bagus, wah ternyata ribet banget gitu kan.
11:30Kalo pegang panas-panas,
11:32mesti naik lagi motor gitu.
11:34Ternyata gak cocok juga gitu.
11:36Cuman ya kita ngeliat,
11:38kebetulan ya strength kita,
11:40memang defending machine ini kan bisa dipindahin gitu.
11:42Bisa diangkut,
11:44jadi ya kita coba aja.
11:46Kita analisat, berapa bulan,
11:48kalau enggak ya pindah gitu.
11:50Kita ngeliat selalu kalo siap tempat, gak pernah gagal lah.
11:52Penting kita belajar, oh tempat kayak gini,
11:54kurang cocoknya gimana gitu.
11:56Oke, tempat yang selalu cocok
11:58untuk ditaro defending machine dari Jamstah
12:00itu apa? Perkantoran?
12:02Kantor biasa.
12:04Dan itu juga menjadi satu
12:06target, apa namanya,
12:08lokasi lah ya yang
12:10dituju atau ditarget oleh
12:12Jamstah sendiri.
12:14Menaruh defending machine-nya disitu.
12:16Oke,
12:18berarti sudah 6 tahun ya?
12:20Sudah ada pendanaan yang didapetin dong?
12:22Ada.
12:24Kita 2 kali lah.
12:26Dari Venture Capital yang sama?
12:28Ada yang beda.
12:30Pengalamannya untuk bisa ngedapetin
12:32pendanaan waktu itu, karena kan
12:34sebetulnya
12:36berarti pada saat
12:38mendapatkan pendanaan yang pertama,
12:40itu dapetnya perisit atau?
12:42Seri A.
12:44Seri A berarti udah gak perisit lagi,
12:46artinya bisnisnya sudah running,
12:48terus portfolio bisnis juga udah ada,
12:50terus Venture Capital
12:52melihat itu.
12:54Gimana cara ngeyakin Venture Capital untuk
12:56mereka akan chip in ke bisnis lo?
12:58Waktu itu kayak tadi,
13:00jadi kita di awalnya, kita cari sinergi lah.
13:02Jadi kita selalu memang
13:04cari Venture Capital yang bisa
13:06selain ngasih duit, kita bisa
13:08apa nih yang mereka bisa kasih lagi.
13:10Pas waktu itu
13:12salah satu Venture Capital, dia akan punya
13:14portfolio banyak, nanti pas kita
13:16exercise, oh bisa kerjasama dengan
13:18portfolio ini, dengan portfolio ini,
13:20makanya baru kita
13:22yakininnya ada di situ.
13:24Kita ini very open loh, dan ketika kita
13:26masuk, kita bisa bantuin ekosistem
13:28lain-lain juga bareng-bareng.
13:30Pada saat mendapatkan pendanaan, waktu itu
13:32uangnya langsung dipakai untuk apa aja?
13:34Beli mesin banyak? Beli mesin, iya.
13:36Gak boleh buat yang lain.
13:38Jadi kantor apa tetap hemat. SDM segala macam?
13:40SDM ada, cuman tetap lah
13:42kita coba recruit yang
13:44secukupnya aja.
13:46Karena sebetulnya
13:48untuk bisnis seperti ini
13:50mesinnya juga memang sudah jadi.
13:52Tidak bikin dari
13:54scratch, tinggal
13:56mikirin SDM yang mendistribusikan
13:58kemudian juga melakukan
14:00pemeliharaan dan lain-lain.
14:022024
14:04sebentar lagi akan kelar.
14:062025 kita akan
14:08masukin.
14:10Tentunya strategi atau inovasi-inovasi
14:12sudah ada di pipeline dari Jamstar sendiri.
14:14Ada yang sudah terrealisasi?
14:16Sejauh ini inovasinya?
14:18Atau mungkin yang ada di pipeline kira-kira apa aja nanti?
14:20Kalau dari kita sih kita
14:22ekspor tipe-tipe mesin yang lain.
14:24Jadi kan kita ada coffee, ada snack.
14:26Kita lihat sebenarnya banyak kok tipe mesin.
14:28Ada yang orange juice, ada yang apple juice,
14:30ada cotton candy.
14:32Kita selalu melihat
14:34setiap tempat ini cocok, taruh
14:36mesin kita, tapi mungkin barang harus beda.
14:38Dan konsepnya beda.
14:40Ini yang kita lagi godok tadi.
14:42Sama satu lagi
14:44memang kita udah buat
14:46baru launching 3 hari yang lalu.
14:48Jadi mesin kopi
14:50untuk di rumahan pakai kapsul.
14:52Cuma bedanya
14:54nggak cuma bikin kopi, tapi bisa
14:56bikin teh, bikin jahe,
14:58bikin jamu aja bahkan.
15:00Karena selama ini kapsul itu
15:02identik sama kopi doang ya?
15:04Tapi ternyata ada minuman-minuman lain yang bisa dibuat
15:06dari si mesin kapsul ini.
15:08Benar, dan kenapa kita
15:10buat ini ya dulu berkaca dari pandemi.
15:12Pandemi kan kita di kantor.
15:14Wah seneng gitu kan, kantor tutup semua.
15:16Nah itu gimana tuh?
15:18Waktu itu sempat ngelaluin itu?
15:20Ya dulu drop banget sih, bener-bener
15:22udah kayak mulai dari nol lagi gitu.
15:24Kita lihat, oh ternyata
15:26mesinnya bisa dipindahin lah.
15:28Ya udah kita pindahin dulu deh ke mana,
15:30sektor yang esensial, pabrik, bank,
15:32masih jalan. Namanya kita lihat
15:34ide kenapa kita bikin mesin
15:36buat rumahnya dari sini. Kita lihat kan,
15:38wah pada delivery kopi gitu,
15:40persaingannya ketat juga gitu. Yaudah lah,
15:42coba kalau mesin kopi bisa nggak?
15:44Tapi ya kan biasa mulai dari
15:46BM anak-anak nih, banyak maunya.
15:48Bisa nggak Pak? Jangan cuma kopi.
15:50Mau teh, mau ini, mau ini. Yaudah lah.
15:52Kita kumpulin, eh jadi juga.
15:54Tapi yang menarik adalah pada saat
15:56melewati pandemi ya, teman-teman kan
15:58terdampak langsung ya, tapi teman-teman juga
16:00mendapatkan berkah dari situ ya.
16:02Karena kan waktu itu nggak bisa orang beli
16:04langsung kopi ke
16:06apa namanya, coffee shop gitu ya.
16:08Ada barista, ada apa namanya,
16:10ada pembatasan dan lain sebagainya.
16:12Tapi dengan any vending machine,
16:14orang bisa beli kopi gitu ya,
16:16tanpa kemudian khawatir terpapar
16:18COVID-19 gitu ya.
16:20Artinya sempat dirugikan juga,
16:22tapi ternyata dapat untung juga gitu.
16:24Benar, karena ya kita coba
16:26ngelihat selalu tantangan sebagai opportunity
16:28kan waktu itu kita bikin fitur
16:30touchless order. Jadi bisa pesen
16:32dari mesin tanpa menyentuh mesin
16:34sama sekali. Dan kita
16:36bilang ke teman-teman kantor
16:38justru di mesin kita ini lebih geni
16:40disitu orang nggak perlu ngantri di coffee shop
16:42orang di kantor aja kita bersihin
16:44kita disinfektan.
16:46Akhirnya ya justru memang itu
16:48salah satu titik perkembangan kita
16:50pas COVID kita ya dari 400-an
16:52aminnya bisa tumbuh
16:542000-an selama COVID itu justru.
16:56Oke, gimana sebetulnya
16:58bisa berpikir cepat
17:00melihat sebuah hal
17:02yang mendatangkan efek negatif
17:04tapi di sisi lain
17:06tentunya ini bisa menjadi potensi juga gitu ya
17:08dan terbukti bisa menjadi
17:10titik loncat
17:12dari Jumpstart sendiri gitu.
17:14Oke, tentunya dari
17:16mitra-mitra yang sudah bekerja sama dengan Jumpstart
17:18ada kriteria-kriteria
17:20khusus lah. Kalaupun memang ternyata
17:22berminat untuk misalnya
17:24mendatangkan vending machine
17:26Jumpstart di kantornya gitu.
17:28Ada nggak sih kriteria-kriteria yang harus
17:30dipenuhi oleh
17:32kalon mitra sendiri?
17:34Ada sih ya, paling jumlah orangnya aja
17:36ada minimalnya berapa gitu
17:38sama ya kantornya
17:40ada space aja lah nggak sampai 1
17:42square meter sama listrik lah
17:44yang cukup. Yang penting itu aja
17:46kita pasang, kita yang beresin
17:48semua, dia nggak perlu repot gitu.
17:50Oke, kita fokus ke kopinya dulu
17:52yang dijual ataupun didistribusikan lah ya
17:54nah itu berarti kopinya
17:56dapetnya dari mana dan proses produksinya
17:58gimana, kemudian juga seberapa
18:00bagiannya kopi yang
18:02didistribusikan lewat
18:04vending machine ini gitu?
18:06Nah, jadi kalau kopinya kita kan ngurus sendiri
18:08jadi kita udah fine tuning
18:10terus, jadi kita coba improve terus
18:12gimana nih resep-resepnya
18:14selama beberapa tahun terakhir
18:16semua kita yang buat
18:18terus kita
18:20tim kita semua, jadi tim kita yang
18:22isi ulang, tim kita yang bersihin
18:24jadi lebih terjamin lah
18:26dan semua udah dilatih
18:28di dalam mesinnya juga kan ada
18:30lampu UV untuk membantu
18:32bersihin kumannya gitu
18:34jadi ya karena nggak pake
18:36terpegang oleh tangan
18:38ya semua pas bersihin pake sarung tangan segala
18:40ya lebih higienis gitu
18:42Oke, ada berapa jenis kopi yang ada
18:44di dalam satu vending machine?
18:46Kalau kopi, biji kopinya satu
18:48kita udah pilihin yang blendnya paling enak
18:50terus bisa lengkap lah, misal
18:52mau dari Americano, mau Cappuccino, mau Piccolo
18:54Tapi nggak single origin ya?
18:56Nggak, justru dulu kita pertama single origin
18:58tapi ternyata orang lebih suka yang
19:00ada campurannya
19:02Ada campuran terbusat, Arabica, Arabicanya juga
19:04Arabica yang mana, gitu ya dicampur lagi ya
19:06Bener, iya
19:08Tapi kita pastiin memang kualitas pasti yang bagus punya
19:10Oke, harganya berapa untuk
19:12satu cup kopi yang kita bisa
19:14peroleh di vending machine Jumpstart?
19:16Harganya mulai 8 ribuan
19:18sampai ke 12 ribuan gitu
19:20Jadi kalau yang kayak gula aren, kayak yang kopi
19:22Jadi ukurannya ada dua, ada cup yang kecil, ada yang gede
19:24Kalau yang gede ya 12 ribuan
19:26Cukup murah ya?
19:28Maksudnya kan kalau kayak kita beli di coffee shop lah ya
19:30Untuk aren sendiri bisa
19:3220-30 ribuan lah
19:34Ini bisa dengan berapa tadi? 12an
19:3612 ribu tapi bisa ngedapetin kopi yang kurang lebih
19:38most likely sama rasanya ya?
19:40Iya dong
19:42Sebetulnya bisnis ini tuh
19:44paling sensitif terhadap apa sih?
19:46Dan sejauh mana
19:48dari lo sendiri sebagai CEO
19:50mengantisipasi lah, supaya kemudian
19:52bisnisnya tetap sustain gitu
19:54ke depan
19:56Kalau F&B kepercayaan sih ya
19:58Jadi kalau kita akan makan di restoran
20:00atau apa, sekali misalkan kurang enak
20:02kayaknya males nih balik lagi gitu
20:04Jadi sama ya, kita lihat disini kan
20:06namanya teknologi ya pastilah
20:08kadang-kadang mungkin ada masalah gitu
20:10Jadi tim QC kita, tim CIS
20:12kita sih yang harus ketat gitu
20:14QC ya mastiin mesinnya ini
20:16secara rasa tuh masih optimal
20:18Customer support ya kalau misalkan
20:20ada masalah cepat gitu, refund
20:22Jadi kita memang terapkan
20:24refund tuh gak perlu banyak bertele-tele
20:26Siapa yang gak suka
20:28gak suka rasanya pun kita pasti balikin
20:30Ngomongin soal inovasi
20:32ataupun mungkin perluasan
20:34dari bisnisnya sendiri
20:36Ini kan mungkin
20:38banyak yang bisa dieksplosasinya adalah
20:40kerjasama dengan penyedia
20:42jasa pembayaran sendiri
20:44Itu juga dilakukan secara
20:46komersial, artinya mendatangkan cuan sendiri
20:48buat lo, atau itu kayak kerjasama
20:50barter aja, atau
20:54dilihat mungkin possibility lain
20:56bisnis-bisnis lain yang
20:58bisa dilakukan
21:00berbarengan
21:02dengan lo menjalankan bisnis
21:04si jam saat ini
21:06Kalau tadi sih kita prinsipnya
21:08emang selalu win-win ya gitu, jadi kita
21:10very open gak ada satu pakem
21:12kita biarin tim, yaudah pikirin aja
21:14mau gimana gitu caranya, mau barter
21:16ya kita tumbuh bareng
21:18biasanya dari partner kita
21:20bisa kasih tempat
21:22kalau dia lagi ada event ya kita ikut
21:24dia punya nasabah
21:26kan pasti ada nasabah partner ya
21:28dia kenalin, bisa kayak gitu sih
21:30salah satunya
21:32Kalau dilihat kan perkembangannya ini sudah cukup signifikan
21:34selama 6 tahun berdiri Buwan Mesin
21:36juga sudah dimiliki dan ekspansi juga
21:38sudah dilakukan di kota-kota besar
21:40di Jawa dan juga Bali, tapi kan ini juga
21:42disadari sebagai market potensial
21:44bukan hanya oleh lo doang
21:46banyak player lain yang juga
21:48melihat ini sebagai market yang potensial
21:50kuenya juga mereka
21:52ingin juga nikmatin
21:54Nah ini kan berarti kita ngomongin persaingannya
21:56Nah persaingannya gimana
21:58dan apa yang sebenarnya membedakan
22:00jam start sendiri dengan player yang lain
22:04Ya kebetulan dulu sebelum
22:06Covid lumayan banyak
22:08pas Covid
22:10kan akhirnya pada mulai
22:12terus akhirnya stop
22:14waktu itu kesempatan lah kita lihat
22:16makanya kita tetap maju
22:18Kalau dari kita
22:20perbedaannya
22:22yang kita rasa dan ini yang kita
22:24kasih tau ke tim
22:26kita tuh gak pernah melihat
22:28ini cuma kayak mesin
22:30kita pengen melihat ini tuh kayak sebuah toko
22:32makanya sebagai sebuah coffee shop
22:34kita masuk ke kantor pun
22:36kita pengen orang ini
22:38bisa menjadi lifestyle mereka nih
22:40bisa setiap hari beli
22:42kalau mesin kan yaudah kita taro
22:44yaudah laku gak laku
22:46bahannya seadanya aja
22:48kita make sure bahannya tetap yang bagus
22:50rasanya tetap yang optimal
22:52itu sih bedanya yang kita rasa
22:54dengan kompetitor
22:56Selama 6 tahun berdiri
22:58profitabilitasnya sejauh ini
23:00perkembangan seperti apa?
23:02Sudah cuan dong ya? Sudah profit dong ya?
23:04Amin ya memang sudah positif
23:06ya itu yang memang mandate dari kita ya
23:08kita coba walaupun kita tumbuh cepat
23:10tapi tetap yang sustainable lah
23:12Oke artinya gak cuma
23:14memikirkan sustainability ataupun mungkin
23:16operasionalnya aja tapi
23:18profit juga ya?
23:20Memang dari awal konsennya
23:22udah ke situ ya? Iya harus
23:24jadi kan namanya bisnis kita harus cuan
23:26Oke siap
23:28Ada target soal pendanaan
23:30lagi sejauh ini ke depan
23:32atau masih
23:34cukup oke mengandalkan
23:36profitabilitas yang juga
23:38didapatkan untuk udah melakukan
23:40ekspansi atau gimana?
23:42Kalau pendanaan sih kita
23:44gak ada yang harus gitu
23:46harus ada ya kita lihat memang
23:48siapa kalau misalnya ada yang partner ya
23:50sama nih sejalan visinya
23:52bisa berkolaborasi
23:54kenapa enggak gitu
23:56sementara kita tetap sih target kan
23:5820 ribuan mesin
24:00di 2027
24:02sementara masih on track lah
24:04kita masih nambah terus sampe kesana
24:06jadi ya kalau ada pendanaan ya
24:08boleh kalau misalkan enggak ya kita
24:10mungkin bisa tumbuh
24:12Oke dari
24:14point of view founder
24:16ataupun CEO lah ya sebelum kemudian menentukan
24:18Venture Capital gak cuma ngeliat
24:20besaran dana yang mereka akan suntik
24:22ke lo ya tapi kemudian juga
24:24ada kesamaan visi misi dan juga
24:26karakteristik gitu. Benar
24:28Nah ini juga penting ya untuk
24:30seorang founder artinya kalau ngomongin
24:32idealisme juga sias bisa
24:34mungkin idealisme juga tetap tersalurkan gitu
24:36walaupun memang ada pihak lain yang cipin ke
24:38bisnis lo gitu. Nah
24:40seberapa penting ini untuk kemudian
24:42diketahui oleh banyak founders bisnis yang
24:44ada di luar sana. Ya penting
24:46sih jadi kita kan ibaratnya kan
24:48kecari Venture Capital dia invest
24:50tuh ya kayak kita nyari ini aja lah
24:52berumah tangga gitu nyari pasangan hidup
24:54kan mesti sama-sama ceritain dulu
24:56visinya gimana ke depan
24:58mau gimana saling ngerti
25:00gitu. Saya punya idealisme
25:02dia punya idealisme gitu
25:04karena kalau misalkan
25:06ya kepepet gitu fundraisingnya
25:08karena udah kepepet kalau gak ada
25:10nih udah menghilang
25:12ya kan akhirnya susah gitu nanti
25:14ujung-ujungnya kan gak enak ya
25:16kan selalu pengen lihat long term
25:18gak cuma diusahaini tapi ke depan
25:20mungkin masih banyak kan project-project
25:22lain gitu. Jadi penting banget sih.
25:24Dan idenya juga gak yang cuman ini doang gitu ya
25:26sifatnya ada ide-ide yang lain
25:28yang juga bisa ditawarin ke Venture Capital
25:30dan mereka juga tertarik juga untuk chip-in gitu ya
25:32Benar, benar.
25:34Sip, terakhir mungkin do and don
25:36dalam berbisnis kopi dari kacamata
25:38Brian Imawan tuh apa?
25:40Do and don spesifik
25:42kopi ini?
25:44Oke, kalau do and donnya
25:46do itu selalu berinovasi sih
25:48banyak banget
25:50gitu ternyata inovasi
25:52yang bisa dilakukan terhadap kopi ini
25:54gitu
25:56jadi mesti terus berinovasi
25:58biar gak kalah nih sama perkembangan jaman
26:00gitu. Kalau donnya
26:02ya donnya itu
26:04mungkin jangan
26:06cepat menyerah juga
26:08gitu dan
26:10jangan merasa
26:12pengen semuanya menikmati
26:14kopi kita gitu. Karena ujung-ujungnya
26:16kan pasti ada lah ya orang yang suka
26:18ada yang gak gitu. Mesti cari target marketnya
26:20biar
26:22pas gitu
26:24lebih terukur
26:26menu-menu kreasinya
26:28inovasinya juga lebih terarah
26:30gitu sih. Oke, dan juga sebetulnya
26:32akan menemukan segmentasinya sendiri gitu ya
26:34Walaupun memang
26:36ada yang kemudian gak terlalu
26:38favorable dengan menikmati
26:40kopi melalui vending machine
26:42tapi ternyata banyak juga yang suka gitu ya
26:44Oke, target dalam jangka
26:46pendek dan panjang apa?
26:48Untuk Jamstack
26:50Kalau dari kita ya target jangka pendeknya
26:52masih tetap perkembangan
26:54mesinnya. Kita ngeliat tadi kan target kita
26:5620 ribuan unit
26:58Target jangka panjangnya ya amin
27:00kalau bisa kita go internasional juga
27:02kita akan pake mesin yang rumahan
27:04tadi. Banyak juga sih
27:06kemarin sempet dibawa mesinnya sampe ke
27:08Bukares malah. Ternyata ada
27:10suka juga orang-orang di sana
27:12lagi ada acara gitu. Jadi kita liat nih
27:14potensinya. Semoga kita bisa
27:16membawa kopi Indonesia dan
27:18ini ke luar negeri gitu
27:20Ini kopi yang dibawa adalah kopi lokal
27:22Iya, betul. Karena memang di luar negeri
27:24juga banyak yang suka kopi-kopi Indonesia
27:26Oke, thank you sudah join
27:28di Vincas
27:30episode kali ini. Mas Brian
27:32tepuk tangan yang paling banyak untuk Mas Brian
27:34Terima kasih. Semoga target-target
27:36dalam jangka panjang ataupun jangka pendeknya
27:38bisa tercapai ya
27:40dan juga makin banyak juga
27:42mesin-mesin dari Jamstack ini
27:44tersebar di seluruh Indonesia
27:46dan jangan lupa untuk Sobat Investor
27:48kasihkan Vincas di episode-episode
27:50lainnya karena kita masih punya
27:52topik-topik menarik lainnya yang harus
27:54kamu tonton ya. Saya Yuki Adrian
27:56pamit, daaah
27:58Thank you Mas
28:18Thank you Mas
28:20Thank you Mas
28:22Thank you Mas
28:24Thank you Mas
28:26Thank you Mas
28:28Thank you Mas
28:30Thank you Mas
28:32Thank you Mas
28:34Thank you Mas
28:36Thank you Mas
28:38Thank you Mas
28:40Thank you Mas
28:42Thank you Mas
28:44Thank you Mas

Recommended