Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 tahun yang lalu
MAUMERE (eNBe Indonesia) - Calon wakil bupati (wabup) kabupaten Sikka untuk periode 2024-2029, Simon Subandi Supriadi, memberi penjelasan menarik terkait tekadnya bersama calon bupati Juventus Prima Yoris Kago (Paket JOSS) membawa kabupaten ini menuju 'Maumere Baru'.

Apa maksud tagline ini, ikuti wawancara media ini bersama mantan anggota DPRD Sikka dua periode ini.

Simon penuh optimis mengatakan Paket JOSS memiliki jejaring yang luas, maka akan membantu paket ini membawa kabupaten ini menuju Sikka Sejahtera. Berikut penuturannya.

Visi kami adalah mewujudkan Sikka yang produktif, kretif, unggul dan mandiri. Ada 8 misi dan 32 program, didalamnya ada 5 bidang prioritas--pendidikan, kesehatan, ekonomi, birokrasi dan pembangunan yang kolaboratif.

Sikka masih banyak yang harus diperbaiki, demikian yang saya lihat selama dua kali menjabat anggota DPRD.

Tagline kami Menjadi Maumere. Artinya, kami akan menata dan memperbaiki yang belum bagus atau belum maksimal dikerjakan pemimpin sebelumnya.

Pendidikan belum bagus (sekolah dasar dan menengah), sarana prasarana, kesejahteraan guru, fasilitas pelatihan dan bimbingan teknis untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) para guru.

Anggaran pendidikan harus bisa ditingkatkan. Beri beasiswa untuk anak berprestasi. Tidak semua andalkan dari APBD, maka butuh jaringan (dengan BUMN, yayasan, swasta). Kita akan pertahankan TPP untuk para ASN.

Untuk KK miskin ekstrim, ada biaya satu sarjana dengan beasiswa. Di bidang kesehatan, kartu sikka sehat (KSS) sudah tidak bisa berlaku lagi. Kita masih punya tunggakan Rp2 miliar di rumah sakit akibat penggunaan KSS.

Kami ingin mengintegrasikan atau mengalihkan ke pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) JKN dari BPJS. Masih ada 61 ribu warga Sikka yang belum punya KIS--dibayai oleh APBN, APBD tingkat 1 dan APBD tingkat 2.

Kita akan memfasilitasi percepatan proses mengalihkan puskesmas menjadi badan layanan umum daerah (BLUD). November ini pemerintah luncurkan 4 puskesmas--Waigete, Kopeta, Nita, Paga.

Maksudnya puskesmas diberi wewenang dan anggaran untuk dikelola sendiri. Masih ada 23 puskesmas akan menyusul. Dan kita punya laboratorium kesehatan masyarakat juga akan menjadi BLUD.

Utang kita ke pemerintah pusat Rp216 miliar untuk beberapa proyek, setiap tahun kita kembalikan Rp39 miliar.

Di bidang peningkatan ekonomi, kita akan fokus pada menggairahkan kembali sektor swasta--UMKM, pariwisata, kita akan support.

Untuk keluarga miskin ekstrim, kita akan siapkan rumah siap huni. Selama ini ada dana stimulan Rp17 juta dalam bentuk bahan bangunan. Kita akan bangun rumah jadi dan siap terima kunci.

Untuk reformasi birokrasi, kami akan perhatikan the right man on the right place, itu hal pokok. Pembangunan infrastruktir--jalan ini prioritas, jaringan air bersih. Untuk generasi muda kita akan menyiapkan creative hub untuk bertransaksi secara digital.*** (PY)
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan