Skip to playerSkip to main content
  • 2 years ago

Dalam sejarahnya bakar batu merupakan pesta daging babi sebagai ungkapan rasa syukur pada Tuhan dan simbol solidaritas yang sangat kuat. Sekarang dalam pesta bakar batu, tak melulu bakar babi, tapi juga bakar ayam hingga seafood. Boleh jadi, ini menjadi bukti lain dari tingginya toleransi masyarakat Papua. Seperti salah satu resto di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat. 

 

Reporter: Aulina Lasha

Category

🗞
News
Transcript
00:00Halo teman-teman, hari ini saya mau mengajak Memirsa untuk makan makanan khas Papua.
00:15Kalau gitu kita langsung aja lihat ke dalam seperti apa makanan khas Papua dan cara makan orang Papua asli seperti apa.
00:20Yuk kita lihat!
00:25Halo Mbak Miranda, selamat siang.
00:26Halo, selamat siang.
00:27Mbak, aku lapar banget nih hari ini, aku pengen coba makanan khas Papua.
00:31Kira-kira ada apa aja nih Tante di sini?
00:33Kalau khasnya kita ada marapen, itu bakar batu ya.
00:37Kalau marapen, lauknya bisa dengan ikan bakar, bisa dengan kepiting bakar.
00:42Kita ada kepiting yang spesial dari Papua, kepiting asap.
00:46Dibakarnya dengan bumbu paci.
00:49Dan juga ada saus Singapura.
00:57Halo teman-teman, Memirsa nih, kepitingnya berada di tempat saya.
00:59Ini kepiting khas langsung dari Papua.
01:01Dan ini ada kepiting asap sama kepiting bumbu Singapura.
01:05Kalau gitu sekarang saya mau cobain ditemenin sama bakar batu atau marapen.
01:09Marapen ini di Papuanya biasanya ada tradisi orang di daerah untuk makan bersama-sama untuk merayakan sebuah perayaan atau identik dengan bersyukur.
01:27Hmm, bumbunya tuh pas Memirsa.
01:31Kepiting bumbu Singapuranya segar.
01:35Dan untuk ayamnya sendiri tuh rasanya nggak begitu rasa asin atau manisnya.
01:41Nah, sampai makan. Sekarang saya mau cobain kepiting asapnya nih.
01:53Nah, sekarang marapennya, tadi kan aku udah pakai ayam.
01:55Sekarang aku mau tambahin dengan umbi-umbianya nih.
01:58Kita cobain makan bareng sama kepitingnya ya, teman-teman.
02:08Wah, lihat teman-teman, dagingnya banyak banget.
02:19Ah, teman-teman aku kenyang banget hari ini.
02:21Kalau gitu, Memirsa kalau mau ke sini dateng aja ke Jalan Kawasan Batu Ceper, yaitu sekitar Pesanongan, Jakarta Pusat.
02:27Dari Jakarta, Wina Iyasya, dan Juru Kamera AD Supriyetna, I'm Nusma Porkar.
Comments

Recommended