Skip to playerSkip to main content
  • 2 years ago

Makan buah yang dibeli di pasar atau di toko buah mungkin sudah biasa, tapi makan buah dari hasil petik sendiri di kebunnya langsung akan menjadikan pengalaman yang luar biasa.

 

Kontributor: Sudirman

Category

🗞
News
Transcript
00:00Kita ke informasi berikutnya, pemirsa makan buah yang dibeli di pasar atau di toko buah mungkin sudah biasa ya.
00:06Tapi makan buah dari hasil petik sendiri di kebunnya langsung mungkin akan menjadi pengalaman yang tidak biasa.
00:12Di Kabupaten Musirawa, Sumatera Selatan, pemirsa wisata kebun jeruk tengah menjadi primadona.
00:17Lantaran pengunjung boleh makan jeruk sepuasnya secara gratis dan baru diminta membayar jika dibawa pulang.
00:31Siapa yang menanam, dia yang bakal menuai.
00:34Tampaknya pepatah ini tak selamanya berlaku.
00:37Sebab di Jambu Rejong, Musirawa, Sulawesi Selatan, pengunjung bebas menuai buah jeruk sepuasnya tanpa harus menanam terlebih dahulu.
00:49Selain itu, pengunjung juga bebas makan jeruk sepuasnya di dalam kebun tanpa khawatir diteriaki dan diusir sama yang punya kebun.
00:58Ya, ini karena sensasi makan jeruk jenis siam madu hasil memetik langsung di kebunnya merupakan destinasi wisata kebun jeruk di tempat ini.
01:08Soal tiket, pemilik memgratiskan biaya masuk bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana kebun.
01:15Namun, jika ingin membawa oleh-oleh jeruk hasil memetik sendiri, pengelola akan mengenakan harga jual 10 ribu rupiah untuk setiap 1 kilogramnya.
01:27Ini, tamasa ini kan kita enaknya itu mas bisa ngajak keluarga, teman-teman dengan harga jeruk yang bisa kita jangkau dan kita bisa sepuasnya ini mas makan di kebun jeruk ini mas.
01:44Banyak sekali pengunjung. Kalau awal-awal itu mungkin hanya sekitar 20 orang sampai 30.
01:52Terus kalau hari-hari ribu itu lah banyak sekali pengunjung, sampai ratusan.
01:57Banyaknya jumlah pengunjung tentu saja disyukuri oleh petani jeruk.
02:01Apalagi dengan sistem agrowisata ini, hasil penjualan jeruk mencapai 7 juta rupiah perharinya.
02:08Dari Musiralo, Sumatera Selatan, Sudirman, Anyus, melaporkan.
Comments

Recommended