00:00 [MUSIK]
00:11 Kembali di Chief Talk bersama saya Cikga Murtadzam dan saya masih bersama Menteri Pertanian Andri Amran Sulaiman.
00:17 Chief, kita balik lagi sebelum juda tadi kita membahas mengenai mimpi Indonesia ke depan, salah satunya menjadi rujukan pangan dunia.
00:25 Mungkin nanti dari teman-teman kementerian pertanian juga punya mimpi yang lain, masyarakat juga punya mimpi yang lain mengenai pertanian di kita.
00:32 Kalau dari Chief bagaimana?
00:34 Yang pertama saya lanjut sedikit, tadi untuk solusi cepat, bagaimana ada 500 ribu hektare di Jawa, kita airi sehingga indeks pertanamannya naik.
00:47 Satu kali tanam menjadi dua kali atau menjadi tiga kali. Kemudian Rawa ada 400 ribu hektare, kita optimasi juga tanam satu kali bisa jadi dua kali, tiga kali.
00:59 Nah kemudian ke depan mimpi besarnya adalah kita bisa menjadi lumbung pangan dunia.
01:06 Karena posisi kita sangat strategis.
01:08 Indonesia berada di garis satu listiwah seperti Brazil dan Indonesia. Itu keunggulan komporatif kita.
01:22 Ini harus kita garap. Curah hujan sepanjang tahun ada. Barat, tengah, Indonesia bergantian.
01:31 Kalau negara seperti Rusia, Jerman itu biasa empat bulan musim salju dan seterusnya.
01:40 Kita ini negara subur. Nah oleh karena itu ada potensi, Rawa kita ada 10 juta hektare.
01:47 Kita garap saja 5 juta, 1 juta per tahun, aku pastikan Indonesia bukan suas membadak, tapi melompat menjadi ekspor dan menjadi lumbung pangan dunia.
01:59 Kita bisa memberikan pangan pada negara miskin dalam bentuk kemanusiaan
02:05 dan kita menjual pada negara pengimpor, kurang lebih 50 negara itu dalam bentuk komersil.
02:11 Tetapi sekali lagi, garap 5 juta, 1 juta per tahun, aku pastikan Indonesia menjadi negara pengekspor beras ke depan.
02:20 Oke, sebenarnya dengan kondisi seperti itu di dalam negeri yang sudah dipaparkan oleh Jeff Amran,
02:24 artinya ketika ada misalnya darurat pangan di dunia misalnya di negara lain,
02:29 artinya dengan kemampuan yang kita punya tidak perlu keos seperti terjadi di sini.
02:33 - Enggak perlu. - Oke, enggak perlu.
02:35 Karena medikasinya udah.
02:36 Bahkan kita bisa memberi pangan pada negara lain, bisa kita memberikan bantuan ke negara lain
02:44 dan juga dua bentuk bantuan, bentuk kemanusiaan dan bentuk dalam bentuk komersil kita jual ke negara lain.
02:51 Kenapa? Negara kita sangat subur. Ini kita sudah kerjakan.
02:55 Kami sudah kerjakan dulu 2017, 2018 itu kita kerjakan 400 ribu hektare lahan rawa
03:03 yang dulunya tidak produktif menjadi produktif.
03:05 Dan berhasil. Ini tinggal dilanjutkan. Hanya satu, ini pesan ya.
03:12 Kepemimpinan itu harus berkelanjutan. Kalau program yang bagus harus dilanjutkan.
03:18 Nah di sini biasanya terjadi di Republik ini pergantian kepala desa menganggap bukan programnya,
03:26 dia tidak lanjutkan. Kemudian bupati, bupati menganggap program yang lalu bukan programnya,
03:32 dia ganti program. Kalaupun programnya bagus, juga presiden,
03:37 mesti ingat dari Bung Karno ke Parto putus, Parto ke Habibie putus.
03:43 Nah ini harus berkesinambungan. Nah alhamdulillah mudah-mudahan ke depan ini,
03:49 ini kepemimpinan berkelanjutan. Bayangkan kalau tidak berkesinambungan.
03:54 Seperti sektor pertanian. Itu ribuan triliun kerugian negara.
03:59 Karena ini pot ini, ini uang negara. Satu rupiah uang negara. Ini meja uang negara.
04:07 Jadi program yang ada kita harus lanjutkan. Mulai dari kepala desa sampai pusat,
04:13 termasuk kementerian pertanian. Dulu sosembada. Jadi ini seperti kita pocok-pocok
04:18 dua kali maju, dua kali mundur. Akhirnya mimpi kita tidak pernah tercapai.
04:23 Harusnya kita sekarang sudah ekspor. Dulu kan sudah sosembada tiga kali di era Pak Jokowi
04:28 atas arahan beliau. Kita sudah sosembada kan? Nah sekarang jagung sosembada,
04:33 sekarang impor. Beras sosembada, kita impor. Yang bertahan hanya bawang, ayam, telur.
04:40 Nah ini harus selesaikan, kita selesaikan satu-satu. Potensi kita besar.
04:45 Yang penting mau. Nah kami, permohonan kami, semua yang terlibat sektor pertanian,
04:52 jangan ganggu pertanian. Karena sekarang adalah darurat pangan, ada El Nino,
04:57 bukan saja Indonesia terkena, tapi seluruh dunia.
05:00 Apa tuh Chief yang mengganggu tadi?
05:03 Kan tidak bisa kulit kita sama, rambut kita sama, ras kita sama,
05:12 tapi kepentingan kita berbeda. Ada yang kepentingan merah putih,
05:17 ada yang kepentingan kelompok dan individu. Ini kan mengganggu kita dalam bekerja.
05:24 Oke, oke. Dan itu yang menambah apa ya?
05:27 Menambah beban, menambah masalah. Nah sehingga itulah terkadang membuat kita poco-poco.
05:31 Dua kali maju, dua kali mundur. Apa kita mau jadi negara poco-poco?
05:36 Ya sekarang saya selalu beritahu teman-teman, ini bisa.
05:41 Sosembada gak sulit, karena kita sudah capai di saat pemerintahan Pak Jokowi ini.
05:46 Tiga kali kita capai. Dan disampaikan ke publik.
05:50 Dunia mengetahui bahwa kita sosembada.
05:52 Sekarang pikiran kita bukan sosembada, melompat menjadi ekspor.
05:56 Tier ekspor, tier untuk beras dan bisa memenuhi kebutuhan dunia.
06:01 Itu mimpi kita.
06:02 Oke, Cief. Saya mau merewind sedikit ya.
06:04 Supaya tidak ada kekhawatiran lagi mungkin di masyarakat yang masih sempat,
06:08 katakanlah trauma, atau ada beberapa mungkin masih kepikiran dengan harga beras kemarin.
06:13 Yang sempat melonjak, begitu ya.
06:15 Penjelasan dari Cief Amran seperti apa?
06:18 Kondisi seperti memang kondisinya tidak bisa tertolakah,
06:20 atau memang kondisi yang memang harus kita terima dan solusinya sudah ada atau bagaimana?
06:24 Maaf, gerakan akselerasi tanam, harusnya maaf.
06:28 Tapi, harusnya di jauh sebelumnya kita preventif, bukan kuratif.
06:34 Harus dipersiapkan dari awal.
06:36 Tetapi gini, kalau saya bekerja, gak usah membahas masa lalu.
06:43 Orang itu yang selalu membahas masa lalu, hidupnya kasihan.
06:50 Move on.
06:53 Kalau mau menjadi orang hebat yang saya tahu, selalu membahas gagasan.
06:59 Selalu membahas masa depan.
07:01 Saya ilustrisikan naik mobil.
07:03 Kalau kita naik mobil dengan kecepatan tinggi, harus fokus ke depan.
07:08 Boleh melirik satu kali tapi itu hitungan detik.
07:12 Melihat kaca spion, ada apa masa lalu saya?
07:15 Kemudian kita melihat ke depan dan melakukan akselerasi.
07:19 Jadi, saya katakan tidak usah bahas yang lalu, memang ini agak terlambat.
07:27 Persiapan untuk menghadapi El Nino, karena El Nino sudah diumumkan sebelumnya.
07:31 Tetapi orang harus optimis dan harus mengatakan bisa saya selesaikan.
07:40 Sekarang ini karena kita sudah kerja 4 bulan, 3 bulan cukup efektif,
07:45 kami pastikan Maret, April, Mei, bahkan masuk Juni pangan kita aman.
07:53 Jadi, gak usah khawatir dengan itu, kami jamin.
07:57 Kenapa? Kami lihat grafik pertanaman kita.
08:00 Bisa lihat Desember tanam 1,5 juta, berarti produksinya kurang lebih mungkin 3 juta, 3,5 juta.
08:08 Kemudian Januari 1,7 juta, itu surplus karena kebutuhan kita hanya 1 juta hektare atau 3 juta ton.
08:18 Kemudian Februari 1 juta, jadi Insya Allah 4 bulan ke depan aman.
08:25 Kalau Ramadan gak aman.
08:27 Karena kita sudah saksikan di Jawa Tengah, Jawa Timur harga gabat turun.
08:34 Di Lampung harga gabat turun. Jadi Insya Allah aman.
08:41 - Oke. Cief, kita tahu bahwa nanti kan ada perantikan menteri baru.
08:47 Kalau Cief nanti dipercaya kembali, mungkin program apa yang akan menjadi diusung pertama
08:53 mengingat juga kemarin sempat ada kasus nih Cief kemarin yang ketangkep itu.
08:58 Ini bagaimana untuk memastikan bahwa kepentingan pertanian juga bersih dari kasus korupsi misalnya?
09:04 - Jadi gini, kami sudah pengalaman di sini 5 tahun.
09:08 Dulu kita 2-3 kali mendapat anti-gratifikasi terbaik dari KPK.
09:16 Dan pertama dalam sejarah.
09:18 Juga pertama dalam sejarah, bukan aku hebat, teman-teman ini yang hebat.
09:24 Itu adalah WTP pertama selama merdeka. Republik ini ada.
09:29 WTP pertama kita terima.
09:31 Itu kalau tidak salah 2016-2015.
09:34 Jadi teman-teman ini orang-orang baik.
09:38 Kalau hilap, ya semua orang pernah hilap.
09:41 Jadi kami meritokrasi.
09:45 Harus diterapkan di pertanian.
09:50 Jadi kita ini pelayan.
09:52 Harus menjadi teladan. Harus menjadi teladan dengan masyarakat.
09:55 Kami pelayan masyarakat, khususnya petani.
09:59 Jadi kita harus menjadi teladan.
10:02 Tidak mungkin kalau tangan kita kotor, membersihkan lantai kotor.
10:07 Harus tangan bersih.
10:09 Gak bisa.
10:11 Saya selalu beritahu teman-teman.
10:15 Jangan coba ada titip-titip.
10:19 Titip proyek, titip untuk naik pangkat.
10:25 Jangan coba-coba tuh ya.
10:27 Kami sudah sampaikan,
10:29 kalau ada yang dititip,
10:31 itu pasti nilainya berkurang 20%.
10:35 5 kali titip berarti jadi 0.
10:37 Ada yang menarik di sini, pelantikan kemarin.
10:40 Menarik, mungkin tidak pernah terjadi di dunia.
10:43 Kami lantik, tiba-tiba main HP.
10:49 Berdiri.
10:51 Ini mentrinya ada, sikap sempurna,
10:53 mau pelantikan main HP.
10:55 Kami keluarkan peringatan bersama dengan SK-nya.
10:58 Gak pernah terjadi.
11:00 Jadi saya katakan beri peringatan pertama,
11:03 bersama dengan SK pelantikannya.
11:06 Harus tegas.
11:08 Nah, teman-teman terima dengan baik.
11:11 Lelang jabatan biasa aja di sini.
11:14 3 bulan bisa ganti, 3 bulan bisa masuk kembali.
11:17 Capek target?
11:19 Kalau tidak capek target,
11:23 kamu jadi target.
11:25 Semur jagung lah.
11:27 Tapi mereka senang.
11:29 - Waktu kita sangat terbatas,
11:31 saya banyak yang mau ngobrol juga sama Haci Fahmar,
11:33 cuma waktu kita sangat terbatas.
11:35 Kalau saya bicara lagi tentang petani,
11:38 bagaimana sebenarnya kecenderungan,
11:40 mungkin bisa kita hitung gen milenial, gen Z,
11:43 untuk kecenderungan mereka menjadi petani,
11:45 apalagi kalau dari petani bisa jadi menteri.
11:47 Itu kan berat banget.
11:49 Gimana sih kondisinya atau fenomenanya, Cief?
11:52 Saya dari PPR jadi menteri.
11:54 Dari petani, dari bawah.
11:56 Kami PPR, bisa ditunjukkan fotonya.
11:58 Kami PPR jadi menteri.
12:01 Jadi ada kemauan yang keras,
12:03 tetapi untuk,
12:05 oh ini foto saya waktu PPR.
12:07 Nah, sekarang bagaimana menarik generasi Z
12:11 dengan milenial.
12:13 Ada di sini, namanya gempi tergerakan pemudatan Indonesia.
12:17 Tetapi, kami rencana ke depan ini,
12:20 insya Allah, mudah-mudahan kita mulai tahun ini,
12:22 membangun kawasan pertanian modern.
12:26 Apa artinya?
12:28 Kawasan ini, teknologinya khusus 200 ribu hektare,
12:32 itu sejajar dengan Taiwan, Korea Selatan, Jepang.
12:36 Khusus kawasan ini.
12:37 Paham maksudku?
12:38 Di sini teknologi, menggunakan teknologi,
12:41 tidak menggunakan manual.
12:43 Jadi semua menggunakan mekanisasi.
12:45 Mulai tanam, rice-land planter,
12:48 panen, combine harvester,
12:50 pengolahan tanam menggunakan traktor,
12:52 kemudian ini packagingnya,
12:54 RME-nya, processingnya,
12:56 langsung packagingnya, langsung ke pasar.
12:58 Ini kami akan membangun,
13:00 terlibatkan milenial di situ.
13:02 Mungkin 5.000 sampai 10.000 milenial terlibat nanti.
13:05 Nah nanti, kalau ini berhasil,
13:07 itu apa dampaknya?
13:11 Petani milenial muda, kita tarik.
13:14 Menguntungkan, menggunakan teknologi,
13:17 dengan sistem digital,
13:18 karena memumpuk nanti pakai drone,
13:20 pasti mereka tertarik.
13:22 Sektor pertanian.
13:23 Menguntungkan, tetapi berwibawa karena menggunakan teknologi.
13:27 Pasti mereka tertarik.
13:29 Nah biaya produksinya rendah,
13:31 menekan sampai 60%,
13:33 produktivitas bisa 2x lipat,
13:35 keuntungan bisa naik berlipat ganda,
13:38 inilah mimpi besar kita.
13:40 Tanpa teknologi, milenial tidak akan tertarik.
13:43 Tidak menguntungkan, milenial tidak akan tertarik.
13:46 Sehingga kita ciptakan,
13:48 bisa kita lihat,
13:50 mekanis sapi menjadi mekanisasi.
13:52 Sapi dulu menjadi traktor.
13:55 Tanam manual,
13:56 dulu 20 orang per hektare menjadi 1 orang.
13:59 Nah ini kemudian,
14:01 hand sprayer itu,
14:03 kita menyemprot manual pakai drone.
14:06 Panen tuh,
14:08 di atas pakai combiner facer.
14:10 Kemudian menjemur juga langsung,
14:12 silo.
14:14 Nah ini mimpi besar kita.
14:16 Bisa menekan,
14:18 menekan biaya produksi 50%.
14:19 Makin banyak yang menarik,
14:20 tentunya akan semakin banyak keuntungan
14:22 ketika milenial itu semakin meningkat minatnya menjadi salam pekani.
14:25 Cief Amran,
14:26 sayang sekali waktu kita terbatas.
14:28 Terima kasih atas waktunya dan insight dan informasinya.
14:30 Terima kasih banyak. Salam sehat selalu.
14:32 Terima kasih. Salam Alaikum Wr Wb.
14:34 Wabarakatullah.
14:35 Bagaimana saya, itu tadi demikian
14:36 perbincangan saya bersama Menteri Pertanian Republik Indonesia,
14:39 Andi Amran Sulaiman.
14:41 Dan kita akan kembali di program Chief Talk episode berikutnya.
14:45 Akhir kata, saya Cikgak Mutazam.
14:46 Udah diri, terima kasih dan sampai jumpa.
14:48 [Musik]
15:17 [Music]
Comments