Skip to playerSkip to main content
  • 2 years ago
Frogs salah satu perusahaan rintisan di Indonesia menyediakan drone buatan dalam negeri yang diproduksi dan dikembangkan oleh para pemuda lokal Indonesia. Dipantau dan ditangani oleh tenaga ahli yang handal dan berpengalaman di bidang teknologi drone. Drone Frogs Indonesia telah terjamin mutu dan kualitasnya karena melalui quality control, pra-produksi-pasca produksi dikontrol oleh tenaga ahli. Produk Frogs Indonesia sudah bersertifikat TKDN khususnya pada produk Sekar Agri Drone Sprayer 10 Liter.

Category

📺
TV
Transcript
00:00 Terima kasih untuk Anda yang masih bergabung dan sudah kembali bergabung bersama saya,
00:03 adegan Prisha Sombodhatu.
00:05 Ya, di CreateUp kali ini kita akan membahas tema yang menarik,
00:08 yaitu Terbang Tinggi ala startup produsen drone.
00:12 Sudah tersambung melalui video conference bersama dengan Aditya Chandra,
00:15 CEO dari Vrox Indonesia, sebuah startup produsen drone.
00:19 Terus kali, apa kabar Mas Adit?
00:21 Ya, baik Mas Wiki, Mbak Prisha.
00:25 Terima kasih sudah bergabung bersama kami di CreateUp.
00:27 Kalau bicara mengenai market drone yang ada di Indonesia,
00:30 bagaimana Anda melihatnya?
00:31 Apa yang Anda lihat sejauh mana ini kemudian menjadi sebuah market yang potensial?
00:36 Baik Mas Wiki, Indonesia market drone saat ini memang sangat menjanjikan
00:43 dan sangat besar potential market
00:45 karena kita tahu bahwa Indonesia terdiri dari negara kepulauan
00:51 dan juga ada berbagai industri di dalamnya.
00:54 Beberapa sektor yang memang menggunakan atau membutuhkan drone sendiri
01:00 itu ada di sektor agrikultur atau plantation,
01:03 juga ada di infrastruktur, contohnya seperti highway, railway,
01:07 inspeksi untuk telekomunikasi, BTS, dan lain sebagainya.
01:11 Juga di oil and gas dan mining juga butuh drone.
01:15 Selain itu juga nantinya, next-nya dalam waktu dekat ini di logistik atau kargo
01:20 juga akan membutuhkan drone dan juga pastinya di in-hunt atau industri pertahanan.
01:25 Dari Vrox sendiri ini kan dibilang tadi adalah produsen, berarti membuat drone begitu ya?
01:33 Ini bukan diimpor tapi dibuat di dalam negeri?
01:36 Betul sekali, kami membuatnya, kami memanufaktur.
01:40 TKDN-nya itu seperti apa?
01:43 Dan sektor mana yang paling banyak menggunakan drone dari Vrox?
01:49 TKDN kami sudah di assessment di 2022 lalu, kita di 27,51 persen.
01:55 Dan yang banyak menggunakan drone untuk saat ini adalah untuk agrikultur atau plantation.
02:02 Artinya melihat beberapa potensi tadi berarti Vrox sendiri melihat ini menjadi sebuah potensi yang cukup besar begitu ya?
02:16 Itu, oke.
02:18 Lachas?
02:19 Oke, silahkan.
02:21 Oke, tadi kan banyak kan, sangat bersemangat agrikultur begitu ya, berarti kan peluangnya sangat signifikan.
02:28 Apakah penggunaan drone untuk agrikultur saat ini juga segitu masifnya atau bagaimana?
02:35 Baik, kalau kita bisa ambil data dari global inside market drone,
02:41 itu di dunia sendiri saat ini sampai tahun 2028 akan forecastnya di 48,6 miliar dolar.
02:50 Untuk Asia Pasifik di tahun 2028 forecastnya di 10 miliar, dan di Indonesia sendiri,
02:58 ini yang menarik nih, 93 juta dolar Amerika itu yang akan di 2028 nanti.
03:06 Jadi Asia dan Indonesia sendiri akan menjadi the most fastest growing market for drone industry di Indonesia.
03:13 Terdiri dari beberapa sektor tadi yang agrikultur plantation, ada yang untuk infrastruktur, surveillance, mapping,
03:19 dan lain sebagainya, dan juga di logistik cargo dan juga in hand, seperti itu.
03:24 Apa efektivitas yang dirasakan oleh user dari drone yang diproduksi oleh Vrox pada saat menggunakan drone yang diproduksi,
03:35 khususnya untuk yang pertanian begitu ya?
03:37 Itu yang pertama, kemudian pertanyaan berikutnya adalah karakteristik pertanian yang seperti apa yang membutuhkan drone lah?
03:44 Karena kalau kita lihat dari sistem penyiraman sendiri, ada berbagai macam metode yang bisa dilakukan lah.
03:52 Urgency untuk kemudian sektor pertanian menggunakan drone itu apa mas Adit?
03:59 Baik, kalau boleh saya jawab. Jadi untuk saat ini memang pasti dilihat dari efektivitas dan efisiensi dari penggunaan drone
04:09 versus human ataupun petani. Yang saat ini petani lakukan menggunakan sprayer, itu manual, itu bisa 1 hektare itu bisa mungkin 1 hari ya.
04:22 1 hektare sampai 2 hektare 1 hari. Tapi kalau drone sendiri dari tingkat efisiensi dan produktifinya itu 15 menit bisa 1 hektare sampai 2 hektare.
04:32 Seperti itu, itu dari waktu. Lalu untuk dari terkena resiko paparan kimia atau pesticida itu semakin berkurang resikonya.
04:44 Jadi yang tadinya petani itu kadang terkena paparan di tangan ataupun di muka untuk melakukan secara manual, saat ini jika pakai drone itu bisa terhindar.
04:54 Nah, biasanya agrikultur yang seperti apa? Apakah misalnya lahan pergebunan sawit yang luas begitu ya, yang mungkin juga bisa melakukan pemantauan dan juga pemetaan lahan sawit?
05:10 Ataukah agrikultur yang sayuran juga mungkin atau bagaimana?
05:16 Baik, untuk lahannya sendiri kita melihat di Indonesia itu beragam juga. Dari yang tadi yang sawit yang oil palm yang memang luas sekali itu kita punya tipe yang memang drone yang cukup besar.
05:31 Jadi 30 liter itu bisa mencakup wilayah 1 blok. 1 blok itu bisa 2 sampai 3 hektare. Nah itu untuk irigasi dan juga kalau di sawit kita ada beberapa solusi selain dari yang sprayer tadi atau untuk irigasi, kita ada drone untuk harvesting,
05:48 untuk pemanen kelapa sawit dan juga ada untuk drone pembuahan ataupun polinasi seperti itu. Nah itu untuk yang di kelapa sawit.
05:57 Tapi kalau untuk yang di perkebunan, contohnya kita bisa di kebun jagung, kebun pisang, kebun nanas, itu kita bisa yang pakai 22 atau 16 liter.
06:08 Dan juga sebelumnya itu bisa menggunakan drone untuk surveillance kita ataupun aerial mapping untuk bisa mengetahui tanaman, kesehatan tanaman dan juga untuk eksplorasi lahan-lahan yang akan bisa digarap lagi.
06:23 Lalu untuk yang drone 10 liter kami itu akan bisa dipergunakan di petani, artinya di pertanian ya, untuk padi, untuk pisang dan lain sebagainya.
06:36 Dan juga drone kita dilengkapi dengan berbagai macam sensor yang bisa menghindari obstacle dan juga mengikuti kontur lahan yang ada di lahan pertanian tersebut. Contohnya kayak di Bali itu terasering dan lain sebagainya. Kita sudah siapkan itu.
06:54 Saya penasaran seperti apa proses ideationnya hingga produksi dari drone itu dihasilkan atau mungkin kita kembali ke momen di mana kemudian Vrox meladirkan sebuah usaha begitu untuk memproduksi drone, begitu apa yang menginspirasi.
07:08 Kita akan bahas usaha jenda berikut ini ya Mas Adit ya. Dan Profesor Tan, bersama kami usaha jenda kami akan segera kembali.
07:13 Terima kasih Prof. Mirsan yang kembali bersama kami dan kita masih di CreateUp membahas Vrox Indonesia, sebuah startup yang memproduksi drone, bersama dengan Mas Adit CEO-nya.
07:23 Baik, oke. Tadi sempat dibahas ataupun mungkin saya sempat tanyakan sebelum jenda proses ideationnya seperti apa sebelum akhirnya dapat memproduksi sebuah drone dan juga mungkin kembali ke momen di mana Vrox ini didirikan.
07:35 Apa sih yang menginspirasi pendirian dari Vrox sendiri Mas?
07:39 Ya, baik. Terima kasih Mas Wiki. Jadi kita melihat permasalahan problematika transportasi yang ada saat ini. Dari mulai kemacetan lalu lintas, dari mulai susahnya akses ke daerah terpencil, dan juga lamanya proses pertanian.
07:59 Dan juga SDM-SDM di pertanian kan memang petani sudah cukup berkurang. Jadi kita coba mencari inovasi untuk solusi dari masalah tersebut.
08:09 Awalnya kita memang idenya untuk bisa memberikan solusi di macetan lalu lintas Jakarta. Jadi kita membuat drone passenger.
08:19 Itu awalnya kita ambil dari yang tersulit dulu, lalu setelah itu kita lihat mana yang lebih berguna saat itulah. Lalu kita menjalankan proses produksi untuk drone yang sprayer untuk agri-culture.
08:32 Karena petani saat ini juga sudah berkurang, membutuhkan transformasi dari aplikasi teknologi di pertanian. Jadi seperti itu.
08:41 Baik, awalnya ini kan di tahun 2016 belum memproduksi drone, barulah di tahun 2020. Sampai dengan saat ini sudah berapa banyak drone yang diproduksi, kemudian harganya berapa yang paling murah?
08:55 Baik, saat ini kita sudah produksi di 134 produk, itu tersebar dari Sabang sampai Marauke sudah dipergunakan oleh beberapa pahlawan jenis pertanian dan juga petani-petani dan juga beberapa bisnis yang cukup besar, corporate.
09:12 Dan juga harga untuk di e-katalog sendiri itu di 180 jutaan rupiah.
09:18 Kalau kita bicara mengenai Insan Digital, kan sekarang banyak sekali perusahaan-perusahaan startup yang menjerat Insan Digital, bahkan kebutuhannya sangat tinggi tapi secara supply juga tidak terlalu banyak.
09:28 Nah saya pengen tahu nih, ketersediaan SDM di industri ini tuh seperti apa sih Mas Adit?
09:34 Untuk SDM sendiri memang tidak sebanyak lawyer, dokter, ataupun banker atau job yang lain. Tapi kalau dari segi SDM sendiri memang sudah cukup banyak, tapi belum bisa dibilang banyak juga.
09:52 Tapi dari Universitas Indonesia sudah mulai ada materi ataupun mata kuliah yang memang mengedepankan di teknik dirgantara, khususnya teknik sih.
10:03 Saat ini Indonesia sudah cukup melek dan sudah cukup mempersiapkan ke arah masa depan.
10:09 Itu dilihat dari kesiapan dari pilot drone yang ada di Indonesia ini menurut data saya kurang lebih di 5.000 personel yang bisa sudah sertifikasi pilot drone saat ini.
10:22 Lalu untuk yang teknik dirgantara sendiri ataupun teknik mesin, propulsion, aerodinamic itu ada dari Universitas Indonesia terkemuka seperti ITB, UGM, dan beberapa sekolah tinggi ataupun institut yang ada di Indonesia ini.
10:38 Sebenarnya sudah mulai berkembang juga ya?
10:40 Betul.
10:41 Oke Mas Adit, persaingan dengan drone luar atau yang impor, nah itu seperti apa?
10:48 Baik, ya kita gak bisa pungkiri memang sangat deras sekali khususnya dari luar negeri ya.
10:55 Karena memang yang tadi saya bilang menurut data saya di dunia sendiri ataupun di Asia memang ini yang terbesar dan juga ada satu perusahaan besar di China yang memang menguasai pasar dunia.
11:07 Itu kita tidak gentar, artinya kita lebih tahu dan lebih mengerti tentang situasi yang ada di Indonesia ini.
11:17 Jadi apa yang dipunya oleh drone China belum tentu bisa dipakai di sini ataupun belum perlu untuk dipakai di sini.
11:23 Tapi kita sendiri melalui riset dan juga melalui tes itu kita sudah tahu mana yang dibutuhkan sebenarnya oleh petani yang ada di sini.
11:31 Jadi dan juga untuk after salesnya kalau beli drone dari luar itu after salesnya ataupun ketersediaan spare part dan juga servisnya itu cukup makan waktu yang lambat atau lama, 3 bulan sampai 6 bulan.
11:44 Tapi kalau kita, kita bisa dipanggil kapanpun untuk bisa melakukan servis di Indonesia sendiri.
11:50 Bengkelnya ada di sini lebih dekat gitu ya.
11:52 Betul.
11:53 Baik target untuk Vrox ke depan sendiri apa saja Mas Adit?
11:57 Baik, target untuk Vrox sendiri ke depan kita ingin in line dengan pemerintah.
12:03 We want to make Indonesian 4.0.
12:06 Jadi kita melakukan banyak komunikasi dengan pemerintah dan kita juga didorong oleh pemerintah untuk bisa akselerasi produk dan juga serta alih teknologi demi mencapai target pemerintah 4.0.
12:23 Lalu kedua akselerasi produk seperti yang tadi, tadi banyak ya, various industri yang bisa menggunakannya.
12:30 Ada yang untuk infrastruktur, ada yang untuk passenger, ada yang untuk kargo.
12:34 Kita mempercepat prosesnya untuk bisa lebih siap dalam menghadapi tantangan drone-drone dari luar negeri.
12:42 Dan yang ketiga dari kita sendiri ingin memberikan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Indonesia
12:50 ataupun anak-anak muda yang memang sudah siap dengan alih teknologi dan mengembalikan ke pertanian lagi.
13:00 Karena sekarang anak-anak muda jarang masuk ke pertanian.
13:02 Target profilnya, profitnya sudah tercapai atau masih diupayakan?
13:06 Saat ini sampai di Desember ini sih alhamdulillah sudah di 98%, sudah hampir mid.
13:15 Oke, terima kasih banyak Mas Aditya.
13:18 Sukses selalu untuk Vrox.
13:20 Sampai jumpa Mas, sehat selalu.
13:23 Terima kasih, sehat selalu.
13:24 Dan Pemirsa, sebelum kami akhiri Power Breakfast pada pagi hari ini, data update dari Indeks Harga Saham Gabungan
13:31 sampai dengan pukul 9 lebih 28 menit waktu Indonesia Barat.
13:34 Terpantau pemirsa IHSG masih menguat 0,31% dan di 7.205, break lagi pemirsa di posisi 7.200an.
13:44 Dengan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS juga terpantau berada di 15.514
13:50 atau melemah tipis terhadap Dolar AS di 0,09%.
13:54 Untuk top gainers dan top losers dapat anda saksikan di layar profisi dan juga di data RTI.
14:01 Berikut adalah deretan saham-saham yang menjadi top gainers dan top losers pada pagi hari ini.
14:06 Di antaranya pemirsa adalah Trin, EDGE, Cuan, PTRO, GOSCO, AISA, KF, dan juga ada ESA.
14:14 Top losers ada NTBK, Jawa, SKLT, kemudian juga ada INET, DEWA, PAMG, ITMA, PTPS, dan juga AHAP.
14:23 Oke, itu dia pemirsa update dari pasar modal pada saat ini dan 90 menit sudah kami menemani anda dalam Power Breakfast.
14:31 Saya Wiki Adrian.
14:32 Dan saya Prisa Sompodatu. Sampai jumpa.
14:34 Sampai jumpa.
14:36 [Musik]
14:39 [Musik]
14:42 [Musik]
14:45 [Musik]
14:51 [Musik]
14:59 [Musik]
15:09 [Musik]
15:12 [Musik]
15:19 [Musik]
15:27 [Musik]
15:33 (Sampai jumpa di video selanjutnya)
Comments

Recommended