Skip to playerSkip to main content
  • 2 years ago
Perang Israel-Hamas telah mempertajam fokus pada peningkatan risiko geopolitik di pasar keuangan. Investor kini mengamati dan menunggu, apakah konflik tersebut akan terjadi di negara lain dan berpotensi menaikkan harga minyak lebih lanjut serta memberikan pukulan baru terhadap perekonomian.

Category

📺
TV
Transcript
00:00 Bersor Perang Israel-Hamas telah mempertajam fokus pada peningkatan risiko geopolitik di pasar keuangan.
00:06 Investor kini mengamati dan menunggu apakah konflik tersebut akan terjadi di negara lain
00:11 dan berpotensi menaikkan harga minyak lebih lanjut serta memberikan pukulan baru terhadap perekonomian dunia.
00:18 Perang Israel-Hamas telah mempertajam fokus pada peningkatan risiko geopolitik di pasar keuangan.
00:28 Pasar kini mengamati dan menunggu apakah konflik tersebut akan terjadi di negara lain
00:33 dan berpotensi menaikkan harga minyak lebih lanjut serta memberikan pukulan baru terhadap perekonomian dunia.
00:40 S&P 500 e-mini future naik tipis 0,2% setelah dibuka pada hari Minggu.
00:47 Sementara harga minyak hampir tidak berubah,
00:49 di samping itu minyak berjangka telah melonjak hampir 6% pada Jumat bekal lalu.
00:55 Gara-gara investor memperkirakan kemungkinan konflik timur-tengah yang lebih luas.
01:00 Perdagangan berfluktuasi dalam seminggu terakhir karena Wall Street khawatir apakah negara-negara lain seperti Iran akan terlibat.
01:08 Kedatian demikian investor mengarahkan sebagian besar perhatian mereka pada suku bunga dan isu-isu
01:13 yang berkaitan dengan perekonomian Amerika Serikat.
01:17 Melasi Reuters ahli strategi pasar Mulfi N. Silvers di Almhurst,
01:22 Paul Nolte mengatakan selama perang masih relatif terlokalisasi,
01:26 investor Amerika akan tetap menaruh perhatian pada timur-tengah,
01:30 namun cenderung memfokuskan diri pada debat dan musim laporan keuangan.
01:35 Sementara di Asia, bank-bank sentral negara-negara berkembang Asia mulai beralih ke cara-cara inovatif untuk melindungi mata uang mereka.
01:43 Bank sentral di Asia khawatir dengan kenaikan suku bunga debat yang masih tinggi
01:47 dan meningkatkan ketegangan global yang menurunkan aset-aset beresiko.
01:52 Mata uang Asia cenderung terdampak harus keluar karena suku bunga acuan di kawasan Asia
01:57 umumnya lebih rendah dibandingkan mata uang negara-negara berkembang,
02:01 sehingga menyebabkan perbedaan yang lebih besar dengan Amerika Serikat.
02:06 Salah satu cara yang dilakukan para pejabat untuk mengatasi hal tersebut adalah seperti yang dilakukan India,
02:13 di mana mereka berencana menjual lebih banyak obligasi untuk mendapatkan uang tunai yang memperkuat rupiah.
02:20 Serupa dengan Indonesia yang pada bulan September lalu mulai menerbitkan hutang baru untuk menarik arus masuk dan mendukung rupiah,
02:27 tidak hanya itu, Tiongkok juga menjual hutang negara dalam mata uang lokal ke luar negeri dengan jumlah besar untuk meningkatkan permintaan yuan.
02:35 Berbagai Sumber IDX Channel
02:38 Terima kasih telah menonton
02:43 Terima kasih telah menonton
02:45 [SUARA KUNING]
Comments

Recommended