00:00 [MUSIK]
00:02 [MUSIK]
00:04 [MUSIK]
00:06 [MUSIK]
00:08 [MUSIK]
00:10 [MUSIK]
00:12 [MUSIK]
00:14 [MUSIK]
00:16 [MUSIK]
00:18 [MUSIK]
00:20 [MUSIK]
00:22 [MUSIK]
00:24 [MUSIK]
00:26 [MUSIK]
00:28 [MUSIK]
00:30 [MUSIK]
00:32 [MUSIK]
00:34 [MUSIK]
00:36 [MUSIK]
00:38 [MUSIK]
00:40 [MUSIK]
00:42 [MUSIK]
00:44 [MUSIK]
00:46 [MUSIK]
00:48 [MUSIK]
00:50 [MUSIK]
00:52 [MUSIK]
00:54 [MUSIK]
00:56 [MUSIK]
00:58 [MUSIK]
01:00 [MUSIK]
01:02 [MUSIK]
01:31 [MUSIK]
01:35 Karena disini kota mediana, Pak.
01:37 Yang ada juga yang Pacu Deku Bupaten kan.
01:40 Jadi Pacu Sapi ini kota mediana Bupaten.
01:43 Dua belok kota.
01:45 Namanya iya.
01:47 Nah, untuk dari jauh ini sendiri,
01:52 itu jauhnya bisa jauh umur berapa saja,
01:58 dan jantan, betina itu semua bisa, Pak?
02:03 Bisa, Pak. Iya.
02:04 Tapi umumnya kalau di luar 50 ini,
02:06 umumnya cuma betina, Pak.
02:08 Kenapa itu, Pak?
02:09 Iya, kalau di Paikumbu ini ke Pacu 50 ini,
02:11 umumnya betina.
02:13 Cuma satu-satu yang laki-laki, yang jantan.
02:16 Pak, ini apa?
02:17 Ada juga yang jantan, cuma satu-satunya.
02:19 Ini kan tujuannya untuk penghibur dulu orang petani, Pak.
02:22 Kan gitu, kan?
02:23 Jadi dulu sebelum orang Pacu ini,
02:25 dulu kan banyak sawah ini kan sapi dulu, kan?
02:27 Sekarang udah ada banyak mesinnya, kan?
02:29 Jadi sudah ada banyak sasapinya, baru penghibur orang petani, maksudnya itu.
02:34 Biasanya kalau sudah Pacu sapi ini, Pak,
02:38 panennya menjadi jadi biasanya.
02:40 Sepelumpurnya itu kan bagus, ya kan?
02:45 [suara penonton berterima kasih]
02:49 [suara penonton berterima kasih]
02:53 [suara penonton berterima kasih]
02:57 [suara penonton berterima kasih]
03:01 [suara penonton berterima kasih]
03:04 [suara penonton berterima kasih]
03:15 [MUSIK]
Comments