Skip to playerSkip to main content
  • 2 years ago
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan kembali menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) ritel jenis Obligasi Negara Ritel (ORI) seri terbaru, yaitu ORI024. ORI024 merupakan ORI kedua yang diterbitkan Pemerintah dengan menawarkan dua pilihan jangka waktu, ORI024-T3 dengan tenor 3 tahun, dan ORI024-T6 dengan tenor 6 tahun.

ORI024 ditawarkan kepada investor individu melalui sistem online E-SBN melalui empat tahap yaitu pendaftaran, pemesanan, pembayaran dan settlement. Masa penawaran ORI024 berlangsung sejak tanggal 9 Oktober 2023 hingga 2 November 2023, dan setelment atau penerbitan pada tanggal 8 November 2023.

Category

📺
TV
Transcript
00:00 [MUSIK]
00:08 Ya pemirsa, pemerintah kembali menawarkan instrumen investasi surat berharga negara ritel
00:14 yakni obligasi negara ritel ORI 024.
00:17 ORI 024 juga ditawarkan dalam 2 tenor, 3 tahun dan 6 tahun dengan kupon masing-masing sebesar 6,1% dan 6,35%.
00:27 [MUSIK]
00:30 Pemerintah melalui Direkturat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan
00:36 kembali menerbitkan surat berharga negara atau SPN Ritel
00:40 dengan jenis obligasi negara ritel atau ORI seri terbaru, ORI 024.
00:45 ORI 024 merupakan ORI kedua yang diterbitkan pemerintah dengan menawarkan 2 pilihan jangka waktu
00:52 yaitu ORI 024 T3 dengan tenor 3 tahun dan ORI 024 T6 dengan tenor 6 tahun.
00:59 ORI 024 ditawarkan kepada investor individu melalui sistem online ESBN
01:06 melalui 4 tahap yaitu pendaftaran, pemesanan, pembayaran, dan settlement.
01:11 Masa penawaran ORI 024 berlangsung sejak tanggal 9 Oktober 2023 hingga 2 November 2023
01:20 dan settlement atau penerbitan pada tanggal 8 November 2023.
01:25 Sebagai alternatif investasi yang aman, mudah, terjangkau dan menguntungkan
01:31 ORI 024 dengan tenor 3 tahun memiliki kupon fix sebesar 6,10%.
01:37 Sedangkan ORI 024 T6 memiliki kupon 6,35% per tahun
01:43 dan nominal pembelian bisa dilakukan mulai dari 1 juta rupiah dengan maksimal 5 miliar rupiah
01:49 untuk tenor 3 tahun serta 10 miliar rupiah untuk tenor 6 tahun.
01:54 Sementara itu, instrumen investasi ORI 024 T3 dan ORI 024 T6 sudah bisa dibeli atau dipesan
02:02 melalui 29 mitra distribusi atau agen penjual yang sudah ditunjuk pemerintah
02:07 yang terdiri dari bank pemerintah dan swasta, perusahaan efek, perusahaan finansial teknologi peer-to-peer lending
02:14 serta agen penjual efek reksadana atau Aperfintech.
02:18 Dari Jakarta, Tim Liputan, IDX Channel.
02:21 Ya pemirsa untuk membahas tema menarik kita kali ini, ORI 024, Pilihan Berharga untuk Bersatu Bangun Bangsa
02:31 kita sudah tersambung melalui Zoom bersama dengan Bapak Singgi Gunarsa.
02:34 Beliau adalah KASUBDIT Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang, DJPPR Kementerian Keuangan.
02:40 Selamat pagi Pak Singgi.
02:42 Selamat pagi Mas Praas, selamat pagi para pemirsa.
02:45 Baik, salam sehat Pak Singgi.
02:46 Salam sehat selalu buat teman-teman semua.
02:49 Baik, terima kasih atas waktu disempatkan sebelum membahas lebih jauh,
02:52 bisa diupdate lebih dahulu bagaimana kondisi dari pasar surat utang, begitu khususnya yang untuk retail nih Pak Singgi.
02:58 Siap.
02:59 Kalau berbicara dengan pasar surat utang negara ya, khususnya SBN nih beberapa waktu terakhir kita mengalami kondisi yang cukup volatile.
03:08 Seperti adanya sentimen "how kiss" dari The Fed ya, para pemirsa, bapak-ibu sekalian.
03:16 Dan memang disitu kita lihat beberapa hari terakhir concern bahwa The Fed akan melainkan suku bunganya di November ini mulai merda.
03:28 Terlihat dari adanya settlement dari beberapa pejabat yang toned down.
03:38 Dan ini sepertinya menambah keyakinan pasar di beberapa hari terakhir terlihat dari penurunan yield curve kita nih, mas Bas dan bapak-ibu sekalian.
03:46 Dari sisi domestik sendiri sebenarnya cukup solid ya, makrofisikal kita cukup sehat,
03:52 APBN juga berada dalam posisi yang bagus, inflasi cenderung terkendali,
03:59 dan memang sampai dengan akhir 2023 sepertinya kondisinya untuk domestik khususnya itu cukup stabil.
04:08 Dari sisi retail sendiri sebenarnya mengikuti kondisi market, dinamika market seperti yang saya sebutkan tadi.
04:15 Dan kita lihat memang kalau kita lihat dari perkembitannya ini cukup meningkat dari tahun ke tahun ya,
04:20 bahkan di tahun 2023 ini tahunnya belum selesai kita sudah mencapai 112,9 triliun,
04:27 ini lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya ya tahun 2022 itu kita perkembitannya sebesar 107,4 ya,
04:34 bahkan di tahun 2020 itu lebih kecil lagi malah 76 triliun.
04:37 Jadi memang animenya cukup baik nih mas Bas dan bapak-ibu sekalian.
04:42 Terus kemudian lagi-lagi tren dari pergerakan surat berharga negara retail khususnya yang memang
04:47 kaitannya dengan dampak global yang masih memberikan tekanan, meskipun sudah mulai meredah karena the Fed
04:52 lagi-lagi yang menjadi kunci utama ya dari pasar obligasi global.
04:56 Betul.
04:57 Baik, lantas bagaimana? Kita tahu saat ini kan pemerintah kembali menawarkan SBN retail,
05:02 yakni obligasi negara retail atau ORI seri ORI 24.
05:06 Nah seperti apa sih struktur dari ORI ini kemudian apakah masih sama ini pak dengan ORI sebelumnya?
05:11 Adakah hal yang berbeda? Silahkan dijelaskan.
05:14 Ya, terima kasih mas Peras. Jadi untuk ORI memang memiliki fitur-fitur yang spesifik ya,
05:20 seperti misalnya kuponnya itu fix, fix rate selama maturity itu semua fix ya,
05:26 lalu bisa diperdagangan juga di pasar sekunder nanti.
05:30 Dan yang jelas ini pajaknya atas kuponnya 10%, ini sangat kompetitif dibandingkan produk investasi yang lain ya.
05:38 Jadi ini memberikan benefit dari pasar rakyat menerima kuponnya itu,
05:43 benefit kuponnya lebih utuh dibandingkan instrumen lainnya ya.
05:46 Seperti ORI sebelumnya juga ya, seperti ORI 23 kita menawarkan dual transistors ini yang 3 dan yang 6 tahun ya,
05:55 yaitu ORI 024T3 untuk yang 3 tahun dan ORI 024T6 untuk yang 6 tahun.
06:02 Nah ini kuponnya yang menarik nih mas Peras ya,
06:05 ini kita menawarkan kupon yang cukup kompetitif yaitu sebesar 6,1% untuk yang 3 tahun dan 6,35% untuk yang 6 tahun ya.
06:18 Dan di sini selain itu juga sama seperti instrumen ORI yang lainnya,
06:23 untuk batas pemasanan maksimal ORI yang T3 itu sebesar 5 miliar ya maksimalnya,
06:29 sementara untuk yang T6 lebih tinggi sebesar 10 miliar rupiah.
06:33 Namun ya untuk minimal pemasanannya sama,
06:36 ya hanya 1 juta rupiah saja Bapak-Ibu sekalian, teman-teman sekalian,
06:41 adik-adik sekalian gitu ya itu bisa pemesan ORI 24, T3 maupun T6 ini.
06:47 Baik dan hingga saat ini nih Pak Singgi,
06:49 seluruh SPN Retail yang ditawarkan baik yang sariah maupun yang konvensional,
06:54 ini kan semuanya ditawarkan dalam 2 tenor.
06:57 Nah apakah selanjutnya pemerintah juga akan terus nih akhirnya menerbitkan SPN Retail,
07:01 ini dalam 2 tenor terus menerus ini Pak Singgi?
07:04 Ya terima kasih Mas Ulas, ini pertanyaan yang baik sekali ya.
07:07 Di tahun 2023 ini sebenarnya milestone juga bagi DJPPR ini untuk meluncurkan instrumen retail,
07:14 ada dual transis, artinya kita menawarkan 2 tenor gitu ya,
07:19 biasanya kita untuk retail itu tahun-tahun sebelumnya hanya 1 tenor,
07:22 jadi memang ini kita lihat di tahun 2023 ini ya bagaimana keberhasilannya,
07:30 ini banyak juga ternyata ya, seperti contohnya di SBR 12 itu,
07:34 untuk investor yang membeli 2 instrumen sekaligus itu ada sekitar 6.000 investor ya.
07:42 Dan di ORI 23 yang kemarin kita lihat di sini yang membeli 2 tenor sekaligus itu sekitar 4.600an,
07:49 jadi memang sangat besar ya, jadi intinya sih pemerintah selalu berupaya untuk menawarkan
07:55 atau menciptakan instrumen-instrumen yang menarik ya bagi para instrumen retail,
08:02 yang menjadi alternatif ya, alternatif investasi ya dibandingkan instrumen-instrumen lainnya ya.
08:09 Selain itu juga dengan adanya dual transis ini,
08:13 jadi horizon investasi bagi para investor retail ini memiliki 2 pilihan,
08:20 ada pilihan yang jangka pendek yang 3 tahun dan pilihan yang jangka panjang 6 tahun,
08:24 apabila ingin melok investasi yang jangka panjang yang 6 tahun dengan kupon yang lebih menarik juga,
08:31 ini bisa dilakukan, tidak terbatas hanya 1 pilihan saja.
08:34 Jadi lebih terbuka nih masras untuk instrumennya seperti itu.
08:38 Itu dia, makin beragam lah ya pilihannya kalau kita lihat dengan tenor-tenor yang ditawarkan.
08:43 Nah, jika melihat dari penerbitan yang sudah dilakukan tahun ini dengan 2 tenor
08:47 dan besaran kupon juga yang berbeda dalam 1 kali penerbitan,
08:51 lantas bagaimana respon dari masyarakat sejauh ini, dari investor terhadap student retail ini?
08:57 Respon masyarakat kalau kita lihat di sini memang cukup besar juga ya mas Pras.
09:04 Jadi kalau kita lihat di sini dari tahun ke tahun tadi disampaikan saya di awal itu,
09:09 saya sampaikan di awal memang jumlah perbebitan ori ini sangat meningkat gitu ya dari waktu ke waktu ya.
09:15 Sebagai contoh nih kita lihat aja instrumen SBR 12.
09:20 SBR 12 ini memiliki rekor nih untuk jumlah investor yang berpartisipasi itu mencapai 62 ribu investor ya.
09:27 Dan itu juga belum lagi yang tadi saya sampaikan, ada 6 ribu nih yang beli 2 instrumen sekaligus gitu, 2 tenor sekaligus.
09:36 Di ori 23 juga seperti itu ya, jangkauannya juga cukup banyak ya walaupun lebih rendah dari SBR,
09:44 tapi masih cukup tinggi nih sebesar 58 ribu investor.
09:48 Di sini kita lihat bahwa kesadaran investasi terutama pasca pandemi nih ya,
09:54 masyarakat juga semakin meningkat ya dari mulai saham dan instrumen-instrumen lainnya.
09:59 Ini rupanya lebih aware lagi masyarakat bahwa uang saya ini yang dahulu dipakai gitu untuk konsumsi,
10:08 sekarang ada sisa ini bisa diinvestasikan, tidak dianggurkan saja, ditabungan gitu ya.
10:13 Banyak alternatif instrumen lain terutama dari pemerintah ini memberikan return yang sangat menarik.
10:19 Berarti sudah makin banyak nih masyarakat yang melag investasi ya khususnya di obligasi begitu.
10:25 Baik, lantas berapa target indikatif dari penerbitan ori 24 ini?
10:30 Kalau target itu seperti instrumen retail sebelumnya sebenarnya sekitar 20 triliun ya, mas pas dan bapak ibu sekalian.
10:39 Tapi kalau misalnya dilihat dari sistem ISBN kita, dari platform ini, mungkin Pak Gwis sekarang itu masih sekitar 10 triliun.
10:47 Tapi ke depannya ini kan proses penawarannya masih panjang ya, Bapak Gwis sekalian.
10:52 Jadi kita akan melihat animum masyarakat itu seperti apa, kita harapkan sih semakin hari semakin meningkat gitu ya.
10:59 Jadi apa namanya, semua masyarakat kebahagiaan nih ori yang akan kita terbitkan ori 24 ini.
11:05 Jadi mungkin bisa mencapai 20 triliun juga, tapi yang jelas apabila Bapak ibu sekalian, Bapak-Bapak Birsa, IBX Channel ini ingin memesan,
11:16 segera untuk menghubungi ya, MIDISnya agar bisa diproses nih.
11:22 Karena semakin first come, tentu saja first serve ya dari pemesanan ori 24 ini.
11:29 Apalagi peminatnya juga yang semakin banyak ya dari penerbitan ori-ori sebelumnya.
11:34 Kira-kira apa saja yang sudah dilakukan oleh pemerintahan, strategi-strategi yang sudah diterapkan agar masyarakat juga semakin berminat untuk berinvestasi di obligasi retail.
11:44 Tahan dulu jawabannya, Pak Singgi. Kita akan jadi sebentar dan pemirsa.
11:47 Kami akan segera kembali usai pariwara berikut ini.
11:49 [MUSIK]
12:06 Ya, terima kasih Anda masih bergabung bersama kami dalam Market Review dan berikut ini kami sampaikan sejumlah data terkait dengan profile dari ori 24 ini apa saja.
12:15 Ya, seperti yang bisa Anda saksikan, penerbitnya adalah pemerintah Republik Indonesia, settlement di 8 November 2023 dengan masa penawaran.
12:22 9 Oktober sampai dengan 2 November 2023 dengan minimum pemesanan 1 juta rupiah.
12:29 Ya, berikutnya kita akan cermati masa jatuh temponya untuk ori 24 T3 ini dengan tenor 3 tahun.
12:39 15 Oktober 2026 kemudian ori 24 T6 atau dengan tenor 6 tahun 15 Oktober 2029.
12:47 Sementara maksimal pemesanannya, pemesanan maksud saya untuk ori 24 T3 itu 5 miliar rupiah,
12:54 sementara ori 24 T6 10 miliar rupiah dengan tingkat kupon ini yang menarik juga.
13:00 Ori 24 T3 6,1 persen per tahun, sementara ori 24 T6 nya 6,35 persen per tahun.
13:09 Baik, berikutnya kita akan cermati keuntungan berinvestasi obligasi negara di teritual apa saja.
13:14 Kupon dan pokok dijamin oleh undang-undang, tersedianya kuotasi harga beli dari mitra distribusi,
13:20 kemudian kupon yang ditawarkan lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tingkat bunga deposito bank BUMN.
13:26 Berpotensi memperoleh capital gain, kemudian kupon dengan tingkat bunga tetap sampai pada waktu jatuh tempo.
13:34 Berikutnya dapat dipinjamkan atau dijaminkan kepada pihak lain, kupon dibayar setiap bulan,
13:39 dapat diperdagangkan juga di organize OTC melalui electronic trading platform,
13:44 dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder antar investor domestik,
13:48 serta masyarakat turut serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional.
13:53 Itulah beberapa keuntungan berinvestasi di obligasi negara retail.
13:57 Dan kita akan lanjutkan kembali perbincangan bersama dengan Bapak Singgi Gunarsa,
14:03 Kepala Subdirektorat Analisa Keuangan dan Pasar Surat Utang, DJPPR, Kementerian Keuangan.
14:09 Baik Pak Singgi kita akan lanjutkan kembali Pak, lantas bagaimana ini kalau kita bicara mengenai strategi tadi,
14:14 minatnya sudah cukup tinggi di masyarakat, tapi kan ini penetrasi masih perlu kita perluas lagi ya ke seluruh wilayah Indonesia.
14:21 Nah selagi strategi yang sudah disiapkan itu apa saja Pak?
14:24 Ya benar sekali Mas Pras, jadi memang strategi pemerintah itu, strategi kita umumnya ya,
14:30 ingin menciptakan masyarakat yang investment society sekarang.
14:36 Sekarang tuh bukan zamannya civic society lagi seperti saya kecil dulu ya,
14:39 apa namanya nabung di celana gitu kan.
14:42 Kalau sekarang harus invest ya, karena kalau nabung itu kan return kita kecil dan bahkan habis untuk bioinvestasi gitu kan.
14:50 Nah ini yang perlu dikembangkan, jadi yang pertama tentu saja edukasi dan literasi itu harus kita tingkatkan ya,
14:57 baik itu dari sisi masyarakat, dari sisi akademisi, bahkan kita juga mengakses kampus-kampus itu,
15:04 membuatkan, memberikan sosialisasi terkait dengan investasi SBNR Indonesia sekaligus untuk yang APBN secara keseluruhan, seperti itu ya.
15:13 Jadi yang kedua tentu saja kita mengembangkan infrastruktur, infrastruktur ini banyak ya Mas Prasetimapilse.
15:19 Kalian baik dari sisi fitur-fitur SBNR itu sendiri, dari sisi internal kementerian keuangan juga dikembangkan,
15:27 terus fitur-fitur di ESBN kita, elektronik SBN kita,
15:31 dan kita juga mengajak semua nitra distribusi kita untuk lebih mengembangkan pola distribusinya lagi ya,
15:39 melalui aplikasi yang lebih user friendly misalnya.
15:43 Sekarang kan tidak hanya perusahaan sekuritas saja yang memiliki aplikasi yang cukup baik gitu ya dalam berinvestasi,
15:50 tapi sekarang udah kalangan perbankan udah memiliki para super apps nih ya,
15:54 untuk kita lebih mudah ya tidak hanya belanja ya, bayar e-money dan lain-lain,
16:01 tapi juga kita bisa memesan nih investasi-investasi.
16:04 Nah ini sebelum itu di launch, biasanya kita uji dulu ya robustness dari sistem-sistem para nitra distribusi itu
16:11 untuk menjamin bahwa pesanan ya, pesanan dari para investor itu sesuai dengan keinginannya,
16:18 baik itu jumlah maupun jenis investasinya.
16:21 Jadi kita serus nih untuk mengembangkan infrastruktur itu edukasi dan infrastruktur secara terus-menerus.
16:27 Iya jadi sudah ada kepastian lah bagi para investor begitu pada saat memesan atau membeli dari ori24 bisa langsung telaksana begitu ya.
16:36 Nah untuk calon investornya nih misalnya seperti saya Pak Singgi yang ingin berinvestasi di ori24 nih bagaimana caranya,
16:44 mekanismenya seperti apa nih Pak Singgi?
16:47 Kalau ingin berinvestasi gampang sih sebenarnya kita bisa langsung mengontak mitra distribusi kita ya,
16:54 itu ada 29 bank, 29 ya mitra distribusinya itu ada 18 bank, 5 perusahaan sekuritas
17:02 dan 4 AP, Vintech dan 2 peer-to-peer lending.
17:07 Jadi banyak sekali alternatifnya, jadi perbankan yang biasa kita lakukan transaksi itu pasti bisa menampung ya minat kita untuk membeli ori.
17:17 Nah daftarnya itu ada di lending page kita www.kemenq.go.id/ori, disitu semua lengkap ya bagaimana cara kita memesan,
17:29 tinggal mengklik mitra distribusi kita langsung dibawa ke pagenya masing-masing ya.
17:34 Dan apa saja yang diperlukan jelas hanya KTP aja sih sebenarnya ya dan SID, nah ini KTPnya para investor nih SID.
17:42 Nah SID ini kadang-kadang perlu waktu walaupun sekarang udah sangat cepat sih bikin SID ya,
17:47 di IDX juga sudah sangat komodatif sistemnya jadi saya pernah mencoba itu paling kurang dari 1 hari lah ya gitu,
17:55 tapi yang jelas masih perlu ada waktu ya apalagi yang belum memiliki SID.
18:00 Kalau bagi yang sudah memiliki ya tidak perlu langsung saja memesan.
18:04 Jadi ini yang penting, KTP itu penting karena memang hanya didesain untuk retail nih,
18:09 untuk di pasar perdana nya untuk ori ya.
18:11 Institusi seperti perbankan atau perusahaan lainnya itu dapat membeli ori nanti di secondary market ya.
18:19 Jadi untuk yang primary market ini yang kita tawarkan pada masa penawaran ini lebih khusus ke individual,
18:26 makanya kita tekankan harus memiliki KTP seperti itu.
18:30 Itu dia, sangat mudah sekali modalnya cuma KTP kemudian SID.
18:35 Jadi kapan lagi nih pemirsa untuk segera saja ya memborong ori 24 yang baru saja dirilis oleh pemerintah.
18:43 Menurut Pak Singgi nih saat ini momentum yang tepatkah bagi para investor juga untuk berinvestasi di obligasi retail seperti ori 24?
18:52 Wah iya ini memang pertanyaan yang sangat bagus nih sering ditanyakan juga nih, kapan memang membeli ori gitu kan.
18:59 Jadi Pak Pebus kalian, para pemerinsa memang saat ini ya kalau kita lihat banyak sekali faktor-faktor yang mengaruhi dinamika pasar ya.
19:11 Dinamika pasar keuangan, yang utamanya kalau sekarang sih dari global ya.
19:15 Jadi naik turun itu gampang sekali terjadi gitu ya.
19:22 Volatilitas itu benar-benar terlihat sangat jelas gitu dan memang banyak sekali investor-investor yang canggih,
19:29 "Oh kalau ada volatilitas saya bisa cuan Pak" Iya silahkan saja gitu, tapi tahan gak jantungnya gitu kan.
19:36 Kalau saya sih lebih jaman investasi yang pasti-pasti aja yang aman gitu ya dan dijamin.
19:43 Nah ini kan kalau ori ini kan pasti dijamin oleh pemerintah dan aman juga ya.
19:47 Pasti nanti kupon maupun pokoknya itu akan dibayarkan.
19:51 Jadi memang sangat cocok nih di era-era untuk yang saat ini volatilitasnya sangat tinggi.
19:56 Apalagi kalau kita lihat nih ya untuk yang kupon yang konvensional ini udah sangat menarik ya.
20:01 Bapak-ibu sekalian, para pemerintah kita lihat disini udah kepala 6 semua nih ya.
20:06 Betul.
20:07 Dari T3 dan T6 ini benar-benar appetizer lah waktupun sweetenernya udah lumayan nih.
20:14 Sangat-sangat baik ya.
20:16 Kalau dari domestik sendiri memang Pak Gubernur BI sudah menyatakan bahwa BI rate-nya sudah mencapai terminal rate gitu ke depan.
20:24 Mengingat inflasinya itu akan lebih terkendali.
20:28 Jadi memang ini dengan kupon yang sangat menarik ini saya rasa ini momentum yang bagus nih untuk para investor untuk membeli ori di tahun 2023.
20:36 Ini jangan-jangan lupa Mas Kras dan Bapak-ibu sekalian ini adalah ori yang terakhir di tahun 2023 ya.
20:42 Jadi ini yang instrumen konvensional terakhir di tahun 2023 di kuat lampa.
20:47 Jadi mumpung ada gitu, jadi silakan pertawaran masih panjang.
20:51 Jangan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan ori 2024 baik itu T3 maupun T6.
20:58 Apalagi dengan tenor yang beragam kemudian tadi yieldnya sendiri atau penyelesaiannya ya 6,1% kemudian 6,35% ini mana lagi sih investasi yang bisa memberikan return yang tetap lagi ya.
21:11 Iya, dijamin sampai 6 tahun.
21:14 Nah itu dia dijamin lagi oleh pemerintah sendiri.
21:16 Jadi tidak ada lagi ya kemungkinan gagal bayar lah karena ini pemerintah yang punya.
21:21 Nah bagaimana Anda melihat dari demografi investor retail saat ini begitu?
21:26 Apakah dominasinya masih di Pulau Jawa kah atau memang sudah mulai tersebar ke banyak wilayah Indonesia?
21:32 Kalau demografi memang seiring dengan apa namanya kegiatan ekonomi yang berpusat di Pulau Jawa.
21:42 Memang sampai saat ini Pulau Jawa masih menjadi investor yang cukup tinggi untuk SBN Retail.
21:48 Namun demikian kalau kita lihat perkembangannya ini cukup mengembirakan juga ya di pulau-pulau lain di luar Jawa.
21:55 Di Sumatera, di Kalimantan ini cukup mengembirakan apalagi sekarang dengan adanya aplikasi yang cukup akomodatif bagi investor.
22:04 Asal ada internet gitu dan aplikasinya jalan ini investor juga dapat dengan mudah mengakses.
22:12 Tinggal bagaimana kita mengedukasi dan memberikan literasi saja nih ke teman-teman yang ada di luar Pulau Jawa.
22:19 Bahwa ada nih alternatif instrument yang sangat menarik ya.
22:24 Lebih menarik dari tabungan tentunya tapi lebih aman dari volatilitas pasar seperti itu.
22:31 Jadi ke depannya sih mudah-mudahan kita harapkan penyebaran investor ini dapat lebih luas lagi di luar Pulau Jawa.
22:39 Dan kita tahu secara nasional pun bahkan dominasi investor domestiknya sudah menguasai juga ya pasar surat hutang negara.
22:47 Pasti ini terima kasih banyak atas waktu yang disempatkan dan bagaimana review terkait dengan Ori24
22:53 dan sukses dan target semoga juga tercapai ya terkait dengan penerbitan dari Ori24 di tahun 2023 ini.
23:00 Selamat melanjutkan aktivitas Anda kembali. Salam sehat.
23:03 Terima kasih semua.
23:06 Baik pemirsa satu jam sudah saya menemani Anda dalam market review.
23:09 Saya Prasetyo Wibowo beserta kerabat kerja yang bertugas undur diri.
23:14 Terima kasih dan sampai jumpa.
23:16 [Musik]
23:45 [Musik]
24:03 [Musik]
24:30 (Sampai jumpa di video selanjutnya)
Comments

Recommended