Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


KOMPAS.TV - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memperlihatkan ijazahnya dalam persidangan kasus polemik ijazah di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada Kamis (05/11/2026).

Dokumen yang diperlihatkan tidak hanya ijazah Strata 1 (S1) dari Universitas Gadjah Mada (UGM), tetapi juga mencakup ijazah pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Momen Jokowi menunjukkan ijazah tersebut menjadi perhatian dalam jalannya persidangan. Dokumen ijazah diperlihatkan di hadapan majelis hakim sebagai bagian dari proses pembuktian dalam perkara tersebut.

#jokowi #ijazahjokowi #ijazah #pnjaktim

Baca Juga Situasi Terkini Sidang Ijazah di PN Jaktim, Rekayasa Lalu Lintas hingga Orasi Pendukung Jokowi di https://www.kompas.tv/nasional/699940/situasi-terkini-sidang-ijazah-di-pn-jaktim-rekayasa-lalu-lintas-hingga-orasi-pendukung-jokowi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/699942/momen-jokowi-perlihatkan-ijazah-saat-sidang-di-pn-jaktim
Transkrip
00:00Kita lihat bagaimana di persidangan Presiden Ketujuh Republik Indonesia Jokowi Dodo
00:05memperlihatkan ijasa yang diklaim asli oleh dirinya dan juga timnya.
00:10Memang seperti disebutkan sebelumnya, berikut ini adalah suasana terkini
00:16di mana Presiden Ketujuh Republik Indonesia Jokowi Dodo memperlihatkan ijasa yang diklaim asli
00:23yang dibawa ataupun dokumen yang dibawa ke ruang persidangan
00:27bukan hanya ijasa S1 ataupun serata 1, tetapi juga ijasa di level pendidikan lainnya
00:35seperti SMA, SMP, dan juga sekolah dasar.
00:39Ini dilakukan oleh pihak Jokowi Dodo untuk sebagai pembuktian bahwa dokumen yang dibawa lengkap
00:49begitu, dari ijasa SD, SMP, dan juga SMA, serta ijasa serata 1
00:57yang selama ini kerap dipermasalahkan sebagai lulusan sarjana dari Universitas Kejamada.
01:07Dan saudara, pembahasan terkait dengan sidang Roy Suryo yang menghadirkan Presiden Ketujuh Indonesia Jokowi Dodo
01:16akan kembali sesaat lagi. Tetaplah bersama kami di Breaking News Kompas TV.
01:19Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan