Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PALANGKA RAYA, KOMPAS.TV - Kabut asap menyelimuti kawasan Jembatan Kahayan, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Asap yang menutupi sejumlah titik di sekitar jembatan ini mengurangi jarak pandang.

Dari kawasan Jembatan Kahayan, kabut asap terlihat menyelimuti lingkungan sekitar.

Lapisan asap yang berada di atas permukaan sungai dan jalan membuat pemandangan di sekitar jembatan tampak samar.

Di tengah kemunculan kabut asap, warga diimbau untuk memperhatikan kondisi kesehatan dan menggunakan masker saat berada di luar rumah.

Jumlah titik panas di Provinsi Papua Selatan kembali meningkat dalam dua hari terakhir.

Tercatat sebanyak 2.618 titik panas tersebar di empat kabupaten dengan Kabupaten Merauke menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak.

Berdasarkan hasil pemantauan Stasiun Meteorologi Mopah Merauke, jumlah titik panas di wilayah Papua Selatan menunjukkan peningkatan dalam dua hari terakhir. Padahal, sebelumnya jumlah titik panas sempat menurun hingga ratusan titik.

Dari total 2.618 titik panas yang terpantau, Kabupaten Merauke menempati urutan pertama dengan 1.911 titik.

Peningkatan jumlah titik panas tersebut diakibatkan kondisi atmosfer di wilayah Papua Selatan masih cenderung sama dengan pekan-pekan sebelumnya.

Selain itu, kebakaran hutan dan lahan secara masif juga dapat meningkatkan jumlah titik panas di suatu wilayah.

Informasi terkini terkait kabut asap, kita bergabung dengan Jurnalis KompasTV, Zahwa Madjid dan Juru Kamera Bimo Wicaksana di Palangka Raya, serta uJrnalis KompasTV Sharif Jimar dan Juru Kamera Muhammad Taksaka di Merauke.

Baca Juga Karhutla Sumsel Belum Tuntas! Petugas Hadapi Sulit Air | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/696803/karhutla-sumsel-belum-tuntas-petugas-hadapi-sulit-air-sapa-pagi

#karhutla #palangkaraya #merauke

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/696805/kabut-asap-di-palangka-raya-hingga-jumlah-titik-panas-di-papua-selatan-meningkat-kompas-siang
Transkrip
00:00Kembali di kompas yang saudara kabut asap menyelimuti kawasan jembatan Kahayan, Palangka, Raya, Kalimantan Tengah.
00:06Asap yang menutupi sejumlah titik di sekitar jembatan mengurangi jarak pandang.
00:12Kawasan jembatan Kahayan, kabut asap terlihat menyelimuti lingkungan sekitar.
00:17Habisan asap yang berada di atas permukaan sungai dan jalan membuat pemandangan di sekitar jembatan tampak samar-samar.
00:25Di tengah kemunculan kabut asap, warga diimbau untuk memperhatikan kondisi kesehatan dan mengenakan masker saat berada di luar rumah.
00:48Jumlah titik panas di Provinsi Papua Selatan kembali meningkat dalam dua hari terakhir.
00:54Tercatat sebanyak 2.618 titik panas tersebar di empat kabupaten dengan kabupaten Merauke menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak.
01:06Berdasarkan pemantauan stasiun meteorologi Mopah Merauke, jumlah titik panas di Papua Selatan menunjukkan peningkatan dalam dua hari terakhir.
01:15Padahal sebelumnya jumlah titik panas sempat menurun hingga ratusan titik.
01:20Dari total 2.000 lebih titik panas yang terpantau di kabupaten Merauke menempati urutan pertama dengan 1.911 titik.
01:30Meningkatan jumlah titik panas itu diakibatkan kondisi atmosfer wilayah Papua Selatan masih cenderung sama dengan pekan sebelumnya.
01:39Setelah itu kebakaran hutan dan lahan secara masif juga meningkatkan jumlah titik panas di suatu wilayah.
01:49Dan Merauke terpantau sebanyak 1.911 titik panas.
01:54Untuk wilayah kabupaten Mufindigul ini sebanyak 569 titik panas yang terdeteksi.
02:00Kemudian untuk wilayah kabupaten Mapi sebanyak 123 titik panas.
02:04Dan untuk wilayah kabupaten Asmat sebanyak 15 titik panas.
02:08Dari sisi meteorologisnya masih relatif cenderung sama dengan pekan-pekan sebelumnya yakni untuk di wilayah Provinsi Papua Selatan.
02:18Kondisi atmosfernya masih tergolong stabil dan juga tingkat kelembaban di atmosfer menengah hingga atas ini masih dalam kategori kering.
02:29Sebelumnya diketahui asap menyelimuti jalan poros dari distrik Tanah Miring menuju distrik Jagebob, Merauke, Papua Selatan.
02:37Polisi mengungkap asap akibat aktivitas pembakaran untuk pembukaan lahan.
02:43Kapolsek Jagebob, Ibtu Turhamun bilang lahan dibakar untuk cetak sawah.
02:48Lokasinya berada di sekitar perkebunan Tebu.
02:50Polisi menemukan tumpukan kayu yang telah dibakar dan menicu kabut asap yang cukup pekat di distrik Jagebob.
02:58Namun polisi belum bisa menemukan pelaku pembakaran lahan.
03:04Si kabut asap di distrik Jagebob sudah sangat memperlatingkan.
03:09Kondisi jarak, sudah mengganggu kondisi jarak pandang bagi yang menggunakan kendaraan.
03:15Dan ditambah lagi dengan debu yang diakibat oleh musim kemarau saat ini.
03:19Yang kita dapati di sekitar distrik Jagebob ini kebanyakan lahan.
03:23Karena di beberapa tempat di perkampungan distrik Jagebob terdapat pembukaan lahan cetak sawah rakyat.
03:31Di mana pembukaan lahan ini, kayu-kayu yang terdapat di tempat pembukaan lahan itu kita dapati sudah terbakar.
03:40Informasi terkini terkait kabut asap kita bergabung dengan jurnalis kompasivi Zahwa Majid.
03:44Dan jurur kamerah Bimo Wicaksana di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
03:48Dan juga ada jurur kamerah kompasivi Syarif Jimar dan jurur kamerah Muhammad Taksyaka di Merauke, Papua Selatan.
03:54Namun kita sapa terlebih dahulu rekan Zahwa Majid di Palangkaraya.
03:58Zahwa, untuk saat ini bagaimana kondisi kabut asap terutama di kota Palangkaraya dan seperti apa pantauan Anda terkait dengan aktivitas
04:07warga di sana?
04:12Ya Juno dan juga saudara berdasarkan pantauan kami sejak pagi tadi hingga saat ini kabut asap terlihat jauh lebih tipis
04:22gitu.
04:23Jika dibandingkan dengan kondisi kota Palangkaraya pada minggu 18 Oktober 2026 kemarin.
04:29Akan ditunjukkan oleh jurur kamerah kompasivi Bimo Wicaksana.
04:34Saat ini saya berada di jalan RTA Milono, kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
04:39Terlihat kendati udara masih diselimuti oleh kabut asap.
04:45Masyarakat masih beraktifitas seperti biasa dari pagi tadi hingga saat ini.
04:49Kendaraan Rada 2, kendaraan Rada 4 tetap berlalu lalang dan juga beberapa perkantoran juga melaksanakan aktivitas seperti biasa.
04:58Karena memang bagi masyarakat kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah ini merupakan kabut asap yang cukup tipis begitu.
05:09Jadi untuk pernafasan mereka yang sudah berbulan-bulan ini diselimuti oleh kabut asap,
05:15ini merupakan hari yang dimana kabut asap tidak terlalu tebal begitu.
05:20Namun jika melihat dari indeks...
05:29Terima kasih.
05:40Terima kasih.
06:01Terima kasih.
06:28Terima kasih.
06:53Kota Palangkaraya ini mereka juga sudah sangat bersabar begitu ya.
07:00Mereka sudah sangat setiap harinya harus hidup dengan kondisi udara yang sangat berbahaya ini.
07:09Maka dari itu dari masyarakat sendiri, dari aliansi masyarakat Kalimantan Tengah akibat dari kabut asap yang sudah berbulan-bulan ini,
07:18mereka menuntut pemerintah pemerintah kota Kalimantan Tengah dengan melaksanakan aksi demonstrasi yang akan dilaksanakan rencananya pada siang hari ini pukul
07:291 siang waktu Indonesia bagian Barat.
07:31Tepatnya di belakang saya ini di kantor gubernur Kalimantan Tengah ada pun yang menjadi tuntutan nantinya bagi para aliansi masyarakat
07:40Kalimantan Tengah ini ada sembilan tuntutan.
07:42Di antaranya adalah menuntut gubernur Provinsi Kalimantan Tengah untuk membuat pernyataan bahwa pemerintah provinsi tidak bisa dalam mengurus, dalam mengatasi
07:58kebakaran hutan dan lahan ini.
07:59Lalu juga menuntut pemerintahan pusat untuk berkantor di wilayah Karhutlah untuk merasakan bagaimana asap di sini dan juga tuntutan juga
08:09menuntut gubernur Provinsi Kalimantan Tengah untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis selama 5 tahun ke depan.
08:19Baik untuk saat ini sudah 3 bulan berlalu terkait dengan kabut asap dan saat ini informasinya warga akan melakukan aksi
08:28demonstrasi di kantor gubernuran Kalimantan Tengah.
08:31Terima kasih atas laporan Anda Zahwa Majid dan juga jurukamera Bimo Wicaksana dari Palangkaraya Kalimantan Tengah.
08:39Lalu kita akan bergeser ke Merauke Papua Selatan sudah ada jurnalis Syarif Jimar dan jurukamera Muhammad Taksaka.
08:45Syarif untuk saat ini tadi informasinya titik api, titik panas itu telah mencapai 2.611 dari pekan sebelumnya.
08:54Apa yang menyebabkan kebakaran terus terjadi dan menyebar begitu luas?
09:01Baik Juno dan juga saudara memang terjadi beberapa hari sebelumnya di Merauke sempat turun karena di sejumlah titik di Kabupaten
09:09Merauke dan wilayah Poko Selatan.
09:11Seperti di Mabit sempat dihuyuk-huyuknya namun saat ini cuaca kembali panas dan 2 hari ini dilaporkan titik panas meningkat.
09:21Dari petawan kami pada Sabtu kemarin kami sempat berkutip langsung ke lokasi
09:26di mana titik distrik dengan titik panas terbatik seperti di Jagebop yang satu yang mencapai 315 titik panas.
09:35Dalam perjalanan kami menemukan sejumlah lahan, sejumlah lahan yang merupakan lahan pembuka cetak sawah rakyat ini.
09:44Kami menemukan jumlah kapasitas cukupan yang di wilayah tersebut sepanjang 50 hingga 60 km perjalanan kami menuju ke distrik Jagebop
09:54yang menjadi tujuan utama kami.
09:56Saat ke sana kami menemukan juga beberapa tumpukan kayu hasil buka lahan ini ternyata sudah terbakar Mas Juno.
10:04Saat kami melakukan konfirmasi ke distrik Jagebop, sempatnya ke Polsek Jagebop bahwa memang di wilayah Jagebop sendiri
10:14menurut ke Polsek lahan yang banyak terbakar ini merupakan lahan cetak sawah rakyat
10:19dengan rata-rata saat ditemukan, saat petugas kepolisian melakukan pemangkawan dan melihat titik api
10:28ditemukan memang kayu yang sudah terbakar.
10:32Namun situasi ini juga cukup perbahayaan Mas Juno karena dalam perjalanan sepanjang daya
10:39misalkan diri menuju Jagebop ini, Kabupaten Asam cukup menghalangi pandangan
10:43kenapa jemput jalanan yang cukup kering sehingga cukup mengganggu pandangan para penanggara.
10:50Selain itu juga di Jagebop kami juga sempat mengkonfirmasi petugas Puskesmas
10:56bahwa jumlah info naik dari belasan mencapai 30-an.
11:08Baik, kita harapkan upaya pemadaman akan terus dilakukan dan juga polisi dapat menemukan pelaku
11:15pembakaran lahan untuk cetak sawah di distrik Jagebop.
11:19Terima kasih atas laporan dari jurnalis Kompasivi Syarif Jimar dan juga juru kamera Muhammad Taksaka
11:26dari Merauke, Papua Selatan dan juga sebelumnya ada rekan Zawa Majid dan Bimo Wicoksana
11:31dari Palangkarya, Kalimantan Tengah.

Dianjurkan