00:00Kembali di kompas yang saudara kabut asap menyelimuti kawasan jembatan Kahayan, Palangka, Raya, Kalimantan Tengah.
00:06Asap yang menutupi sejumlah titik di sekitar jembatan mengurangi jarak pandang.
00:12Kawasan jembatan Kahayan, kabut asap terlihat menyelimuti lingkungan sekitar.
00:17Habisan asap yang berada di atas permukaan sungai dan jalan membuat pemandangan di sekitar jembatan tampak samar-samar.
00:25Di tengah kemunculan kabut asap, warga diimbau untuk memperhatikan kondisi kesehatan dan mengenakan masker saat berada di luar rumah.
00:48Jumlah titik panas di Provinsi Papua Selatan kembali meningkat dalam dua hari terakhir.
00:54Tercatat sebanyak 2.618 titik panas tersebar di empat kabupaten dengan kabupaten Merauke menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak.
01:06Berdasarkan pemantauan stasiun meteorologi Mopah Merauke, jumlah titik panas di Papua Selatan menunjukkan peningkatan dalam dua hari terakhir.
01:15Padahal sebelumnya jumlah titik panas sempat menurun hingga ratusan titik.
01:20Dari total 2.000 lebih titik panas yang terpantau di kabupaten Merauke menempati urutan pertama dengan 1.911 titik.
01:30Meningkatan jumlah titik panas itu diakibatkan kondisi atmosfer wilayah Papua Selatan masih cenderung sama dengan pekan sebelumnya.
01:39Setelah itu kebakaran hutan dan lahan secara masif juga meningkatkan jumlah titik panas di suatu wilayah.
01:49Dan Merauke terpantau sebanyak 1.911 titik panas.
01:54Untuk wilayah kabupaten Mufindigul ini sebanyak 569 titik panas yang terdeteksi.
02:00Kemudian untuk wilayah kabupaten Mapi sebanyak 123 titik panas.
02:04Dan untuk wilayah kabupaten Asmat sebanyak 15 titik panas.
02:08Dari sisi meteorologisnya masih relatif cenderung sama dengan pekan-pekan sebelumnya yakni untuk di wilayah Provinsi Papua Selatan.
02:18Kondisi atmosfernya masih tergolong stabil dan juga tingkat kelembaban di atmosfer menengah hingga atas ini masih dalam kategori kering.
02:29Sebelumnya diketahui asap menyelimuti jalan poros dari distrik Tanah Miring menuju distrik Jagebob, Merauke, Papua Selatan.
02:37Polisi mengungkap asap akibat aktivitas pembakaran untuk pembukaan lahan.
02:43Kapolsek Jagebob, Ibtu Turhamun bilang lahan dibakar untuk cetak sawah.
02:48Lokasinya berada di sekitar perkebunan Tebu.
02:50Polisi menemukan tumpukan kayu yang telah dibakar dan menicu kabut asap yang cukup pekat di distrik Jagebob.
02:58Namun polisi belum bisa menemukan pelaku pembakaran lahan.
03:04Si kabut asap di distrik Jagebob sudah sangat memperlatingkan.
03:09Kondisi jarak, sudah mengganggu kondisi jarak pandang bagi yang menggunakan kendaraan.
03:15Dan ditambah lagi dengan debu yang diakibat oleh musim kemarau saat ini.
03:19Yang kita dapati di sekitar distrik Jagebob ini kebanyakan lahan.
03:23Karena di beberapa tempat di perkampungan distrik Jagebob terdapat pembukaan lahan cetak sawah rakyat.
03:31Di mana pembukaan lahan ini, kayu-kayu yang terdapat di tempat pembukaan lahan itu kita dapati sudah terbakar.
03:40Informasi terkini terkait kabut asap kita bergabung dengan jurnalis kompasivi Zahwa Majid.
03:44Dan jurur kamerah Bimo Wicaksana di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
03:48Dan juga ada jurur kamerah kompasivi Syarif Jimar dan jurur kamerah Muhammad Taksyaka di Merauke, Papua Selatan.
03:54Namun kita sapa terlebih dahulu rekan Zahwa Majid di Palangkaraya.
03:58Zahwa, untuk saat ini bagaimana kondisi kabut asap terutama di kota Palangkaraya dan seperti apa pantauan Anda terkait dengan aktivitas
04:07warga di sana?
04:12Ya Juno dan juga saudara berdasarkan pantauan kami sejak pagi tadi hingga saat ini kabut asap terlihat jauh lebih tipis
04:22gitu.
04:23Jika dibandingkan dengan kondisi kota Palangkaraya pada minggu 18 Oktober 2026 kemarin.
04:29Akan ditunjukkan oleh jurur kamerah kompasivi Bimo Wicaksana.
04:34Saat ini saya berada di jalan RTA Milono, kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
04:39Terlihat kendati udara masih diselimuti oleh kabut asap.
04:45Masyarakat masih beraktifitas seperti biasa dari pagi tadi hingga saat ini.
04:49Kendaraan Rada 2, kendaraan Rada 4 tetap berlalu lalang dan juga beberapa perkantoran juga melaksanakan aktivitas seperti biasa.
04:58Karena memang bagi masyarakat kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah ini merupakan kabut asap yang cukup tipis begitu.
05:09Jadi untuk pernafasan mereka yang sudah berbulan-bulan ini diselimuti oleh kabut asap,
05:15ini merupakan hari yang dimana kabut asap tidak terlalu tebal begitu.
05:20Namun jika melihat dari indeks...
05:29Terima kasih.
05:40Terima kasih.
06:01Terima kasih.
06:28Terima kasih.
06:53Kota Palangkaraya ini mereka juga sudah sangat bersabar begitu ya.
07:00Mereka sudah sangat setiap harinya harus hidup dengan kondisi udara yang sangat berbahaya ini.
07:09Maka dari itu dari masyarakat sendiri, dari aliansi masyarakat Kalimantan Tengah akibat dari kabut asap yang sudah berbulan-bulan ini,
07:18mereka menuntut pemerintah pemerintah kota Kalimantan Tengah dengan melaksanakan aksi demonstrasi yang akan dilaksanakan rencananya pada siang hari ini pukul
07:291 siang waktu Indonesia bagian Barat.
07:31Tepatnya di belakang saya ini di kantor gubernur Kalimantan Tengah ada pun yang menjadi tuntutan nantinya bagi para aliansi masyarakat
07:40Kalimantan Tengah ini ada sembilan tuntutan.
07:42Di antaranya adalah menuntut gubernur Provinsi Kalimantan Tengah untuk membuat pernyataan bahwa pemerintah provinsi tidak bisa dalam mengurus, dalam mengatasi
07:58kebakaran hutan dan lahan ini.
07:59Lalu juga menuntut pemerintahan pusat untuk berkantor di wilayah Karhutlah untuk merasakan bagaimana asap di sini dan juga tuntutan juga
08:09menuntut gubernur Provinsi Kalimantan Tengah untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis selama 5 tahun ke depan.
08:19Baik untuk saat ini sudah 3 bulan berlalu terkait dengan kabut asap dan saat ini informasinya warga akan melakukan aksi
08:28demonstrasi di kantor gubernuran Kalimantan Tengah.
08:31Terima kasih atas laporan Anda Zahwa Majid dan juga jurukamera Bimo Wicaksana dari Palangkaraya Kalimantan Tengah.
08:39Lalu kita akan bergeser ke Merauke Papua Selatan sudah ada jurnalis Syarif Jimar dan jurukamera Muhammad Taksaka.
08:45Syarif untuk saat ini tadi informasinya titik api, titik panas itu telah mencapai 2.611 dari pekan sebelumnya.
08:54Apa yang menyebabkan kebakaran terus terjadi dan menyebar begitu luas?
09:01Baik Juno dan juga saudara memang terjadi beberapa hari sebelumnya di Merauke sempat turun karena di sejumlah titik di Kabupaten
09:09Merauke dan wilayah Poko Selatan.
09:11Seperti di Mabit sempat dihuyuk-huyuknya namun saat ini cuaca kembali panas dan 2 hari ini dilaporkan titik panas meningkat.
09:21Dari petawan kami pada Sabtu kemarin kami sempat berkutip langsung ke lokasi
09:26di mana titik distrik dengan titik panas terbatik seperti di Jagebop yang satu yang mencapai 315 titik panas.
09:35Dalam perjalanan kami menemukan sejumlah lahan, sejumlah lahan yang merupakan lahan pembuka cetak sawah rakyat ini.
09:44Kami menemukan jumlah kapasitas cukupan yang di wilayah tersebut sepanjang 50 hingga 60 km perjalanan kami menuju ke distrik Jagebop
09:54yang menjadi tujuan utama kami.
09:56Saat ke sana kami menemukan juga beberapa tumpukan kayu hasil buka lahan ini ternyata sudah terbakar Mas Juno.
10:04Saat kami melakukan konfirmasi ke distrik Jagebop, sempatnya ke Polsek Jagebop bahwa memang di wilayah Jagebop sendiri
10:14menurut ke Polsek lahan yang banyak terbakar ini merupakan lahan cetak sawah rakyat
10:19dengan rata-rata saat ditemukan, saat petugas kepolisian melakukan pemangkawan dan melihat titik api
10:28ditemukan memang kayu yang sudah terbakar.
10:32Namun situasi ini juga cukup perbahayaan Mas Juno karena dalam perjalanan sepanjang daya
10:39misalkan diri menuju Jagebop ini, Kabupaten Asam cukup menghalangi pandangan
10:43kenapa jemput jalanan yang cukup kering sehingga cukup mengganggu pandangan para penanggara.
10:50Selain itu juga di Jagebop kami juga sempat mengkonfirmasi petugas Puskesmas
10:56bahwa jumlah info naik dari belasan mencapai 30-an.
11:08Baik, kita harapkan upaya pemadaman akan terus dilakukan dan juga polisi dapat menemukan pelaku
11:15pembakaran lahan untuk cetak sawah di distrik Jagebop.
11:19Terima kasih atas laporan dari jurnalis Kompasivi Syarif Jimar dan juga juru kamera Muhammad Taksaka
11:26dari Merauke, Papua Selatan dan juga sebelumnya ada rekan Zawa Majid dan Bimo Wicoksana
11:31dari Palangkarya, Kalimantan Tengah.