Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Rocky Gerung, menyebut Istana masih menjadi sarang koruptor.

Rocky menilai, masuk ke lingkar kekuasaan tidak boleh membuat seseorang kehilangan sikap kritis dan independensi.

Ia bahkan menegaskan, dirinya tidak ingin mengabaikan logika dan etika hanya untuk membela Istana.

Rocky mengatakan, keputusannya masuk ke lingkar kekuasaan bukan berarti menutup mata terhadap persoalan korupsi.

Menurutnya, keberadaannya di dalam Istana justru diharapkan dapat membantu presiden memberantas korupsi.

Rocky juga menyoroti peran masyarakat sipil dalam melawan korupsi. Ia menilai, kritik saja tidak cukup tanpa tindakan langsung.

Ia menegaskan, presiden memiliki tanggung jawab untuk memberantas korupsi.

Pernyataan Rocky ini menegaskan pesannya bahwa berada di dalam kekuasaan tidak seharusnya menghilangkan sikap kritis terhadap praktik korupsi.

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/bhVcHeFlw1w

Baca Juga Reshuffle Kabinet, Rocky Gerung: Prabowo Harus Putus Perjanjian Politik dengan Jokowi | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/696274/reshuffle-kabinet-rocky-gerung-prabowo-harus-putus-perjanjian-politik-dengan-jokowi-rosi

#rockygerung #wantimpres #presidenprabowo



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/696275/rocky-gerung-sebut-istana-masih-jadi-sarang-koruptor-rosi
Transkrip
00:01Terima kasih Anda masih di program Rousy, bersama saya Rousy Nasilalahi dan saya bersama Roky Gerung
00:07Ya yang pernah mengatakan istana adalah sarang korupsi ya, kalau gak salah gitu dia bilangnya
00:13Tapi ya justru masuk disitu sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden
00:17Bung Roky tadi waktu kita break, kan awalnya saya tanya pada mahasiswa ini
00:22Siapa yang kecewa Bu Pak Roky masuk istana? Banyak
00:25Siapa yang sekarang sudah mulai terpengaruh? Maksudnya, bukan terpengaruh
00:29Bisa menerima alasan Pak Roky Gerung, ada yang sudah bisa menerima meskipun minimalis
00:38Ada yang masih banyak yang belum, jadi saya juga masih ingin menekankan
00:43Orang itu gak percaya, Bung Roky masuk istana itu kemudian tetap kritis, independen
00:49Softwarenya tidak bisa diubah, gak percaya
00:53There is nothing such thing, ketika udah dalam kekuasaan, itu udah pasti kijap Bung Roky
01:00Oke sekarang saya kasih kalimat pertama ya, istana itu masih sarang koruptor
01:07Saya edit gak? Emang sarang koruptor? Baru kan kemarin tuh, 2 jam lalu BNPB kena lagi
01:17Kepala MBG ditangkap, orang dekatnya presiden, 2 lagi itu
01:26Jadi saya akan edit
01:28Masa saya bilang, oh ya istana bukan sarang koruptor
01:31Itu namanya saya bohongi logika saya dan saya bohongi etika saya
01:36Masih sarang koruptor
01:38Istana memang sarang koruptor
01:39Emang sarang koruptor di BEM, ya ada korupsi kecil-kecilan
01:45Tapi istana adalah sarang koruptor
01:48So what's the point? Anda justru masuk ke sarang koruptor?
01:51Dia buat bantuin presiden, nangkep koruptor itu kan
01:58Apalagi coba?
02:02Nangkep dari luar, bagaimana nangkep dari luar?
02:06Mas Sekret Sipil juga mesti lakukan radical break
02:11Bukan ngoce-ngoce doang tuh, kasih kritik perbaikan, enggak
02:15Dia mesti attack on the spot
02:19Jadi saya enggak ragu-ragu bilang, mau saya ulangi lagi kalimatnya
02:22Istana itu adalah sarang koruptor
02:28Terus
02:29Bu Nguroki merasa bahwa
02:32Dan presiden adalah pembasmi koruptor
02:35Saya tambahin lagi tuh
02:36Ya memang itu tugas presiden
02:40Dan Anda merasa bahwa
02:43Anda bisa menjadi
02:46Pembersih
02:48Para koruptor dari sarang istana
02:50Apa itu enggak agak
02:51Bukan saya merasa, saya ingin lakukan itu
02:54Too much enggak sih, Bung Roki?
02:56Lebay enggak sih?
02:57Sedikit, bahkan
02:59Orang-orang munafi kan banyak di sana
03:03Bahasa-basi
03:06Atas dasar feudalisme tuh
03:08Enggak ada itu
03:09Kalau korupsi itu mesti disebut
03:10Lu koruptor gitu
03:12Maling
03:13Kalau maling ya itu karena kebutuhan dasar
03:15Ini koruptor artinya orang yang enggak tahu diri
03:17Udah punya jabatan
03:19Enggak ada kekurangan uang
03:21Masih nyolong uang negara
03:22Itu kan
03:24Itu mesti jadi headline
03:25Benar-benar
03:26Bukan sekedar headline di KPK
03:28Berani jujur itu hebat
03:31Itu enggak hebat orang jujur tuh
03:33Guru pasti jujur
03:34Jurnalis pasti jujur
03:35Pembuka agama pasti jujur
03:36Dua sendiri pasti jujur
03:37Enggak hebat-hebatnya
03:39Jadi di
03:41Istana mesti itu
03:42Ini sarang koruptor
03:45Ada pengakuan?
03:46Ya harus begitu
03:47Dan Presiden bilang berkali-kali kok
03:50Emang
03:54Masuk atas kesadaran sendiri
03:56Dan juga untuk memberikan saran
03:58Kritis pada Presiden
04:00At this
04:02Presiden segeri selalu mengatakan bahwa
04:05Soal kebocoran
04:06Soal bagaimana uang kita
04:08Justru dibawa lari
04:10Maka akan dibenahin
04:12Soal-soal under invoicing
04:13Ineficiency
04:15Tapi pada saat yang bersamaan
04:17Juga ada kabinet yang
04:19Jauh lebih besar
04:21Atau orang mengatakan
04:22Kabinet yang gemuk
04:24Pergantian reshuffle
04:25Juga penambahan-penambahan orang
04:27Dimana dasar etisnya?
04:29Ketika bicara soal efisiensi
04:31Tapi di saat yang bersamaan
04:33Juga membentuk
04:34Nomenklatur yang justru
04:36Jauh lebih besar
04:37Ya dia mungkin pemborosan
04:39Di situ
04:39Tetapi kalau orangnya bersih
04:41Kan kadang-kadang korupsi
04:42Kan trade-offen begitu
04:44Mau dibikin simple
04:45Tapi isinya koruptor
04:46Atau dibikin agak gede
04:47Tetapi orang yang terpercaya
04:49Dan mungkin juga belum sempurna
04:50Ini kan
04:52Dua tahun ini
04:54Itu perjanjian politik
04:56Membatalkan keinginan Presiden
04:58Untuk mengatur sendiri itu
04:59Karena ada
05:01Etika
05:02Ini kan perjanjian
05:03Kan kalau
05:04Kalau menteri dari partai
05:07G diganti
05:08Maka harus diganti
05:10Dari partai G juga
05:11Nah sekarang
05:12Diperlebar sebetulnya
05:14Problem
05:16Efisiensi itu
05:17Efisiensi
05:18Di dalam
05:20Menjaga konsolidasi politik
05:22Tetapi mungkin boros secara anggaran
05:24Yaudah itu pasti terjadi
05:26Konsekuensinya kan
05:27Tapi yang penting
05:28Tidak ada korupsi di situ
05:29Itu dulu kan
05:30Kan jadi
05:31Yang diomelin publik
05:32Adalah koruptor
05:33Nah makin lama
05:34Publik mengkaitkan
05:35Berarti nambah
05:37Orang kabinet
05:38Koruptor juga
05:39Bukan lain lagi itu
05:41Tetapi sudah terbentuk
05:42Pada publik
05:43Bahwa kabinet itu
05:44Istilahnya korupsi
05:45Ditambah dikurangi
05:46Tetap korupsi
05:47Itu benar
05:49Persepsi
05:50Bukan lagi persepsi
05:51Indikasi publik itu betul
05:52Linear
05:53Ya
05:53Hanya kan memang
05:55Ketika sejak awal
05:56Dikatakan soal efisiensi
05:58Tapi tidak secara
05:59Praktis
06:00Itu menunjukkan
06:02Efektif dan efisiensi
06:04Itu kan juga
06:05Paradoks
06:06Iya
06:07Gini-gini
06:10Efisien itu
06:10Kalau cuma dua orang
06:11Oke
06:13Kalau tambah satu
06:14Masih efisien
06:16Tambah tiga
06:17Ya mungkin gak efisien lagi
06:18Kan kita masuk dalam
06:20Prinsip ekonomi itu
06:22Namanya
06:26Law of diminishing return
06:28Begitu ditambah
06:30Kalau satu
06:31Lahan
06:32Dikerjakan oleh dua orang
06:33Itu
06:34Tidak produktif
06:35Kalau lahan
06:36Seratus meter
06:36Dikan lima orang
06:37Masih tidak
06:38Dikerjakan sepuluh orang
06:39Efektif
06:39Dikerjakan seratus orang
06:41Gak efektif
06:41Karena saling injak kaki
06:42Di situ kan
06:43Jadi ada batas
06:44Buat mengukur itu
06:45Oke kalau gitu
06:46Aku tanya
06:46Bung Roky
06:48Tapi sebenarnya
06:49Dengan jumlah
06:50Kabinet
06:50Lembaga yang dibentuk
06:52Bung Roky sendiri
06:53Merasa bahwa ini
06:54Radikal break
06:55Atau justru
06:56Sebenarnya
06:57Sesuatu yang nanti
06:59Anda akan
06:59Bisikan
07:00Dua detik
07:02Sebelum Presiden memutuskan
07:03Ya buat sekarang
07:04Kan
07:06Recruitment
07:07Akhirnya
07:08Oh ini tentara
07:09Yang ini
07:11Kalangan yang dia kenal
07:12Ya gak ada supply
07:14Dari luar
07:14Bagaimana coba
07:15Putar-putar orangnya itu
07:17Itu juga coba
07:18Itu
07:19Masalahnya di situ
07:20Jadi
07:20Mengganti itu
07:22Walaupun dia parsial
07:23Tapi
07:23Dilihat keseluruhan
07:25Dia radical break
07:26Karena idenya berubah
07:27Soalnya
07:28Anda melihat
07:29Udah
07:29Salah satu cara yang bisa
07:31Message yang sedang
07:32Ingin nyatakan adalah
07:35Independensi
07:36Seorang
07:37Presiden
07:37Mengurangi
07:39Ketergantungan
07:40Pada
07:41Ini
07:42Pada kontrak-kontrak
07:43Politik
07:43Yang bersifat elektoral
07:45Ya tapi kemudian
07:46Kenapa yang masuk tentara
07:47Ya di pekerjakannya
07:49Tentara di situ kan
07:50Nanti kalau dia korupsi
07:51Ya diganti aja kan
07:53Kan Presiden
07:54Teman-teman yang tentara itu
07:55Yang
07:56Pangkat-pangkat tinggi itu
07:57Yang dikasih jabatan
07:58Diganti semua kan
07:59Ada yang dibuih bahkan
08:01Jadi bukan itu isunya
08:03Isunya adalah
08:04Kita ingin
08:05Presiden
08:06Betul-betul
08:07Autentik
08:07Menjalankan
08:08Wilayah kekuasaan dia
08:10Kita ingin
08:11Kabinet
08:12Menjalankan
08:13Visi
08:13Dan cara
08:14Berpikir Presiden
08:15Sekarang gak ada tuh
08:17Gak ada
08:19Menteri
08:20Yang mampu tampil
08:21Ke publik
08:21Menjelaskan
08:22Kebijakan negara
08:23Akibatnya apa
08:25Presiden
08:25Mengambil alik
08:26Kabinet
08:28Jadi Presiden
08:29Jadi jurubicara
08:30Kabinet
08:30Sekarang kan
08:31Ya karena kabinetnya
08:32Ngaco semua kan
08:33Ya karena itu
08:35Diganti-ganti dong
08:36Termasuk
08:37Lembaga
08:38Orang-orang tertentu
08:39Jadi memang
08:41Saya lihat
08:42Bahwa Presiden
08:43Tidak mungkin
08:43Lakukan sesuatu
08:44Secara total
08:45Karena itu artinya
08:46Shutdown
08:47Kabinetnya
08:48Berhenti bekerja
08:49Musih
08:50Peace meal
08:51Apapun itu
08:52Ada
08:52Ada elemen
08:54Of pragmatism
08:55Ada elemen
08:56Of surprise
08:57Tetapi
08:58Bulan ini
08:59Terlihat
09:00Secara kualitatif
09:02Kabinet itu
09:03Akan dirompak
09:04Dan saya bisa
09:05Bikin prediksi
09:06Selama
09:07Bulan Oktober ini
09:09Akan ada berkali-kali
09:10Radikal break
09:12Oh ya?
09:14Ya itu namanya
09:15Prediksi
09:16Prediksi yang harus terjadi
09:18Dan saya inginkan
09:20Dua detik
09:21Sebelum itu
09:22Diucapkan
09:23Oleh Presiden
09:30Terima kasih telah menonton!
09:31Terima kasih telah menonton!
09:31Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan