00:06Selamat malam, saya Rosyana Silalahi di program Rosy Ruang Opini Sumber Informasi.
00:11Roki Gerung yang selama ini dikenal sebagai sosok dengan kritik yang keras pada kekuasaan,
00:16tapi kini sudah masuk dalam lingkaran pemerintahan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
00:22Saya mengundang Roki Gerung.
00:32Terima kasih, Rosy.
00:34Saya mau kasih tau dulu, waktu kita sebelum mulai acara ini, teman-teman mahasiswa saya tanya,
00:39siapa yang tidak setuju soal Pak Roki masuk One Team Press?
00:44Rata-rata pada tunjuk tangan.
00:46Saya tidak setuju, Pak. Saya marah, Pak.
00:49Jadi izinkan aku sekarang, meskipun kita sering ngobrol, Bung Roki,
00:53tapi izinkan saya mewakili pertanyaan mereka.
00:58Tapi kelihatannya sudah agak lain nih, jadi anggota One Team Press.
01:01Ya, enggak nih. Masih pakai jeans, kemeja enggak tangan panjang, otak masih bagus.
01:11Karena sudah diuji oleh kemarahan publik.
01:15Ngomong-ngomong, setelah dilantik jadi One Team Press, lihat sosmed enggak, Bung Roki?
01:21Enggak, enggak pernah. Aku enggak punya sosmed.
01:23Wow, tapi itu...
01:24Aku enggak punya Instagram, enggak punya TikTok, enggak punya Facebook.
01:29Enggak punya sama sekali.
01:31Ada tapi pakai, itu pakai nama doang isinya bukan saya tuh.
01:37Tapi pantau dong isi sosmed?
01:40Jarang betul.
01:42Pasti yang kirim sosmed ke saya itu hanya untuk memberitakan,
01:47Rok, lu lagi dimaki-maki tuh.
01:48Asli, asli.
01:50Gue bilang, cara makinya gimana?
01:52Ya, kalimatnya kasar tuh.
01:55Ya, kalau cuma kalimat sakar sih, itu bukan maki-maki, itu kesel doang.
01:59Itu di sosmed, Bung Roki, hancur banget loh.
02:02Itu marah banget.
02:04Oh ya?
02:06Serius.
02:07Astaga.
02:09Itu mungkin rata-rata gini, buat mereka yang memforward,
02:14Padahal enggak kesel lah.
02:15Wah, abis nih Roki.
02:16Ya, ada yang ngirimin wajah saya dibikin monyet, anjing, segala macem tuh.
02:22Tapi kan itu, ya sosmed.
02:25Kan enggak ada kesempatan mereka untuk tanya secara argumentatif,
02:29Dan enggak perlu saya punya kesempatan untuk menjelaskan secara argumentatif juga.
02:34Ya, biarkan jadi heboh di dataran sosial media kan.
02:40Mungkin karena gini, Bung Roki, karena Bung Roki kan selalu kritis pada kekuasaan.
02:46Dan sekarang masih itu?
02:47Sama aja enggak ada.
02:49Ya, itu nanti aku akan tanya, Bung Roki.
02:52Dan kemudian kan diputar ulang ketika Bung Roki mengatakan pada Bung Ferry Amsari,
02:57Mengatakan dalam tempoh yang sesingkat-singkatnya,
02:59Saya enggak akan masuk kabinet gitu.
03:02Beneran, memang saya enggak masuk.
03:03Apa kabar dengan sekarang?
03:05Saya enggak masuk kabinet.
03:06Ya, intinya kan orang mendapatkan penjelasan itu lega bahwa seorang Roki Gerung
03:12Akan selalu berada di lingkar kekuasaan.
03:15Apakah kabinet sebagai menteri, atau kepala badan.
03:18Jadi kita enggak main dalam struktur atau nomenklatur sih, Bung.
03:21Tapi intinya masuk ke dalam lingkar kekuasaan.
03:25Saya pernah bilang, saya enggak mau diatur orang itu.
03:28Jadi menteri artinya, jadi pembantu presiden.
03:32Enggak bisa bicara, hanya boleh menjalankan perintah presiden.
03:37Saya enggak, di situ.
03:39One team presiden itu enggak dengar perintah presiden.
03:41Presiden minta nasihat justru tuh.
03:44Beda status etisnya beda tuh.
03:47Dan saya tetap bawa peralatan dari luar untuk masuk ke dalam.
03:54Software saya tetap akademisi.
03:56Kan Pak Presiden perkenalkan saya sebagai akademisi tuh.
03:59Bukan wakil jurnalis, bukan wakil olahraga panjat tebing, bukan wakil komunitas agama, macam-macam.
04:07Kan enggak di situ kan.
04:09Karena itu saya anggap bahwa, ya saya cuman, nah ini dia.
04:12Saya cuman melakukan rosi.
04:15Roba posisi.
04:22Dari luar ke dalam.
04:23Tapi softwarenya sama.
04:26Itu agak enggak masuk tuh logikanya.
04:30Gimana itu landasannya?
04:32Memang susah untuk diajarkan berpikir logis.
04:35Karena ketika masuk ke dalam kekuasaan, biasanya, ya mereka udah tergadaikan, Bung Roki.
04:41Itu yang tidak dapat dibantah secara instan bahwa seorang Roki Gerung itu udah kebeli.
04:48Gimana tuh?
04:49Coba terangkan pelan-pelan.
04:50Masalahnya saya dibeli supaya enggak bersuara.
04:52Atau saya dibeli supaya duit jajan gue setiap hari nambah.
04:56Kan apa dalil gitu?
04:58Dasarnya apa coba?
05:00Dibeli supaya enggak bersuara.
05:01Uang saya bahkan udah bersuara.
05:03Bahkan Syaganda Tegor, Kelibyanu, suara luruk.
05:06Tapi itu tetap akan bersuara kan.
05:08Dibeli supaya dengan uang.
05:13Dengan uang gue mau apain duit itu gitu kan.
05:16Saya enggak perlu beli apa-apa.
05:17Hobi saya masuk luar hutan.
05:19Mau dipakai naik gunung gitu.
05:20Duit itu.
05:21Jadi enggak ada logikanya.
05:23Menganggap saya dibeli.
05:24Kalau saya tanya dibeli buat apa.
05:26Supaya anda suaranya enggak boleh bicara lagi.
05:28Loh hari pertama saya sudah bicara kok.
05:31Bahkan isi dari undang-undang itu saya tafsirkan sendiri.
05:34Bahwa saya punya kedudukan etnis.
05:36Enggak ada di undang-undang yang bilang begitu.
05:38Tapi saya anggap bahwa presiden membutuhkan kritik.
05:41Yang kedua, luruk kenapa enggak kritik presiden ya?
05:46Kalau gue kritik presiden, gue kritik diri gue sendiri dong.
05:49Kenapa?
05:49Gue pro-MBG, gue pro-koperasi.
05:51Karena itu ada dalam konstitusi itu.
05:54Itu semangat kemanusiaan yang adil dan beradab.
05:57Keadilan sosial.
05:58Semuanya disarunggarkan lewat koperasi dan MBG.
06:01Tapi kan yang korupsi gue enggak setuju.
06:05Tapi sebagai program.
06:08Bagaimana dihilangkan MBG dan kooperasi itu yang adalah perintah.
06:13Perintah implisit di dalam pasal 33.
06:16Nah itu yang saya anggap bahwa ini mereka yang kritik itu.
06:19Ya cuman sakit hati doang.
06:21Bukan karena mengerti kenapa gue lakukan.
06:23Atau kenapa, sorry ini gue terus.
06:25Kenapa saya lakukan rotasi posisi.
06:30Rosi itu.
06:31Rotasi posisi.
06:32Pindah ke dalam.
06:33Ini menarik, sedar.
06:35Karena tiba-tiba top of mind saya langsung pengen nanya.
06:37Bung, berarti ketika Bung Roki merasa bahwa program presiden Pak Prabowo ini
06:44adalah sesuatu yang diamanatkan oleh konstitusi.
06:47Jadi bisa dibilang pro pada kebijakan presiden Prabowo.
06:51Sementara waktu presiden Jokowi keras banget.
06:55Apakah seorang Roki Guru ini sejatinya memang dulu kritik itu ya karena memang membenci Jokowi aja gitu.
07:02Ini saya ideologinya kiri.
07:06Prabowo kanan.
07:07Jokowi kiri.
07:10Balik.
07:12Jokowi kanan.
07:15No, no, no.
07:16Tadi kamu bilangnya Jokowi kiri.
07:17Ya karena itu saya mau uji aja tuh.
07:19Semua orang menganggap saya kiri, Jokowi kiri, Prabowo yang kanan tuh.
07:25Berarti saya mesti anti Prabowo karena dia kanan.
07:28Oke.
07:28Jelaskan ke saya mana program Prabowo yang kanan.
07:32Semuanya programnya kiri.
07:34Kasih makan orang.
07:36Kasih pendidikan.
07:37Kasih perumahan.
07:39Sementara Jokowi sangat kanan.
07:41Pro oligarki.
07:43Pro kapitalisme.
07:45Ya itu dasarnya.
07:47Apalagi dasarnya coba.
07:48Jadi kalau bilang lu kritik Prabowo dong.
07:50Berarti gue kritik diri gue sendiri tuh.
07:53Karena itu perintah konstitusi.
07:54Bukan sekedar perintah konstitusi.
07:56Kalau perintah konstitusi itu kanan juga akan gue tentang.
07:59Tapi konstitusi kita itu dasarnya ideologi sosialistik.
08:05Dan saya dari dulu ada di dalam spektrum ideologi itu.
08:09Nah orang yang kritik saya dia mesti jelasin.
08:11Kenapa you kritik saya?
08:13Berarti kalian kapitalistik dong.
08:14Enggak begitu.
08:15Loh kalau enggak begitu ikut saya dong kan.
08:17Nedungunya disitu nih para kritisi ini.
08:19Kalau dia bilang dia enggak setuju dengan saya.
08:22Dia mesti terangkan bahwa dia kapitalistik.
08:26Baru saya bilang oke.
08:27Saya hormati karena Anda kapitalistik.
08:29Saya sosialistik.
08:30Memang akan berkelahi tuh.
08:31Tapi dia enggak mau ucapin juga dia kapitalistik.
08:34Dia apa tuh?
08:35Bung Lon apa?
08:37Jadi karena sebentar.
08:38Kalau saya menyederhanakan apa yang menjadi penjelasan Bung Rofi.
08:42Karena ada pertemuan antara gagasan tentang sosialisme.
08:46Dengan seorang Presiden Prabowo.
08:47Betul.
08:47That's why udah kayak anak jaksel nih gue.
08:53Karenanya Bung Rofi merasa ada pertemuan gagasan dengan seorang Presiden Prabowo.
08:58Dan itu berbeda dengan ketika pemerintahan Pak Jokowi.
09:01That's what I mean.
09:02Eh anak jaksel lagi.
09:03That's what I mean.
09:04Ya kan lu anak menteng.
09:07Gini ya.
09:08Kalau tanya siapa lebih dulu paham sosialisme.
09:11Saya Pak Prabowo.
09:12Pasti saya lebih dulu paham.
09:15Pak Prabowo baru mengerti itu.
09:17Setelah dia harus bikin jarak ideologi dengan pemerintahan sebelumnya tuh.
09:24Akibatnya apa?
09:27Arah kebijakan diubah tuh.
09:29Struktur pemerintahan diubah tuh.
09:32Lalu orang anggap ya state sosialisme.
09:34Memang itu state sosialisme.
09:36Sebelumnya kan bukan state sosialisme.
09:38Neoliberalisme tuh.
09:39Jadi ini betul-betul pindah ideologi ya.
09:44Nah saya menganggap bahwa dari masyarakat saya nulis paper tentang sosialisme.
09:49Dalam bentuk yang sangat tajam akademis.
09:51Tiba-tiba ada kebijakan Prabowo yang sosialistik.
09:54Maka saya backup itu.
09:56Kan bukan presidennya yang saya backup ya.
09:58Tapi ide presiden tentang sifat sosialistik dari sebuah kebijakan.
10:03Oh ini menarik.
10:04Bukan individu presiden yang dia bilang.
10:07Bukanlah bagaimana.
10:08Tapi gagasannya dia.
10:10Tapi kenapa harus masuk ke dalam?
10:13Kalau dari luar itu cuma nulis paper, nulis di kompas.
10:16Berkali-kali saya nulis di kompas tentang ideologi itu.
10:20Jadi saya ingin supaya efektif.
10:22Kalau saya dari luar, kan orang bilang dari luar lebih bagus tuh.
10:25Kayaknya jaraknya berapa tuh.
10:27Ya kalau semakin jauh ya nggak dengar kan.
10:31Lebih baik ke dalam.
10:34Jadi engine itu dari luar saya bawa ke dalam.
10:37Software itu dari luar saya bawa ke dalam.
10:40Lain kalau saya kapitalis, saya bawa ke dalam karena rabo sosialis.
10:45Maka saya dibeli untuk jadi sosialis.
10:48Tapi kan dari awal saya pikirnya sosialis.
10:50Jadi saya nggak masuk kemana-mana.
10:54Memang itu habitat yang saya inginkan.
10:56Supaya presiden jadi sosialis.
10:58Bahwa kabinetnya itu masih kapitalistik.
11:01Itu yang saya bilang radical break gitu.
11:04Itu beda saya dengan kabinet bayangan.
11:06Mereka mau memperbaiki kabinet yang kapitalistik.
11:10Dia cuma mau mengkoreksi aja.
11:12Saya bilang enggak.
11:13Dia mesti dibatalkan kabinet yang kapitalistik gitu.
11:17Oke saya mulai paham.
11:18Jadi masuk ke dalam.
11:20Supaya ingin membantu secara prinsip.
11:23Bahkan bukan membantu.
11:24Memaksakan ide-ide sosialistik itu tuh.
11:26Walaupun potensi presiden.
11:28Presiden sudah perlihatkan bahwa proyek-proyeknya dia itu welfare.
11:32Tapi nanti ada kritik itu pemborosan anggaran.
11:35Oke.
11:35Itu soal teknis.
11:36Tetapi negeri ini didirikan untuk menghasilkan masyarakat yang sosialistis.
11:42Coba tanya.
11:43Bung Kano sosialistis.
11:46Cokro Minoto sosialis.
11:48Sutan Cari sosialis.
11:49Hatta sosialis.
11:50Siapa yang enggak sosialis?
11:52Kenapa tiba-tiba kita mesti masuk di dalam jebakan kapitalistik.
11:58Yang sekarang disparitasnya tinggi secara ekonomi.
12:00Mung Roki ingin memastikan.
12:02Ya.
12:02Supaya ide yang diucapkan oleh seorang presiden Prabowo itu betul-betul terrealisasi.
12:07Ya itu.
12:07Tapi gini.
12:08Poinnya itu.
12:09Waktu press conference, Bung Roki mengatakan, saya ingin bisikan saya, kalau enggak salah ya, kira-kira.
12:16Dua detik sampai di telinga presiden.
12:19Kira-kira gitu ya?
12:21Sampai dua detik sampai di telinga presiden.
12:25Maksudnya sebelum, saya mencegah detik kedua itu terjadi.
12:29Sebelum terjadi, dua detik saya akan bisikan kepada presiden.
12:33Ya dua detik itu kan metafor doang.
12:34Artinya, supaya apa yang diucapkan dan menjadi keputusan itu, itu sejalan dengan prinsip-prinsip dan ideologi sosialis yang dimiliki oleh
12:45seorang presiden.
12:46Tidakkah ucapan itu juga bentuk arogansi, Bung Roki?
12:49Seolah-olah Anda bisa mengatur presiden?
12:52Sangat arogan.
12:53Dalam tingkat ide.
12:55Kan enggak boleh sopan-sopan untuk mengatakan, masa Pak Presiden boleh enggak, seandainya Bapak itu jadi sosialis.
13:02Justru itu tidak sopan.
13:05Karena dia akan bilang, loh saya udah sosialis kok.
13:07Justru karena saya tahu pikiran Prabowo itu sosialistik, paradigma yang sama, paralel dengan pikiran saya, ya saya bisa kira-kira
13:15kan.
13:16Begini loh, ide, bukan begini loh.
13:19Yang salah ini, yang betul itu, ukurannya apa?
13:24Ya ideologi sosialistik.
13:25Jadi saya bisa bilang, jalan berpikir dari saudara Bahlil, itu kapitalistik Pak.
13:35Harusnya sosialistik.
13:37Tapi saya enggak bisa ucapan itu ke publik.
13:41Atau jangan Bahlil itu nama jenerik aja dari siapapun bisa saya sebut begitu.
13:46Cuma karena Bahlil yang ada di kepala saya, Bahlil teman baik saya secara personal.
13:50Tapi, idenya dia itu merusak lingkungan Pak, itu.
13:54Sementara keadilan sosial, kemanusiaan yang adil beradab, sekarang dipaksa untuk menghargai lingkungan.
14:01Karena yang beradab itu kalau kita tidak merusak lingkungan, tidak mengekstrak berlebihan sesuai dengan prinsip ekologi itu.
14:11Kita enggak boleh merusak rahim ibu bumi, gitu-gitu kan.
14:14Tapi saya menarik tuh, tadi saya sempat pick up lines dari Bung Roki.
14:19Ya enggak apa-apa, itu menunjukkan kesombongan.
14:22Jika itu untuk gagasan, dan itu untuk mempertahankan ekologis, maka itu layak untuk diperjuangkan.
14:31Yuk kita tepuk tangan dulu sebelum break.
14:33Terima kasih.