Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PALANGKA RAYA, KOMPAS.TV - Tiga bulan berlalu, kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia belum juga tuntas dipadamkan.

Di tengah kepungan asap dan ancaman kesehatan, relawan dari berbagai lapisan masyarakat turun langsung berjuang memadamkan api yang terus menyala.

Di tengah kondisi yang semakin mengkhawatirkan, relawan bersama TNI berjibaku melakukan pendinginan lahan gambut di Jalan Mahir Mahar Kilometer 10, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Di antara mereka, ada Elkana Christian, seorang mahasiswa yang memilih menyisihkan waktunya, untuk menjadi relawan pemadam kebakaran, saat perkuliahan dijalani secara jarak jauh.

Elkana memilih terjun langsung ke lapangan dengan tujuan sederhana, yakni melihat langit Palangka Raya cerah kembali.

Namun, di tengah semangat para relawan memadamkan api, upaya penanganan karhutla masih menghadapi tantangan besar.

Lahan gambut yang terbakar tidak mudah dipadamkan. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Sp. Panjaitan menyatakan jika hujan yang turun terus-menerus menjadi "satu-satunya" jalan memadamkan kebakaran hutan dan lahan secara tuntas.

Berlarutnya penanganan karhutla membuat Aliansi Rakyat Kalimantan Tengah berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.

Massa menuntut penanganan lebih serius terhadap kebakaran hutan dan lahan yang kini terjadi. Massa juga meminta agar Presiden Prabowo tidak hanya menerima laporan saja, melainkan segera memanggil kepala daerah Kalimantan Tengah.

Baca Juga Hujan Guyur Palangka Raya, Relawan Karhutla Sambut dengan Joget di https://www.kompas.tv/regional/696196/hujan-guyur-palangka-raya-relawan-karhutla-sambut-dengan-joget

#relawan #karhutla #palangkaraya

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/696225/karhutla-3-bulan-belum-padam-relawan-ikut-berjuang-selamatkan-langit-palangka-raya-kompas-petang
Transkrip
00:01Lalu seperti apa perjuangan relawan yang terjun langsung memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya Kalimantan Tengah?
00:10Kita akan dengarkan sebentar lagi cerita dari seorang mahasiswa di Palangkaraya yang terjun langsung ke lapangan untuk menjadi relawan untuk
00:19pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
00:22Namun sebelumnya kami ajak Anda mengikuti informasi seputar penanganan karhutlah yang dijalankan sejauh ini.
00:53Tiga bulan berlalu, kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Indonesia
00:59belum juga tuntas dipadamkan.
01:02Di tengah kepungan asap dan ancaman kesehatan,
01:06relawan dari berbagai lapisan masyarakat turun langsung berjuang memadamkan api yang terus menyala.
01:13Di tengah kondisi yang semakin mengkhawatirkan,
01:17relawan bersama TNI Berjibaku melakukan pendinginan lahan gambut
01:21di Jalan Mahir-Mahar, km 10, Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
01:26Di antara mereka ada Elkana Christian, seorang mahasiswa yang memilih menyisihkan waktunya untuk menjadi relawan pemadam kebakaran saat perkuliahan dijalani
01:39secara jarak jauh.
01:40Elkana memilih terjun langsung ke lapangan dengan tujuan sederhana,
01:47yakni melihat langit Palangkaraya cerah kembali.
01:51Nah sebenarnya tuh keinginan sendiri kan awalnya tuh saya sebagai seorang mahasiswa,
01:56dimana kan terjadinya PJJ kan sulit juga untuk kumpul bersama teman-teman di kampus,
02:01nah karena mereka kekurangan orang kan,
02:03dan terus saya berkinan sendiri untuk membantu teman-teman,
02:07ya karena udara di Palangkaraya ini sudah mulai parah kan,
02:11dan saya juga merindukan kayak langit-langit Palangkaraya tuh cerah kembali.
02:16Kalau sukanya tuh ya kita bisa nolong orang gitu ya,
02:19untuk membantu sama kelapkan mesin ya,
02:22karena mesin itu banyak yang jebol gitu, selang banyak yang bocor,
02:25karena panasnya api.
02:29Namun, di tengah semangat para relawan memadamkan api,
02:34upaya penanganan karhutlah masih menghadapi tantangan yang besar.
02:39Lahan gambut yang terbakar tidak mudah dipadamkan.
02:44PLT Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB
02:49Berton SP Panjaitan menyatakan,
02:52jika hujan yang turun terus-menerus menjadi satu-satunya jalan memadamkan kebakaran hutan dan lahan secara tuntas.
03:01Satu-satunya jalan untuk menyelesaikannya adalah hujan yang kontinuitasnya tinggi, ya.
03:07Kemudian api baru semoga tidak muncul,
03:10kadang-kadang begini teman-teman media,
03:12kita sudah padamkan di permukaan tapi di bawah belum.
03:16Kemudian dua hari kemudian ini muncul lagi.
03:18Makanya pemantauan itu terus dilakukan oleh masyarakat maupun petugas kita di lapangan.
03:25Berlarutnya penanganan karhutlah,
03:27membuat aliansi rakyat Kalimantan Tengah berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
03:35Masa menuntut penanganan lebih serius terhadap kebakaran hutan dan lahan yang kini terjadi.
03:41Masa juga meminta agar Presiden Prabowo tak hanya menerima laporan saja,
03:47melainkan segera memanggil kepala daerah Kalimantan Tengah.
03:51Penanganan yang lebih serius terhadap kondisi di Kalimantan Tengah,
03:56terutamakan hutan ini.
03:57Nah yang kedua adalah transparansi anggaran.
04:00Nah yang ketiga adalah memberikan tanggung jawab penuh kepada kepala daerah
04:05agar supaya tidak saling lempar.
04:07Nah yang keempat adalah menetapkan status bencana nasional.
04:13Kepada Prabowo, jangan hanya berbicara saya dapat laporan,
04:17tapi panggil betul-betul kepala daerah di Kalimantan Tengah ini.
04:20Mulai Gubernur, Wali Kota, Bupati yang ada.
04:24Berikan tanggung jawab kepada mereka.
04:26Palangkaraya bukan menjadi satu-satunya daerah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.
04:32Hari ini, kabut asap tebal masih menyeliputi jalan jurusan
04:38Pelaihari Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
04:45Meski sempat membaik, kondisi kabut asap di Banjarbaru kembali menebal
04:49sejak tiga hari terakhir.
04:53Masyarakat terdampak masih menanti kapan karhutlah akan benar-benar berakhir.
04:59Harapan akan turunnya hujan?
05:02Tentu ada.
05:03Namun penanganan karhutlah tak bisa hanya bergantung pada faktor cuaca.
05:09Diperlukan langkah yang lebih konkret dan tegas
05:13agar kebakaran hutan dan lahan segera padam.
05:18Tim Liputan, Kompas TV

Dianjurkan