00:00Saudara, China ini punya perusahaan yang bisa mengubah sampah menjadi energi
00:06dan saat ini saya berada di lokasinya dan kita tanyakan kepada Menteri Transmigrasi Mamad Iftita Sulaiman
00:11Bapak bagaimana Pak setelah kita mengunjungi lokasi pengolahan sampah menjadi energi, bagaimana nantinya bisa diterapkan di Indonesia?
00:20Jadi yang paling saya kagumi dari apa yang saya lihat hari ini dan insya Allah bisa kita terapkan di Indonesia
00:28adalah masalah persiapan masyarakatnya sendiri, masyarakat Tiongkok
00:33Jadi kalau sekarang kita bersyukur Bapak Presiden sangat konsens dengan masalah sampah ini
00:38tapi goodwill pemerintah tidak cukup
00:41Kita tidak ingin hanya membeli produk atau hanya membeli proyek dari luar negeri
00:48Kita ingin masyarakatnya juga belajar, ada semacam transfer of knowledge dan transfer of technology
00:53seperti yang juga dilakukan oleh Tiongkok
00:56Mereka belajar ke Jerman di Munich beberapa tahun
00:59Kemudian mereka memiliki satu kepercayaan diri untuk kemudian menerapkan ilmunya itu di Tiongkok, di negaranya
01:06Dan setelah itu menjadi satu kesadaran kolektif
01:09Contoh yang kita saksikan hari ini, Chongqing ini
01:12Di satu kota besar Chongqingnya sendiri, ini adalah satu dari 16 unit power plant
01:18Based on waste to energy
01:20Sedentara di Tiongkok itu ada sekitar 1000 unit
01:25Lebih dari 1000 unit
01:27Nah mengelola perharinya 1,1 juta ton sampah
01:32Di satu unit ini saja itu mengelola 3000 ton sampah per hari
01:38Kemudian ada yang terbesar di tempat lainnya masih di Chongqing
01:41Itu sekitar 11 ribu ton per hari
01:45Jadi mungkin bagi masyarakat awam, seperti saya misalkan, sampah adalah persoalan
01:52Tapi ternyata bagi kaum-kaum yang terdidik, ternyata sampah bisa menjadi solusi bahkan untuk listrik
01:59Inilah yang kita ingin kembangkan bahwa ketika kita mengaplikasikan teknologi ini di Indonesia
02:05Kita bisa punya satu kemandirian karena ada kesadaran kolektif
02:09Bukan hanya dari pemerintah, tapi juga dari masyarakat untuk menerapkan teknologi ini
02:13Baik Bapak, kalau misalnya kita kembangkan di daerah di Indonesia
02:16Khususnya untuk pengembangan di WLA transmigrasi
02:19Ini cocoknya di daerah mana Bapak?
02:21Dan juga kita melihatkan produksi sampah di Indonesia cukup tinggi begitu Pak
02:24Jadi visi kami di Kementerian Transmigrasi adalah mengimplementasikan Undang-Undang No. 29 tahun 2009
02:31Soal membangun pertumbuhan ekonomi yang baru
02:35Nah kita belajar beberapa hari ini adalah ketika kita membangun pertumbuhan ekonomi yang baru itu
02:43Itu harus end to end
02:44Dan kemudian terintegrasi dalam satu ekosistem
02:48Satu yang perlu diperhatikan adalah masalah sampah ini
02:50Ketika populasi datang di satu tempat
02:54Itu kita juga harus berpikir mereka menghasilkan sampah
02:57Lalu sampahnya mungkin dikemanakan
02:58Kalau dalam jangka pendek yang kami lihat
03:01Jadi jangan hanya melihat benar sebagian besar
03:05Bahwa kawasan transmigrasi itu di rural area gitu
03:08Di daerah-daerah Cikete
03:09Tapi beberapa kawasan transmigrasi juga sudah mulai menjelpa menjadi perkotaan
03:15Seperti kawasan transmigrasi di Palopo
03:17Itu juga kota
03:19Terus kemudian di Sulawesi
03:21Terus kemudian Batam
03:22Itu juga kawasan transmigrasi yang ketika nanti industri itu tumbuh berkembang
03:27Pasti sampah akan menjadi masalah kalau tidak dipikirkan dari sekarang
03:30Berarti memang butuh waktu ya Pak ya untuk pembangunan seperti waste to energy seperti ini
03:35Yang seperti tadi Mbak Jagip juga pasti pernah dengar dari guide-nya sendiri
03:40Di sini saja itu sudah dimulai dari 98
03:42Jadi tidak ada yang instan
03:45Jadi kalau kita lihat ini, lihat clean sekali, bersih, tidak ada bau sampah
03:50Tidak bau ya Pak?
03:50Betul, nah itu juga karena mereka sudah mempersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya
03:55Jadi yang harus kita lakukan adalah segera memulainya
03:59Mempersiapkan manusianya, SDM-nya untuk menjemput masa depan yang lebih baik
04:04Baik, terima kasih Pak Tita
04:06Nah itu saudara, memang butuh waktu untuk bagaimana membangun
04:10Teknik dengan teknologi pengolahan sampah menjadi energi
04:15Dan dari Chongqing, China, Rahmah Piliang, Kompas TV
04:25Cara baru nonton di Smart TV
04:27Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu
04:33Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu
04:37Cari Kompas TV melalui pencarian
04:41Pilih aplikasi, lalu install
04:43Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV
04:48Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga