Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Eskalasi konflik antara Arab Saudi dibantu pemerintah Yaman dengan milisi bersenjata Houthi makin menjadi usai serangan mematikan ke Bandara Riyadh.

Juru bicara Houthi mengatakan, serangan akan berlanjut beberapa hari ke depan.

Pertempuran sengit kembali meletus antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan kelompok Houthi di beberapa front.

Pertempuran hebat dilaporkan terjadi di dekat Bandara Dhubab, yang menghadap Selat Bab Al-Mandeb, salah satu jalur air strategis.

Rekaman yang dipublikasikan oleh kedua belah pihak menunjukkan penggunaan drone, rudal dan senapan mesin berat dalam pertempuran.

Brigadir Jenderal Yahya Saree, Juru Bicara Militer Houthi mengatakan bahwa serangan terhadap bandara dan fasilitas minyak Saudi akan terus berlanjut.

Sementara itu, analis senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Fauzia Cempaka Timur menjelaskan selain tekanan internasional, gejolak di Timur Tengah akan dipengaruhi jika Saudi bisa merebut Bab El-Mandeb di Laut Merah.

Memanasnya konflik antara Arab Saudi dan milisi Houthi menyebabkan Arab Saudi menutup Bandara Internasional Riyadh.

Sejumlah maskapai juga menunda penerbangan ke Arab Saudi, termasuk Indonesia yang berdampak pada pemberangkatan jemaah umrah.

Lobi-lobi Arab Saudi di kawasan Timur Tengah dilakukan untuk menekan pergerakan milisi pro-Iran, Houthi. Lalu, apakah perang akan menyeret pihak lain dan meluas di kawasan?

Kita bahas bersama Wibawanto Nugroho Widodo, Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional, sekaligus Ketua Bidang Kebijakan Luar Negeri DPP IKAL Lemhannas RI.

Baca Juga Militer Yaman-Houthi Saling Serang, Picu Ledakan Hebat di Perbatasan Yaman | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/internasional/696125/militer-yaman-houthi-saling-serang-picu-ledakan-hebat-di-perbatasan-yaman-sapa-pagi

#houthi #arabsaudi #yaman

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/696205/full-analisis-pakar-geopolitik-soal-konflik-arab-saudi-houthi-memanas-as-akan-turun-tangan
Transkrip
00:00Saudara eskalasi konflik antara Arab Saudi dibantu pemerintah Hyaman dengan milisi bersenjata Houthi semakin menjadi usai serangan mematikan ke Bandara
00:08Riyadh.
00:09Juru bicara Houthi mengatakan serangan akan berlanjut beberapa hari ke depan.
00:15Lobby-loby Arab Saudi di kawasan Timur Tengah dilakukan untuk menekan pergerakan milisi pro-Iran Houthi.
00:21Lalu apakah perang akan menyeret pihak lain dan meluas di kawasan?
00:25Kita bahas bersama Wibawanto Nugroho Widodo, pakar geopolitik dan keamanan.
00:31Yang juga ketua bidang kebijakan luar negeri DPP Lemahana CRI.
00:36Mas Wiba, kalau melihat serangan-serangan yang terjadi akhir-akhir ini, apa yang sebenarnya sedang dimainkan Houthi, Mas Wiba, menurut
00:44pengamatan Anda?
00:45Ya, jadi secara geopolitik jelas bahwa kita jangan terbatas hanya melihat serangan militer balas-membalas antara Houthi, dalam hal ini
00:57kelompok Ansya Allah,
00:59dengan negara Arab Saudi atau Amerika Serikat.
01:03Tetapi kita harus melihat bahwa ini ada yang namanya kenaikan tensi geopolitik di Timur Tengah,
01:09di mana yang menjadi sasaran dari kelompok Houthi yang merupakan jaringan proksi dari Tehera,
01:16itu adalah bagaimana meningkatkan biaya politik dan ekonomi kepada Arab Saudi.
01:21Karena yang disasar itu bukan hanya Arab Saudi sebagai negara,
01:25gedung administrasi bandara dan lain-lain infrastruktur strategis,
01:29tetapi infrastruktur minyak yang merupakan backbone dari sistem ekonomi internasional,
01:35bahkan yang akan mengganggu sistem moneter internasional,
01:38kemana karena implikasinya nanti akan kekurs, akan keinflasi,
01:42karena keadaan ini akan memberikan yang namanya kondisi yang tidak stabil,
01:48kondisi yang tidak orderly, dan kondisi yang tidak dapat terprediksi,
01:52terkait dengan apa yang terjadi di jalur-jalur strategis perdagangan,
01:58baik itu Bab El-Mandab yang menghubungkan terusan Suez dengan Samud Zaidia
02:06lewat Teluk Oman dan Teluk Eden, dan juga apa yang terjadi di Hormus selama ini.
02:12Jadi ini implikasinya bukan hanya ke Arab Saudi-nya saja,
02:16tetapi implikasinya akan menimbulkan ketidakpenentuan dan kenaikan dari harga energi.
02:22Kenapa harga energi naik? Karena biaya transportasi itu akan meningkat.
02:27Artinya juga akan mempengaruhi negara-negara tetangga termasuk di Timur Tengah,
02:32termasuk juga di Indonesia, apakah akan mempengaruhi itu juga Mas Wiba?
02:36Ya jelas, jadi untuk seperti Indonesia negara kita,
02:39itu kita tidak langsung terseret secara militer,
02:41tetapi ini akan terimplikasi kepada APBN kita.
02:46Karena itu kaitan dengan energi.
02:48Harga energi akan meningkat.
02:50Import, harga import akan meningkat.
02:53Setelah itu, selain harga importan meningkat,
02:55akhirnya subsidi juga akan meningkat.
02:58Jadi yang dilakukan pemerintah Indonesia saat ini,
03:00harusnya adalah berusaha melakukan deeskalasi
03:03dengan upaya diplomasi melalui PBB atau ASEAN
03:06sebagai sentral dari diplomasi Indonesia.
03:08Dan selanjutnya Indonesia juga harus segera shifting,
03:11mencari alternatif mewujudkan ketahanan energi.
03:15Baik melalui alternatif source of supplier,
03:19sumber-sumber alternatif supplier,
03:22dan juga sumber-sumber energi lainnya di dalam dan penghematan.
03:26Dan selain itu juga harus dipikirkan,
03:29Indonesia mengamankan jalur perdagangan yang paling stabil
03:34untuk Indonesia dalam jangka pendek dan juga jangka menengah.
03:37Karena kita harus melihat bahwa potensi ini bisa deeskalatif,
03:41bisa berlanjut,
03:44jadi tetap dalam control escalation namanya,
03:48eskalasi yang terkontrol baik dari Bob El-Mandabnya,
03:51baik dari Irannya, dan juga dari Amerika dan Arabnya,
03:53atau bahkan menjadi eskalasi yang eskalatif
03:56dan belum tentu menjadi terkontrol.
03:58Yang pasti sektor perdagangan, energi itu akan terimplikasi.
04:04Dan kita harus mempersiapkan fiskal kita gitu.
04:07Harus melakukan wargaming bagaimana,
04:09supaya kita jangan sampai mengalami krisis yang dipengaruhi oleh
04:15suplai yang terganggu dan akhirnya mengganggu.
04:18Oke, artinya pemerintah Indonesia juga harus lebih aktif untuk mengantisipasi.
04:24Tapi gini, Mas Wibang,
04:25kalau di tengah baku tembak antara front di Yaman,
04:28Houthi kembali mengancam Arab Saudi beberapa hari ke depan,
04:31apakah artinya Saudi saat ini masih akan mendahulukan
04:35atau mengutamakan lobi-lobi menurut Anda?
04:37Ya, berbagai upaya, itu pasti akan dilakukan.
04:41Karena pada prinsipnya, setiap pihak yang sekarang terlibat dalam konflik itu
04:45melakukan yang disebut dengan control escalation.
04:49Jadi berusaha melakukan eskalasi dengan tujuan
04:53untuk mengubah perilaku dari lawan yang dihadapi.
04:57Yang ditekan itu adalah psikologinya.
05:00Yang dibebankan itu adalah biaya politik, biaya ekonominya.
05:04Bukan berarti hanya militernya saja, serangan fisik.
05:07Karena di dalam konteks seperti ini,
05:09satu tekanan diberikan langsung negosiasi dilakukan.
05:12Satu tekanan ditambah, negosiasi tambah dilakukan.
05:15Untuk mengubah perilaku dari masing-masing atur yang terlibat.
05:18Kita harus perhatikan perilaku Amerika Serikat.
05:20Dari Central Command, dari Panglima Central Command.
05:24Jadi, kalau salah Admiral Dan Cooper di situ,
05:26masih mimpin dan cukup mengetahui kondisi Timur Tengah.
05:29Dan juga administrasi dari Donald Trump.
05:32Dan juga pendekatan perang proksi yang dimainkan oleh pemerintah.
05:38Nah, ini penting sekali.
05:39Karena kalau Houthi ini, Mbak, cara bekerjanya itu adalah cara irregular.
05:44Dia akan melakukan serangan-serangan yang sifatnya sporadis,
05:48sifatnya itu irregular,
05:49dan tidak mengikuti masa-masa konvensional dalam berperang.
05:54Nah, akhirnya Amerika juga akan berlaku dengan cara yang sama.
05:58Nah, Arab Saudi dalam posisi seperti ini,
06:00sebenarnya dia melihat bahwa ini bukan hanya masalah Houthi melawan Arab Saudi,
06:05tetapi akan ada shifting dari balance of power yang ada di Timur Tengah.
06:09Ini proses yang harus dilewati, balance of power ini.
06:13Baik.
06:14Oke, itu dulu dari saya.
06:15Jadi, balance of power yang berubah ini pasti akan berimplikasi pada ekonomi global.
06:18Oke, baik. Terima kasih Mas Wiba Wanto Nugro,
06:21pakar geopolitik dan juga keamanan nasional,
06:24sudah berbagi perspektif di Kompas Petang.
06:26Selamat sore Mas Wiba.

Dianjurkan