00:00Saudara eskalasi konflik antara Arab Saudi dibantu pemerintah Hyaman dengan milisi bersenjata Houthi semakin menjadi usai serangan mematikan ke Bandara
00:08Riyadh.
00:09Juru bicara Houthi mengatakan serangan akan berlanjut beberapa hari ke depan.
00:15Lobby-loby Arab Saudi di kawasan Timur Tengah dilakukan untuk menekan pergerakan milisi pro-Iran Houthi.
00:21Lalu apakah perang akan menyeret pihak lain dan meluas di kawasan?
00:25Kita bahas bersama Wibawanto Nugroho Widodo, pakar geopolitik dan keamanan.
00:31Yang juga ketua bidang kebijakan luar negeri DPP Lemahana CRI.
00:36Mas Wiba, kalau melihat serangan-serangan yang terjadi akhir-akhir ini, apa yang sebenarnya sedang dimainkan Houthi, Mas Wiba, menurut
00:44pengamatan Anda?
00:45Ya, jadi secara geopolitik jelas bahwa kita jangan terbatas hanya melihat serangan militer balas-membalas antara Houthi, dalam hal ini
00:57kelompok Ansya Allah,
00:59dengan negara Arab Saudi atau Amerika Serikat.
01:03Tetapi kita harus melihat bahwa ini ada yang namanya kenaikan tensi geopolitik di Timur Tengah,
01:09di mana yang menjadi sasaran dari kelompok Houthi yang merupakan jaringan proksi dari Tehera,
01:16itu adalah bagaimana meningkatkan biaya politik dan ekonomi kepada Arab Saudi.
01:21Karena yang disasar itu bukan hanya Arab Saudi sebagai negara,
01:25gedung administrasi bandara dan lain-lain infrastruktur strategis,
01:29tetapi infrastruktur minyak yang merupakan backbone dari sistem ekonomi internasional,
01:35bahkan yang akan mengganggu sistem moneter internasional,
01:38kemana karena implikasinya nanti akan kekurs, akan keinflasi,
01:42karena keadaan ini akan memberikan yang namanya kondisi yang tidak stabil,
01:48kondisi yang tidak orderly, dan kondisi yang tidak dapat terprediksi,
01:52terkait dengan apa yang terjadi di jalur-jalur strategis perdagangan,
01:58baik itu Bab El-Mandab yang menghubungkan terusan Suez dengan Samud Zaidia
02:06lewat Teluk Oman dan Teluk Eden, dan juga apa yang terjadi di Hormus selama ini.
02:12Jadi ini implikasinya bukan hanya ke Arab Saudi-nya saja,
02:16tetapi implikasinya akan menimbulkan ketidakpenentuan dan kenaikan dari harga energi.
02:22Kenapa harga energi naik? Karena biaya transportasi itu akan meningkat.
02:27Artinya juga akan mempengaruhi negara-negara tetangga termasuk di Timur Tengah,
02:32termasuk juga di Indonesia, apakah akan mempengaruhi itu juga Mas Wiba?
02:36Ya jelas, jadi untuk seperti Indonesia negara kita,
02:39itu kita tidak langsung terseret secara militer,
02:41tetapi ini akan terimplikasi kepada APBN kita.
02:46Karena itu kaitan dengan energi.
02:48Harga energi akan meningkat.
02:50Import, harga import akan meningkat.
02:53Setelah itu, selain harga importan meningkat,
02:55akhirnya subsidi juga akan meningkat.
02:58Jadi yang dilakukan pemerintah Indonesia saat ini,
03:00harusnya adalah berusaha melakukan deeskalasi
03:03dengan upaya diplomasi melalui PBB atau ASEAN
03:06sebagai sentral dari diplomasi Indonesia.
03:08Dan selanjutnya Indonesia juga harus segera shifting,
03:11mencari alternatif mewujudkan ketahanan energi.
03:15Baik melalui alternatif source of supplier,
03:19sumber-sumber alternatif supplier,
03:22dan juga sumber-sumber energi lainnya di dalam dan penghematan.
03:26Dan selain itu juga harus dipikirkan,
03:29Indonesia mengamankan jalur perdagangan yang paling stabil
03:34untuk Indonesia dalam jangka pendek dan juga jangka menengah.
03:37Karena kita harus melihat bahwa potensi ini bisa deeskalatif,
03:41bisa berlanjut,
03:44jadi tetap dalam control escalation namanya,
03:48eskalasi yang terkontrol baik dari Bob El-Mandabnya,
03:51baik dari Irannya, dan juga dari Amerika dan Arabnya,
03:53atau bahkan menjadi eskalasi yang eskalatif
03:56dan belum tentu menjadi terkontrol.
03:58Yang pasti sektor perdagangan, energi itu akan terimplikasi.
04:04Dan kita harus mempersiapkan fiskal kita gitu.
04:07Harus melakukan wargaming bagaimana,
04:09supaya kita jangan sampai mengalami krisis yang dipengaruhi oleh
04:15suplai yang terganggu dan akhirnya mengganggu.
04:18Oke, artinya pemerintah Indonesia juga harus lebih aktif untuk mengantisipasi.
04:24Tapi gini, Mas Wibang,
04:25kalau di tengah baku tembak antara front di Yaman,
04:28Houthi kembali mengancam Arab Saudi beberapa hari ke depan,
04:31apakah artinya Saudi saat ini masih akan mendahulukan
04:35atau mengutamakan lobi-lobi menurut Anda?
04:37Ya, berbagai upaya, itu pasti akan dilakukan.
04:41Karena pada prinsipnya, setiap pihak yang sekarang terlibat dalam konflik itu
04:45melakukan yang disebut dengan control escalation.
04:49Jadi berusaha melakukan eskalasi dengan tujuan
04:53untuk mengubah perilaku dari lawan yang dihadapi.
04:57Yang ditekan itu adalah psikologinya.
05:00Yang dibebankan itu adalah biaya politik, biaya ekonominya.
05:04Bukan berarti hanya militernya saja, serangan fisik.
05:07Karena di dalam konteks seperti ini,
05:09satu tekanan diberikan langsung negosiasi dilakukan.
05:12Satu tekanan ditambah, negosiasi tambah dilakukan.
05:15Untuk mengubah perilaku dari masing-masing atur yang terlibat.
05:18Kita harus perhatikan perilaku Amerika Serikat.
05:20Dari Central Command, dari Panglima Central Command.
05:24Jadi, kalau salah Admiral Dan Cooper di situ,
05:26masih mimpin dan cukup mengetahui kondisi Timur Tengah.
05:29Dan juga administrasi dari Donald Trump.
05:32Dan juga pendekatan perang proksi yang dimainkan oleh pemerintah.
05:38Nah, ini penting sekali.
05:39Karena kalau Houthi ini, Mbak, cara bekerjanya itu adalah cara irregular.
05:44Dia akan melakukan serangan-serangan yang sifatnya sporadis,
05:48sifatnya itu irregular,
05:49dan tidak mengikuti masa-masa konvensional dalam berperang.
05:54Nah, akhirnya Amerika juga akan berlaku dengan cara yang sama.
05:58Nah, Arab Saudi dalam posisi seperti ini,
06:00sebenarnya dia melihat bahwa ini bukan hanya masalah Houthi melawan Arab Saudi,
06:05tetapi akan ada shifting dari balance of power yang ada di Timur Tengah.
06:09Ini proses yang harus dilewati, balance of power ini.
06:13Baik.
06:14Oke, itu dulu dari saya.
06:15Jadi, balance of power yang berubah ini pasti akan berimplikasi pada ekonomi global.
06:18Oke, baik. Terima kasih Mas Wiba Wanto Nugro,
06:21pakar geopolitik dan juga keamanan nasional,
06:24sudah berbagi perspektif di Kompas Petang.
06:26Selamat sore Mas Wiba.