Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa demokrasi yang berjalan dengan baik lebih baik dibandingkan sistem politik lainnya.

Menurut SBY, tantangan Indonesia bukan meninggalkan demokrasi, melainkan membangun demokrasi yang kuat, stabil, berkualitas, dan sesuai dengan sejarah serta karakter bangsa.

Ia juga mengingatkan bahwa demokrasi tidak sebatas pemilihan umum, tetapi mencakup supremasi hukum, konstitusionalisme, pemilu yang bebas dan adil, serta keseimbangan kekuasaan.

Baca Juga SBY Ingatkan Politisi! Kepentingan Negara Harus Diutamakan, Bukan Kepentingan Partai di https://www.kompas.tv/video/695888/sby-ingatkan-politisi-kepentingan-negara-harus-diutamakan-bukan-kepentingan-partai

Dalam membahas sistem ketatanegaraan Indonesia, SBY menyatakan dukungannya terhadap sistem presidensial dengan checks and balances yang kuat.

Ia mengingatkan risiko konsentrasi kekuasaan yang terlalu besar di tangan eksekutif maupun dominasi parlemen.

Bagi SBY, demokrasi Indonesia perlu terus diperkuat melalui pengawasan antarlembaga agar kekuasaan berjalan seimbang dan tetap sesuai konstitusi.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/695903/sby-soroti-sistem-demokrasi-indonesia-lebih-baik-daripada-otoritarianisme
Transkrip
00:00Untuk saya, saya jenderal, tetapi saya suka demokrasi.
00:06Mungkin demokrasi yang tidak baik bisa tidak menarik malah orang suka yang otoritarian
00:15atau semi-otoritarian yang dianggap lebih bagus, lebih stabil, lebih ini, lebih itu.
00:22Ada yang seperti itu.
00:23Tapi kalau saya, demokrasi yang baik selalu lebih baik dibandingkan sistem politik manapun.
00:31Tantangannya adalah mari kita pastikan demokrasi yang kita anod di Indonesia ini,
00:37yang kita bangun dan tuju ke depan ini adalah demokrasi yang kuat,
00:42demokrasi yang stabil, berkualitas, serta demokrasi yang pas untuk Indonesia.
00:50Tidak ada satu model demokrasi berlaku bagi semua bangsa.
00:56T-shirt, apa namanya itu, t-shirt itu.
00:59Kaos does not fit all.
01:03Tidak mungkin suatu ukuran bisa klop, bisa pas untuk siapa yang memakainya.
01:09Nah, demokrasi ada yang disebut universal values.
01:13Apa sih? Power of the people.
01:17Konstitusionalism.
01:18Checks and balances.
01:20Free and fair election.
01:22Supremacy of law.
01:23Atau the rule of law.
01:25Itu democratic values.
01:27Bukan hanya soal pilih-memilih.
01:30All democratic values.
01:31Itu universal.
01:33But remember, kita punya sejarah.
01:35Kita punya culture.
01:36Mari kita pastikan demokrasi kita ini juga mengadopsi yang kita miliki sendiri.
01:43Our own values.
01:44Our own cultures.
01:46Perjalanan sejarah kita.
01:48Tapi bagaimanapun, what we need is democracy.
01:51For me, lebih bagus in the long run, dibandingkan kita tergoda untuk menganut sistem politik yang lain.
02:08Oke.
02:09Yang berikutnya lagi, sistem ketatanegaraan dan kepemerintahan.
02:13Ini termasuk jurusan FISIP UI ya.
02:16Masukkan.
02:19Ulang, salah-salah.
02:20UNPAD, FISIP UNPAD.
02:21Harus diperma gini.
02:24FISIP UNPAD.
02:26Oke.
02:31Kita harus memastikan dan memilih sistem politik apa yang kita pilih ini.
02:37Ada dua godaan.
02:39Satu sistem parlementer.
02:41Satu sistem presidensial.
02:44Agak mengemukah di era reformasi dulu.
02:47Tetapi saya pribadi memilih sistem presidensial.
02:53Tetapi dengan checks and balances yang bagus.
02:56Kalau terlalu kuat eksekutif seperti dulu, order lama, order baru.
03:01Terlalu kuat parlementer seperti demokrasi liberal.
03:05Masa Bung Kano 1945 sampai 1956.
03:06Jadi yang paling baik, sistem presidensial.
03:10Mengingat sejarah negara kita, bangsa kita sangat majemuk.
03:14So we need presidential system.
03:17Asalkan ada checks and balances yang baik.

Dianjurkan