00:00Yang ketiga, betapa pentingnya human capital.
00:05Bicara human capital, bicara education.
00:08Bicara education adalah ibadah dan misi
00:12Bapak-Ibu sekalian yang sekarang sedang mengelola
00:18masa depan, mengelola UNPAD menuju masa depan yang lebih baik.
00:24Kemudian yang terakhir, ini unsur leadership.
00:30Kepemimpinan nasional haruslah visioner
00:34dan kemudian bisa melakukan transformasi.
00:40Transformasi itu sunatulah, kodrat.
00:44Saya bertransformasi anak desa dari Pacitan,
00:4920 tahun, transformasi menuju prajurit selama 30 tahun,
00:55transformasi lagi, mengembang tugas di pemerintahan 15 tahun.
01:00Sekarang saya kembali ke pangkuan masyarakat,
01:02bertransformasi, dan saya sekarang menggeluti dunia seni dan olahraga.
01:07I have to be sure, transformasi dalam perjalanan hidup saya juga sukses begitu.
01:13Demikan juga bangsa.
01:14Indonesia bukan nation in waiting,
01:19bukan hanya nation on the move,
01:22tetapi bangsa yang menjalankan great transformation.
01:29Kalau kita gagal bertransformasi,
01:33Indonesia emas 2045 itu ilusi.
01:36Menjadi negara maju in this century,
01:40itu juga yang disebut dengan a bridge too far.
01:44Masih rada jauh.
01:46Tetapi, dengan modal-modal yang baik,
01:49I am very optimistic
01:51bahwa Indonesia akan bisa memajukan dirinya
01:57dengan timeline yang kita bangun secara rasional dan realistik.
02:02Saya kerap memberikan motivasi, ajakan,
02:08sambil mengambil bagian dari ikhtiar besar itu.
02:14Kita punya destiny, punya goals.
02:192030, berarti tinggal 4 tahun lagi,
02:24insya Allah kita menjadi not only emerging market,
02:28tetapi juga emerging economy.
02:31Insya Allah bisa.
02:33Kita adalah ekonomi terbesar di ASEAN.
02:38Kita masuk 20 ekonomi besar dunia
02:41sejak tahun 2008 dulu.
02:44Insya Allah bisa.
02:46Nah, 2045, maafkan saya,
02:49kalau rata konservatif,
02:51at least kita menjadi a strong nation.
02:54Strong economy,
02:57strong democracy,
02:59kemudian punya justice yang makin kuat dan mengakar,
03:05kemudian strong technology,
03:09dan mudah-mudahan,
03:112045 is a good beginning
03:14membangun great civilization of bangsa Indonesia.
03:18bangsa yang maju, yang makmur,
03:21yang lebih dulu menjadi developed countries di Eropa, Jepang, Amerika.
03:26Itu sokogurunya, penyangganya, pilarnya itulah peradaban.
03:32Civilization, more than education, more than culture.
03:37Everything is there,
03:38termasuk penguasaan teknologi.
03:41So, my dream is,
03:42mimpi besar saya,
03:45menuju
03:46pertengahan abad 21 ini,
03:50kita harus membangun
03:52civilization Indonesia yang jauh lebih kuat,
03:56lebih mapan,
03:57dan lebih maju.
03:58Kalau civilizationnya kuat,
04:00ada goncangan global,
04:03pengaruh sana,
04:04pengaruh sini,
04:05kita akan tetap tegak.
04:09Dan kemudian,
04:10ekonomi kita akan menjadi self-developing economy,
04:13demikian juga,
04:14urusan demokrasi,
04:16urusan justice,
04:17will be moving forward,
04:19beautifully,
04:20nicely.
04:20Jadi,
04:22mari,
04:23ini para educators,
04:24saya bicara pada ruang yang tepat,
04:27forum yang tepat,
04:28mari bersama-sama bangsa ini,
04:31di samping melihat kepentingan jangka pendek,
04:33juga melihat apa yang hendak kita raih
04:36pada jangka yang lebih panjang lagi.
04:38Politisi,
04:40biasanya yang dipikirkan,
04:42pemilihan umum berikutnya lagi.
04:44Betul?
04:45Kalau gubernur, bupati, wali kota, presiden,
04:48semoga terpilih kembali.
04:49Itu sah, tidak salah.
04:51Anggota DPR RI, DPD, DPRD,
04:54terpilih kembali, tidak salah.
04:56Politisi,
04:57tapi negarawan,
04:59harus memikirkan masa yang jauh ke depan.
05:02Statement.
05:04Statement itu tidak harus mantan presiden,
05:06bukan semua bisa menjadi negarawan.
05:08Kalau memikirkan kepentingan bangsa dan negaranya,
05:13country over party,
05:15country first,
05:17jangan dibalik,
05:18jangan partai politik yang diutamakan,
05:20negaranya belakangan,
05:22wrong.
05:24Ada kata-kata,
05:26loyalty to my party,
05:29yang punya partai politik,
05:31ends
05:32when loyalty to my country begins.
05:35kata-kata,
05:37dolab.
05:37selamat menikmati